kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
" Dasar mbah gak punya ahklak, main matiin aja " gumam juber
tandil yang mendengar gerutu juber penasaran kenapa dia jadi marah marah sendiri. " kenapa kamu ber, marah marah gak jelas gitu"
" itu si mbah orang tua gak ada ahklak, dia nelpon menanyakan tugas kita " ucap Juber
" terus yang bikin kamu marah apa ? " heran Tandil
" dia nelpon suruh kita kabari dia kalau sudah ambil barangnya, belom aku jawab langsung di matikan telponnya, kan bangke tu namanya " jelas Juber
Tandil geleng geleng kepala dengar penjelasan temannya, tingkahnya sama seperti kucing dan tikus kalau sudah ketemu sama mbah.
Tandil menghentikan kendaraannya karena dia sudah ketemu rumah pak Fathir dan ada mobil terparkir persis seperti yang di CCTV.
" ber, itu rumahnya " tunjuk Tandil
" iya bener ndil, persis yang di bilang warga " kata Juber
" terus mana tuh bocahnya, kita gerak terus apa gimana ber " ucap Tandil
" mau kamu di kepung warga sini ?! ya jangan sekarang juga lah, kita tunggu pas malam hari, baru kita gerak " kata Juber
" oke ber, malam hari kita gas kan " ucap Tandil
Tandil dan juber membuat rencana untuk mengambil benda tersebut di malam hari. menjelang hari sudah malam, keluarga azam masih santai di rumahnya karena belum masuk jam tengah malam.
Azam yang bermain di ruang keluarga, melihat seperti ada yang mengintip dari luar. azam yang penasaran menghampiri siapa yang sedang mengintip.
" kayak kenal, tapi siapa ya?? " sambil berjalan mendekati
" lah ndull ngapain kamu di situ, ngintip ngintip segala " ternyata adalah tuyul peliharaan pak Santo.
" hehehe,,,ketahuan aku rupanya " sambil cengengesan si tuyul
" kamu kenapa disini ndull " ucap Azam
" anu,,,aku mau ikut kamu zam " kata Tuyul
" haaa,,,iku aku ?? kenapa harus ikut aku, nanti kamu di cariin bapak mu " kaget Azam
" aku udah gak ikut bapak ku lagi zam, aku gak mau di suruh kerja lagi " kata tuyul
" ya udah sini masuk, jangan di luar aja, sekalian kita main, kamu nanti tidur di kamarku aja ya " ucap Azam dan mengajaknya
Tuyul yang di ajak masuk, bukannya gak mau, tapi karena ada orang tua azam. takut orang tua azam mengetahui kalo ada sosok seperti dirinya dan tidak menerima kehadirannya.
" gak usah zam, aku nanti aja ke kamar kamu ya " kata tuyul
" nanti pintu udah di tutup ndull, gimana kamu masuknya nanti " ucap Azam
" udah tenang aja zam, nanti aku pasti ada di kamar kamu " kata Tuyul
" oke ndull, aku tunggu ya " ucap Azam
tuyul hanya menganggukan kepalanya sambil cengengesan. Azam kemudian kembali masuk ke rumah. tepat jam 10 malam, orang tua azam masuk ke kamarnya begitu juga dengan azam masuk ke kamarnya. pada saat balik badan azam terkejut.
" Aaaaaaa!!!! " teriak Azam
" Aaaaaaa!!!! " tuyul kaget juga karena azam teriak
" ahh kamu ndull ngagetin aja, kok kamu bisa masuk ? masuk darimana kamu ? " heran Azam sembari mengelus dadanya
" kamu juga zam,,kenapa teriak teriak ? aku masuk ya tinggal masuk aja, kenapa mesti harus repot " kata Tuyul yang ikut mengelus dadanya
" aku kaget kamu udah di sini, jelas teriak kaget aku ! terus kamu mau apa, aku udah ngantuk juga ini " ucap Azam
" aku ya gak ngapa ngapain, kamu kalo ngantuk tidur aja duluan, aku di sini aja sambil main " kata Tuyul
" ya udah, aku tidur duluan, kamu mainnya jangan berisik, nanti ayah sama ibu marah " ucap Azam
" oke siippp zam " sambil memberi jempol
azam berjalan ke tempat tidurnya merebahkan badan, tidak lama kemudian azam sudah tertidur. Tuyul yang masih dengan mainnya tiba tiba ada yang menjitak kepalanya.
C'TAKKKK,,,,,
" aduhhhh,,kepalaku sakit banget ! siapa yang jitak nih ? " sambil mengelus kepalanya yang plontos.
" woiii setan gundul ngapain kamu disini,,kamu mau ganggu azam ya " ucap Kanendra yang sudah muncul
" anuu,,anuu,,aku temannya azam raden " kaget tuyul ternyata ada sosok penjaga azam, karena sebelumnya si tuyul belum pernah melihatnya.
" jangan bohong kamu,,kamu mau mencuri ya di rumah ini " sambil memelototi si tuyul
" ampuunn raden, beneran aku gak bohong, aku juga gak mencuri di sini, sumpah raden " kata Tuyul
" setan kok pake sumpah,,gak berlaku tau gak ! awas kalau kamu bohong, besok aku tanya azam " ucap Kanendra yang tidak percaya
" iii iya raden, tanya aja sama azam besok, beneran suwerrr " kata Tuyul dengan menunjukan dua jari
Kanendra kemudian mempercayai ucapan si tuyul, besok dia akan menanyakan ke azam apa benar dia temennya. lalu Kanendra tiba tiba menghilang.
" huuuu sakit banget di jitak raden, bisa geger otak ini " keluh si tuyul
tuyul melanjutkan mainnya, tapi lama kelamaan dia bosan lalu pergi keliling rumah azam. Juber dan Tandil yang sudah menunggu momen yang pas untuk mengambil benda tersebut akhirnya waktunya sudah tiba.
" ndil, ayok gas kan,,,biar cepat kita selesaikan tugas kita ini " ucap Juber
" oke ber,,,gassss " kata Tandil
mereka mendekati rumah dengan mengendap ngendap. sampai lah mereka di samping rumah kebetulan ada jendelanya. mereka mengintip, ternyata itu kamar orang tua azam.
" ndil kita salah kamar,,,kita cari lagi yang lain " ucap Juber dengan suara pelan
" gasss ber " jawab Tandil
mereka lalu berpindah ke sampingnya lagi dan mengintip. ternyata sasaran mereka tepat, mereka melihat azam di balik jendela tersebut.
si tuyul yang bosan tadi berkeliling namun dia melihat hal yang mencurigakan, terdapat dua orang yang mendekati rumah.
" hmmm,,,mencurigakan, sepertinya mereka maling " sambil memicingkan matanya. si tuyul kemudian mendekati Juber dan Tandil yang sedang mengintip dari jendela kamar azam.
" bener kan maling, pas kali ini, ku kerjai kalian berdua. sekalian melampiaskan kepalaku yang sakit di jitak raden " gumam tuyul sambil menyiapkan kedua tangannya yang di usap bersamaan.
C'TAKKKK,,,,
C'TAKKKK,,,,
Juber dan Tandil yang sedang mengintip, tiba tiba merasakan kesakitan yang sangat menyakitkan, karena di jitak sama tuyul dengan sangat kuat.
" aaa,,,mhppphhhh " mereka berdua yang mau teriak langsung menutup mulut agar tidak mengeluarkan suara. tapi saking sakitnya mereka tahan sambil mengeluarkan air mata
" sialannn,,,sakit banget kepalaku,,,huuu,,aduhhh" keluh dan merintih Juber
" aauuuwwww,,,huuuu,,,sialan, sakit banget " timpal Tandil sembari mengusap kepala
si tuyul tertawa senang " hehehe,,,mampus kalian,,mamam tu jitakan super jitu "
mereka celingukan mencari siapa yang melakukan itu, tapi tidak ada orang sama sekali.
" ndill, udah gak ada yang beres ini ! ini rumah ada penunggunya ndill,,kita kabur aja ndil,,sekali kena aja sakitnya kek gini, apa lagi berkali kali ndill,,langsung amnesia kita ndill " ucap Juber
" iya ber,,,balik aja kita ber,,sekalian laporan sama mbah, gila emang tuh setan jitak kepala pake tangan apa pake martil ya ber " kata Tandil
mereka lalu berlari dengan kencang, takut nanti kena jitak lagi sama penunggu di rumah tersebut menurut perkiraan mereka.
" hahahaha,,,,huhuhuiii,,,rasain kalian, jangan coba coba datang lagi, kalau mau coba lagi silahkan aja kalau udah keras kepala kalian, hehehehe " senang tuyul yang sudah melampiaskan kesakitan di kepalanya.