NovelToon NovelToon
Hidayah Cinta Dari Negeri Sakura

Hidayah Cinta Dari Negeri Sakura

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:309.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ria Diana Santi

Kisah dua insan yang saling mencintai, namun terhalang oleh restu orang tua. Seorang pemuda nan soleh jatuh cinta kepada seorang gadis yang biasa saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Diana Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ryu Kembali Riri Menghilang?

Pertemuan denganmu adalah takdir terindah dari Tuhan. Perpisahan denganmu adalah sebuah keterpaksaan.

...*****...

Pagi yang begitu cerahnya di Ibu Kota, Jakarta. Sinar mentari begitu hangatnya bila menyentuh kulit.

Puri yang baru saja bangun dari tidurnya, langsung meraba ponsel miliknya yang berada di atas meja samping tempat tidurnya.

Dia pun melihat ada sebuah pesan masuk, tak di sangka yang mengirimnya pesan itu adalah sahabatnya.

Sahabat yang telah lama tak ada kabarnya. Lalu, ia pun segera membuka matanya lebar-lebar dan mulai membaca isi pesan tersebut.

Setelah ia selesai membacanya, ia pun bergegas untuk mandi. Kemudian, bersiap-siap untuk pergi menemui ibu dari sahabatnya itu.

"Wah, kalau gitu aku harus memberi tahu tante Sekar tentang ini. Dia pasti cemas pada Riri," ucapnya sembari mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi.

Setelah lama berkutat di dalam kamar mandi, Puri lalu memakai baju tanpa memilah-milih bajunya. Asal dapat dan langsung pakai. Dia tidak ingin berlama-lama lagi. Memakai make-up juga ala kadarnya. Dia sudah selesai berdandan dan dia segera keluar dari kamarnya.

Melihat Puri bangun di saat hari libur begini dan sudah rapi pula. Membuat ibunya sontak bertanya.

"Puri, tumben sekali kamu bangun sepagi ini? Malah uda siap-siap pula. Memangnya kamu mau kemana?" tanya ibunya dengan penuh keheranan. Puri hanya menjawabnya dengan singkat.

"Eh, Mamah. Aku lagi buru-buru, nih. Nanti aja ya penjelasannya. Dah, Mamah ...! Assalamualaikum."

"Tapi, Pu. Kamu 'kan belum sarapan ...," teriak mamahnya, namun Puri sudah tidak mendengar teriak 'kan mamahnya itu. Dia segera pergi dengan mobilnya untuk menemui ibu Riri.

***

Di tempat yang berbeda, Riri yang saat ini tengah bersiap-siap untuk memberikan sepucuk surat pada Ryu.

Beruntunglah ia karena saat ia masuk ke ruang rawat Ryu, Ryu masih tidak sadarkan diri. Bahkan, tidak ada yang tahu bahwa dia telah siuman.

Perlahan-lahan, dia melangkah mendekati Ryu. Ketika sampai di dekatnya dia mendekatkan bibirnya pada telinga Ryu. Dia pun mulai membisikkan sesuatu ke telinga Ryu.

"Hai, pria baik hati. Cepatlah sadar kembali. Terima kasih untuk segalanya! Mulai detik ini, aku Riri Permata Wijaya, telah melepaskan mu dari janjimu kepadaku untuk selamanya," ucapan tersekat.

"Aku berjanji mulai sekarang, kamu tidak akan terbebani lagi olehku. Karena aku hanya akan menjadi kenangan dalam hidupmu, selamanya hanya kenangan," imbuhnya lagi.

"Maafkan aku untuk semua kesalahan yang telah ku perbuat padamu dan juga keluargamu. Semoga surat ini dapat membuatmu mengerti. Mengapa aku melakukan semua ini," katanya dengan penuh haru dan linangan air mata yang tak henti-hentinya terus mengalir.

Ia memberikan langsung surat itu ke tangan Ryu. Saat itu, Ryu masih memejamkan matanya. Walau pun sebenarnya ia telah sadarkan diri. Ketika Riri berbalik badan ingin melangkah pergi tapi terhenti. Hal itu karena Ryu menggapai tangannya.

Kemudian, dia pun menahan diri untuk sesaat. Ketika dia berbalik badan ingin memastikan kondisi Ryu, apakah ia telah sadar ataukah belum?

Di lihatnya, Ryu masih memejamkan matanya. Lalu, ketika ia ingin pergi untuk yang kedua kalinya. Ryu, kembali membuatnya terkaget dan berkata,

"Hanya surat?" lalu, Riri pun menoleh. Namun, yang di lihatnya tetaplah sama. Hingga pada akhirnya ia berpikir.

"Ah, mungkin ini khayalanku saja karena terlalu merindukannya untuk berbicara denganku. Makanya, sekarang aku jadi mengkhayal begini." gumamnya dalam hati.

Dia pun melangkah pergi, jauh ... jauh ... dan semakin menjauh hingga tak terlihat lagi. Ryu yang saat ini memperhatikannya, berharap Riri akan segera kembali.

Ia tahan kesedihannya itu dan ia terus menahannya. Namun, apalah daya kini cinta telah tertanam di dalam jiwanya. Bahkan juga telah tertanam di dalam hatinya yang terdalam.

Hingga, butiran-butiran air mengalir dari matanya. Bahkan, sampai memasuki telinganya. Ia pun menangis sejadi-jadinya dan mulai membuka surat yang di berikan Riri untuknya. Inilah yang tercantum di dalam surat itu.

Assalamualaikum.

Wahai ... lelaki idaman hati. Cepatlah kau pulih. Buatlah ibumu tersenyum lagi, jangan biarkan air matanya nan suci, terbuang terus menerus karena terlalu mengkhawatir kan mu.

Tentangku kau tidak perlu khawatir! Apakah kamu masih ingat, ketika kita berada di dalam masjid? Kamu bilang padaku, "Percaya atau tidak, bahwa ada Tuhan Yang Maha Esa di dalam setiap hati manusia. Mereka bisa berkomunikasi dengan-Nya. Apabila mereka menggunakan hatinya untuk berdialog dengan-Nya."

Saat itu, aku tidak tahu apa yang kamu maksud. Namun, sekarang aku mengerti semua terasa benar bagiku. Setiap ucapan mu itu kini benar-benar menarik hatiku, untuk berdialog dengan-Nya. Zat Yang Maha Segalanya.

Kini, Ia seolah-olah memerintahkan ku untuk pergi meninggalkanmu dan juga keluargamu. Menurutku itu benar adanya. Karena tidak mungkin selamanya aku bergantung padamu dan keluargamu. Bukankah kamu pernah berkata, "Kita hanya perlu yakin dan percaya seutuh-utuhnya kepada takdir yang telah di garis 'kan untuk kita. Cukup dengan mengucapkan 'Bismillah', lalu mantapkan hati dan mulai mengambil keputusan yang ingin kita lakukan. Semuanya akan terjadi karena-Nya.

Untuk itulah aku pergi meninggalkanmu, maka dari itu tolong maafkanlah aku! Karena, aku tidak sempat membalas jasa-jasa baikmu yang selama ini selalu menolongku. Hanya itu yang ingin ku sampaikan padamu.

Wassalamualaikum.

Setelah membaca surat itu, Ryu segera duduk dan berusaha bangun dari tempat tidurnya. Namun, ia tidak bisa karena lukanya terlalu parah. Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki dari luar menuju kamarnya.

Betapa terkejutnya Dini. Ia melihat putranya telah terbangun dari masa kritisnya. Rasa bahagia, sekaligus terharu menyelimuti hatinya.

Mengapa tidak? Apa yang ia lihat begitu menyayat hati, hati seorang ibu. Kini, putranya tengah terbaring tak berdaya. Sambil mengerang kesakitan. Ia pun segera berlari menuju putranya itu. Sehingga, tanpa ia sadari makanan yang ia bawa yang ia masak sendiri untuk suaminya, ia dan juga Riri. Hancur berantakan hanya dalam hitungan detik saja.

Ryu tak bisa menahan rasa sakitnya yang begitu mendalam. Bukan karena lukanya, akan tetapi karena ia merasa kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya saat ini.

"Agh ... kenapa aku seperi ini, Bu? Mengapa aku tidak bisa mengejarnya, Bu? Kenapa?" Hanya itulah yang bisa ia katakan. Melihat itu, Dini tak dapat menahan diri. Ibu mana yang akan tahan melihat anaknya menderita seperti itu.

"Astagfirullah, Ryu. Istighfar, Nak! Kenapa kamu bicara begitu? Memangnya, siapa yang pergi meninggalkanmu? Bukankah, Ibu ada disini, ayahmu juga ada disini dan Riri juga ada disini 'kan? Ia selalu bersama, Ibu. Cuma tadi ...," belum lagi selesai ibunya bicara, Ryu langsung memotong ucapan ibunya.

"Itu, itulah yang telah hilang, Bu. Ini bacalah!" pinta Ryu pada ibunya dan dia memberikan surat yang diberikan Riri untuknya itu pada ibunya.

"Surat?" kata Dini sedikit heran, ia pun kembali bertanya pada Ryu.

"Surat apa ini, Nak?" Ryu, tetap tidak ingin mengatakannya.

"Ibu baca saja. Aku tidak mengerti, kenapa? Kenapa ayah begitu membencinya, Bu?" ucapnya dengan penuh kemarahan.

Setelah, Dini selesai membaca surat tersebut. Dia juga tidak menyangka, hal itu akan terjadi begitu cepat. Secepat kedipan mata rasanya, atau mungkin bahkan, lebih cepat dari itu.

"Ryu, tenanglah! Ibu akan mencarinya untukmu. Tapi, kamu harus janji pada, Ibu. Kamu tidak akan kemana pun sampai ibu membawanya kembali kesini. Apa kamu mau berjanji pada Ibu, Nak?" ucap Dini. Ryu mengangguk tanda dia menyetujui syarat dari ibunya.

"Bu, tolong temukan dia untukku!" pinta Ryu sedikit memaksa pada ibunya.

"Insyaallah, Nak. Ibu akan berusaha menemukannya untukmu dan membawa dia padamu," katanya dengan penuh keyakinan.

Tiba-tiba saja, terdengar sebuah suara yang mengatakan keberatan terhadap hal itu.

"Tidak, tidak ada yang boleh mencarinya lagi. Apa lagi membawanya kembali kesini. Biarkan saja dia hidup dengan caranya sendiri! Mengapa kita harus repot-repot mencarinya?! Orang yang tidak jelas asal-usulnya tidak perlu di pikirkan!" sergah Aito dengan sangat tegas.

Suasana pun semakin memanas dan tak terkendali. Ryu tidak mau kalah, apa lagi harus mengalah terhadap ayahnya sendiri. Perlahan-lahan ia segera bangkit dari tidurnya. Kemudian mulai meraih selang infusnya. Dia juga tak lupa meminta kembali surat yang telah selesai di baca ibunya.

"Ibu, tolong kembalikan lagi surat itu kepadaku! Hanya itu satu-satu barang berharga yang di tinggalkan Riri untukku," ucapnya dengan gemetaran.

"Tapi, Nak. Kamu mau kemana? Tolong jangan pergi, Nak! Kamu belum sembuh, kamu masih harus di rawat. Ryu ... jangan tinggalkan, Ibu!" seru Dini.

Sebenarnya, Ryu tak tega melihat ibunya seperti itu. Tapi, mau bagaimana lagi. Dia terpaksa melakukan semua itu. Sebelum pergi ia berkata pada ibunya.

"Jika, Ibu benar-benar menyayangiku, doa 'kan aku. Itu sudah cukup bagiku, Bu. Agar aku bisa menemukannya dan kita akan berkumpul lagi bersama-sama."

"Ryu ... hentikan apa pun yang ingin kamu coba lakukan!" sergah, Aito pada Ryu yang membangkang pada keputusannya.

Melihat tindakan Ryu yang ingin memaksakan dirinya untuk pergi mencari Riri, membuat Aito semakin naik pitam di buatnya.

Ia pun melontarkan kata-kata kasar yang belum pernah di ucapkan nya pada putra semata wayangnya itu.

"Sebaiknya, kamu berhenti menjadi anak yang membangkang dan durhaka kepada orang tuamu. Lupakanlah, perempuan yang sudah mencelakai mu, bahkan hampir menghilangkan nyawamu dan sebaiknya kamu tidak perlu mencarinya lagi! Ayah telah memutuskan siapa yang akan menjadi masa depanmu," titah Aito yang sangat diktator pada putranya.

Ryu sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan ayahnya yang selalu menyakitkan hati.

"Cukup! Berhenti untuk selalu memutuskan apa yang terbaik bagiku, Yah. Biarkan aku menjalani hidupku sendiri! Jangan halangi aku! Karena aku tidak akan mendengarkan, Ayah. Apabila, Ayah masih belum bisa menghilangkan ego di dalam hati, Ayah. Selamanya, aku tetap akan membangkang dan durhaka. Itu kan kata, Ayah? Tapi, Allah tahu, Yah. Apa isi hatiku yang sebenarnya.

Assalamualaikum." Begitu tegasnya ia katakan pada ayahnya tanpa ada keraguan sedikit pun.

"Ryu, Ibu akan selalu mendoakan mu, Nak. Semoga kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, Nak."

"Terima kasih, Bu." Mereka saling berpelukan.

Namun, Aito tetap pada pendiriannya.

Ia begitu kokoh memegang teguh pendapatnya yang buruk tentang Riri. Hanya Dini yang merelakan kepergian Ryu untuk mencari Riri.

Setiap kali, Ryu melangkah kesakitan maka setiap itu pulalah hati ibunya merintih kesakitan jua. Tapi yang paling parah adalah melihat sikap suaminya yang begitu keras kepala luar biasa.

Selama ini, Aito tidak pernah mensuport setiap keinginan Ryu, apa pun itu. Dia selalu akan memaksa Ryu untuk melakukan keinginan-keinginannya. Termasuk, kuliah di Indonesia. Hal itu masih bisa di terima oleh Ryu.

Tetapi untuk masalah hati dan perasaannya! Ia menolak keinginan ayahnya itu. Itu pun, penolakannya yang pertama kali seumur hidupnya yang Ryu lakukan pada ayahnya.

Ia tidak mau menerima perjodohan itu. Walau masih sakit, ia tetap memaksakan diri untuk pergi mencari setengah hatinya yang menghilang.

Sekali lagi dia mengucapkan perpisahan pada ibunya.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," ucap Dini dengan penuh kasih sayang.

Namun, Aito tetap membatu bagaikan patung yang tidak punya perasaan. Ia tetap bersikap angkuh, seolah air matanya takkan pernah jatuh melewati pipinya yang telah mengendur itu.

***

Terima kasih untuk kalian yang telah mensuport karyaku. Semoga bermanfaat. Semoga Allah selalu menjauhkan kita dari sesuatu yang tidak di Ridhoi Nya. Amin..

Love You All ❤❤❤❤❤❤❤❤❤..

1
Muhamad Hasbi
Luar biasa
Ria Diana Santi: Terimakasih banyak kak... 😊🙏🏻
total 1 replies
Your name
Aku suka sama sifatnya Ryu yang selalu optimis dalam segala hal, entah apapun itu.

Mungkin Ryu lebih condong ke sifat ibunya
Ria Diana Santi: Iya kak. Dia mirip ibunya. 😊
total 1 replies
Nindira
Siapa lagi ini si Sanjaya thor?

Sosoknya masih misterius, semoga dia juga orang baik
Ria Diana Santi: Siapa ya?🤭

Aamiin...
total 1 replies
Nindira
Harusnya Puri cari tahu dulu dong akan kedekatan Riri sama Vito biar Puri gak berburik sangka dulu sama Riri

Hey kaum adam! Awas aja ya kalau kalian berani bikin Puri patah hati maka kalian akan dihajar olehnya
Ria Diana Santi: Puri gak sempet mikir gitu kak.

Setuju....
total 1 replies
Nindira
Asyik Riri banyak yang suka, tapi kasihan mereka pada ditolak sama Riri

Gibran kamu mau tahu siapa yang ada dihati Riri? Sini aku bisikin namanya itu Ryu
Ria Diana Santi: Lah iya kak. 🤭

Wah, makin sedih aku kak. 😔 by Gibran.
total 1 replies
Nindira
Riri, Ryu juga memikirkan kamu ko hanya saja kamu tidak tahu

Riko,Riri takut teman-teman sekolahnya digondol maling jadi dia agak ragu untuk ikut pergi sama kamu😂

Meski begitu tetap aja hati Rico hancur berkeping-keping
Ria Diana Santi: Lah iya bener kak. Kalo di di bawa maling kan repot nanti. 😅

Kasihan bat emang si Riko. 🤧
total 1 replies
Your name
Maksud ayahnya Ryu baik sih, cuma kasian tuh Riri jadi takut. Soalnya kesan pertamanya bikin ngga suka Riri.

Tapi syukurlah, Riri ada tempat tinggal.
Ria Diana Santi: Iya Kak. Alhamdulillah dia bisa tinggal di rumah Ryu. 🥰
total 1 replies
Nindira
Wah! Ryu mau buka cabang di Indonesia? Asyik! Bakal takdir bakal memepertemukan lagi dia dan Riri

Daesuke kamu harus move on dan cobalah membuka hatimu kembali untuk wanita lain
Ria Diana Santi: Hore...

Aku akan berusaha Kak 🥰 by Daisuke
total 1 replies
Nindira
Ryu gak ada orangnya ngomong sama fotonya pun jadi ya😂

Itu benar banget Gibran, kamu itu membuat Riri jadi gak fokus belajar tahu tapi Riri tak mau mengakuinya
Nindira: Haduuuh parah kamu Ryu
total 2 replies
Nindira
Wah! kek nya bakal ada yang CLBK nih!

Terus nanti Ryu gimana? Apa dia bukan jodohnya Riri?

Gibran sama Roni lucu banget sih kalian😂
Ria Diana Santi: 😅 iya Kak.

Jodoh gak ya?😅
total 1 replies
{Annailla ♡♡}
Ayokak kk pasti bisa
Ria Diana Santi: Iya. makasih dek. 🥰🙏🏻
total 1 replies
Your name
Ryu... bikin aku nambah suka aja deh. Sifatnya yang baik dan peka dalam situasi itu.

Cowok kayak kamu termasuk langkah Ryu
Ria Diana Santi: Makasih kak by Ryu. 🙏🏻😊
total 1 replies
Nindira
Akhirnya Riri kembali pulang juga keIndonesia

Riri ibumu nyembunyiin kunci dipot kalau aku sih nyembunyiin kunci rumah dibawah keset yang ada didepan pintu
Ria Diana Santi: Alhamdulillah 🥰🤲🏻
total 3 replies
Nindira
Ternyata Riri bisa membuat oranf lain berkesan padanya hingga saat Riri akan kembali pulang keIndonesia akan banyak yang merasa kehilangan Riri

Jadi Riri menolak tawaran orang itu dong kalau dia mau pulang keIndonesia? Kalau Karina gimana?
Nindira: Kamu juga buatku berkesan dek, soalnya dari kamu aku belajar ketulusan, harus kerja keras dan ada pengorbanan agar mencapai hasil yang lebih baik menuju sukses
😊😍😘
total 2 replies
Nindira
Olive, kalau aku jadi siswi trus ada guru yang ngajar dengan serius keknya aku bakal ngantuk tuh! 😅

Puri aku yakin Riri juga merasakan hal yang sama kaya kamu. jadi bersabarlah kalian pasti dipertemukan lagi sama Authornya ya😁
Ria Diana Santi: 😆 tidur aja ya kak di kelas.

😆 iya kak
total 1 replies
Nindira
Daisuke perhatian banget sama Ryu...
Ya ampun itu namanya ikatan batin ya Ryu, gak lihat orangnya tapi kamu bisa merasakan kehadirannya
Ria Diana Santi: Wah ... 😍 bener banget tuh Kak
total 1 replies
Nindira
Merasakan cemburu emang ngga enak jadi mending kamu ungkapkan saja perasaanmu itu Karina, kali aja takdir berpihak padamu
Ria Diana Santi: Iya bener tuh Karina. Dengerin kata Kak Nindira.
total 1 replies
{Annailla ♡♡}
Ayo²
{Annailla ♡♡}: sama²
total 4 replies
{Annailla ♡♡}
Semangat thor
Ria Diana Santi: Makasih, Naill...
total 1 replies
Your name
Baik banget Ryu, kadang-kadang sosoknya seperti seorang Kakak dan kadang-kadang seperti seorang kekasih yang merasa khawatir terhadap pasangannya.

The best deh Ryu, suka sama karakternya
Your name: Sama-sama Thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!