NovelToon NovelToon
Cinta Suci Raina

Cinta Suci Raina

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:55.9k
Nilai: 5
Nama Author: tris riyana

"Setiap orang memiliki alasannya sendiri mengenai bagaimana ia harus bersikap. Jadi, tugas kita bukanlah untuk membenci ataupun bertanya mengapa? tapi kita wajib menghargainya"
.
Aisyah Raina Abdullah, gadis cantik yang memilih menutup dirinya, demi untuk menjaga marwah pribadinya juga keluarganya.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak ia mengenal sifat. Ada yang murah senyum, ada pula yang dingin layaknya es.

Saat itu juga, Raina menemukan sosok pria yang sangat berbeda baginya, namanya Malik Fajar Admajaya. Akrab di sapa Fajar, ia adalah laki-laki yang memiliki sifat sedingin es.

Ia juga sangat membenci sosok wanita, kecuali sang Ibunda. Selama ini ia tak mau perduli dan tersenyum pada wanita manapun, kalaupun ia memiliki seorang 'wanita' itu hanyalah permainan baginya.
.
Kemudian, dua anak manusia yang berbeda karakter itu dipersatukan dalam mahligai cinta yang halal.

Walaupun pasti banyak rintangan yang akan menghadang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tris riyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fajar, Apakah Dia Berubah?

Author Pov

Tepat pukul 05.00 pagi, Fajar terbangun karena alarm ponsel miliknya terus berdering, diatas nakas di samping tempat tidurnya. Ia mencoba mengingat segalanya, kemudian Fajar terperanjak.

Apa yang dirinya lakukan kemarin sangatlah keterlaluan, bagaimana mungkin dirinya pergi meninggalkan Raina hanya berdua bersama supir yang baru Raina kenal. Dan tentu saja di rumah pasti Raina penuh kecemasan menanti kepulangannya.

Arghh.. bodoh!! Apa gunanya lo mikirin dia? Dia Cuma kasihan sama lo Fajar, nggak lebih. Dia juga menikahi lo juga demi Bunda, begitupun lo. Dan pernikahan ini hanya formalitas belaka bagi lo maupun gadis aneh itu – katanya menjerit di dalam hati.

Kemudian, ia langsung membersihkan dirinya dan menjalankan kewajibannya shalat subuh. Setelah itu, ia langsung bersiap-siap untuk pergi ke Kampus, ia melihat ada yang berbeda di dalam lemari pakaian miliknya. Tampak lebih rapih sudah pasti, karena memang tadi malam Raina lah yang merapihkannya. Namun, ketika Fajar membuka sisi lemari yang lain, ia tampak menyatukan alisnya heran.

“Hah.. gadis aneh itu..” katanya dengan senyuman yang licik sambil mengeluarkan pakaian milik Raina dan meletakkannya di atas sofa.

Sambil memandangi arah luar jendela, Fajar memasang sepatunya dan tak sengaja ia melihat, sosok gadis yang ia anggap aneh tengah berdiri di depan gerbang. Agaknya ‘gadis aneh’ sudah menjadi julukan Fajar kepada Raina saat ini.

Lalu Fajar berjalan mendekatkan dirinya di jendela agar bisa melihat Raina dengan jelas. Bersamaan dengan itu.. Raina kemudian masuk kedalam bus yang ia berhentikan.

“Lo memang gadis aneh! Setelah apa yang gue lakuin, dan elo tahu semua keburukan gue, lo masih nekat mau nerima perjodohan ini,” Fajar tampak bermonolog dengan dirinya sendiri.

Loh.. apakah Fajar berubah dalam satu malam? Dirinya yang biasanya tak mau memperdulikan Raina, malah pagi ini, ia tampak menyebut dan memandangi gadis itu dengan penuh penyesalan atas semua yang ia lakukan.

...*****...

Flashback on

Setelah Fajar keluar dari mobil yang penuh sesak dan ketidak nyamanan, ia mencoba menenangkan diri di salah satu bar, bukan bengkel.

Ia memilih tempat haram itu sebagai penenang fikirannya yang tidak karuan, karena pernikahannya hari ini. Namun, langkahnya tercegat ketika ada seseorang yang menarik tangannya dan membawanya pergi jauh dari tempat itu.

“Ini gue.. Arkan," kata Arkan singkat, yang kemudian langsung membawa Fajar masuk kedalam mobil yang ia kendarai.

“Arkan?! Ada urusan apa lo bawa gue gini? Gue mau nenangin diri gue, menjauh dari adek lo yang gue benci!” katanya penuh dengan emosi yang memuncak untuk Raina.

Cara Fajar berbicara saat ini sangatlah tidak sopan pada sang kakak ipar, Fajar membuang mukanya dan tak ingin melihat Arkan. Bahkan gaya bahasa yang ia gunakan juga tidak pantas, karena bagaimanapun, Fajar seharusnya menghargai Arkan, walaupun umur mereka tidak jauh berbeda.

“Benci?! Lo bilang benci sama adek gue?” ucap Arkan yang kemudian terjeda. Ia tampak mengambil sesuatu dari sisinya.

“Ini punya lo kan?” ucapnya sambil melempar buku hitam yang pernah Raina baca tempo hari.

“Apa maksudnya? Dan elo dapetin buku ini dari mana?” tanya Fajar yang tampak heran, kini dirinya mengalihkan sorot matanya yang tajam pada Arkan.

“Di tas adek gue. Dan hari ini gue sengaja ngikutin kalian, karena gue tahu.. elo dingin. Sikap lo dingin ke adek gue. Gue gak peduli dengan masa lalu lo Fajar. Yang gue peduliin, masa depan adek gue. Keluarga gue percaya penuh sama lo, buat jaga adek gue. Tapi.. gue nggak sepolos itu. Apalagi.. ketika Raina cium tangan lo tadi, dan dengan kasarnya lo hempaskan tangan adek gue. Tanpa Raina berbicara apapun, gue paham apa yang dia rasain.”

Untuk sesaat, tak ada pembicaraan diantara mereka, Arkan masih mengeraskan rahangnya dan tetap fokus menyetir, entah kemana tujuannya.

Sampai akhirnya Fajar memulai katanya, “Gue benci mata itu. Matanya.. mengingatkan gue pada---” ucap Fajar yang langsung dipotong oleh Arkan.

“Pada masa lalu lo, yang selalu lo ingat sebagai kepedihan dan keterpurukan lo, yang merubah sisi diri lo jadi makhluk yang dingin dan tak berhati. Bunda Sinta yang cerita di depan kami semua. Bahkan setelah mendengar semua keburukan dari lo, Raina tetap maju, dia pengen Bunda lo bisa ngeliat lo yang dulu.” Arkan menjelaskan semuanya kepada Fajar, dengan harapan pria dingin di sampingnya ini, bisa menghargai perjuangan adiknya.

“Gue nggak tahu.. apa mungkin, nantinya adek lo akan betah dengan semuanya. Bahkan dengan segala macam rintangan dan godaan nantinya,” ucap Fajar lagi dengan senyuman penuh luka.

Bahkan dirinya sendiri tak mampu untuk menahan segala lukanya selama ini, dan dia hanya bisa melampiaskannya pada orang-orang disekitarnya, tak terkecuali Raina yang ia anggap memiliki mata yang sama dengan Citra, sang mantan kekasih.

“Adek gue.. adalah gadis yang kuat, bahkan mungkin banyak hal yang bakalan membuat lo berfikir, Raina bukanlah gadis biasa.” Mendengar perkataan Arkan, Fajar kemudian teringat dengan semua hal buruk, baik yang sengaja ataupun tidak sengaja ia lakukan pada Raina.

Cukup panjang pembicaraan mereka di dalam mobil ini, Arkan dan Fajar tampak serius membicarakan sesuatu. Mereka tampak saling mengemukakan pendapat mereka satu sama lain, dan sesekali ada guratan emosi yang mencuat dari kedua pemuda itu.

...*****...

Hari telah menunjukkan pukul 01.30 malam, segera setelah urusan mereka selesai, Arkan langsung melajukan mobilnya dan mengantarkan Fajar pulang.

Arkan tampak tersenyum begitu pula Fajar, sebenarnya apa yang sedang mereka rencanakan? Mereka juga tampak sangat akrab dan tak memiliki masalah apapun itu. Kali ini Fajar tampak terlahir kembali dengan sosok yang baru, lebih tepatnya sosok Fajar yang dulu.

Namun, anehnya ketika mereka sampai di depan kediaman Admajaya, Fajar tampak berjalan sempoyongan menuju gerbang istananya, dan dengan susah payah dirinya mencoba untuk meraih bel yang terpasang di gerbang tinggi rumahnya itu.

Tet.. tet.. tet..

Kemudian, dari arah dalam rumah, Pak Maman tampak berlari lalu membuka pintu gerbang. Betapa terkejutnya Pak Maman mendapati Fajar yang tengah tergeletak setengah sadar, sepertinya dia sedang mabuk berat saat ini.

Segera Pak Maman memanggil Mbok Asih untuk membantunya membawa masuk Fajar kedalam kamarnya.

Namun, didalam kamar mereka tak melihat kehadiran Raina. “Oh mungkin non Raina di kamar mandi Mbok, jadi Den Fajar kita tidurin aja di kasurnya langsung,” ucap Pak Maman yang di iyakan dengan anggukan oleh Mbok Asih.

Flashback off

Setelah ia kembali dari fikirannya tentang kejadian tadi malam, kemudian dengan sedikit berlari Ia turun menuju lantai bawah. Dan mendapati Mbok Asih yang memanggilnya dengan sedikit senyuman.

“Den.. Den Fajar..”

“Eh.. iya Mbok."

"Ini Mbok bawakan sarapan khusus dari Non Raina buat Den Fajar. Sama ini teh jahe, biar kepala Den Fajar agak ringanan. Dan ini juga ada surat yang Non Raina titipkan buat Den Fajar juga," ucap Mbok Asih sambil menyodorkan baki yang berisi sarapan serta segelas teh jahe kepada Fajar.

“Makasih ya Mbok.. tapi nanti bilang aja sama dia ‘Raina’ saya nggak makan dan minum teh jahenya. Ok mbok..” kata Fajar dengan ekspresi yang membuat Mbok Asih heran.

Den Fajar kenapa? Gak biasanya dia seperti ini. Dan senyuman itu.. Den Fajar berhasil tersenyum seperti dirinya dulu, semoga ini ada hubunganya dengan Non Raina – batin Mbok Asih yang bahagia dengan perubahan positif dari Fajar.

“Kalau gitu saya berangkat ya Mbok.” Setelah menghabiskan makanannya, Fajar kemudian sedikit berlari menuju garasi dan menyalakan moge miliknya.

Dengan kecepatan yang normal Fajar mengendarai mogenya, pengananya melayang bersama dengan sosok Raina yang tiba-tiba mengganggu fikirannya, sampai-sampai ia hampir menabrak seseorang karena keasikan dengan lamunannya.

...*****...

Setelah menempuh perjalanan yang tidak memakan waktu yang lama, akhirnya ia sampai di parkiran khusus yang ia sewa. Kemudian, setelah membuka helm full facenya, Fajar tampak menjadi sosok yang dingin lagi, tidak seperti tadi.

Dengan berjalan secara perlahan dan dengan sikapnya yang cool dan tatapan yang tajam, ia kemudian bertemu dengan tema-temannya, lalu mereka langsung pergi menuju ke kelas mereka pagi ini.

...-----♡●♡-----...

Alhamdulillah bisa up lagi..

Anyway.. terimakasih untuk teman-teman yang udah support cerita ana yah😍

.

Dan untuk eps ini, sedikit ada teka-teki yah mengenai sikap Fajar yang berubah-ubah..

Nah.. kira-kira apa sih yang Fajar dan Arkan bicarakan ketika mereka sedang berada di mobil malam itu?

🤔🤔

Hemm.. pokoknya nantikan terus kelanjutannya ya teman-teman😊

Jangan lupa juga kasih author like🖒, komen😅 dan votenya yah🤗

Jazakillah Khair 💖

1
Dandelion
Fajarr
Dandelion
Masa lalu bisa saja merubah kepribadian seseorang, Fajar ternyata pemuda yang malang🤧
Dandelion
Fajar😬
Dandelion
wah, penasaran😍
Dandelion
Ceritanya bagus, sukaa💖
zha_zha
ceritanya indah kak... maksh.. 🙏🙏
Panah Aksara🌼: makasih ya Kak😁
total 1 replies
nazaruddin thamrin
4 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ghiie-nae
yaaaaahhh...tamat ya thor....

semangat terus ya thor...
Panah Aksara🌼: Iya Kak, terimakasih banyak ya Kak😍😍
total 1 replies
Dian Anggraeni
senang bisa lihat notif biru di novelmu toor 👏👏👍👍👍👍
Never Home
seribu cinta untuk Raina .. eh, Riyana ....

tetap semangat untuk karya selanjutnya .... love you full....😍😍😍
Panah Aksara🌼: Makasih banyak ya kak😘 ❤1001 cinta buat kakak juga pokoknya😍😍😍

tetap semangat dan selalu sukses juga ya kak❤💪
total 1 replies
Dedek Gemmezzzz
weeeeh lama tak muncul ternyata nyiapin end 🙂 akan ada sequelnya kah...? semangat ya sayang ✊✊✊❤
Dedek Gemmezzzz: waah ikut pindah lapak kah...?
total 2 replies
Eva Santi Lubis
hadir thor mari saling mendukung
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kakak😁
total 1 replies
mimi
lanjut thor
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kak😁
total 1 replies
💎⃞⃟вѕ❀•พ͠ɑพɑ⃟🍏𝕸y💞
lanjuut kak
Dian Anggraeni
senang bisa up lagi tor...akupun baru mampir lagi nih...semangaaat 👏👏👏👍👍👍
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😊aku malah yang belum sempat mampir di tempat kakak..
total 1 replies
Ghiie-nae
lanjut kak.....


semangat ya....

aku udah baca sampai sini....

lanjut terooos....💪💪💪💪💪💪
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😁
total 1 replies
Never Home
episode bawang lagi... 😭😭😭
Panah Aksara🌼: kemarin kebanyakan beli bawangnya kak, gak abis2 jadinya 😢😢
total 1 replies
isniriswana
tetap berjuang juga untuk author semangat meraih cita cita 👍👍❤❤❤

di tunggu kelanjutan nya 👍👍❤❤❤
isniriswana: sama sama sayy❤❤❤
total 2 replies
Liana'S
Lanjuuut
triana 13
semangat kak 😉


salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!