NovelToon NovelToon
Janda Desa Kesayangan Presdir

Janda Desa Kesayangan Presdir

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Janda / Tamat
Popularitas:648k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Lastri menjadi janda paling dibicarakan di desa setelah membongkar aib suaminya, seorang Kepala Desa ke internet.

Kejujurannya membuatnya diceraikan dan dikucilkan, namun ia memilih tetap tinggal, mengolah ladang milik orang tuanya dengan kepala tegak.

Kehadiran Malvin, pria pendiam yang sering datang ke desa perlahan mengubah hidup Lastri. Tak banyak yang tahu, Malvin adalah seorang Presiden Direktur perusahaan besar yang sedang menyamar untuk proyek desa.

Di antara hamparan sawah, dan gosip warga, tumbuh perasaan yang pelan tapi dalam. Tentang perempuan yang dilukai, dan pria yang jatuh cinta pada ketegaran sang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter¹⁸ — Menyamar Jadi Mahasiswa Magang.

Di kota, di rumah keluarga Malvin.

“Bang Kalvin!” teriak Alya sambil menerobos masuk ke kamar kakak laki-laki keduanya.

Bugh!

Belum sempat kakinya benar-benar masuk, sebuah bantal melayang tepat ke wajahnya.

Alya memekik kecil, lalu memeluk bantal itu sambil nyengir. Usianya sekitar dua puluh dua tahun—beda tiga tahun dari Lastri. Sementara Kalvin dua puluh enam tahun. Dan Malvin sendiri… tiga puluh dua.

“Adik sialan!” bentak Kalvin. “Ngapain nyelonong masuk?! Gue lagi ganti baju!”

Alya mengangkat bahu santai. “Ups… sorry, Bang.”

Kalvin menyipitkan mata. “Ada apaan sih? Teriak-teriak kayak ada kebakaran.”

Alya langsung maju, matanya berbinar penuh gosip. “Ini berita penting! Bang Kalvin tahu nggak… barusan Bang Malvin ngapain di kamarnya?”

“Mana gue tahu,” jawab Kalvin datar, masih kesal.

“Dia lagi video call sama cewek desa itu!” Alya menahan tawa. “Yang katanya pendamping proyek perusahaan kita.”

Kalvin mengernyit. “Terus?”

Alya menunjuk-nunjuk dengan heboh. “Terus… Bang Malvin bilang cinta! Dan… puncaknya—cintanya diterima!”

Kalvin membeku sesaat. “Hah?”

Alya makin semangat. “Iya! Artinya apa? Aku bakal punya kakak ipar baru!”

Kalvin menatap Alya seolah itu lelucon. “Ah, masa sih? Bang Malvin mau sama cewek desa?”

“Sumpah, Bang! Aku nggak ngada-ngada!” Alya menepuk-nepuk bantal di pelukannya. “Aku denger sendiri!”

Kalvin menghela napas panjang, jelas masih sulit percaya.

Namun Alya belum selesai. Ia mendekat, suaranya menurun seperti agen rahasia. “Bang… kita harus ke desa itu.”

Kalvin langsung mendelik. “Ngapain?”

“Buat tes!” jawab Alya mantap. “Sebelum dia masuk keluarga kita, kita harus tahu dia cewek matre atau emang beneran layak buat Bang Malvin.”

Kalvin menggaruk kepala, bingung sekaligus pusing menghadapi adik perempuan satu-satunya itu. Tapi setelah beberapa detik, ia menghela napas lagi—pasrah.

“Ya udah,” gumamnya akhirnya. “Tapi entar jangan bikin masalah disana.”

Alya langsung tersenyum lebar. “Deal!”

Alya dan Kalvin bergerak cepat.

Pagi itu, mereka berdua sudah duduk manis di dalam mobil, membawa tas ransel, koper kecil, dan satu map berisi 'dokumen' yang dibuat dadakan semalam demi penyamaran.

Alya menepuk map itu dengan bangga. “Ini surat pengantar magang.”

Kalvin melirik. “Yang lo bikin pake template internet?”

Alya nyengir. “Yang penting ada kop, ada tanda tangan. Ada cap… meski capnya aku cetak sendiri.”

Kalvin memijat pelipis. “Kita kayak orang gila...”

Alya menatapnya tajam. “Bang, ini demi Bang Malvin. Demi Alexa juga, keponakan kesayangan kita. Aku nggak mau loh... calon ibu tirinya nanti malah jahat kayak di drama-drama.”

Kalvin mendesah. “Iya, iya.”

Lima jam kemudian, mereka memasuki jalan desa yang sempit. Mobil harus melambat karena kanan kiri dipenuhi kebun, sawah, dan jalanan tanah yang masih sedikit lembap.

Alya membuka kaca jendela, angin desa langsung masuk. Dan detik itu juga, Alya mengerutkan hidung.

“Bang…”

“Apa?”

“Ini bau… pupuk?”

Kalvin mengangguk. “Ya, lah. Lo kira... desa bakal bau parfum?”

Alya memukul pelan lengan kakaknya. “Ya enggak gitu juga!”

Namun saat mobil berhenti di dekat rumah kecil Lastri, Alya mendadak diam.

Rumah itu sederhana, jauh dari kata besar tapi bersih. Halaman depannya ditata rapi, ada pot bunga, ada jemuran, dan suara ayam dari rumah tetangga.

Kalvin menatap sekeliling, lalu bergumam pelan, “Jadi… ini tempat dia tinggal. Alamatnya bener, nggak?”

Alya menelan ludah, lalu mengangguk kecil. “Iya, aku yakin.”

Mereka turun.

Alya mengatur ekspresi semanis mungkin, lalu mengetuk pintu.

Tak lama, pintu terbuka.

Lastri muncul.

Memakai baju rumahan sederhana, wajahnya segar. Mata Lastri sempat melebar, lalu ia tersenyum ramah.

“Iya? Ada yang bisa saya bantu?”

Alya langsung memasang wajah polos. “Mbak… maaf. Kami… kami dari kampus di Jakarta.”

Kalvin menahan nafas.

Lastri mengernyit. “Kampus?”

Alya mengangguk cepat. “Iya, Mbak. Kami mahasiswa magang pertanian, kami dapat info kalau di desa ini ada program pendampingan dan pengembangan tani… jadi kami ingin ikut belajar, kalau boleh.”

Lastri menatap mereka bergantian.

Kalvin—dengan wajah dingin dan postur tegas, jelas lebih cocok jadi model iklan daripada mahasiswa. Alya—terlalu cantik, terlalu cerah, dan pastinya terlalu wangi.

1
Ros Sita
ustad gelo😡
Sativa Kyu
👍👍
Deera__
wah udh selesai.. terima kasih banyak kak untuk karyanya... akhir yang indah🤗😍😍😍
Deera__
oalah
Deera__
kan benar dia psyco jahat kek bapaknya 🤣🤣😥
Deera__
antara masih ada Randi yg kyknya pura² baik atau orang lain lagi yg bahaya
Deera__
adik dan kaki yang sengklek🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
Yups
Deera__
astaga tragedinya🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kek judul sinetron🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
babang Ervian ma aku aja 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
wah baby twints😍😍😍 selamat ya Malvin dan Lastri😍😍😍
Deera__
renungin tuh
Deera__
bapak ma anak yg satu ini sama blangkakk nyaaa nggk tau diri /Facepalm/
Deera__
Gilaaaa... gue suka spontanitas ini 😍🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
Ulaaaalaaaaaa cceeetaaaahhhh jreenggg ayoo gelud geludd /Applaud//Applaud//Applaud//Determined//Determined//Determined//Determined//Sneer//Sneer//Sneer/🤣🤣🤣🤣🤣🤣/Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Deera__
aku suka wanita Tangguh dan badass berselimut wajah polos nan lugu 😍😍😍😍/Kiss/
Deera__
pengin Ervian berjodoh ma Vina... tapi ntar kasihan Kalvin🤣🤣🤣🤣🙊🙊
Deera__
Aduh Babang Ervian perhatian banget .. Tpi Kalvin juga baiik meski Dingin 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
Aduh aku pilih yang mana yaa... Kalvin atau Ervian???! (Batin Vina)😍😍🤭🤭🤭/Slight//Slight//Slight//Doubt//Doubt/🤣🤣🤣🤣
Deera__
Duh Vina yg tabah ya dan sabar... sini ku p3luk 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!