NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Mafia
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ambillah! 13

Langkah demi langkah Arundari tapaki menuju ke tempat dimana sekarang tengah ramai itu. Beberapa orang nampak lalu lalang. Tak ada janur kuning yang melengkung juga tak ada panggung pelaminan yang dibuat, akan tetapi dia tahu bahwa rumah yang ada di ujung sana akan mengadakan acara 'besar''

Arundari mempercepat langkahnya. Dadanya semakin berdebar hebat, dan seketika tubuhnya terasa begitu panas. Entah itu amarah atau apa, ia sendiri juga tidak tahu, tapi yang jelas hati Arundari merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

Sejatinya pernikahan antara dua orang itu memang adalah perbuatan yang baik. Akan tetapi jika pernikahan dilakukan untuk menzalimi orang lain, terlebih yang menikah adalah pria yang masih beristri itu namanya adalah perbuatan jahat. Apalagi sang istri tidak tahu menahu.

Mata Arundari memicing ketika dia melihat mobil Heri ada di sana. Dia semakin yakin bahwa apa yang dipikirkannya benar adanya. Arundari pun semakin mempercepat langkahnya hingga dirinya bisa menginjakkan kaki di halaman rumah itu.

Telinganya yang masih sangat normal bisa mendengar ucapan seseorang yang hendak menikahkan pasangan. Ia berjalan masuk, tanpa halangan. Terlebih mungkin orang-orang di sana tak ada yang mengenalnya.

Di ambang pintu, mata Arundari membulat sempurna melihat Heri dan Jelita yang duduk berdampingan. Tangan Heri tengah menjabat tangan pria paruh baya yang diketahui oleh Arundari adalah ayah dari Jelita.

"Dasar pria bajingan. Gini ya caranya kamu, Heri. Dan Jelita, dasar pelacur murahan."

Deggh

Sreeeet

Semua orang langsung melihat ke sumber suara. Wanita dengan hijab hitam yang tak banyak dikenal itu tapi Heri, Jelita dan keluarganya sangat kenal itu bicara dengan sangat lantang.

Heri langsung melepaskan tangannya, dan hendak beranjak dari duduknya untuk menghampiri Arundari. Dia sangat terkejut melihat istrinya ada di depan mata sekarang.

Padahal rencana pernikahan ini yang tadinya besok sudah diajukannya menjadi hari ini. Tapi siapa sangka Arundari akan ada di sini.

"Sayang, i-ini~"

"Jijik aku, Heri. Jangan pernah nyebut aku sayang dengan mulut kotor mu itu sekarang. Haaah, kan kemarin udah ku bilang selesaikan dulu hubunganku dengan kamu, baru kamu bisa nikahin si pelacur itu,"ucap Arundari tenang,.

"Mbak! jangan sembarangan ngatain orang ya!"pekik Jelita tidak terima disebut demikian oleh Arundari. Wanita itu bahkan berdiri dan menatap tajam ke arah Arudari.

"Hahaha kenapa marah? Kan kamu emang pelacur, pelacur berkedok syar'i, wanita murahan yang mengganggu rumah tangga orang lain. Wanita murahan yang sudah tahu bahwa pria itu jelas beristri tapi masih aja nekat berhubungan. Entah sudah sampai mana zina yang kalian berdua lakukan," sahut Arundari sambil melipat kedua tangannya. Tak ada lagi sakit yang dirasakan, karena sekarang dia ingin meluapkan semuanya.

"Arun, stop!" pekik Heri.

"Hoooo, kenapa? Salah kah omongan ku? Hei bapak ibu yang ada di sini. Saya ini adalah istri sah dari pria bajingan itu. Saya belum dicerai. kemarin saya minta cerai sama dia, tapi si curut ini nggak mau. Katanya dia cinta sama saya dan nggak akan menceraikan saya. Dia juga bilang katanya mau tobat. Tapi apa sekarang, dia malah nikah diam-diam sama pelacur itu. Gimana bapak-bapak dan ibu-ibu tanggapan kalian. Gimana jika ini terjadi pada kalian wahai ibu-ibu, dan bagaimana jika yang saya alami itu terjadi pada anak-anak perempuan kalian."

Semua orang langsung berbisik-bisik ketika mendengar ucapan Arundari. Warga sekitar jelas tidak tahu status Heri yang masih beristri. Sehingga mereka pun terlihat sangat terkejut.

"Dan satu lagi nih yang miris, bisa-bisanya bapak dan ibu yang terhormat yakni kedua orang tua si wanita murahan ini nggak ngasih tahu ke anak perempuannya kalau yang dilakukan itu salah. Anda berdua lho kenal baik sama saya."

Jegleeer

Tambah terkejut saja warga yang ada di situ. Bapak dan ibu Jelita langsung memerah wajahnya. Entah karena malu atau karena marah dengan ucapan Arundari. Tapi yang jelas mereka tak bisa menatap wajah Arundari.

"Sayang, ayo kita pulang. Kita selesaikan di rumah,"pinta Heri. Pria itu nampaknya juga sangat malu saat ini. Sedangkan Jelita, rahangnya mengeras karena terlalu marah, akan tetapi Arundari tentu tidak peduli. Karena apa yang dia lakukan sekarang ini masih belum seberapa.

"Buat apa diselesaikan di rumah hmm? Selesaikan di sini aja sekalian. Nikah aja, aku nggak akan ngelarang. Tapi jatuhan talakmu padaku sekarang juga. Ah iya, kunci mobil dan STNK, bawa sini. Lalu, ATM, bawa sini juga," jawab Arundari sambil mengulurkan tangannya. Ya dia saat ini meminta semua yang ada pada Heri.

"Tapi itu kan punya ku,"sergah Heri.

"Punyamu? Punya kita kaliii, enak aja. Harta setelah nikah itu harta bersama. Dan urusan itu kita akan bawa ke pengadilan, tapi sekarang aku harus ngamanin semuanya dulu. Dan kamu nggak amnesia kan, kalau sebagian modal usaha untuk HTU adalah dari aku? Nah itu juga kita akan bahas di pengadilan. Jadi bawa sini semuanya."

Heri tak lagi bisa menjawab apapun. Dia lalu mengambil tas milikmya yang berisi semua benda itu. Semua benda yang disebutkan oleh Arundari tadi, Heri ambil dan ia berikan kepada istrinya atau lebih tepatnya akan jadi mantan istrinya.

Arundari sangat memaksa Heri untuk menjatuhkan talak. Awalnya dia tidak mau, tapi tatapan tajam dari semua orang dan juga ucapan orang-orang yang ada di sana akhirnya membuat Heri melakukannya.

"Aku jatuhkan talak satu kepada Arundari Ainunnisa. Mulai hari ini kamu bukan lagi istriku."

"Bagus, ya seperti ini seharusnya kan. Lalu Jelita, ambilah! Ambilah dia untukmu. Aku ikhlaskan pria brengsek dan bejat ini padamu. Tenang aja, aku doakan hidup kalian berdua bahagia ya. Aku bener-bener berdoa dengan tulus."

Setiap kata yang keluar dari mulut Arundari begitu tenang. Dia sama sekali tidak takut dan juga tidak gentar berada di sana sendirian. Di depan keluarga besar Jelita, Arundari berdiri dengan berani.

Sebelum meninggalkan rumah itu, tak lupa Arundari mengambil foto yang mana akan dijadikannya bukti di persidangan nanti.

"Ya semuanya sudah lengkap. Dan lebih dari cukup. Setelah ini semua akan lebih baik kan?" ucapnya lirih. Tak bisa dipungkiri hatinya sangat hancur sekarang. Akan tetapi tentu ini lebih baik ketimbang harus menunggu lebih lama lagi.

Tak pernah terbayangkan baginya bahwa pengkhianatan itu benar-benar dialami dalam hidupnya.

"Rahasia Allah, tapi aku bersyukur karena Allah membukanya untukku lebih cepat. Haaaah, astagfirullah."

Arundari berjalan menuju ke mobil. Dengan tenang dia kembali duduk di sebelah Adyaksa.

"Apa urusannya sudah selesai?" tanya Adyaksa sambil tersenyum simpul.

"Eh iya Pak udah. Tapi Pak, saya harus membawa mobil saya yang satunya. Mohon maaf kalau saya lancang. Tapi bisakah Pak Ady membawa mobil saya yang ini ke rumah saya. Maaf,"pinta Arundari. Dia tahu dirinya tidak sopan akan tetapi ia memang harus membawa mobil milik Heri pulang ke rumah. Dia tidak akan membiarkan mobil itu ada di rumah ini.

"Alhamdulillah kalau udah selesai. Ah itu nggak perlu. Bawa sini kuncinya," ucap Adyaksa.

Meski bingung, Arundari menuruti perintah Adyaksa. Dia memberikan kunci mobil itu. Dan kejadiannya cepat sekali, ada orang di luar mobil menerima kunci itu.

"Nah beres. Mobil yang satu itu akan dibawa sama aspri ku. Jadi aku akan mengantarmu pulang sekarang."

Ya?

TBC

1
cinta semu
arundari terlalu lelet ... mereka udah nikah masih aja ,,mager ...
cinta semu
satu team kompak banget ...tapi nama ny dosa pasti ada cela itu terungkap
Esther
Anis yang nyebarin video dan sekarang malah didukung sama Adyaksa.
Ada maksud tersembunyi nih dari Adyaksa😄
Sri Supriatin
vuma up 1 bab yah thor🤭
Nie
Siapin fisik dan mental kalian ya,karna sebentar lg kalian akan semakin terkenal 🤭
Nanin Rahayu
good job Anis
Miss Typo
bagus Anis biar mereka berdua kapok menderita
dewi rofiqoh
Ternyata benar, anis yang udah nyebarin video itu. Tapi benar nis, heri dan jelita harus dapat sanksi sosial
Miss Typo
cie cieeee dikirim makanan sm Arun, jantung Adyaksa jedag jedug 😁
partini
Anis TK kira laki" ,
Isabela Devi
Anis yg upload semua itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kalo bisa jdiin Istri y Ben,hihihi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tuhkan aku dah curiga m anis
Isabela Devi
semoga Arun jd pilihannya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru x ini bos disuruh nunggu
GiZaNyA
wahhh beneran Anis tooo.. kirain si Adyaksa.. 😁😁
Apakah Anis nanti nya akan berjodoh sama Beni yaa..? hhmmm... 🤣🤣
Sunaryati
Arundari banyak orang yang sayang, dan siap membantu serta melindungi kamu.
LIXX
nyuruhnya agak kurang ajar ya🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Berjuanglah untuk hatimu adyaksa! Setelah arun ketuk palu
Esther
Karena tuanmu lagi jatuh cinta pak Anton, makanya terlihat beda😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!