NovelToon NovelToon
Mencintai Adik CEO

Mencintai Adik CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad girl / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta Terlarang / Konflik etika
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Satu kontrak. Satu rahasia. Satu cinta yang mematikan.

Di Aeruland, nama keluarga Aeru adalah hukum yang tak terbantahkan. Bagi Dareen Christ, tugasnya sederhana: Menjadi bayangan Seraphina Aeru dan menjaganya dari pria mana pun atas perintah sang kakak, CEO Seldin Aeru.

Namun, Seraphina bukan sekadar majikan yang manja. Dia adalah api yang mencari celah di balik topeng porselen Dareen. Di antara dinding lift yang sempit dan pelukan terlarang di dalam mobil, jarak profesional itu runtuh.

Dareen tahu, menyentuh Seraphina adalah pengkhianatan. Mencintainya adalah hukuman mati. Namun, bagaimana kau bisa tetap menjadi robot, saat satu-satunya hal yang membuatmu merasa hidup adalah wanita yang dilarang untuk kau miliki?

"Jangan memaksa saya melakukan sesuatu yang akan membuat Anda benci pada saya selamanya, Nona."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia di Balik Dashboard

Langit Aeryon City mulai berubah warna menjadi jingga keunguan, memantul pada kaca-kaca gedung pencakar langit yang dingin. Di dalam sedan mewah keluarga Aeru, kesunyian terasa lebih tebal dari biasanya. Insiden di lift tadi pagi masih menggantung di udara, menciptakan kecanggungan yang tak kasatmata. Seraphina duduk di kursi depan—sebuah tindakan pemberontakan kecil lainnya—hanya agar dia bisa mengamati profil samping wajah Dareen Christ dengan lebih jelas.

Dareen tetap fokus pada jalanan distrik Skytown, tangannya yang memar menggenggam kemudi dengan stabil. Namun, Seraphina bisa merasakan ada yang berbeda. Udara di antara mereka tidak lagi hanya berisi kebencian kaku, melainkan ada percikan rasa penasaran yang mulai membakar hati sang nona muda.

Karena merasa bosan dan ingin mengalihkan debar jantungnya yang tak menentu, Seraphina mulai mengacak-acak laci dashboard di depannya.

"Nona, itu bukan tempat untuk barang Anda," tegur Dareen tanpa menoleh.

"Aku hanya mencari kabel pengisi daya, Dareen. Jangan terlalu sensitif," sahut Seraphina ketus. Jemarinya meraba bagian dalam laci yang gelap, hingga ujung kuku-kukunya menyentuh selembar kertas tebal yang terselip di balik buku manual mobil.

Seraphina menariknya keluar. Itu bukan kabel. Itu adalah sebuah foto fisik—benda langka di era digital Aeruland—yang sudah sedikit menguning di bagian pinggirnya.

Seraphina tertegun sejenak. Di dalam foto itu, seorang pria yang jauh lebih muda berdiri di depan sebuah barak militer tua di perbatasan West-Uptown. Pria itu adalah Dareen. Namun, dia tidak mengenakan jas kaku atau tatapan kosong. Di foto itu, Dareen sedang tertawa lebar—tawa yang tulus hingga matanya menyipit—sambil merangkul seorang pria lain yang mengenakan seragam serupa. Dia terlihat... hidup. Dia terlihat manusiawi.

"Oh, lihat ini," Seraphina tertawa mengejek, meski hatinya bergetar melihat binar di mata Dareen dalam foto itu. "Si Robot ternyata pernah punya sistem operasi yang normal. Jadi, ini kau sebelum Seldin menghapus perasaanmu, Dareen?"

Wajah Dareen berubah seketika. Rahangnya mengeras sekeras baja. Dalam satu gerakan kilat yang bahkan tidak sempat diantisipasi oleh mata Seraphina, Dareen melepaskan satu tangannya dari kemudi dan merebut foto itu dengan sentakan yang sedikit kasar.

"Jangan menyentuh barang pribadi saya, Nona. Itu bukan bagian dari tugas Anda," suara Dareen tidak lagi datar. Ada getaran amarah dan luka yang tertahan di sana. Dia segera menyelipkan kembali foto itu ke dalam saku jas bagian dalamnya, tepat di atas jantungnya.

Seraphina justru tersenyum lebar. Untuk pertama kalinya, dia melihat retakan di topeng porselen Dareen. Dia telah menemukan titik lemah sang penjaga.

"Kenapa? Takut rahasiamu terbongkar? Pria di foto itu... dia tidak terlihat seperti pengawal yang membosankan," Seraphina memiringkan tubuhnya, menatap Dareen dengan pandangan mengancam yang manis. "Jika Seldin tahu kau menyimpan kenangan emosional saat sedang bertugas, dia pasti akan berpikir kau sudah tidak lagi objektif. Aku bisa saja menceritakan betapa 'manusiawi' dirimu di masa lalu pada kakakku."

Dareen menginjak rem sedikit lebih dalam saat lampu merah menyala, membuat mobil berhenti dengan sentakan kecil. Dia menoleh ke arah Seraphina. Napasnya terlihat lebih berat. "Apa yang Anda inginkan, Nona?"

Seraphina terdiam sejenak. Ingatannya kembali pada dekapan hangat di lift tadi. Rasa aman yang aneh itu masih menghantuinya. Dia ingin tahu apakah itu hanya tugas, atau ada sesuatu yang lebih dalam.

"Aku masih trauma karena kejadian di lift tadi," bohong Seraphina, meski suaranya sedikit gemetar. "Jantungku masih berpacu. Sebagai kompensasi karena kau sudah kasar padaku soal foto tadi ... aku ingin kau memelukku. Sebentar saja."

Dareen menatapnya dengan pandangan tidak percaya. "Itu permintaan yang tidak masuk akal. Saya sudah menenangkan Anda di lift. Tugas saya selesai."

"Tugasmu selesai saat aku bilang selesai, Dareen," ancam Seraphina. "Pilihannya mudah: berikan aku pelukan, atau aku akan mengambil foto itu lagi dan membawanya ke hadapan Seldin malam ini. Aku akan bilang kau menyimpan rahasia militer yang membahayakan keluarga Aeru."

Dareen memejamkan mata sejenak, tampak sedang berperang dengan logikanya sendiri. Dia tahu Seraphina hanyalah gadis manja yang keras kepala, namun dia juga tahu gadis ini tidak pernah main-main dengan ancamannya.

"Hanya sepuluh detik," bisik Dareen akhirnya. Dia menyerah.

Dia mematikan mesin mobil di pinggir jalan yang sepi. Dareen melepas sabuk pengamannya, lalu bergeser sedikit ke arah Seraphina. Perlahan, dia melingkarkan lengannya di bahu gadis itu.

Seraphina memejamkan mata saat tubuhnya kembali bersentuhan dengan dada bidang Dareen. Namun, kali ini berbeda. Ini bukan pelukan darurat seperti di lift. Dareen memeluknya dengan perlahan, membiarkan kepala Seraphina bersandar nyaman di ceruk lehernya.

Seraphina bisa merasakan kehangatan yang merambat dari tubuh Dareen. Itu bukan pelukan profesional yang kaku; itu adalah pelukan yang terasa seolah Dareen sedang berusaha melindungi sesuatu yang rapuh di dalam dirinya sendiri. Jemari Dareen yang memar secara tidak sadar mengelus rambut Seraphina dengan sangat lembut—sebuah gerakan yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang 'robot'.

Dalam hatinya, Seraphina merasakan gelombang emosi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Ada rasa nyeri, rindu, dan kenyamanan yang amat sangat. Dia tahu sekarang; di balik jas hitam itu, ada hati yang masih berdenyut, hati yang mungkin lebih terluka daripada hatinya sendiri.

Sepuluh detik berlalu, namun Dareen tidak segera melepaskannya. Dia seolah lupa dengan hitungannya sendiri.

"Sepuluh detik sudah lewat, Dareen," bisik Seraphina di dada pria yang tegap itu, suaranya hampir tidak terdengar.

Dareen tersentak, seolah baru saja terbangun dari mimpi buruk. Dia segera melepaskan pelukannya dan kembali ke posisi duduknya dengan gerakan kaku. Dia segera menyalakan mesin mobil, menghindari kontak mata sama sekali. Telinganya terlihat sedikit memerah di balik rambut pendeknya yang rapi.

"Jangan pernah meminta hal itu lagi, Nona," ucap Dareen, kembali ke suaranya yang robotik, namun kali ini terdengar lebih serak.

Seraphina memalingkan wajah ke arah jendela, menatap lampu-lampu Aeryon City yang mulai menyala. Dia memilih untuk bungkam untuk sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat tadi tentang Dareen. Dia tidak akan mengejeknya kali ini. Dia tahu dia telah menang, tapi rasanya tidak seperti kemenangan yang biasa. Dia telah menyentuh sisi manusia Dareen Christ, dan dia tahu, mulai saat ini, dia tidak akan pernah bisa melihat pria itu hanya sebagai seorang pengawal lagi.

"Jalanlah," ujar Seraphina lembut. "Aku janji tidak akan memberitahu Seldin soal fotomu."

Dareen tidak menjawab, namun dia menginjak gas dengan lebih perlahan, seolah sedang berusaha menjaga agar ketenangan yang baru saja tercipta tidak pecah berantakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!