"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Rahim
Pagi di Maldives yang seharusnya penuh ketenangan mendadak berubah menjadi mencekam. Di tengah birunya air laut yang jernih, Juno dan Kyra tengah menikmati waktu berenang bersama di dekat dermaga vila pribadi mereka.
"Jun, lihat! Ikannya banyak sekali!" seru Kyra sambil tertawa, wajahnya tampak berseri terkena pantulan cahaya matahari.
Juno tersenyum, berenang mendekat dan memeluk pinggang Kyra dari belakang. "Senang? Kalau kamu mau, aku bisa beli seluruh gugusan pulau ini biar kamu bisa lihat ikan setiap hari."
Kyra tertawa kecil dan baru saja hendak membalas godaan suaminya, saat tiba-tiba pandangannya mengabur. Dunia di sekitarnya seolah berputar hebat. "Jun... kok pusing ya..."
"Ra? Kamu kenapa?" Juno menyadari pegangan tangan Kyra pada lengannya melemah.
"Gelap, Jun... kepalaku..." Kalimat Kyra terputus. Tubuhnya lunglai dan jatuh ke dalam pelukan Juno dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Kyra! Ra! Bangun!" teriak Juno panik. Ia segera mengangkat tubuh istrinya yang ringan itu ke daratan, berteriak memanggil tim medis pribadi yang memang selalu siaga di pulau tersebut.
Di dalam Vila, Satu Jam Kemudian.
Juno mondar-mandir di depan pintu kamar dengan wajah yang sangat tegang. Setiap detik terasa seperti satu jam baginya. Pikirannya kalut, takut jika kelelahan Kyra atau kram yang dirasakannya semalam adalah sesuatu yang serius.
Begitu dokter keluar, Juno langsung menyergapnya. "Dok! Istri saya kenapa? Apa dia keracunan jus jeruk semalam? Atau dia terlalu lama menyelam?"
Dokter itu tersenyum lebar, jauh dari kesan cemas. "Tuan Juno, mohon tenang. Nyonya Kyra pingsan karena tekanan darahnya sedikit rendah dan... tubuhnya sedang melakukan penyesuaian besar."
"Penyesuaian apa maksud Anda?!" bentak Juno tidak sabar.
"Selamat, Tuan Juno. Nyonya Kyra positif hamil. Usia kandungannya sudah memasuki minggu kelima. Itulah alasan mengapa dia sangat sensitif terhadap bau-bauan dan mengalami kram perut," jelas dokter itu dengan nada ramah.
Juno mematung. Dadanya terasa sesak, tapi kali ini oleh kebahagiaan yang meluap. "Hamil? Istri saya... benar-benar hamil?"
"Benar, Tuan. Janinnya sangat kuat, meski Nyonya harus banyak istirahat. Silakan masuk, beliau sudah sadar."
Juno melangkah masuk ke kamar dengan sangat perlahan, seolah takut langkah kakinya akan mengganggu udara di sekitar Kyra. Di atas ranjang, Kyra tampak pucat namun sudah membuka matanya.
"Jun..." bisik Kyra lemah. "Maaf ya, aku malah pingsan dan merusak suasana."
Juno duduk di tepi ranjang, ia mengambil tangan Kyra dan menciumnya berkali-kali dengan penuh perasaan. Matanya tampak berkaca-kaca. "Jangan minta maaf, Sayang. Kamu tahu kenapa kamu pingsan?"
Kyra menggeleng bingung. "Aku sakit ya? Maaf kalau aku merepotkan keluarga Allegra lagi."
"Sakit?" Juno terkekeh pelan, ia mengusap pipi Kyra dengan ibu jarinya. "Di perutmu ini... ada Allegra kecil, Ra. Kamu hamil. Kita akan punya bayi."
Kyra tertegun. Ia menyentuh perutnya sendiri dengan tangan yang bergetar. "Hamil? Aku... aku benar-benar bisa punya anak, Jun? Setelah semua yang aku alami?"
"Iya, Sayang. Kamu akan menjadi ibu paling hebat di dunia," Juno memeluk Kyra dengan sangat hati-hati, seolah Kyra adalah porselen yang sangat rapuh. "Terima kasih, Kyrania. Terima kasih sudah memberiku kebahagiaan sebanyak ini."
Kyra menangis haru di pelukan Juno. Di tengah luasnya samudra Maldives, ia merasa hidupnya kini benar-benar sempurna. Ia telah lepas dari kegelapan masa lalu, dan kini ia sedang mengandung masa depan yang cerah bersama pria yang selalu menjaganya sejak kecil.
"Jun... pantas saja jus jeruk itu bau sekali," ucap Kyra di sela isaknya, membuat Juno tertawa renyah.
"Iya, anak kita sepertinya sudah mulai protektif pada ibunya. Dia tidak mau ibunya minum sembarangan," goda Juno sambil mencium kening Kyra lama.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/