NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Romantis / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Asap, Pertemanan, dan Batuk yang Tidak Elegan

​Jian Yi terus melangkah menuju wilayah utara yang gersang, melewati jalur perdagangan kuno yang diapit tebing-tebing tinggi.

Setelah setahun mengurung diri dalam gua, ia merasa sedikit asing dengan keramaian.

Namun, langkahnya terhenti ketika ia mencium aroma aneh yang sangat menyengat—harum tapi pahit, bercampur dengan wangi rempah yang tak dikenal.

​Di tepi jalan, bersandar pada sebuah batu besar, duduklah seorang pria yang tampak seumuran dengan Jian Yi.

Pria itu mengenakan jubah hijau lumut yang berantakan, sebuah caping lebar menutupi setengah wajahnya, dan sebuah pedang lebar yang terlihat jauh lebih terawat daripada Ling’er tersandar di sampingnya.

​Pria itu sedang memegang gulungan kertas kecil di bibirnya yang mengeluarkan asap putih tebal.

​"Oi, Kakak Tampan," panggil pria itu dengan suara serak namun ceria. "Kau terlihat seperti baru keluar dari liang lahat. Wajahmu putih sekali seperti tahu rebus. Mau coba ini?"

​Jian Yi berhenti, menatap pria itu dengan kening berkerut. "Apa itu? Senjata beracun jenis baru?"

​Pria itu tertawa terbahak-bahak hingga terbatuk-batuk. "Beracun? Hahaha! Ya, bisa dibilang begitu. Ini disebut 'Napas Naga'. Teman terbaik saat kau sedang galau atau saat kantongmu sedang kosong. Kemarilah, duduk dulu."

​Entah kenapa, Jian Yi merasa pria ini tidak memiliki niat jahat, meskipun auranya... sangat kuat.

Jian Yi bisa merasakan bahwa orang ini setidaknya berada di puncak ranah Master atau bahkan menyentuh Grand Master sepertinya.

​Jian Yi duduk di atas batu di seberangnya. Pria itu menyodorkan gulungan kertas serupa. "Ini, gratis untuk sesama pengembara. Namaku Lu Feng. Aku pengembara dari Sekte Awan Pemabuk—maksudku, aku mantan murid mereka sebelum diusir karena mencuri stok arak tetua."

​Jian Yi menerima gulungan itu dengan ragu. "Jian Yi."

​"Hati-hati, Bocah. Baunya aneh sekali. Jangan sampai kau pingsan dan aku harus dibawa oleh pria berantakan ini." bisik Ling’er dengan nada jijik.

​"Diamlah, Ling'er. Aku hanya penasaran." gumam Jian Yi pelan.

​"Kau bicara pada pedangmu?" Lu Feng mengangkat alis, lalu menyeringai. "Bagus, berarti kau sama gila denganku. Ayo, bakar ujungnya dengan Qi api kecilmu."

​Jian Yi menjentikkan jarinya, menciptakan percikan api kecil dan membakar ujung gulungan itu.

Ia menarik napas dalam-dalam seperti yang dilakukan Lu Feng.

​"UHUK! UHUK! HOEKK!"

​Seketika, wajah elegan Jian Yi memerah padam.

Air mata mengalir dari matanya yang ungu. Ia terbatuk-batuk hebat hingga hampir terjatuh dari batu.

Rasanya seperti menelan bara api yang dicampur dengan kaos kaki busuk.

​"Hahahaha! Lihat wajahmu! Mana kesan pendekar hebatmu yang tadi?" Lu Feng memukul-mukul lututnya sambil tertawa sampai terguling ke tanah.

​"Kau... kau mencoba membunuhku dengan asap ini?!" seru Jian Yi sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan wajahnya. "Ling'er benar, ini racun!"

​"Hah! Rasakan itu, Dasar Bodoh!" ejek Ling'er di kepalanya.

​Setelah beberapa saat, sensasi panas itu berubah menjadi rasa rileks yang aneh di kepalanya.

Jian Yi menyandarkan punggungnya ke batu, menatap langit. "Tapi... rasanya tidak terlalu buruk setelah batuknya hilang."

​Lu Feng duduk kembali, memperbaiki capingnya. "Kan? Itulah keajaiban 'Napas Naga'. Ngomong-ngomong, Jian Yi, pedangmu itu... dia punya roh, kan? Aku bisa merasakannya bergetar ingin memukulku."

​"Dia bukan hanya punya roh, dia juga sangat cerewet dan merasa dirinya paling cantik di dunia." jawab Jian Yi sambil melirik Ling'er.

​"JIAN YI! JANGAN BERANI-BERANI MEMBONGKAR RAHASIAKU PADA PEMABUK INI!" teriak Ling'er.

​Lu Feng menyengit, lalu mendekatkan wajahnya ke pedang Jian Yi. "Oho, seorang gadis? Hei, Nona Pedang, kau tahu? Temanmu ini sangat tampan, tapi dia sangat kaku. Dia butuh lebih banyak asap dan arak agar hidupnya tidak seperti batu nisan."

​"Jangan dengarkan dia, Ling'er," kata Jian Yi sambil memutar bola matanya. Ia menoleh ke arah Lu Feng. "Jadi, Lu Feng, apa yang dilakukan pendekar tingkat tinggi sepertimu di jalanan berdebu ini?"

​Lu Feng menghembuskan asap ke langit dengan gaya dramatis. "Mencari kebebasan... dan mungkin mencari restoran yang mau memberi makan gratis. Bagaimana denganmu? Kau terlihat seperti sedang memikul beban seluruh kekaisaran di bahumu."

​"Aku mencari cara untuk memberi wujud fisik pada pedang ini." jawab Jian Yi jujur.

​Lu Feng terdiam sejenak, lalu matanya berbinar. "Wujud fisik? Itu sulit, kawan. Kau butuh Bahan Surgawi yang hanya ada di wilayah Kekaisaran Tengah. Kebetulan sekali, aku sedang bosan setengah mati. Bagaimana kalau kita pergi bersama? Dua pendekar tampan—yah, aku lebih tampan sedikit—mengguncang dunia?"

​Jian Yi menatap pria aneh di depannya. Lu Feng konyol, berantakan, dan suka merokok asap aneh, tapi Jian Yi merasakan ketulusan di hatinya.

Setelah setahun kesepian di gua, mungkin teman perjalanan yang kocak adalah apa yang ia butuhkan.

​"Baiklah," Jian Yi berdiri, membersihkan jubahnya yang elegan. "Tapi dengan satu syarat: jangan pernah memberiku rokok itu lagi."

​Lu Feng berdiri dan merangkul bahu Jian Yi seolah mereka sudah berteman sejak kecil. "Hahaha! Kita lihat saja nanti. Ayo, partner! Perhentian pertama: Kedai daging panggang di depan sana. Kau yang bayar, ya?"

​"Kenapa aku?!"

​"Karena wajahmu terlihat seperti orang kaya!"

​Jian Yi hanya bisa menghela napas panjang, sementara Ling'er terus menggerutu di punggungnya tentang betapa kotornya jubah Lu Feng.

Pengembaraan Jian Yi yang sebenarnya, kini baru saja dimulai dengan cara yang paling tidak terduga.

1
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
gaspolll thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap ceritanya 🔥🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkannnnn🔥🔥🔥🔥
angin kelana
dah 7 tahun lg yah...
Agen One: time skip aja/Pray/
total 1 replies
Adibhamad Alshunaybir
mantap author semangat up nya☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!