NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#5

Malam di Chicago tidak pernah benar-benar sunyi, namun di dalam kantor luasnya yang kini temaram, Zion Mateo Lopez merasa seolah-olah ia berada di ruang hampa udara. Pesan singkat dari Cassie yang menyebut nama Petter dengan nada penuh kebencian, masih menyala di layar ponselnya. Nama konyol itu, yang dulu menjadi lelucon intim di antara mereka, kini terasa seperti belati yang berkarat; menusuk dan meninggalkan racun.

Zion menyandarkan punggungnya ke kursi kulit, menatap langit-langit. Pikirannya melayang ke sepuluh tahun yang lalu. Ke malam di mana dunianya runtuh dalam waktu kurang dari satu jam.

Setelah malam pertengkaran hebat di apartemen itu, Zion tidak bisa memejamkan mata. Ia menunggu di depan gerbang panti asuhan Cassie sejak pukul empat pagi, berharap bisa berlutut dan menjelaskan semuanya. Ia membawa sebungkus donat strawberry kesukaan Cassie dan sebuah map berisi brosur universitas di California yang sudah ia tandai.

Namun, Cassie tidak pernah keluar.

"Dia sudah pergi, Nak," ucap ibu pengasuh panti dengan wajah sedih. "Dia mengemas barang-barangnya semalam. Dia bilang dia tidak punya alasan lagi untuk tinggal di Chicago."

"Ke mana, Bu? Tolong beri tahu aku!" Zion memohon, suaranya pecah.

"Dia meminta kami untuk merahasiakannya. Dia bilang, jika pria itu mencarinya, katakan padanya bahwa Cassie Vorcan sudah mati."

Zion menghabiskan tiga tahun berikutnya seperti orang gila. Ia menggunakan kekuasaan keluarganya untuk melacak manifest penerbangan, daftar kereta api, hingga pendaftaran universitas di seluruh Amerika Serikat. Namun, Cassie Vorcan seolah menguap ditelan bumi. Tidak ada jejak digital, tidak ada catatan medis, tidak ada apa-apa.

Ia baru menyadari, Cassie yang pintar, Cassie yang genius, telah menghapus dirinya sendiri. Gadis itu tahu cara kerja sistem. Ia mengganti nama belakangnya, menggunakan identitas baru yang diberikan oleh program bantuan hukum bagi anak yatim piatu berprestasi, dan menghilang ke dalam bayang-bayang.

"Sepuluh tahun, Cass..." gumam Zion lirih. "Sepuluh tahun aku mencarimu di setiap wajah wanita yang kutemui di bar, di setiap arsitek yang melamar ke perusahaan ku, di setiap sudut jalanan California yang dulu kita impikan."

Zion tertawa getir. Ibunya pikir dia gonta-ganti pasangan karena dia seorang playboy. Padahal kenyataannya, dia hanya mencoba mencari 'rasa' yang sama. Dia mencari wanita yang memiliki keangkuhan yang sama, kecerdasan yang sama, dan aroma yang sama. Namun tidak ada yang bisa menandingi Cassie.

Setiap kali dia balapan mobil dan mempertaruhkan nyawanya, itu adalah bentuk protesnya pada semesta yang telah mengambil Cassie darinya. Dia ingin merasakan adrenalin yang sama besarnya dengan rasa sakit saat dia kehilangan gadis itu.

"Kenapa kau kembali sekarang, Cass? Dan kenapa sebagai orang asing?"

Zion berdiri dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke jalanan. Dia teringat kembali pada perdebatan mereka tadi. Tentang pil pencegah kehamilan itu.

Dulu, saat dia tahu Cassie meminumnya, Zion merasa sesak. Bukan karena dia ingin Cassie hamil di usia sekolah, tapi karena dia sadar bahwa Cassie tidak sepenuhnya mempercayainya. Cassie sedang membangun sekoci penyelamat untuk dirinya sendiri jika suatu saat Zion mengkhianatinya. Dan ternyata, insting Cassie benar. Zion memang mengkhianatinya dengan taruhan bodoh itu.

"Masa depan katamu? Masa depan kepalamu, Zion!" maki-maki Cassie tadi masih terngiang di telinganya.

Zion memejamkan mata. Dia teringat aroma strawberry dari pengaman yang dulu selalu ia beli hanya karena Cassie menyukainya. Saat itu dia pikir itu adalah bentuk romantisme, bentuk perhatian kecil. Tapi di mata Cassie sekarang, itu hanyalah taktik untuk memuaskan dirinya sendiri.

Pintu kantor terbuka tanpa ketukan. Laxia melangkah masuk dengan gaya angkuhnya, diikuti Lionel yang tampak lelah.

"Masih meratapi nasib, Kak?" tanya Laxia sambil duduk di atas meja kerja Zion, mengabaikan tatapan tajam kakaknya.

"Keluar," usir Zion singkat.

"Kami tahu kenapa dia menghilang, Kak," ucap Lionel tiba-tiba, membuat Zion mematung.

Zion berbalik dengan cepat. "Apa maksudmu?"

Lionel meletakkan sebuah file tua di meja. "Kami melakukan riset kecil sebagai CCTV Mommy. Cassie tidak hanya pindah. Dia sempat bekerja di tiga pekerjaan berbeda dalam sehari untuk membiayai kuliahnya di London. Dia tidak pergi ke California seperti rencanamu. Dia pergi sejauh mungkin dari jangkauan radar keluarga Lopez."

Laxia menyambung, "Dia hidup susah, Kak. Sementara kau mabuk-mabukan dan balapan mobil di Chicago, dia berjuang sendirian di negeri orang tanpa ada siapapun. Dia tidak menghilang karena dia ingin main petak umpet. Dia menghilang karena melihatmu adalah sebuah trauma fisik baginya."

Zion merasakan jantungnya seolah diremas. Dia selalu membayangkan Cassie sukses di suatu tempat, tapi dia tidak pernah membayangkan bahwa kepergian Cassie adalah sebuah pelarian dari luka yang menganga.

"Dia menyebut nama Petter tadi di jalan," Laxia terkikik, namun matanya menunjukkan rasa kasihan. "Aku tidak tahu siapa Petter, tapi dari cara dia memaki, sepertinya Petter adalah satu-satunya bagian dari dirimu yang dia benci sekaligus dia ingat dengan detail."

Zion menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Dia sangat membenciku, Laxia. Dia benar-benar ingin aku mati."

"Benci itu hanya satu langkah dari cinta, Kak," hibur Lionel, meskipun nadanya ragu. "Tapi jika kau terus membahas malam panas atau pengaman di kantor, kau tidak akan mendapatkan cintanya kembali. Kau hanya akan mendapatkan surat panggilan dari pengadilan."

Zion menurunkan tangannya. Matanya kini tidak lagi tampak kuyu, melainkan penuh dengan tekad yang dingin.

"Aku tidak peduli jika dia ingin membunuhku," ucap Zion mantap. "Selama sepuluh tahun aku hidup dengan hantu. Sekarang dia ada di sini, dalam daging dan darah. Aku akan melakukan apa pun. Jika dia ingin aku berlutut di aspal Chicago paling kotor sekalipun, akan kulakukan. Karena bagi dunia dia mungkin hanya arsitek hebat, tapi bagiku, dia tetap kekasih-ku."

Laxia dan Lionel saling pandang. Mereka tahu, drama keluarga Lopez kali ini akan jauh lebih besar daripada sekadar taruhan mobil. Ini adalah perang antara penyesalan terdalam dan luka yang menolak sembuh.

"Siapkan dirimu, Kak," bisik Laxia. "Besok ada peninjauan lapangan di lokasi proyek. Dan kudengar, Cassie sudah memesan alat berat. Aku harap dia tidak berniat mengubur mu di bawah fondasi gedung."

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!