NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Upaya bunuh diri Onad Nevalion berakhir dengan kegagalan. Alih-alih menemukan kematian, ia justru dibangkitkan oleh Dewa Kegelapan dan dikirim ke Solmara, sebuah dunia asing yang hancur oleh konflik antar entitas ilahi.

Onad terpilih sebagai wakil sang dewa untuk menghadapi Dewa Iblis di dunia Solmara. Dewa Kegelapan tidak dapat turun langsung karena campur tangannya akan melanggar hukum keseimbangan antar dunia.

Satu-satunya hal yang diinginkan Onad hanyalah menghilang dari kesialan hidupnya di dunia. Namun, mengapa kesialan itu justru mengejarnya hingga ke dunia lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyihir & Bola Api

Di sebuah area terpencil yang dikelilingi pepohonan lebat, seorang pria berdiri menghadapi sekelompok orang yang mengarahkan senjata ke arahnya.

Namun bukannya lari atau gemetar ketakutan, pria itu justru berjalan mendekati kelompok itu dengan sikap yang menekan.

Noah menatap kelompok yang mengepungnya dari segala arah. Namun tidak satu pun dari mereka berani melangkah maju.

Di bawah tekanan aura Dominasi Perang milik Noah, para anggota tim petualang Glorious gemetar ketakutan. Keringat mulai menetes dari dahi mereka.

"Jadi... siapa duluan yang mau mati?" kata Noah sambil terus melepaskan aura mematikan yang kacau itu.

Aura Dominasi Perang milik Noah telah mengalami banyak perubahan sejak ia memburu monster-monster kuat dan menyerap kemampuan fisik serta kemampuan bawaan mereka.

Beberapa kemampuan bahkan sudah ia gabungkan ke dalam berkah Dominasi Perang yang diberikan langsung oleh Dewa Perang.

Kekuatan kemampuan ini sekarang jauh melampaui saat ia pertama kali memburu kawanan serigala dan hampir mati pada hari pertamanya di hutan.

Selain itu, Noah juga sudah naik beberapa level setelah memakan Monster Core dari Somir legendaris.

Ia bukan lagi orang yang mudah panik atau bereaksi terburu-buru. Kini ia selalu berpikir tenang dan penuh perhitungan. Itulah sebabnya ia sengaja memancing orang-orang ini keluar kota saat mereka mengejarnya. Dengan begitu tidak akan ada saksi.

"gak ada? Kalau gitu aku pilih sendiri aja."

Noah menyeringai kecil sambil memandang ke sekeliling.

"Bola Api!" teriak penyihir dalam kelompok itu dan melepaskan bola api raksasa ke arah Noah.

Namun Noah yang saat itu mengaktifkan Insting Bertahan Hidup dan Aura Pemburu sudah merasakannya sejak penyihir itu mulai merapalkan mantra.

Noah segera menggunakan kemampuan Side Hopper yang ia ciptakan setelah menggabungkan Langkah Panjang dan Pelari Kilat selama dua hari perjalanan menuju kota Halivaara bersama karavan.

BANG!

Bola api raksasa itu akhirnya menghantam tubuh seseorang.

Namun bukan Noah.

Melainkan pria yang berdiri di belakangnya.

"Apa..."

Penyihir itu tertegun. Mantranya sangat cepat dan arah serangannya sangat tepat. Namun yang terkena justru rekannya sendiri, bukan Noah.

"Bagus. Waktu cast-nya singkat dan akurasinya juga tinggi. Ini bakal berguna buat aku."

Tiba-tiba penyihir itu mendengar suara dari sisi kanannya. Orang yang berbicara itu tidak lain adalah Noah.

"Aaaaah! Tolong!"

Pria yang terkena bola api tadi menjerit saat seluruh tubuhnya mulai terbakar. Jeritan seseorang yang terbakar hidup-hidup menggema di tengah hutan lebat.

Semua orang yang ada di sana langsung pucat.

"Dasar bangsat!" teriak Rollac, pria pirang yang membawa orang-orang ini untuk membunuh Noah.

Tiba-tiba liontin yang ia kenakan memancarkan ledakan energi. Tekanan aura Dominasi Perang langsung terpecah, dan pria pirang itu akhirnya mampu bergerak.

Ia segera menyerbu ke arah Noah. "Beberapa orang memang gak pernah belajar, ya," desah Noah.

Begitu Rollac masuk dalam jangkauan Noah, ia langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher Noah.

Swoosh!

Tiba-tiba sosok tinggi itu menghilang tepat di depan matanya. "aku udah bilang. kamu gak punya kemampuan buat itu."

Sebuah suara terdengar dari belakang Rollac.

Pada saat yang sama, penyihir dalam kelompok itu selesai merapalkan mantranya. Sebuah formasi sihir berbentuk bunga muncul dan menyebar di area sekitar, membatalkan aura Dominasi Perang milik Noah.

Noah yang merasakan auranya tiba-tiba memudar menampilkan ekspresi terkejut. Semua orang yang sebelumnya terpaku di tempat karena tekanan besar itu akhirnya merasa tubuh mereka kembali ringan dan bisa bergerak lagi.

Mengerikan.

Pria di hadapan mereka benar-benar mengerikan.

"Oh ... jadi bisa dilawan juga? Atau aku belum cukup kuat buat mempertahankannya kalau ada yang mengganggu?"

...────୨ৎ────...

...Dominasi Perang hanya bekerja langsung pada tubuh fisik target. Jika target memiliki objek dengan kemampuan sihir atau kemampuan bawaan yang dapat mematahkan tekanan tersebut, maka kemampuan ini tidak akan berpengaruh pada individu itu....

...────୨ৎ────...

Sistem yang selama tiga hari terakhir diam akhirnya kembali berbicara.

"Begitu ya ... jadi itu cara penyihir itu lolos," gumam Noah.

Ia langsung berlari ke arah mereka sambil mengaktifkan kemampuan ofensif baru yang ia ciptakan setelah menggabungkan cakar Serigala dan cakar Singa Biru, salah satu monster yang ia buru di hutan bersama Rambo.

Tangan Noah berubah menjadi cakar berpola hitam dan biru. Lapisan kulit keras seperti logam menutupi seluruh lengannya. Noah menamai kemampuan itu Cakar Ripper.

Karena kemampuan itu cukup kuat untuk merobek baja atau zirah logam dengan mudah. Saat kedua lengannya berubah seperti milik monster, para petualang yang tadinya hendak menyerangnya langsung berhenti di tempat.

"Apa-apaan ini?! Dia monster atau apa?" teriak salah satu dari mereka.

"Jangan cuma bengong! Serang dia!" teriak Rollac sambil melepaskan kemampuan ofensif yang membuat pedang dan seluruh tubuhnya memancarkan cahaya merah.

Para pemanah di kelompok itu mengeluarkan anak panah yang ujungnya dilapisi racun, lalu mulai menembakkannya ke arah Noah.

Namun Noah sudah mengantisipasi serangan seperti ini. Ia melompat dari satu sisi ke sisi lain dan dengan mudah menghindari semua panah itu. Kemampuan Insting Bertahan Hidup miliknya bekerja seperti indra bahaya, membuatnya bisa merasakan serangan dan niat membunuh yang diarahkan kepadanya.

Swish!

Noah menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di samping penyihir yang pertama kali menembus aura Dominasi Perang miliknya.

"Kita mulai dari kamu."

Noah menerjang penyihir itu, menancapkan cakarnya ke dada pria itu, lalu mencabut jantungnya keluar.

"Penyihir memang gak punya pertahanan."

Noah langsung berlari ke arah pendekar pedang yang berdiri tidak jauh darinya dan baru saja menarik pedangnya dari sarung.

Rippp!

Sebelum pria itu sempat menghunus pedangnya sepenuhnya, Noah sudah muncul di depannya dan mengayunkan cakar kirinya ke arah leher pria itu. Sebagian daging di lehernya tercabik saat Noah melintas begitu saja tanpa menoleh.

Semburan darah merah menyembur dari tenggorokan pria itu saat tubuhnya roboh ke tanah.

Ia bahkan tidak sempat memahami seberapa cepat Noah menebas lehernya tanpa memberinya kesempatan sedikit pun untuk bertahan.

Clang! Clang! Clang!

Suara benturan logam dengan sesuatu yang sangat keras terus bergema.

Satu per satu tubuh para petualang yang datang untuk menyergap Noah jatuh ke tanah.

Hanya dalam dua puluh tarikan napas sejak penyihir itu mematahkan tekanan Dominasi Perang, lebih dari delapan orang sudah mati di tangan Noah.

Gerakannya seperti binatang buas yang sedang berburu mangsanya satu per satu. lompatannya cepat, cakarnya mematikan.

Setiap serangan diarahkan tepat ke titik vital, dan ia memastikan cakarnya menancap cukup dalam untuk membunuh targetnya seketika.

Lima orang yang tersisa kini gemetar ketakutan. Tangan mereka bergetar hebat sampai-sampai sulit menggenggam senjata dengan benar.

Monster.

Pria yang mereka kira hanya orang lemah ternyata adalah monster.

Cara bertarung dan cara membunuhnya tidak berbeda dengan monster yang biasa mereka hadapi di hutan atau saat menjelajah dungeon.

Mata Noah kini bersinar merah karena kemampuan Aura Pemburu yang aktif, membuatnya sama sekali tidak tampak seperti manusia.

Tangannya dipenuhi darah merah, dengan tetesan darah menetes dari cakarnya yang tajam.

"Lari!" teriak salah satu dari mereka sambil berbalik dan kabur, berusaha menyelamatkan diri sebelum Noah sempat mengejarnya.

"Sierra!" teriak Noah.

Tiba-tiba seekor makhluk berkaki empat raksasa melompat keluar dari bayangannya dan langsung berlari mengejar pria yang kabur dari kelompok itu.

Serigala Purba, Subordinate pertama yang diciptakan Noah, akhirnya bergerak lagi sejak mereka meninggalkan hutan.

"Kamu ... siapa sebenarnya kamu?!" teriak Rollac dengan suara serak, hampir tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi di depannya.

Seharusnya semuanya berjalan sebaliknya. Ia seharusnya memotong tubuh Noah sedikit demi sedikit, melihatnya menangis dan memohon ampun saat ia menyiksa Noah sampai mati karena berani mempermalukannya di aula Asosiasi Petualang.

Namun pemandangan di depannya sekarang benar-benar kebalikan dari yang ia bayangkan. Bukannya menjadi pemburu, justru mereka yang sedang diburu.

"kamu benar-benar pengin tahu?" tanya Noah sambil berjalan mendekati tiga orang yang tersisa.

"Iya! Siapa sebenarnya kamu, bangsat?!" teriak salah satu pria di samping Rollac.

"Yah ... buat apa aku jelasin ke orang..." Noah berhenti sejenak. "...yang sebentar lagi mau mati."

1
umar aryo
di tunggu updatenya ya
umar aryo
lanjut thorrr
umar aryo
weleh.....
umar aryo
walah...
umar aryo
arus cerita yg unik meski sedikit naif
umar aryo
jos gandos
umar aryo
wiiihhhh... dewa di katain.... anjirrr
umar aryo
mantap... 😄🤣🤣
umar aryo
jalan cerita nya halus Thor... lanjutkan
Piw Piw: terima kasih
total 1 replies
Amir Machmud
thor..ayo dilanjut..aku tambah penasaran...tak tunggu..
Amir Machmud
lanjut bab...beli coin atau lihat seponsor...
Amir Machmud
gimana kelanjutannya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!