Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Si Pria Licik VS Wanita Lugu
Malam pun datang. Kiara bersiap untuk pulang. Tanpa Kiara sadari, ternyata Jonathan telah memperhatikan dirinya dari jarak yang cukup dekat. Hanya saja saat ini Jonathan berada di dalam mobil, sehingga Kiara tidak tau bahwa pria yang pernah menjadi suaminya itu telah lama memerhatikan dirinya.
"Ikuti wanita itu," pinta Jonathan pada Soni, asisten pribadinya.
"Baik, Tuan," jawab Soni, patuh.
Tak menunda waktu lagi, Soni pun segera menginjak pedal gasnya, melajukan kendaraannya mengikuti motor yang di kendarai Kiara. Namun sayang, saat mobil yang ia kendarai hendak masuk ke gang tempat motor Kiara melaju, Tiba-tiba ponsel Jonathan berdering. Sebuah panggilan ia Terima dari seseorang yang menjadi imanya, dengan cepat ia pun mengangkat panggilan itu, Jonathan takut ada yang penting.
"Hallo, ada apa?" tanya Jonathan pada wanita yang selama ini Jonathan percaya untuk menjaga wanita tua kesayangnya itu.
"Tuan, tolong cepat ke sini, oma pingsan lagi," jawab wanita paruh baya itu, gugup.
"Apa? cepat panggil ambulan, aku segera ke sana," jawab Jonathan.
Tak banyak bicara, Jonatan pun langsung meminta Soni putar balik, tentu saja memintanya untuk ke rumah wanita yang selama ini ia sayangi dan juga hormati itu. Jonathan takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada wanita itu.
***
Di lain pihak...
Kiara masih tampak kesal dengan pertemuannya dengan pria yang pernah menjadi suaminya itu. Demi apa, Kiara masih sakit hati dengan keangkuhan pria itu di masa lalu. Dulu, pria itu sangat menentang pernikahan mereka. Bahkan sering menghina dirinya.
Seperti malam itu, malam di mana ia mengadakan pesta di rumah, tanpa memperdulikan perasaannya, Jonathan memintanya untuk tetap di kamar. Dengan alasan ia malu jika sampai teman-temannya tahu bahwa ia sudah punya istri. Alasanya sangat menyakitkan, Jonathan bilang dia malu punya istri dari desa, sudah miskin jelek lagi.
"Malam ini teman-teman ku mau datang, aku ga mau kamu bertemu dengan mereka, aku malu. Aku malu karena punya istri miskin dan jelek seperti mu, mengerti," ucap Jonathan, tanpa memperdulikan perasaan Kiara.
Kiara hanya bisa mengangguk dan meremas ujung baju tidur yang ia kenakan. Sedangkan Jonathan tetap menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh permusuhan. Setelah itu pria itu keluar kamar tanpa sepatah katapun.
Bohong jika saat itu Kiara tidak patah hati. Kiara sedih. Tapi mau bagaimana lagi, ia tak punya pilihan. Kiara hanya bisa diam dan menuruti setiap perkataan pria itu. Sesuai kesepakatan perjanjian pranikah mereka.
Pernikahan yang memiliki tujuan menutupi rumor miring tentang pria itu, ditambah, keluarga Jonathan juga menginginkan seorang keturunan. Sayangnya, sebelum keturunan itu datang ke dunia, Jonathan malah menceraikan dirinya. Alasannya sangat menyedihkan, pria itu tak menginginkannya lagi sekaligus kedatangan cinta pertamanya dari perantauan. Bukankah ini alasan yang sangat menyakitkan.
Anehnya, meski pria itu menghina dirinya, pria itu tidak pernah tidur dengan wanita lain selain dirinya. Seperti malam ini, dalam keadaan setengah sadar karena minuman keras, pria ini naik ke atas ranjangnya, memintanya melayaninya seperti malam-malam sebelumnya.
Kiara tak menolak, dengan keikhlasan hatinya, ia pun tetap melayani suami angkuhnya itu. Namun jangan panggil dia Jonathan kalau tidak meninggalkan jejak menyakitkan dalam hati Kiara, setelah ia puas melampirkan hasratnya, ia langsung memakai pakaiannya lagi. Lalu pergi kembali ke kamarnya sendiri.
"Jangan lupa minum obatnya, aku nggak mau kamu hamil, dengar!" ucap Jonathan sesaat sebelum menginggalkan Kiara yang saat ini masih dalam keadaan telanjang.
Kiara enggan menjawab ucapan itu, dia hanya diam, tapi bohong jika ia tidak kesal dengan pria itu. Kiara sangat membenci keangkuhan pria ini. Padahal saat mereka bercinta, Jonathan begitu lembut, tidak menyakiti bahkan bisa dikatakan mereka saling memuaskan. Tapi anehnya, saat pria ini sadar, selalu kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya. Kiara heran, tapi ini Jonathan. Pria dengan seribu gengsi dan juga kesombongan hakiki.
Enggan mengambil hati ucapan pria arogan itu, Kiara pun memutuskan untuk mencari obat penghalang kehamilan itu. Tapi malam ini Kiara tak menemukan obat itu. Karena merasa aman, Kiara pun cuek dan akhirnya tak meminum obat yang diberikan Jonathan padanya. Kelalaian Kiara terjadi beberapa kali. Beberapa kali saat ia dan sang suami melakukannya, ia tak meminum obat itu, sehingga tanpa Kiara sangka, hadirlah Kevin dalam kehidupannya.
"Aku memang bodoh, harusnya ku minum saja semua obat yang dia berikan, tapi... kalo aku minum, mungkin sekarang aku ga punya Kevin. Aahhhhhh, dasar Jonathan menyebalkan!" ucap Kiara marah, kesal, ia pun melempar batalnya ke arah pintu. Seolah di sana ada Jonathan yang sedang berdiri menatapnya.
***
Di lain pihak...
Rasa khawatir Jonathan pada wanita tua itu, membawanya pergi ke kamar pria tua itu. Terlihat di ranjang seorang wanita berbaring dengan selang infus menancap di pergelangan tangannya. Wanita itu terdiam, terlelap dalam tidurnya.
Pelan-pelan, Jonathan duduk di kursi di sebelah ranjang itu, Jonathan menatap wajah pucat wanita itu. Lalu padangannya tertuju pada sebuah pigura kecil yang ada di nakas ranjang itu. Di dalam pigura berisi sebuah foto itu, terdapat foto seorang wanita. Wanita yang pernah menjadi istrinya.
Jonathan mengambil foto itu, lalu mengelusnya. Jonathan tiba-tiba tersenyum. Ia teringat saat-saat mereka masih menjadi suami istri. Jonathan sering pura-pura mabok saat ingin meminta wanita itu melayaninya di atas ranjang. Bodohnya, wanita itu tidak pernah menyadari kebohongannya.
"Dasar wanita bodoh, bisa-bisanya dia tidak bisa membedakan orang yang benar mabok sama orang yang pura-pura mabok. Ahhh dia memang bodoh, sampe sekarang juga bodoh!" ucap Jonathan, gemas.
Jonathan tersenyum senang, sampai tidak menyadari sang oma bangun dan memerhatikan dirinya.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat