NovelToon NovelToon
Si Imut Milik Ketua Mafia

Si Imut Milik Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Mafia / Cinta Murni / Berbaikan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANJI UNTUK SELALU BERSAMA

Keesokan paginya, sinar matahari menyinari rumah Rafi dengan hangat. Caca bangun lebih awal dari biasanya, penuh semangat untuk menjalankan rencana hari ini – bertemu dengan orang-orang yang dulu menjadi bagian dari kelompok mafia Pak Bara untuk membicarakan langkah-langkah perubahan yang akan dilakukan.

Setelah sarapan pagi yang penuh tawa bersama keluarga Rafi, Pak Bara membawanya ke sebuah gedung tua yang dulunya digunakan sebagai markas kecil.

Tempat itu sekarang sudah direnovasi menjadi ruang rapat yang nyaman, dengan meja panjang di tengah dan kursi yang cukup untuk puluhan orang.

“Mereka sudah menunggu di dalam,” ujar Pak Bara dengan suara yang tenang. “Jangan takut ya, Caca. Kamu hanya perlu mengatakan apa yang ada di dalam hati kamu.”

Caca mengangguk dengan mantap dan mengikuti Pak Bara masuk ke dalam ruangan. Lima pria yang sudah memasuki usia paruh baya berdiri ketika mereka masuk, wajah mereka penuh dengan rasa hormat kepada Pak Bara dan sedikit kebingungan melihat Caca yang masih muda berdampingan dengannya.

“Ini adalah Caca – teman dekat Rafi dan orang yang akan membantu kita merencanakan perubahan di kampung,” perkenalkan Pak Bara. “Saya ingin kalian mendengarkan apa yang dia punya untuk katakan.”

Caca merasa sedikit gugup, tapi segera mengingat janjinya pada Pak Bara dan Rafi. Dia berjalan ke depan dan berdiri di tengah ruangan, melihat setiap orang dengan mata yang tegas namun penuh rasa hormat.

“Saya tahu banyak dari kalian mungkin merasa heran kenapa seorang anak muda seperti saya bisa berdiri di sini dan berbicara dengan kalian,” ujar Caca dengan suara yang jelas dan kuat. “Tapi saya ingin berbagi cerita tentang apa yang saya lihat sejak saya mengenal keluarga Pak Bara.”

Dia mulai bercerita tentang bagaimana Rafi dulu selalu merasa kesepian karena dunia ayahnya yang penuh dengan kekerasan, bagaimana Pak Bara selalu merasa bersalah tapi tidak tahu bagaimana cara keluar dari situasi itu, dan bagaimana bantuan yang mereka berikan kepada Bu Siti dan orang lain di kampung telah membawa kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

“Kalian semua pernah hidup dalam dunia yang penuh dengan ketakutan dan kekerasan,” lanjut Caca. “Tapi apa yang kalian rasakan ketika membantu mengumpulkan barang untuk orang-orang yang membutuhkan kemarin? Bukankah itu jauh lebih baik daripada segala sesuatu yang pernah kalian alami sebelumnya?”

Salah satu pria bernama Pak Joko mengangguk perlahan. “Kamu benar, nak. Kami sudah lelah dengan hidup yang selalu ada bahaya di setiap sudut. Kami juga punya keluarga yang ingin kita lindungi, tapi kami tidak tahu cara lain selain yang dulu kami jalani.”

“Nah, sekarang ada cara lain,” ujar Caca dengan senyum. “Kita bisa membangun bisnis yang hukum, membantu orang lain, dan membuat kampung ini menjadi tempat yang lebih baik untuk tinggal. Kita bisa melindungi keluarga kita dengan cara yang benar, bukan dengan kekerasan.”

Setelah Caca selesai berbicara, seluruh ruangan terdiam sebentar sebelum mereka mulai mengajukan pertanyaan dan berbagi ide tentang bagaimana cara mengubah diri dan membantu membangun kampung.

Mereka berbicara tentang peluang usaha yang bisa mereka jalankan, mulai dari usaha pertanian organik hingga jasa konstruksi yang hukum.

Rafi datang menemani Caca di tengah acara, membawa makanan dan minuman untuk semua orang.

Dia melihat Caca dengan mata yang penuh cinta dan kagum – dia tidak menyangka bahwa teman baiknya yang dulu selalu malu dan pendiam bisa menjadi sosok yang mampu menginspirasi orang dewasa seperti ini.

Setelah rapat selesai, semua orang menyatakan kesediaannya untuk berubah dan membantu mewujudkan rencana perubahan. Pak Bara sangat bangga melihatnya dan mengucapkan terima kasih kepada Caca.

“Kamu telah melakukan hal yang luar biasa, Caca,” ujar Pak Bara dengan suara penuh emosi. “Kamu berhasil membuka mata mereka bahwa ada harapan untuk masa depan yang lebih baik.”

Malam itu, keluarga Rafi mengadakan makan malam kecil untuk merayakan keberhasilan hari ini.

Mama Lila memasak hidangan spesial, dan mereka semua berkumpul di taman belakang yang telah dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang berkilauan.

“Saya punya sesuatu yang ingin saya katakan,” ujar Rafi sambil berdiri dan menarik tangan Caca. “Sejak saya bertemu dengan Caca, hidup saya menjadi lebih berarti. Dia tidak hanya teman baik saya, tapi juga orang yang membuat saya menjadi lebih baik. Saya ingin membuat janji padanya – bahwa saya akan selalu ada di sisinya, melindunginya, dan bersama-sama kita akan membangun masa depan yang baik bagi semua orang.”

Rafi kemudian mengambil sebuah kotak kecil dari saku bajunya dan membukanya, menunjukkan sebuah gelang perak dengan liontin bentuk hati dan bintang yang menyatu. “Ini untukmu, Caca. Sebagai bukti bahwa persahabatan kita akan selalu ada, dan bahwa kamu adalah bagian penting dari keluarga saya.”

Caca merasa air mata bahagia mengalir di pipinya. Dia mengenakan gelang itu dengan hati-hati dan kemudian mengambil gelang kecil yang pernah diberikan Mama Lila padanya dan memasangkannya pada tangan Rafi.

“Saya juga mau membuat janji,” ujar Caca dengan suara yang penuh rasa cinta. “Saya akan selalu ada di sisi mu, Rafi. Kita akan bersama-sama menghadapi segala rintangan, membangun masa depan yang baik, dan memastikan bahwa tidak ada orang lain yang harus menjalani hidup yang penuh dengan ketakutan seperti dulu.”

Pak Bara dan Mama Lila melihat kedua anak muda itu dengan senyum bahagia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!