NovelToon NovelToon
Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pita Cantik

Lima tahun lalu, Olivia Elenora Aurevyn melakukan kesalahan fatal salah kamar dan mengandung anak dari pria asing. Ketakutan, ia kabur dan membesarkan Leon sendirian di luar negeri. Saat kembali ke Monako demi kesehatan psikologis Leon, takdir mempertemukannya dengan Liam Valerius, sang penguasa militer swasta. Ternyata, pria "salah kamar" itu adalah Liam. Kini, Liam tidak hanya menginginkan putranya, tetapi terobsesi memiliki Olive sepenuhnya melalui rencana pengejaran yang intens dan provokatif.

​Dialog Intens Liam kepada Olive
​"Setiap inci tubuhmu adalah milikku, jangan pernah berpikir untuk lari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pita Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 LIMA TAHUN DALAM BAYANG-BAYANG DAN REINKARNASI SANG KUPU-KUPU

​Senin, 30 Maret 2025, Musim Semi

​Waktu adalah pencuri yang paling ulung. Ia mencuri tawa, mencuri ingatan, dan bagi keluarga Aurevyn, waktu telah mencuri cahaya utama di kediaman mereka selama lima tahun penuh. Di Monte Carlo, matahari mungkin masih bersinar terik di atas pelabuhan yang dipenuhi kapal pesiar mewah, namun di dalam mansion megah keluarga Aurevyn, atmosfer terasa seperti musim dingin yang abadi.

​Lima tahun yang lalu, kepulangan Zaylee dan Vera dari Paris tanpa Olivia Elenora Aurevyn memicu badai yang hampir meruntuhkan pondasi konglomerat properti tersebut. Interogasi tertutup dilakukan di ruang kerja Bramasta. Zee dan Vera, meskipun gemetar ketakutan di bawah tatapan tajam Brian yang seperti elang, tetap memegang teguh janji setia mereka kepada Olive. Mereka menyembunyikan kenyataan tentang dua garis merah di alat tes itu, menjaga martabat terakhir sahabat mereka.

​"Kami benar-benar tidak tahu, Brian! Olive hanya meninggalkan surat-surat ini," isak Zee saat itu, menyerahkan amplop dengan segel lilin bergambar kupu-kupu tanda khas sang The Golden Butterfly.

​Masing-masing anggota keluarga menerima satu pucuk surat. Karin Felicya, sang ibu, jatuh pingsan setelah membaca kata-kata pamit putrinya. Bramasta kehilangan fokusnya, sementara Brian Sterling Aurevyn sang Crown Prince berubah menjadi sosok yang lebih dingin dan kejam dari sebelumnya. Segala upaya dikerahkan. Seluruh jaringan keamanan Aurevyn Global Group melacak setiap sudut Eropa, namun Olive seolah menguap ditelan bumi. Ponselnya mati, rekening banknya tidak tersentuh, dan jejak digitalnya dihapus bersih oleh rencana matang yang telah disusun Olive sebelum kabur.

​Brian sempat terpikir untuk meminta bantuan Liam Maximilian Valerius, namun harga diri keluarganya menahan langkah itu. Ia tidak ingin dunia tahu bahwa adik kesayangannya hilang. Maka, sebuah kebohongan besar diciptakan. Berita tentang kaburnya Olive diredam dengan narasi bahwa sang primadona dikirim ke luar negeri untuk menempuh studi rahasia di sebuah universitas elit yang tidak bisa dipublikasikan. Nama Olive justru semakin harum; orang-orang memujinya sebagai gadis jenius yang rendah hati.

​Liam Maximilian, yang kini berusia 27 tahun, mendengar berita itu dan hanya bisa tersenyum tipis di kantornya. "Gadis yang sempurna," gumamnya saat itu. Ia merasa lega tidak melanjutkan pencariannya pada Olive lima tahun lalu, yakin bahwa gadis seanggun itu tidak mungkin memiliki kaitan dengan malam liar yang menghantuinya. Liam tetap menjadi sosok Iron Monarch yang tak tersentuh, namun di dalam hatinya, ia masih menyimpan secarik kertas dengan inisial 'E' yang kian menguning dimakan usia.

​Sementara itu, ribuan kilometer dari kemewahan Monte Carlo, di sudut kota London yang sibuk dan sering diguyur hujan, seorang wanita bernama Aurel sedang berjuang melawan kerasnya dunia.

​Aurel adalah nama baru yang dipilih Olivia Elenora untuk memutus rantai masa lalunya. Selama lima tahun, hidupnya tidak berjalan semulus sutra Chanel yang dulu sering ia kenakan. Tahun-tahun pertamanya di London adalah neraka yang nyata. Dengan perut yang kian membesar, Olive atau Aurel harus bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran bergengsi untuk menyambung hidup, sembari menempuh pendidikan desain melalui jalur beasiswa yang ia dapatkan karena kecerdasannya.

​Kini, di usianya yang ke-23, Aurel bukan lagi gadis polos yang hanya tahu cara meminum matcha di kafe mewah. Ia telah bertransformasi menjadi wanita yang tangguh, mandiri, dan sangat protektif. Bentuk wajah diamond-nya semakin tegas, kulit porselennya tetap bercahaya meski ia jarang tidur karena harus mengurus putranya sendirian di apartemen kecil yang murah namun bersih.

​"Mama! Lihat, Alex menggambar kupu-kupu!"

​Suara mungil itu memecah lamunan Aurel. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun berlari ke arahnya. Leon Alexander Aurevyn atau biasa dipanggil Alex. Anak itu adalah salinan sempurna dari sosok yang Olive coba lupakan. Alex memiliki rahang yang tegas, hidung mancung yang identik, dan tatapan mata yang sangat dalam meski usianya masih balita. Nama 'Aurevyn' tetap Olive gunakan sebagai nama belakang Alex di akta lahirnya, sebuah tindakan nekat yang ia lakukan demi kewarasannya sendiri agar ia tetap ingat siapa dirinya yang sebenarnya, meskipun di depan publik ia menggunakan nama belakang samaran.

​"Indah sekali, Sayang," Aurel mencium kening Alex. "Sama seperti namamu, Alexander. Kau harus tumbuh menjadi anak yang kuat, ya?"

​Alex adalah segalanya bagi Aurel. Setiap kali Alex bertanya tentang ayahnya, Aurel akan menggunakan mulut belatynya untuk mengalihkan pembicaraan dengan cara yang elegan namun tegas. Banyak pria di London mulai dari rekan kerja hingga pengusaha muda yang sering mengunjungi restorannya mencoba melamar dan mendekati Aurel. Mereka terpesona oleh kecantikannya yang eksotis dan sikapnya yang seperti bangsawan jatuh miskin. Namun, Aurel selalu menolak mereka semua.

​"Aku tidak butuh pria untuk melengkapiku, dan putraku tidak butuh ayah yang hanya bisa memberikan janji manis," ketusnya kepada seorang pria yang mencoba memberinya bunga minggu lalu.

​Keteguhan hati Aurel membuahkan hasil. Setelah lima tahun berdarah-darah, bakat desainnya yang luar biasa mulai diakui. Ia kini telah menjadi desainer ternama yang sedang naik daun di London dengan nama panggung "Butterfly-E". Karya-karyanya yang memadukan kelembutan dress flower dengan potongan yang tegas mulai dibicarakan hingga ke daratan Eropa lainnya.

​Kembali ke Monte Carlo, keadaan keluarga Aurevyn semakin mengenaskan. Karin Felicya kini sering menghabiskan waktu di kamar Olive yang kosong, membelai pakaian-pakaian lama putrinya sambil menangis. Bramasta Yudha seringkali melamun di tengah rapat direksi, membuat Brian harus memikul seluruh beban perusahaan di usianya yang ke-27.

​Brian berdiri di depan jendela kantornya, menatap lurus ke arah pelabuhan. Ia merasa gagal sebagai seorang kakak. Di sampingnya, Vera Odile yang kini menjadi satu-satunya orang yang sering mendampingi Brian di saat-saat tersulitnya meletakkan tangannya di bahu pria itu. Hubungan mereka memang masih dalam tahap pendekatan yang sangat lama dan rumit karena Brian terlalu fokus pada pencarian Olive.

​"Kita akan menemukannya, Brian. Aku yakin dia baik-baik saja di suatu tempat," bisik Vera. Padahal, dalam hati Vera, ia selalu bertanya-tanya : Seperti apa rupa keponakanku sekarang? Apakah Olive sanggup membesarkannya sendirian?

​"Lima tahun, Vera. Lima tahun tanpa kabar," suara Brian serak. "Aku merasa dia sengaja menghapus jejaknya karena membenciku. Apa aku terlalu protektif padanya dulu?"

​Vera hanya bisa terdiam, tidak mampu memberikan jawaban yang akan semakin menyayat hati pria yang ia cintai itu.

​Di dimensi lain, Liam Maximilian sedang mempersiapkan keberangkatannya ke London untuk menghadiri sebuah peragaan busana bergengsi yang bekerja sama dengan sistem keamanan global miliknya. Sebenarnya, Liam tidak tertarik pada fashion, namun nama sang desainer, "Butterfly-E", memicu rasa penasaran yang aneh di hatinya.

​"Tuan Liam, semua persiapan ke London sudah selesai," lapor Marcus. Lima tahun telah berlalu, namun Marcus tetap menjadi asisten setia Liam, meskipun ia tetap waspada karena tuannya semakin dingin seiring bertambahnya usia.

​"Bagus," Liam menatap tajam ke arah jendela. "Dan Marcus, siapkan pertemuan dengan Brian Aurevyn sekembalinya aku dari London. Aku dengar kondisi orang tuanya memburuk. Sebagai rekan bisnis, kita harus menunjukkan simpati."

​Liam melangkah keluar dengan setelan jas tiga lapis buatan penjahit terbaik London. Ia tidak tahu bahwa kota tujuannya kali ini bukan hanya akan memberinya kesepakatan bisnis, melainkan sebuah konfrontasi dengan masa lalu yang ia sangka sudah mati.

​Di London, Aurel (Olive) sedang mempersiapkan koleksi terbarunya. Ia menatap cermin, merapikan rambut long layered-nya yang kini semakin panjang dan indah. Ia tidak tahu bahwa takdir sedang menarik benang-benangnya, membawa sang Iron Monarch mendekat ke sarang sang Kupu-kupu yang selama ini bersembunyi.

​"Mama, apakah kita akan ke pesta itu?" tanya Alex sambil menarik-narik ujung baju Aurel.

​Aurel tersenyum, menggendong putranya yang kini terasa semakin berat. "Iya, Sayang. Malam ini adalah malam penting untuk karier Mama. Kau harus menjadi anak yang baik di sana, oke?"

​"Oke, Mama!"

​Malam itu, di bawah kerlip lampu kota London, dua kutub yang sempat bersinggungan secara kasar lima tahun lalu kini bergerak menuju satu titik yang sama. Olive dengan identitas barunya sebagai Aurel, dan Liam dengan obsesi lamanya yang belum tuntas.

​Garis-garis kehidupan yang sempat terputus kini mulai merajut kembali sebuah pola yang jauh lebih rumit, penuh dengan rahasia, dan dendam yang terbungkus rindu.

1
Gibran AnamTriyono
bagus kak ceritanya
Butterfly🦋: makasih sudah membaca semoga suka ceritanya ya🤭😍
total 1 replies
Gibran AnamTriyono
mampir kak , semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!