NovelToon NovelToon
Antagonis Pria Itu Milikku!

Antagonis Pria Itu Milikku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Fasha mengamuk setelah membaca sebuah novel, bukan karena ceritanya buruk, tapi karena tokoh antagonis pria yang ia sukai, mati mengenaskan tanpa keadilan.

Tak disangka, Fasha malah mendapati dirinya telah bertransmigrasi ke dalam novel itu, tepat di tubuh gadis yang akan segera kehilangan suara… dan dijual sebagai istri pada pria yang sama.
Untuk mengubah takdir, Fasha hanya punya satu tujuan yaitu menyelamatkan Sander dari kematian tragisnya—meski itu berarti harus menikah dengannya terlebih dulu.

Karena kali ini, penjahat itu… adalah suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Belikan Aku Ponsel dan Tablet!

Fasha tidak merasa ada yang aneh dengan kenyataan bahwa ia baru mengenal Sander sehari, sambil berkata lirih, ia berkata:

“Kakak baik… yang lain jahat. Aku suka sama Kakak…”

Sander terdiam sesaat, lalu mengalihkan perhatian Fasha ke layar ponsel.

“Ini, lihat. Bear Brother.”

Fasha langsung menatap layar dengan serius. Selama iklan berjalan, ia bahkan hampir tidak berkedip, tangannya mengepal karena tegang.

“Eh? Kakak.. buahnya kok hilang?”

Nada suaranya panik, seolah baru saja terjadi tragedi besar.

Itu hanya permainan memotong buah. Hilang ya memang hilang. Mana mungkin Sander bisa membuatnya muncul lagi begitu saja.

Fasha buru-buru menekan ulang iklan itu. Sekali, dua kali, tiga kali… tapi permainan memotong buah tetap tidak muncul.

Wajahnya langsung merosot.

“Terus… gimana dong… sudah hilang…”

“Kamu mau main yang itu?” tanya Sander pelan.

Fasha mengangguk cepat-cepat, matanya berbinar penuh harap.

“Mau… mau banget…”

“Berikan ponselmu, nanti Kak— maksudku, aku akan mengunduhnya.”

Fasha tiba-tiba menunduk. Suaranya mengecil.

“Aku nggak punya ponsel… dan nggak boleh hubungi orang luar. Kalau aku nggak nurut, mereka akan mengurung aku…”

Alis Sander langsung berkerut dalam.

“Mengurung kamu? Sendirian?”

Fasha mengangguk, seolah itu hal biasa.

“Iya… terus aku lapar… mereka bilang kalau aku patuh baru dikasih makan…”

Nada bicaranya datar, tapi justru itu yang membuat dada Sander terasa sesak.

“Kakak, aku—”

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Fasha tiba-tiba berlari keluar. Begitu tergesa sampai dia bahkan tidak sempat memakai sepatu.

“Fasha!” Sander langsung berdiri. “Kenapa lari? Aku nggak akan mengurungmu!”

Dua menit kemudian, Fasha kembali sambil terengah-engah. Perban di kakinya sudah kembali ternodai darah, tapi dia malah tersenyum cerah seolah tidak terjadi apa-apa.

“Kak, ini buat kamu.”

Dia menyodorkan segenggam uang. “Aku mau telepon… sama konsol game yang bisa potong buah.”

'Itu tablet' Sander mengoreksi dalam hati.

Uang itu kebanyakan adalah pecahan kecil—satu dan lima yuan. Jelas bahwa itu bukan uang yang mudah dikumpulkan.

“Fasha…” suara Sander sedikit merendah, “dari mana kamu dapat ini?”

Fasha hanya mengangkat bahu.

“Aku simpan… dari lama.”

Sander menarik napas panjang.

“Begini saja. Panggil namaku saja, nanti aku belikan ponsel dan konsol game.”

Fasha langsung mendongak.

“Terus… aku masih boleh panggil kamu Kakak nanti?”

Sander terdiam.

Melihat itu, Fasha malah makin serius, lalu kembali menyodorkan uangnya.

“Aku mau panggil kamu Kakak…”

Dia ingin jadi istimewa bagi Sander dan hanya dia yang boleh memanggil Sander seperti itu.

Sander menghela napas kecil, lalu berkata, “Kalau kamu mau panggil namaku selama lima hari, aku belikan ponsel, konsol game, dan setiap hari aku tambah seratus yuan. Setuju?”

Fasha sempat ragu, tapi begitu melihat Sander mengangguk, wajahnya langsung cerah.

“Sander..”

“Bagus.”

“Kak— Sander, bisa tolong simpan uangku? Biar nggak hilang…”

Sander tidak mengambil uang itu. Ia malah mengambil sebuah kotak besi kecil dan meletakkannya di depan Fasha.

“Masukkan ke sini. Nanti setiap hari aku tambahkan seratus yuan. Kalau mau beli sesuatu, kasih uangnya ke aku, aku yang belikan.”

“Kalau satu lembar bisa beli satu barang?” tanya Fasha serius.

“Iya.”

Fasha memiringkan kepala, berpikir keras. Bibirnya bergumam pelan,

“Kayaknya… Sander akan rugi kalau begitu..”

Sudut bibir Sander terangkat tipis mengetahui bahwa Fasha masih bisa berhitung.

Fasha langsung mengambil dua lembar sepuluh yuan, menepuk pinggangnya sendiri dengan gaya sok galak.

“Sander, aku mau ponsel sama game.”

“Baik. Tunggu sebentar.”

Tak lama kemudian, ponsel, tablet, dan beberapa set pakaian dikirimkan. Dua staf bahkan menghabiskan waktu lama hanya untuk menggantung pakaian di lemari.

Begitu mereka pergi, Sander memanggil Fasha ke kamar.

“Fasha, regangkan kakimu.”

“Regangin… gimana?”

Fasha menatapnya bingung.

Mereka saling diam beberapa detik sampai akhirnya Sander menurunkan pandangan, lalu mengangkat pergelangan kaki Fasha dan meletakkannya di pangkuannya.

Fasha refleks menahan napas, ia bisa merasakan tangan Sander yang hangat.

Setiap kali disentuh, pergelangan kakinya sedikit berkedut.

Sander membuka perban dengan hati-hati, gerakannya lembut, seolah takut melukainya lagi.

“Kalau sampai berdarah lagi,” katanya pelan, “aku nggak akan biarkan kamu lari-lari begitu.”

“Sander… sakit…” suara Fasha kecil.

“Iya, aku tahu.”

Nada Sander tidak berubah, tapi tangannya makin pelan.

Fasha terdiam. Untuk pertama kalinya, dia tidak tahu harus menjawab apa.

Setelah selesai, Sander berdiri.

“Aku cuci tangan dulu.”

Fasha langsung ikut bangkit.

“Aku ikut.”

Di kamar mandi, aroma kayu yang sejuk tercium lebih kuat. Mata Fasha tertuju pada botol parfum di meja.

“Fajar Berkabut…”

Dia menghirup pelan. “Baunya Sander banget…”

Tiba-tiba dia menunduk menatap kotak uang di tangannya.

“Sander… uangku kayaknya nggak cukup… pakaianku juga banyak…”

Matanya mulai berkaca-kaca.

Sander mengambil satu lembar uang satu yuan dari kotak itu.

“Cukup. Semua pakaian itu dihitung satu barang.”

Fasha tertegun.

“Beneran?”

“Iya.”

Sander menepuk kepalanya ringan. “Jangan nangis. Ayo, main game.”

Beberapa saat kemudian…

“Kenapa ada batasan waktu?” Fasha manyun.

“Kamu pasang kunci buat aku?”

“Itu supaya kamu nggak main seharian.”

“Hmph…”

Tak lama, Fasha tiba-tiba mengangkat ponselnya.

“Sander, aku mau hubungi kamu.”

Semua aplikasi sudah disiapkan. Di daftar kontak, hanya ada satu nama: Sander.

“Simpan buat keadaan darurat.”

Begitu Sander selesai bicara, ponselnya sendiri langsung berdering.

“Halo, Sander…” suara Fasha terdengar ceria dari seberang.

“Aku kangen kamu seharian…”

Sander melirik Fasha yang duduk di depannya sambil tersenyum lebar, lalu menghela napas kecil.

“…Hmm.”

Suara itu begitu pelan, tapi entah kenapa membuat Fasha tersenyum lebih lebar lagi.

1
hile sivra
kaaak, aku nunggu nunggu ini looh. jangan drop doong 😭
Anonymous: iya ih selalu ditunggu up nya/Grievance/ lagi susah nyari cerita yg bagus di NT. ini pas nemu yang bagusssss tolong jangan ganti platform /Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
hile sivra
kirim email sambil tanya gimana thoor?!
hile sivra
noooo thooor mau kemana?
hile sivra
/Slight/makin ga sabar, nanti fasha ketahuan kalo jadi tukang gambar ga ya
tetep semangat thoor/Angry/, jangan lupa istirahat minum vitamin
chataleya
👍👍👍
hile sivra
itu yang dikasih obat anggurnya apa anjingnya?-?, tiba tiba kok diserang anjing
hile sivra: uwooh pantesan 🤭, siap terimakasih thoor
total 2 replies
hile sivra
fasha ingin menonton drama secara langsung 🤭
hile sivra
ayo dong sander, dipercepat peka nya itu bibit bibit udah tumbuh /Proud/
hile sivra
luwooh fasha tercyduk ambil kemeja ayang /Shy/ teruusss..... /Shy/
hile sivra
pantes pas liat riwayat bacaan ada yang update tapi kok asing, ternyata ganti gambar sampul toh /Facepalm/
Lynn_: Iya ka.. makasih🙏 Dukung terus ya😇🙏
total 3 replies
hile sivra
haduuh tanggal 2 maret up nya, bisa 2 hari lagi ga sih thoorr/Scowl/
Lynn_: Makasih udah baca dan komen ya kak🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!