NovelToon NovelToon
Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: samSara

罪から生まれ、 遺産を求める血に追われる。 Tsumi kara umare, isan o motomeru chi ni owareru. (Born from sin. Hunted by blood that demands legacy) Nakamura Noa, gadis miskin yang bekerja serabutan sekaligus merawat ibunya yang sakit parah. Noa dan ibunya yang sedang dalam persembunyian, tidak sadar bahwa klan besar Yamaguchi-gumi telah mengawasi mereka sejak lama. Mereka beranggapan bahwa Noa adalah pewaris roh leluhur Yamaguchi: 'Kuraokami' yang bangkit saat berada diambang batas. Sampai akhirnya Noa dijemput paksa dan dibawa kembali ke dunia kelam para algojo. Ia harus memilih: tunduk pada mereka atau hancurkan warisan yang telah merenggut hidupnya. ⛔️"DILARANG KERAS menyalin atau mengambil ide, alur, plot twist, tokoh, dialog, maupun bagian cerita, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa izin penulis."⛔️ Copyright© 12/07/2025 - SAMSARA. Technical Advisor : Aimarstories Cover : pinterest Dark psychological thriller Dengan gaya sinematic noir - slow burn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samSara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 - Irezumi part II

...**...

...檻と棺...

...-Ori to Hitsugi-...

...'Sangkar dan Peti Mati.'...

...⛩️🏮⛩️...

..."Segel dibuat untuk menahan atau memastikan tak ada yang tersisa."...

...⛩️🏮⛩️...

Tinta itu bukan seni. Itu adalah kontrak.

Di dalam ruang batu yang dingin, mantra dibacakan bukan dengan suara keras, tapi dengan napas yang berat.

Pendeta tua berdiri di tengah lingkaran roh, dikelilingi oleh Kuroda, Jin, Torao, dan para Gokaishū yang telah bersumpah atas darah leluhur.

Tangan pendeta gemetar saat membuka gulungan sutra hitam—gulungan yang hanya boleh dibaca ketika dunia di ambang bencana.

Di dalamnya tertulis mantra segel Tenryuu, naga merah penjaga langit, makhluk yang dulu menaklukkan Kuraokami, roh air surgawi yang jatuh ke dalam kebencian. Ia pernah dikalahkan oleh naga langit merah—Tenryuu, dan leluhur pertama Yamaguchi menjadi penjaga perjanjian itu, penyimpan darah penyegel.

Sekarang, kekuatan itu telah bangkit kembali. Dan ia memilih Noa sebagai wadahnya.

"Kuraokami bukan sekadar roh," ujar pendeta pelan. "Ia adalah kekuatan yang menyatu dengan amarah samudera. Bila tidak dikekang... ia akan melahap dunia dari dalam darah pewarisnya sendiri."

...⛩️🏮⛩️...

Tato naga merah itu—dibuat dari tinta bercampur darah klan pertama ditanam langsung di tubuh Noa, menyusuri punggungnya dari bahu kiri ke pinggul kanan.

Bukan sembarang tato. Ini adalah segel hidup, yang dirancang untuk dua tujuan:

Pertama, jika kekuatan Kuraokami keluar dari dalam tubuh Noa, mantra itu bisa dibacakan dan tato akan bangkit, bergerak membungkus seluruh tubuhnya seperti perisai gaib.

Mata ketiga yang ada di kepala naga akan terbuka, lalu menutup kekuatan itu kembali.

Membungkam Kuraokami, memaksa roh itu kembali tidur di dalam tubuh Noa.

Kedua, jika kekuatan itu terlalu besar, atau jika roh Kuraokami menolak dikurung kembali... dengan pembacaan mantra yang dilafalkan secara terbalik—seolah memutar waktu, maka segel itu akan berubah fungsi.

Bukan lagi sebagai kurungan melainkan peti mati.

Segel Tenryuu akan berubah menjadi api penetral, memakan tubuh wadahnya sendiri, membakar daging dan tulang hingga tidak ada tempat bagi roh air untuk berdiam lagi.

"Tato itu akan memakan wadah atau inangnya sendiri," jelas pendeta, dengan suara yang mulai parau. "Ia akan membakar jaringan, memutus nadi, dan menghancurkan tulang satu per satu. Hingga tubuh sang pewaris tak lagi bisa menopang roh leluhur... dan segel pun menjadi kurungan abadi."

Itu berarti kematian bagi Noa.

Tubuhnya akan dikorbankan agar dunia tetap utuh.

Dan tidak ada pilihan. Tidak ada negosiasi.

Jin mengangguk tipis. "Tidak buruk.

Senjata yang bisa dimusnahkan jika membelot."

Kuroda tidak bicara. Tapi dari sorot matanya, jelas ia sudah memperhitungkan segala kemungkinan.

Dan Noa... tidak termasuk dalam rencana masa depan yang panjang.

...⛩️🏮⛩️...

Noa kini tahu semua itu. Tapi tidak sejak awal.

Ia tidak diberi waktu untuk memahami.

Tidak diminta persetujuannya.

Ia hanya tahu bahwa di tubuhnya kini hidup sesuatu yang bukan dirinya.

Dan setiap detak nadi terasa seperti denyut makhluk lain—dingin, purba, dan lapar.

'Kuraokami...'

ia berbisik pelan, 'kenapa aku?'

Tak ada jawaban.

Hanya suara gemericik air yang samar—dan bisikan yang tak berasal dari dunia ini.

Noa, yang masih tergeletak di tengah lingkaran segel, mendengar setiap kata itu menembus ke dalam lapisan pikirannya. Seperti cambuk yang tak bersuara, tapi menghujam sangat dalam.

Darah masih menetes dari punggung Noa, mengalir ke lantai batu. Ia nyaris tak sadarkan diri.

Namun tato naga itu masih berdenyut—masih panas, masih hidup

Bukan hanya tubuhnya yang telah disegel.

Nasibnya pun kini tergantung pada satu suara.

Dan suara itu bukan miliknya.

Noa bukan tuan dari kekuatannya.

Ia tak punya kendali apapun lagi terhadap tubuhnya.

Ia bahkan bukan tuan dari hidupnya sendiri.

...⛩️🏮⛩️...

Pendeta Yagami berdiri di tengah ruangan, tangannya yang kurus menggenggam erat gulungan sutra hitam yang terbuat dari benang suci dan tinta emas murni. Dalam keremangan cahaya pelita, gulungan itu tampak hidup, berdenyut pelan seperti jantung yang lama tertidur.

Setelah mantra dibacakan, setelah tato itu ditanam, dan tubuh Noa nyaris tak bergerak karena kelelahan serta pendarahan, pendeta membuka kembali gulungan itu. Tapi kali ini, suaranya berubah. Lebih berat. Lebih lambat. Seolah setiap kata yang diucapkannya membawa beban sumpah berabad-abad lamanya.

"Segel ini bukan sembarang mantra. Ia bukan alat bebas pakai. Ia hanya tunduk pada satu garis darah utama."

Mata pendeta menatap lurus ke arah Kuroda—sang penjaga dan penasihat klan. Dan untuk sesaat, bahkan udara di ruangan itu ikut menahan napas.

"Hanya pemegang kuasa klan Yamaguchi—yang terdaftar secara rohani dalam silsilah leluhur—yang dapat mengaktifkan segel ini. Baik untuk membungkam, maupun... menghancurkan."

Jin menyipitkan mata. "Apa anda yakin tidak ada pengecualian, sensei?"

Pendeta menggeleng perlahan. "Bahkan pendeta sepertiku tidak bisa menggunakannya tanpa izin langsung dari darah utama. Tinta emas itu... hanya mengenali satu suara. Satu napas. Satu perintah."

"Itulah jaminan... bahwa hanya ketua klan Yamaguchi yang punya hak atas hidup dan matinya tubuh pewaris naga."

Sunyi.

Semua diam.

Masing-masing yang hadir larut dalam pikiran masing-masing. Tapi satu hal yang pasti, mereka sepakat dalam diam bahwa yang bisa mengendalikan Kuraokami hanyalah Oyabun atau salah satu putranya yang naik tahta kepemimpinan kelak. Mungkin. Tidak ada yang tahu sampai itu terjadi.

Mereka melihat ke arah Noa bukan sebagai manusia, tapi sebagai alat senjata yang bisa digunakan, atau dihancurkan.

...⛩️🏮⛩️...

Di ruang pengawasan bawah tanah, Oyabun menyaksikan semua itu lewat layar hitam-putih.

Wajahnya tenang. Tapi matanya menyipit, memperhatikan setiap getar otot Noa, setiap denyut sisik tato itu.

Di sudut ruangan, Akiro menyilangkan tangan. "Apakah semua ini perlu, Otou-sama*?"

Reiji dingin dan metodis, menambahkan, "Benar, Otou-san**, klan Yamaguchi-gumi sudah cukup kuat tanpa harus memakai kekuatan leluhur."

Raizen tidak menoleh.

"Kalian tidak mengerti," katanya pelan.

"Kuraokami adalah kekuatan yang bahkan para pendiri klan takutkan. Jika dibiarkan tumbuh liar, ia akan menelan tubuh Noa dan seluruh garis keturunan kita. Maka segel itu perlu. Dan kendalinya... harus berada di tangan yang tepat."

Kaede diam.

Tapi di balik diam itu, sebuah keputusan mulai tumbuh seperti duri.

...⛩️🏮⛩️...

Malam itu, Noa tertidur tengkurap di lantai ruang karantina.

Tubuhnya masih gemetar. Rasa sakit masih menjerat di bawah kulit punggungnya.

Dan di mimpi buruknya, naga merah itu membuka mata ketiganya.

Mata segel.

Mata leluhur.

Lalu mulai berbisik dalam bahasa yang tak ia pahami.

Bahasa gaib.

Bahasa yang hanya dimengerti oleh sesama entitas gaib lainnya.

Di bawah hujan malam yang deras, ada gerakan kecil di antars semak-semak halaman markas, seekor ular putih kecil merayap keluar dari retakan batu kuil, menatap ke arah rumah utama, sebelum lenyap ke dalam kegelapan.

Dan di waktu yang bersamaan—salah satu lorong, bayangan menumpuk lebih pekat dari yang seharusnya. Bukan pantulan lampu, bukan pula sisa cahaya malam. Melainkan sesuatu yang diam, memperhatikan ruang karantina dari jarak yang cukup jauh. Tak ada langkah. Tak ada napas.

Sesaat sebelum bunyi hujan terdengar lebih keras, kegelapan itu tampak bergeser tipis—bukan menjauh, bukan mendekat lalu kembali menyatu dengan malam, meninggalkan lorong yang kembali tampak normal.

...—つづく—...

...*otou-sama: panggilan kepada ayah yang sangat sopan/formal....

...**otou-san: panggilan kepada ayah yang paling umum dan netral....

1
Faeyza Al-Farizi
kamu seneng, kok aku justru ketar ketir Noa 😭😭😭
Faeyza Al-Farizi
makanya jangan disakitin 🫵
Faeyza Al-Farizi
aaaah.... sama 😌😌, ini di sini kamu kelihatan baik, nggak cuma kelihatan kan? emang asli baik?
Faeyza Al-Farizi
Kimura sama Hane sama?
Faeyza Al-Farizi
itulah tantangan jadi pedagang, yang di stok bukan cuma barang tapi sabar dan senyuman, kalau enggak pelanggan bakal 😌
Faeyza Al-Farizi
Tetap aja Nak... bocil macam kamu tuh justru banyak di titeni
Faeyza Al-Farizi
Hadeh akang Hane... tolong ya Kak Author perjelas statusnya, biar aku bisa jelass harus dukung atau demo ke si akang Hane ini
Faeyza Al-Farizi
aku harap seenggaknya kamu simpati lah 🥴
Faeyza Al-Farizi
lebih manfaat kalau hidupmu bikin orang lain nyaman, tentram, sehat 🥲
Faeyza Al-Farizi
Halah Hane... milikilah hati sedikit, atasanmu gak bakal tau kalau kamu kasih dia soklat barang sebatang... apalagi kalau coklatnya cuma bungkusnya dalemnya emas 😌😌, tapi ini kayaknya cuma hayalan pembaca yang kepalanya udah berat sama rasa kasihan sama Noa.
Faeyza Al-Farizi
ini pak Tadashi siapanya Noa? ayahnya ? ngapain ngawasin dari jauh kalau emang kau ayahnya. datengin kek. minimal kalau gak mau ngakuin santunin, berobatin ibunya, jangan cuma kirim mata-mata, gak guna
Faeyza Al-Farizi
Udah capek, mana pake ada bau kejahatan pula ini, heran masih ada yang doyan nambahin deritanya 🥴
Faeyza Al-Farizi
NAK... kamu juga harus bantu dirimu 😭😭😭, ish kenapa takdirnya timpang banget begini
Faeyza Al-Farizi
😭😭😭😭 semudah itu harus banting tulang, tolong yang bikin dia lahir dengan nitipin benih ke ibu Noa, tanggung jawab woy 🫵
Bis Mika
Ceritanya keren sekali, aku suka ritme yang diatur author
Selens ana
🔥🔥🔥🔥
Bis Mika
Keren banget thor gimana km segitu niatnya bikin cerita yg atmosferik kayak gini🥹🔥
Bis Mika
huhuuu kasihan sekali baby merah itu, kenapa teganya ada manusia yang mau memalsukan kondisinya saat lahir 😔
Een Nuraeni
Kisah perempuan yang bahkan harus menyembunyikan kelahiran bayinya, mengganti identitas dan pergi sejauh mungkin untuk melindungi si bayi.

Dia bukan istri, bukan selir, cuma perempuan yang di takdirkan untuk melahirkan seorang bayi yang mungkin bisa saja menjadi ancaman untuk klan di masa depan.

prolog aja udah di suguhi cerita yang wah banget, penasaran sama kehidupan Rin dan bayinya nanti.
Een Nuraeni
Sesuatu yang di tutupi pada akhirnya emang bakal ketauan juga, tapi... tapi.... kalau sampai Rin dan bayinya ketemu, kira-kira apa yang bakal terjadi ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!