NovelToon NovelToon
Warisan Dari Sang Kultivator

Warisan Dari Sang Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Balas Dendam
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarif Hidayat

Seorang pemuda berusia 25 tahun, harus turun gunung setelah kepergian sang guru. Dia adalah adi saputra.. sosok oemuda yang memiliki masa lalu yang kelam, di tinggalkan oleh kedua orang tuanya ketika dirinya masih berusia lima tahun.

20 tahun yang lalu terjadi pembantaian oleh sekelompok orang tak di kenal yang menewaskan kedua orang tuanya berikut seluruh keluarga dari mendiang sang ibu menjadi korban.

Untung saja, adi yang saat itu masih berusia lima tahun di selamatkan okeh sosok misterius merawatnya dengan baik dari kecil hingga ia berusia 25 tahun. sosok misterius itu adalah guru sekaligus kakek bagi Adi saputra mengajarkan banyak hal termasuk keahliah medis dan menjadi kultivator dari jaman kuno.

lalu apa tujuan adi saputra turun gunung?

Jelasnya sebelum gurunya meninggal dunia, dia berpesan padanya untuk mencari jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarif Hidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Menghantam gunda

"Bajingan…! Gunda, cepat bunuh pria itu!" raung Yosen, wajahnya membengkak dan matanya dipenuhi amarah histeris. "Aku ingin dia mati dengan mengenaskan!"

"Tuan, biar kami saja!" ucap salah satu bawahan Gunda.

Gunda menganggukkan kepalanya, wajahnya tetap tanpa ekspresi dan misterius, meskipun ia tahu kedua pria di depannya adalah ahli bela diri.

Segera, lima orang sekaligus langsung bergerak mendekati Luhut, wajah mereka garang dan siap menerkam.

"Bung, kamu telah mencari kematianmu sendiri," ucap salah satu penyerang, langsung menerjang Luhut dengan kapak di tangannya.

"Cari mati," pekik Luhut, matanya berkilat menghina. Ia bergerak lebih cepat, sebuah hantaman telapak tangan langsung menghantam wajah orang itu hingga terlempar beberapa meter ke belakang.

Bam!

"Akhhh..."

Pekik pria itu kesakitan. Melihat rekan mereka terlempar begitu saja hanya dengan sekali serangan, 19 pengikut Gunda yang lain tersentak kaget. Mereka menatap Luhut dengan pandangan yang berbeda, penuh kewaspadaan.

"Jangan menyerang sendiri. Dia adalah seorang ahli bela diri. Kalian serang saja bersama!" ucap Gunda, akhirnya angkat bicara.

Sepuluh orang sekaligus segera mendekati Luhut, mengepungnya, dan menyerang serentak.

"Hanya semut rendahan ingin menyerangku bersama? Kalian masih terlalu lemah," ucap Luhut, senyum meremehkan terukir di bibirnya. Ia memberi isyarat singkat pada Darma agar tidak perlu membantunya.

Pertarungan pun pecah.

Bam! Bam! Wus! Wus! Krekk! Akhh!

Kesepuluh orang itu menyabetkan kapak kecil mereka ke setiap anggota tubuh Luhut. Namun, dengan mudah Luhut menghindarinya. Dengan tangan kosong, ia menghantam satu per satu wajah mereka, bahkan ada juga yang ia patahkan jarinya, membuat kapak di tangan penyerang jatuh berdebam ke tanah.

"Wah... Paman itu kuat sekali!" seru Maudy, matanya berbinar takjub melihat Luhut tampak dengan mudah mengalahkan sepuluh orang itu.

"Dia memang sangat kuat. Mereka berdua adalah para pengawal pilihan kakek ku," ucap Hani, membuat Maudy langsung menoleh padanya.

"Sebenarnya, mereka berdua adalah orang yang ditugaskan oleh kakekku untuk menjagaku. Awalnya aku tidak mau harus dikawal seperti itu, hanya saja kakekku terus memaksa dengan alasan keselamatanku," jelas Hani, raut wajahnya berubah serius. "Aku juga tidak tahu kenapa akhir-akhir ini kakekku selalu memperhatikan pergerakanku. Akhirnya, mau tidak mau aku harus menyetujuinya, tetapi dengan syarat mereka tidak mengganggu aktivitasku."

Maudy mengangguk kecil. Ia tidak merasa heran mendengar kedua paman itu adalah pengawal Hani, karena ia sudah tahu sejak berteman dengan gadis itu bahwa Hani adalah Nona Muda dari keluarga nomor dua di kota.

"Jika kalian ingin maju, kemarilah. Jangan menyerang sendiri-sendiri!"

Setelah kurang lebih sepuluh menit, sepuluh orang yang menyerang Luhut sudah terkapar di tanah, mengerang kesakitan. Luhut langsung menunjuk ke arah sembilan orang yang tersisa, termasuk Gunda.

Prok. Prok. Prok.

"Bagus, bagus. Hebat sekali," Gunda bertepuk tangan pelan. Sebuah senyum menyeramkan akhirnya muncul di wajahnya. "Setelah sekian lama, aku akhirnya bertemu dengan seorang ahli bela diri tingkat puncak di perbatasan kota seperti ini."

Gunda akhirnya mulai menunjukkan sikap aslinya. Melihat sebelas bawahannya dikalahkan dengan sangat mudah, ditambah aura bela diri yang keluar dari tubuh Luhut selama bertarung, Gunda langsung bisa menebak bahwa kedua pria itu adalah ahli bela diri tingkat tahap Tahap Ketiga.

Luhut dan Darma seketika menyipitkan mata menatap pria berambut panjang itu. Pasalnya, seorang ahli bela diri tingkat menengah tidak akan bisa melihat tingkat kultivasi mereka, kecuali orang itu berada di tingkat puncak ama seperti mereka. Luhut dan Darma saling memandang sekilas. Mereka baru menyadari bahwa mereka juga tidak dapat melihat tingkat bela diri orang itu.

"Anak muda, sepertinya tingkat beladirimu sedikit berbeda dari mereka semua," ucap Darma.

"Tentu saja. Mereka hanyalah ahli bela diri tingkat menengah," jawab Gunda dengan santai. "Tetapi meski begitu, dibandingkan dengan kalian berdua, kekuatanku masih jauh di bawah kalian."

Ia melanjutkan, nadanya berubah serius. "Hanya saja, apakah kalian berdua yakin ingin mencampuri urusan kami? Aku adalah orang dari organisasi bawah tanah. Di dunia bela diri, biasanya orang-orang akan mengenali organisasi kami sebagai Geng Kapak Hitam. Aku rasa seharusnya kalian berdua tahu dengan julukan itu, bukan?"

Merasa melawan kedua pria itu dengan kekuatan tidak akan menang, Gunda memutuskan untuk memberitahu kedua pria itu dengan siapa sebenarnya mereka berhadapan.

Ekspresi Luhut dan Darma langsung berubah tegang mendengarnya. Di kota ini hanya ada satu organisasi bawah tanah yang terbagi menjadi lima geng. Dan Geng Kapak Hitam inilah yang menempati Kota Raya.

Geng Kapak Hitam, Geng Kapak Putih, Geng Baja Hitam, Geng Baja Putih, dan Geng Tinju Besi. Masing-masing geng itu memiliki jumlah pengikut yang cukup banyak, terutama Geng Kapak Hitam. Geng itu adalah yang terkuat sekaligus yang paling banyak anggotanya, karena ada beberapa petinggi pengusaha di kota yang berkaitan dengan geng itu. Geng Kapak Hitam cukup disegani oleh sebagian orang yang bahkan memiliki kedudukan cukup tinggi di kota. Kehadiran organisasi bawah tanah ini bisa dibilang cukup berpengaruh bagi Kota Raya.

"Sepertinya kalian berdua sudah mengetahui dengan jelas situasinya saat ini," lanjut Gunda. "Jadi, aku tidak akan memperpanjang masalah dengan kalian, asalkan kalian tidak lagi ikut campur dengan masalah kami. Dengan begitu, kalian tidak perlu bersinggungan dengan Geng Kapak Hitam."

Luhut dan Darma terdiam beberapa saat, wajah mereka tampak berpikir keras.

Sementara itu, rayan sendiri, ketika dengan jelas ia melihat pakaian yang dikenakan oleh Gunda dan yang lainnya, sepintas ingatan tentang kejadian 20 tahun yang lalu berputar cepat di kepalanya. Sebuah kejadian yang menyakitkan bagi dirinya, dan kejadian yang takkan pernah terlupakan.

Tanpa sadar, raut wajah rayan mulai sedingin es, namun dengan cepat ia mengendalikan aura membunuhnya yang hendak keluar. rayan kembali memandangi Gunda dan orang-orangnya.

"Memangnya kenapa jika kamu berasal dari sebuah organisasi? Entah itu Geng Kapak, atau Geng Pisau Dapur sekalipun..." rayan mulai berbicara, suaranya monoton, tanpa ekspresi, menimpali ucapan Gunda yang penuh kebanggaan itu. "Yang jelas, siapapun yang mencari masalah denganku, mereka harus membayar konsekuensinya."

"Kak rayan kamu...?" Maudy berusaha keras menahan tawa dan kekhawatiran secara bersamaan. Ia jelas pernah mendengar tentang Geng Kapak Hitam, tetapi ia juga ingin tertawa saat mendengar rayan menyebut 'Geng Pisau Dapur' dengan ekspresi yang begitu acuh.

Begitupun dengan Hani. Wajahnya langsung berubah memandangi pemuda itu, sembari berpikir: Apakah pemuda ini tidak waras? Tahukah dia betapa menakutkannya Geng Kapak Hitam? Bahkan beberapa keluarga kaya di kota ini harus berpikir dua kali jika bersinggungan dengan orang-orangnya.

"Humph, lupakan. Lagipula mereka juga telah menyinggungku," pikir Hani. Ia lalu berkata pada Luhut dan Darma.

"Paman Ja..." Baru saja Hani ingin memerintahkan Luhut dan Darma agar tidak perlu takut dengan ancaman pria berambut panjang itu—karena status keluarganya juga tidak bisa diremehkan oleh dunia bela diri—suara Yosen mendahuluinya.

"Hahah... dasar bodoh! Sepertinya kamu tidak tahu tentang Geng Kapak di kota ini, bung! Beraninya kamu berkata seperti itu. Aku rasa kamu sudah bosan hidup!" ucap Yosen dengan penuh cibiran.

"Nak, sebaiknya kamu minta maaf padaku dan pukuli wajahmu sendiri, lalu patahkan kedua tanganmu, dan serahkan gadis itu kepada Tuan Muda Yosen. Dengan begitu, aku tidak akan membuat nyawamu dalam bahaya," timpal Gunda, karena kedua pria itu tampak diam.

Gunda berpikir ancamannya barusan telah berhasil. Namun, tentu saja Luhut dan Darma tidak berpikir demikian. Mereka hanya menunggu perintah Nona Muda mereka, karena dengan status Keluarga Purnawan, mereka masih bisa diperhitungkan.

"Bicaramu seolah kamu memiliki kekuatan yang tak terkalahkan. Ckckck..." rayan sedikit menggelengkan kepalanya, tatapannya kini dipenuhi kekecewaan. "Aku berharap kekuatanmu sesuai dengan ucapanmu."

Usai berkata, ia langsung menghilang begitu saja dari tempatnya. Detik berikutnya, ia sudah berada tepat di depan Gunda.

"Karena kamu menyebut nama organisasi itu, kebetulan aku memiliki dendam lama yang belum terbalaskan."

Berbarengan dengan perkataan itu, tinju rayan langsung menghantam wajah Gunda. Terlihat jelas hembusan angin keras di wajah Gunda, berbarengan dengan tinju rayan yang mengenainya.

"K-kau..."

Bam!

Belum sempat Gunda bereaksi, wajahnya seolah dihantam oleh sebuah kereta. Ia tak bisa mengendalikan tubuhnya. Alhasil, tubuh Gunda terlempar jauh sampai menghantam sebuah pos kecil di sana.

Bruk!

1
slametskc
dancok ki..sadewa itu siapa lagi lho cok ???
Akamcad949: maaf kak, suka salah ketik MC cerita buku yang lama
total 1 replies
ZAHRANI
thor mcnya kurang tegas,jangan sampai diremehin 😏
Akamcad949: Nanti semakin tegas ko kak tunggu aja
total 2 replies
slametskc
kultivator itu kalau hidup di jaman modern jadi orang dungo goblok tolol dan anjing banget...percumah sakti kalau idiot..dan keterbelakangan mental...ASU TENAN
slametskc
Sadewa itu siapa cookk..
Rizky Fadillah
karyamu kan,bukan hasil AI klo ini karya mu asli,mohon hilangkan tanda pemberitahuan awal misal nya dendam di desa lama,jngn di bilang dr awal biarkan sejalan sama alur,bila kmu kek gitu jatuh nya kek karya AI
Purwanto Gening
lanjut
ラマSkuy
👍
Casudin Udin
Luar biasa
ラマSkuy
👍
ラマSkuy
mana thor epic battlenya aku udah penasaran ini 👍😁
ラマSkuy
aya ya yay gigantung pula disitu aku penasaran thor 😄
ラマSkuy
nice thor belum ada lawan yang sepadan nih dengan MCnya

ditunggu kelanjutannya thor💪
ラマSkuy
ayo Rayan tunjukan kekuatanmu sebagai kultivator 💪
ditunggu kelanjutannya thor
ラマSkuy
bumbu komedinya pas bangat kamu thor ngeraciknya hahaha ngakak aku "Geng Pisau Dapur"😂😂
ラマSkuy
menurut saya untuk keseluruhan dari rangka cerita dan alur disetiap bab udah bagus dari tata bahasanya mudah dipahami dan tentunya menarik untuk diikuti, hanya saja kekurangannya sampai bab 15 yang saya baca kadang penamaan MC berubah-ubah itu saya dari saya.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH
ラマSkuy: oke kak thor aku menanti kelanjutannya
total 2 replies
ラマSkuy
maaf kakak author sebenarnya nama MC dan ibunya siapa sih dibab ini disebutkan nama ibunya MC itu Danira, atau Lestari aku jadi bingung bacanya

Disini juga di sebut nama MCnya Rayan tapi di sinopsis di sebut Adi agak membingungkan thor apakah ada kesalahan di penamaan karakternya?

Itu saja kritik yang mau aku sampaikan kepadamu thor, Terima kasih
Akamcad949: Terimakasih udah di ingatkan, maaf atas ketidaknyamannya🙏
total 1 replies
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
kopi ☕ biar semain 👁 dan 💪💪💪
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
cerotanya bagus tetap semangat
Phaul Fukaba
namanya sadewa apa rayan ?
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!