NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Cinta Murni
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13.

Tawa Aurely mendadak terhenti. Jantungnya berdebar debar lebih kencang. Saat melihat layar ponsel.. Grup: Elite Class 22 tampak ramai, banyak pesan masuk di sana. Ada tag namanya pula di sana.

Aurely cepat cepat mematikan ponselnya lagi. Ia ingat pesan Bundanya.. untuk tidak membaca pesan pesan di group kampusnya. Bahkan Ayahnya memberi saran untuk keluar dari grup itu. Namun Aurely belum melakukan . Masih ada sebagian ruang hatinya yang berat untuk melepas masa masa indah dulu. Meskipun kini yang tersisa hanya rasa sakit.

Elin tampak mendongak memperhatikan ekspresi wajah Aurely.. “Makan dulu Mbak.. jangan lihat ponsel dulu.. biar tidak seret. “ suara imut Elin bagai nasehat orang tua saja.

“Iya Lin..” suara lirih Aurely sambil menaruh ponsel di atas bangku.

Aurely mengangguk kecil, lalu benar-benar mengalihkan perhatiannya ke makanan di tangannya. Sendoknya bergerak pelan, suapan demi suapan. Rasa asin, gurih, manis dan hangat itu menenangkan perutnya , meski dadanya masih terasa berat.

Di sampingnya, Elang menyenggol lengan Elin.

“Lin, jasuke buat Mbak Aurely full keju ya?”

“Iya Lang, aku kasih keju full, bukan hanya double keju tapi triple..” suara imut Elin lalu ia juga mulai makan.

“Emangnya kamu tahu kalau Mbak Aurely doyan keju?”

“Tahu dong. “ jawab Elin setelah menelan makanannya. Ia tersenyum menatap Aurely, “Mbak Aurely salah order kemarin kan gara gara kepikiran kesukaannya .. triple keju.”

Aurely tak bisa menahan senyum. Ia menatap mereka bergantian..

“Iya...” ucap Aurely sambil tersenyum malu. “Aku memang suka keju.”

Tawa kecil kembali pecah. Suasana siang itu hangat, sederhana, dan jujur sesuatu yang lama tak ia rasakan. Di Ibu kota.

Setelah makan, Aurely berdiri dan merapikan bangku. Ia kembali bekerja di ruang packing, menyiapkan kardus, menyiapkan tempat makanan, tisue, sendok. Tangannya bekerja otomatis, seperti sudah hafal gerakan itu. Namun pikirannya tidak sepenuhnya ada di sana.

Kata-kata yang belum sempat ia baca seolah berputar sendiri di kepalanya. Grup itu. Nama-nama lama. Tatapan merendahkan yang ia terima di waktu waktu terakhirnya. Meski kini hanya terbayang di kepalanya..

“Apa mereka membicarakanku lagi?”

“Apa mereka masih menganggapku gagal?”

Tangannya berhenti sesaat.

“Rel?” suara Bu Wiwid lembut. “Kalau capek, istirahat sebentar.”

Aurely tersenyum tipis dan menggeleng. “Nggak kok, Bu.”

Ia kembali menyiapkan kardus yang banyak jumlahnya , kali ini lebih cepat . Aroma makanan sudah mulai masuk ke ruang packing. Bu Lastri dan karyawan bagian produksi sudah datang dengan membawa baskom baskom berisi makanan.

Suara tawa Elin dan Elang yang menyapa pembeli, terdengar hingga ruang produksi. Perlahan, suara-suara itu menenggelamkan pikiran Aurely yang melayang ke masa lalunya..

Mungkin masa lalunya masih berisik. Tapi di tempat ini, ia masih bisa bernapas. Dan untuk saat ini, itu sudah cukup.

Sore hari tiba. Aurely keluar dari kios. Hari ini ia tidak melihat Rizky di kios. Aurely merasa berat untuk meninggalkan kios itu, seperti masih ada yang kurang karena belum melihat Rizky . Namun ia tidak bisa lama lama menunggu di kios, sebab sudah dipesan oleh Ayahnya. Sore ini harus pulang bersamanya..

“Mbak Aurely tidak ikut mobil catering?” tanya salah seorang karyawan temannya.

“Tidak Mbak, takutnya malam baru pulang. “ ucap Aurely sambil menoleh.

Aurely terus melangkah menuju ke kios Bu Ridwan, tempat Ayahnya bekerja..

Beberapa menit kemudian mata Aurely sudah melihat kios Bu Ridwan sudah tutup. Namun ia tidak melihat sosok Ayahnya di depan kios. Bangku kayu tempat Ayahnya biasa duduk, kosong.

“Ayah apa sudah pulang.” Gumam Aurely lalu tangannya meraih ponsel di saku celananya.

Akan tetapi sebelum Aurely mengaktifkan ponselnya.

Seorang laki laki, petugas kebersihan pasar berjalan mendekati Aurely..

“Mbak, Mbak anaknya Pak Baskoro ya?” tanya laki laki itu.

“Benar Pak, apa Ayah saya sudah pulang?” tanya Aurely sopan.

“Belum Mbak, Pak Baskoro sedang di kios hasil bumi. Di los belakang sana.” Ucap petugas kebersihan itu sambil menunjuk ke arah belakang pasar.

“Mbak, tunggu saja di sini.” Ucap petugas kebersihan itu lagi.

“Biar saya susul ke sana Pak.” Ucap Aurely lalu melangkah ke arah yang ditunjuk oleh petugas kebersihan.

Langkah Aurely melambat saat memasuki los belakang pasar. Suasana di sana lebih tenang dibanding bagian depan. Deretan kios hasil bumi berjajar rapi, beberapa masih buka dengan lampu putih yang terang. Aroma tanah yang masih menempel pada umbi umbian, jahe, kunyit dan sebagainya.. aroma sayur segar, karung goni tempat beras, kacang kacangan.. memenuhi udara.

Pandangan Aurely menyapu satu per satu kios, hingga akhirnya berhenti. Di depan kios Koperasi Hasil Bumi Desa, ia melihat sosok Ayahnya.

Pak Baskoro berdiri tegak. Tidak duduk di bangku kayu seperti biasanya. Bahunya lurus, wajahnya serius namun tenang. Di depannya, dua orang pegawai koperasi, berkemeja rapi dengan logo koperasi di dada.. tampak mendengarkan dengan saksama.

“…kalau pengiriman ke kota bisa konsisten, petani juga lebih tenang,” suara Ayahnya terdengar jelas. Nadanya mantap, bukan meminta, melainkan menjelaskan.

“Dan kita bisa memotong beberapa jalur, kalau di kota juga ada koperasi konsumen.” Ucap Pak Baskoro lagi.

Salah satu pegawai koperasi mengangguk. “Kami juga kepikiran ke sana, kirim ke Ibu Kota Pak.”

“Tapi kami belum tahu caranya. Kalau memang Bapak punya jalur ke teman-teman di Ibu kota. Kami sangat senang.”

Pak Baskoro tersenyum tipis. “Saya nggak janji besar. Tapi saya kenal orang-orangnya. Yang penting kualitas dijaga, harga jujur. Kita sama-sama untung.”

Aurely terpaku di tempatnya berdiri. Ia kini paham Ayahnya bekerja di pasar. Tidak hanya semata mata untuk menjadi kuli angkut.

Dadanya menghangat. Ia semakin bangga pada Ayahnya. Tanpa sadar, ia melangkah mendekat. Bibirnya tersenyum..

“Ayah…” panggilnya pelan.

Pak Baskoro menoleh. Ekspresi seriusnya langsung melunak saat melihat Aurely. “Rel? Sudah selesai kerja?”

“Iya, Yah.” Aurely tersenyum kecil. Matanya kembali melirik kios koperasi itu. “Ayah lagi rapat ya?”

Pegawai koperasi tersenyum ramah. “Anaknya ya, Pak Baskoro?.”

Pak Baskoro terkekeh ringan. “Iya anak saya satu satunya, ia juga sedang memulai hal baru di sini.”

Aurely mengangguk. Mereka pamit tak lama kemudian. Saat berjalan meninggalkan los belakang, Aurely akhirnya bertanya, “Ayah sering ke sini?”

“Belakangan iya,” jawab Pak Baskoro jujur. “Petani desa butuh orang yang mau jembatani ke kota. Ayah akan hubungi teman teman yang masih bisa dipercaya.”

Tangan kekar Ayahnya memeluk bahu Aurely dari samping.. “Ke depan Ayah juga akan menghubungi teman teman Ayah yang di luar negeri. “

Aurely terdiam... Ia kini sadar desa ternyata tidak seburuk yang ia bayangkan sebelumnya..

“Yah.."

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
aduh aduh ada yg kebakaran tapi bukan hutan, ada yg membara tapi bukan arang 😋 bolehnya iri, bolehnya kesal, bolehnya marah, bolehnya ngancam /NosePick//NosePick/
Siti Naimah
tantangan hidup Aurel masih berlanjut.semangat pantang menyerah Aurel.. buktikan bahwa kamu mau maju
Siti Naimah
Aurel biar bertambah pengalaman hidup.bahwa tidak semua orang seperti Bu wiwid.yg well come sama dirinya.bu Retno ibunya Rizky pribadi yg berbeda..semoga engkau lulus Aurel
Siti Naimah
ibunya Rizky Bu Retno kelihatan nya galak ya? semoga saja Aurel aman.
gak banyak drama2 yg bikin hatinya bertambah luka
Siti Naimah
penasaran banget deh...kok ada aja yang tahu kehidupan keluarga Aurel..
sampai2 ada yg dapat foto ayah Aurel pas lagi bekerja? kayaknya niat banget deh ngepoin keluarga Aurel
Siti Naimah
itulah Aurel.. biarpun hidup di desa namanya peluang untuk maju tetep saja ada.makanya harus ikhtiar dan selalu optimis 💪
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
pokok e ttp smgt mbk yu
optimis bahwa kmu bisa
suatu saat pasti menang dan karya mu jdi luar biasa
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
ahhhh tepat sasaran deh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hahahahha hayo mulai deh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
lha tetbawa juga hadeh rel knp suka kali gyu dikit2 mewek sih jd lebih kuat napa
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hahh saiapa itu
Ranti Calvin
👍
Siti Naimah
nha..Aurel sekarang kamu dapat ilmu kan?tentang kisah hidupnya Bu Wiwid.
juga.. dapat pelajaran juga dari elang dan elin..kamu tidak sendirian...karena terlalu lama di zona nyaman🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
tuuh kan... ceu @Ai Emy Ningrum bener kan.. 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
lha ada apa cari2 pemilik
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
ehh .. ngaku juga
dan hebat aurel
harus lebih kuat dong rel
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hayao siala tuhh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
wehh lucu ini orng dia di bantu mlh ngejek pula hadeh dasar org muna wis angel
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
healah sastro2 kok ya segituya
tp tak apa ya pak bas slow aja spa tau nnti dpt yg lebih gede lagi rezekinya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
heheh mulut orang mah suka gtu rel
harus kuat dan tahan banting
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!