Aneska Maheswari ratu bisnis kelas kakap yang di bunuh oleh rekan bisnisnya tapi dengan anehnya jiwanya masuk pada gadis desa yang di buang oleh keluarganya kemudian di paksa menikahi seorang pria lumpuh menggantikan adik tirinya .
Mampukah aneska membalaskan semua dendam dan menjalani kehidupan gadis buangan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13.Memohon
FLASHBACK
Saat makan malam selesai, Raka berpamitan ke toilet sebelum kembali ke kamarnya, sementara kamar Raline masih dibersihkan oleh para maid. Begitu keluar dari toilet, Raka tidak sengaja mendengar pembicaraan antara mama mertuanya dan Arumi di sudut dapur.
"Begitu Raka masuk ke dalam kamar, kamu harus berpura-pura mengantarkan susu kepadanya. Mama akan meminta papamu untuk membahas kerja sama perusahaan dengan Raline."
"Manfaatkan kesempatan itu untuk menjebak Raka dan menyingkirkan anak buangan itu dari keluarga Pranoto. Mama benar-benar tidak menyukai anak buangan itu, bersikap angkuh kepada kita," lanjut Maya.
"Benar, Ma. Aku juga sangat tidak suka melihatnya bahagia. Lagi pula, jika dilihat-lihat ternyata Raka cukup tampan. Aku menyesal sudah menolaknya waktu itu," ucap Arumi.
"Ini saatnya kamu mengambil apa yang seharusnya milik kamu, sayang. Tunjukkan akting terbaikmu untuk menjebak Raka. Buat papamu percaya jika kamu memang dilecehkan olehnya. Dengan begitu, papamu akan memanggil keluarga Pranoto dan menuntut keadilan pada mereka, dan setelah itu… kamu akan menjadi istri Raka dan menendang Raline keluar dari rumah itu, hahaha."
"Ya… anak buangan itu memang pantas dibuang ke sana kemari. Kehidupan keluarga Pranoto sangat tidak cocok dengan anak kampungan itu," ucap Arumi tertawa terbahak-bahak bersama mamanya.
"Oh… jadi begitu cara kalian membalas Raline," batin Raka, lalu pergi dari sana tanpa mereka sadari.
Begitu mereka melancarkan rencana tersebut, Raka sudah memasang kamera dari sudut yang paling tepat untuk merekam rencana licik apa yang akan dilakukan Arumi kepadanya.
Sampai drama itu terjadi dan Raline masuk ke dalam kamar dengan wajah panik, menanyakan semua yang terjadi begitu Arumi, mama, dan papanya keluar dari dalam kamar.
"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan Arumi? Benarkah apa yang dikatakan perempuan licik itu?" tanya Raline.
"Kamu bisa melihatnya sendiri di sana," ucap Raka menunjuk kamera yang terpasang di sudut sofa.
Raline dengan cepat mengambil kamera tersebut, lalu mengeluarkan kartu memori dan memasangnya ke ponselnya. Raline melihat semua yang terjadi di sana—bagaimana Arumi menjebak Raka.
"Kenapa kamu bisa tahu jika Arumi akan menjebakmu?"
"Aku tidak sengaja mendengar rencana mereka. Lagi pula aku juga sudah curiga begitu mama tirimu itu memaksaku untuk menginap di sini. Ternyata ini cara mereka untuk menjebakku dan menyingkirkanmu," jelas Raka, yang membuat Raline sedikit tersentuh.
"Simpan itu dengan baik. Aku yakin drama ini akan berlanjut sampai mereka berhasil menyingkirkanmu," ucap Raka, yang diangguki oleh Raline.
"Meskipun menyebalkan, tapi ternyata dia begitu baik benar kata mama Ratna sikapnya memang dingin namun ia memiliki hati yang baik." batin Raline memperhatikan Raka.
____
Parr
Hendra menampar putrinya hingga Arumi terhempas ke lantai.
"Bikin malu kamu, Arumi!" teriak Hendra, untuk pertama kalinya bersikap kasar kepada putri kesayangannya itu.
Maya seketika berlari menyambut anaknya yang memegang pipinya yang baru saja ditampar. Ia meraung, tak menyangka papanya akan melakukan itu kepadanya.
Tanpa memikirkan Arumi, Hendra langsung berlutut di hadapan Raka, Gunawan, dan juga Ratna. "Maafkan anakku, aku tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. Maafkan atas kekacauan ini semua," ucap Hendra, namun wajah Gunawan sudah sangat emosional. Ia tidak menyangka keluarganya bisa diperlakukan sehina itu oleh keluarga Kusuma.
"Tidak semudah itu, Hendra. Aku tidak terima keluargaku dihina seperti ini. Kamu tidak hanya memfitnah anakku, tapi kamu juga menghina keluargaku serendah-rendahnya."
"Maafkan aku, Pak Gunawan. Aku berjanji ini tidak akan terulang lagi. Aku akan mendidiknya dengan benar kali ini. Maafkan aku, maaf!" ucap Hendra memohon pengampunan.
Gunawan mendengus kasar. "Aku akan menarik semua investasiku di perusahaanmu, tidak peduli dengan perjanjian yang kita buat. Jika kamu tidak terima, kamu bisa mengambil anakmu kembali dari keluargaku," ucap Gunawan, yang membuat keluarga Kusuma terbelalak bukan main.
Hendra segera berdiri dan memegang tangan Gunawan, ia tak henti-hentinya memohon. "Tuan, tolong jangan cabut investasimu kepada perusahaanku. Kamu tahu, jika kamu melakukan itu, perusahaanku akan hancur."
"Sama halnya dengan apa yang kamu lakukan kepadaku, bukan? Kamu baru saja mencoba menghancurkan keluargaku barusan," ucap Gunawan sambil menghentakkan tangan Hendra. "Keputusanku sudah mutlak. Aku tidak mempedulikan perusahaan dan perjanjianku lagi. Ini akibatnya jika kamu berani-beraninya menghina keluargaku," lanjutnya, lalu menggandeng istrinya dan keluar dari rumah Hendra.
"Pak Gunawan, tunggu, Pak!" ucap Hendra dengan sangat frustrasi atas keputusan yang baru saja ia dengar.
Raka kemudian meraih tangan Raline untuk ikut keluar bersamanya, namun Hendra menahannya.
"Raline, tolong papa, Nak!" ucap Hendra memohon kepadanya. Maya kemudian juga ikut memohon kepada anak tirinya itu.
"Maafkan mama, Raline. Kamu tidak mungkin membiarkan keluargamu bangkrut, bukan?" ucap Maya sambil ikut memegang tangan Raline.
Raline kemudian menepis tangan keduanya dari tangannya. "Kenapa tidak? Kalian berdua bahkan tega ingin menyingkirkanku dari keluarga Pranoto," ucap Raline, lalu kembali menggenggam tangan Raka untuk keluar bersamanya.
"Kamu tidak bisa membawa anakku begitu saja sebelum papamu membatalkan keputusannya," ucap Hendra menghadang kursi roda Raka.
"Kenapa tidak? Dia masih istri sahku. Minggir lah sebelum aku memenjarakan anakmu atas tuduhan pencemaran nama baik yang dilakukannya kepadaku!" ucap Raka, yang membuat Hendra terdiam dan menyingkir.
Raka dan Raline berjalan beriringan keluar dari rumah tersebut, mengabaikan pertengkaran yang masih berlangsung di dalamnya.
______
Di dalam mobil, Raline spontan memeluk erat tubuh Raka. Rasa bahagia tak sanggup ia tahan lagi. Rasanya titik terang kehidupannya mulai terlihat. Bahkan pandangannya pada Raka yang awalnya begitu membencinya kini perlahan pudar, berganti dengan rasa nyaman, aman, dan tenang. Laki-laki itu seolah memberikan keamanan yang selama ini tidak pernah ia rasakan, bahkan dengan Kenzo sekalipun.
“Hiks… hiks…” Raline tanpa sadar menangis dalam pelukan laki-laki tersebut.
“Raline, apa yang kamu lakukan? Apa kamu menangis?” tanya Raka.
“Aku tidak menyangka kamu akan membelaku seperti ini. Maafkan aku karena aku sempat menilaimu buruk,” ucap Raline, masih menyembunyikan wajahnya di dalam dada Raka.
“Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak membelamu. Aku melakukan ini hanya untuk menyelamatkan diriku,” ucap Raka, bertentangan dengan hatinya sendiri.
Raline mendongak, lalu dengan cepat mengecup bibir Raka.
Cup.
Kecupan singkat itu membuat Raka membeku seketika. Mata mereka beradu tatap, menyisakan jarak hanya beberapa senti di antara wajah mereka. “Jika kecupan ini juga aku katakan sebagai penyelamatan diriku, apa kamu percaya?” ucap Raline, masih menatapnya, membuat Raka menaikkan dua alisnya tak mengerti.
“Sama dengan kata-katamu, Mas. Kamu selalu bilang apa pun yang kamu lakukan untukku itu bentuk penyelamatan dirimu, tapi padahal kenyataannya kamu merencanakannya, mengkhawatirkannya, dan mencari solusi atas itu.” Raline menggenggam tangan Raka kuat. “Entah perasaan apa yang berkembang di antara kita, tapi aku berharap itu adalah suatu hal yang baik. Aku ingin selalu di sampingmu. Aku ingin bahagia bersamamu. Meskipun terdengar konyol, tapi aku merasakan keamanan denganmu. Tolong jangan buang aku seperti keluargaku, karena baru kali ini aku merasakan arti dipertahankan,” ucap Raline berkaca-kaca, membuat Raka tersentuh dan memalingkan wajahnya.
Raka menghela napas, lalu perlahan mendorong tubuh Raline sedikit menjauh. “Aku tidak mengerti maksudmu, tapi aku akan mencobanya. Ketahuilah, aku bukan orang yang gampang untuk mencintai seseorang,” jawab Raka.
“Tenang saja, aku sangat pandai membuat orang jatuh cinta kepadaku,” ucap Raline, seolah semua kebenciannya kepada Raka luruh, berganti dengan rasa suka yang tak pernah ia bayangkan.
Raka mengulum senyumnya melihat betapa bahagianya gadis di sampingnya itu. Entah kenapa, itu juga membuatnya merasa senang.
“Lalu apa kamu tidak akan memanfaatkan situasi saat ini? Papaku akan menarik investasinya dari perusahaan papamu, dan itu berarti perusahaan papamu akan kembali mengalami krisis, bahkan anjloknya harga saham perusahaan itu. Ini adalah kesempatan yang bagus jika kamu ingin mengambil alih perusahaan itu dari papamu. Apalagi aku tahu kamu sangat membenci keluargamu,” ucap Raka, yang membuat mata Raline melebar sempurna.
“Mas… apa kamu mau membantuku?” Raline mencoba menarik napas, ia terlalu senang mendengar Raka mengatakan itu. “Sebenarnya aku ingin mengatakannya kepadamu, tapi aku takut kamu akan salah paham dan mengiraku perempuan mata duitan lagi,” ucap Raline.
“Soal itu aku minta maaf. Aku salah menilaimu. Jika kamu benar-benar ingin mengambil alih perusahaan papamu, aku akan meminjamkan modal untukmu membeli semua saham. Nantinya aku juga akan membantumu langsung.”
“Terima kasih, Mas,” ucap Raline, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. “Tapi kenapa kamu bisa sebaik ini kepadaku?”
“Sebenarnya aku mendengarkan semua caci maki keluargamu sebelum kita menginap. Rasanya sudah cukup untukmu terus diam dan diperlakukan tidak adil seperti itu. Mau bagaimanapun, kamu adalah anak kandung dari keluarga Kusuma. Kamu punya hak atas harta yang dimiliki keluargamu.”
“Harta itu sebenarnya memang milikku. Papa mengambilnya dari Mama. Entah apa yang dia lakukan sampai semua itu beralih kepadanya dan ibu tiriku,” jelas Raline.
.
.
.
💐💐💐 Bersambung 💐💐💐
Aduh nenek lampir salah target nih bisa- bisanya macam - macam sama keluarga Pranoto ya jelas nggak sebanding dong. Sekarang mampus investasi perusahaannya di cabut. nggak sabar melihat kegembelan mereka.
Lanjut Next Bab ya guys😊
Lope lope jangan lupa ya❤❤
Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semuanya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat aku nantikan 🥰❤