NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Cerai / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:195.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Elara duduk termenung di sofa, memandangi kuku yang baru saja ia poles.

Biasanya akhir bulan seperti ini, ia mendapat transferan besar dari Zavier, atau setidaknya ajakan makan malam di restoran mewah.

Tapi kali ini ... sunyi.

"Sial! Hilang sudah ATM berjalanku. Mana aku dipecat lagi. Uang pesangonku tinggal sedikit. Kalau akhirnya seperti ini, sia-sia aku menyerahkan kehormatanku pada Zavier! Huhhh ...! " Elara mengumpat sambil melemparkan bantal sofa ke lantai.

Tiba-tiba ponselnya berdering.

Mama memanggil ...

Elara mengerutkan kening. Ia mengangkat dengan malas. "Ya, Ma? Ada apa?"

Di seberang, suara ibunya terdengar ceria tapi terburu-buru. "Ela, transferan bulanan buat Mama mana? Sudah tanggal segini, loh. Mama butuh buat bayar listrik, bayar arisan, buat bayar tagihan paylater, cicilan mobil, kebutuhan sehari-hari dan buat jajan serta biaya sekolah adikmu!"

Elara memejamkan mata. Suaranya berubah pendek. "Ma ... aku lagi ada masalah. Bulan ini, aku nggak bisa kirim uang. Lagian Mama kan dapat uang pensiunan Papa. Pake itu aja dulu."

Suara ibu Elara langsung meninggi. "Masalah apa?! Bulan kemarin masih bisa! Itu pacar kaya raya kamu kemana? Yang tiap bulan kasih kamu uang lebih banyak dari gaji kamu itu!"

Elara mengepalkan tangan, rahangnya mengencang. Ia berdiri, berjalan mondar-mandir. "Aku habis dipecat, Ma. Dan Mas Zavier ... dia ... dia masuk penjara."

Hening beberapa detik. Sebelum suara ibu Elara terdengar lagi, syok. "Dipecat?! Kok bisa?! Terus kenapa bos kamu itu sampai masuk penjara?! Apakah perselingkuhan kalian terbongkar?"

"Iya, Ma. Istri dan seluruh keluarga Mas Zavier sudah tahu kalau kami berselingkuh. Makanya aku dipecat. Dan alasan Mas Zavier masuk penjara karena dia ... dia udah mendorong Papanya sampai meninggal dunia ..."

"Astagaaa!" Ibu Elara memekik makin syok dari seberang sana. "Tapi kamu tidak terseret kasus kriminal itu kan?!"

"Nggak, Ma." Elara menjawab cepat. "Aku tidak tahu menahu. Hanya saja, karena dia dipenjara ... sumber uangku jadi hilang," kesahnya gusar.

Ibu Elara mendengus. "Ya sudah ... syukur deh kalau kamu tidak terlibat. Tapi sekarang bagaimana Mama membayar cicilan mobil dan arisan? Uang pensiunan mendiang Papamu tidak akan cukup, Ela!"

Elara menggigit bibir sampai hampir berdarah. Ia menahan emosi, sebab dari dulu ... ibunya tidak terlalu peduli dengan dirinya. Yang wanita itu pedulikan hanya uang, uang, dan uang.

"Aku juga nggak tahu, Ma! Aku juga bingung!" Kata-kata itu keluar begitu saja, penuh frustrasi.

"Kalau begitu ... jual saja mobil barumu yang sebulan lalu dibelikan oleh si Zavier!"

"Nggak bisa gitu dong, Ma! Itu mobil impianku!" jerit Elara tak terima.

Ibunya malah membalas dengan jeritan membahana sampai membuat Elara menjauhkan ponselnya. "Pokoknya Mama nggak mau tahu! Kamu harus mengirimkan uang bulanan seperti biasanya! Kalau tidak ... Mama akan mencoretmu dari kartu keluarga!"

Belum sempat Elara menanggapi, panggilan itu sudah lebih dulu diakhiri oleh ibunya.

"Aargh! Setan!" Elara murka hingga menendang meja, vas bunga dan gelas pun terjun bebas, pecah berserakan di lantai. "Tuhan ... kenapa hidupku jadi rumit seperti ini?!" jeritnya putus asa.

_____

Malam turun dengan lembut di rumah keluarga Zhea.

Ruang keluarga dipenuhi cahaya lampu kuning temaram yang membuat suasana terasa hangat meski hati Zhea sedang retak.

Zhea duduk di sofa sambil memangku Zheza yang baru terlelap. 

Di sebelahnya, sang ibu duduk menunggu dengan hati tak menentu.

Rafly, duduk di seberang, memegang mug teh hangat yang sudah mulai dingin. Ia menatap Zhea penuh perhatian.

Zahrani menyentuh tangan Zhea lembut. "Zhea ... apa yang ingin kamu sampaikan kepada kami? Apakah ada masalah lagi dengan Zavier dan keluarganya? Pulang dari sana, wajahmu langsung muram. Kamu bikin Mama khawatir."

Rafly mengangguk setuju. "Kak, ngomong sama kita. Jangan dipendam sendiri."

Zhea menarik napas panjang, bergetar. Ia akhirnya membuka suara. "Zavier ... dia ... masuk penjara, Ma, Dek." Suara Zhea lirih, hampir tak terdengar.

Zahrani menegang. Matanya melotot. Sementara Rafly langsung mendekat, pindah duduk.

"A-Apa? Masuk penjara? Memangnya dia kenapa, Nak?"

Zhea pun membeberkan semuanya kepada ibu dan adiknya. Ketika cerita itu usai, keadaan menjadi hening. Sunyi. Dan waktu seolah berhenti.

Zahrani menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya membesar. "Innalillahi ... ya Allah ... besan ..." Zahrani menggelengkan kepala pelan. "Zavier ... apa yang kamu lakukan?" Air mata pun jatuh tanpa bisa ditahan.

Rafly langsung berdiri, marah, sekaligus tidak percaya. "Gila! Dia udah keterlaluan! Dia bener-bener udah jadi monster! Dia bukan cuma nyakitin Kakak, tapi menghancurkan rumah tangga kalian juga, ditambah kini ... ia menghilangkan nyawa Papanya sendiri. Sungguh kejam!" Rafly memutar wajah ke kiri dan kanan, menahan emosi dan ketidakpercayaan.

Zhea mengangguk pelan, air matanya mulai turun. "Aku juga nggak nyangka kalau dari perselingkuhan ... dia tega berbuat keji seperti itu. Meski dia mengaku tak bermaksud membunuh Papa, tapi ..."

"Tetap saja, Kak. Coba kalau dia bicara jujur dari awal ... itu beda lagi ceritanya. Tapi ini kan, enggak. Dia malah menyembunyikan segalanya," timpal Rafly menambahkan.

Zhea mengangguk lesu sambil memandang wajah putri kecilnya.

"Kasihan besan Rindu dan juga Arin. Mereka pasti terpukul sekali." Zahrani menanggapi. "Mereka bukan hanya kehilangan besan Soni, tapi ..." Zahrani tak melanjutkan ucapannya. Dia menutup wajahnya, lalu menangis tergugu.

Suasana kembali hening.

Beberapa menit kemudian, suara Rafly memecah keheningan itu. "Bukannya aku tak punya empati. Tapi jujur, ya Kak, Ma ... aku puas sekali si Zavier akhirnya kena batunya dan mendapatkan balasan atas apa yang ia lakukan pada Kakak. Pengkhianatannya dibayar kontan oleh Allah. Ditinggalkan Kakak, keluarga dan pastinya si Elara juga tak akan mau mendampinginya. Saat ini ... dia pasti sedang meraung sendirian di dalam sel, menyesali semua perbuatannya."

"Allah Maha Adil, Nak." Zahrani mengusap puncak kepala Zhea. "Maka dari itu, janganlah sekali-sekali melakukan perbuatan yang dilarang dan dibenci Allah. Karena setiap perbuatan ... baik atau pun buruk, besar atau kecil ... pasti akan mendapatkan balasan. Mama tak akan bosan mengingatkan kalian berdua ... jangan pernah menyimpang dari ajaran agama. Ingat selalu kepada Allah. Karena hukum tabur tuai itu nyata."

Rafly dan Zhea mengangguk. Menyetujui nasihat yang baru saja diucapkan Zahrani.

"Oh, ya, Kak ... bagaimana dengan niat Kakak untuk melaporkan perselingkuhan si Zavier dan si pelakor itu ... apakah tetap akan Kakak lakukan atau tidak? Si Zavier 'kan sudah dipenjara ..." Rafly mengganti topik pembicaraan.

Zhea melemparkan tatapan ke arah Rafly. "Kakak akan tetap melaporkan mereka. Biar keduanya jera ... terutama si Elara. Wanita itu sungguh tak punya malu dan tidak merasa bersalah sedikit pun. Kakak ingin dia mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bahwa merebut suami orang itu melanggar hukum dan juga dosa yang amat sangat besar." Ucapan Zhea terdengar berapi-api.

"Bagus, Kak. Aku setuju sekali. Maju terus pantang mundur! Jangan kasih kendor! Hidup istri sah! Hidup Kak Zhea!"

1
awesome moment
jal klo kelg sambas terguncang dikit j. minimal g naik pangkat krn arogansi thd warga sipil. keren lho tu
Ama Apr: kk🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Naufal hanifah
ceritanya bagus
Ama Apr: Makasih Kk🫰
total 1 replies
Ariany Sudjana
Verlita bodoh, kenapa percaya sekali dengan mulut Sambas, tanpa mencari kebenarannya dulu? dan langsung buat keributan di rumah orang, dasar keluarga ga tahu diri
Ama Apr: Sayang keluarga, ceunah🫢
total 1 replies
awesome moment
bar2 tulen. cerminan arapat di negara konoha yg padiman. arogan..bar2. egois. smg mrk smua slamat. niel.yg dtg kah?
Ama Apr: huhu bner bgt kk, marak y aparatur ngr yg kyk begitu
tp tidak semua, mash banyak yg baik juga. Semoga Nathan
total 1 replies
@Mita🥰
bang Nathan
Ama Apr: Wkwk🫰
total 1 replies
Sunaryati
Lamaran ditolak, keluar sifat arogansinya satu keluarga sama tidak punya etika somoga ada yang merekam dan menfiralkan.
Ama Apr: Amiin🫰
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
semoga Koko Dateng ya
Queenfans Angelfans: gk sabar nunggu lanjutannya
total 2 replies
Queenfans Angelfans
double dong
Ama Apr: ke heula kk😅
total 1 replies
Sunaryati
Elara kamu itu cuma dimanfaatkan Revan dia juga balas dendam padamu, maka Revan mungkin menjebakmu agar masuk ke persngkapnya. Revan tidak bodok dia akan menyelidiki alasan kau dipenjara. Dan tahu tindakan untukmu Ellara, waah sudah gatal ingin digaruk batang tebu. 🤣🤣🤣
Ama Apr: huhu kita tunggu kk
total 1 replies
Sunaryati
Verlita dan orang tua Sambas,. datang dengan marah
awesome moment
lha sll bgitu
Debby
🥰
Ama Apr: 🫰 makasih kk
total 1 replies
👣Sandaria🦋
kirain Zavier akan mengatakan "i love you Zhea! i love you Elara juga"😂😂
Ama Apr: Wakwakwak ... IF kali ah🤣
total 1 replies
👣Sandaria🦋
ayo tendang lagi perkutut si bajiingan ini, Zhea! biar remuk sampai telur telur nya!🤣
Ama Apr: Haha pecah deh
total 1 replies
👣Sandaria🦋
keren. bagian menendang burung ini yg aku tunggu-tunggu banget, Thor👍😂
Ama Apr: Haha puas y kk
total 1 replies
👣Sandaria🦋
waduh. nonton bokepp bareng keluarga ini mah🤦🤧
Ama Apr: Jijay wkwk
total 1 replies
Sunaryati
Emak Amiini doamu Nak Zhea
Ama Apr: Makasih emak🫰
total 1 replies
awesome moment
emg dlu g y?
awesome moment
koq lucu kata2 akhirnya. hrusnya...utk dan dri zhea. bukan zavier. zavier kn yg membuang zhea dan zheza demi si toilet umum. koq mencintai dan melepaskan. protes!!! zavier sdh berkhianat dan membuang zhea dan zheza. dia sdh tdk mencintai mrk meski mrk msh peduli sm zavier. biarlah niel yg menyembuhkan luka 2 perempuan hebat tu. sdh dikhianati, dibuang tp msh peduli. msh memahami. niel, smg kamu tepat janji. hrus!! tepat janji. g kebayang hebohnya klo...niel tau tari dan rafly saling tertarik
Ama Apr: 🫰🫰🫰amiin
total 1 replies
Sunaryati
Semoga bahagia
Ama Apr: amiin🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!