NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Elara duduk termenung di sofa, memandangi kuku yang baru saja ia poles.

Biasanya akhir bulan seperti ini, ia mendapat transferan besar dari Zavier, atau setidaknya ajakan makan malam di restoran mewah.

Tapi kali ini ... sunyi.

"Sial! Hilang sudah ATM berjalanku. Mana aku dipecat lagi. Uang pesangonku tinggal sedikit. Kalau akhirnya seperti ini, sia-sia aku menyerahkan kehormatanku pada Zavier! Huhhh ...! " Elara mengumpat sambil melemparkan bantal sofa ke lantai.

Tiba-tiba ponselnya berdering.

Mama memanggil ...

Elara mengerutkan kening. Ia mengangkat dengan malas. "Ya, Ma? Ada apa?"

Di seberang, suara ibunya terdengar ceria tapi terburu-buru. "Ela, transferan bulanan buat Mama mana? Sudah tanggal segini, loh. Mama butuh buat bayar listrik, bayar arisan, buat bayar tagihan paylater, cicilan mobil, kebutuhan sehari-hari dan buat jajan serta biaya sekolah adikmu!"

Elara memejamkan mata. Suaranya berubah pendek. "Ma ... aku lagi ada masalah. Bulan ini, aku nggak bisa kirim uang. Lagian Mama kan dapat uang pensiunan Papa. Pake itu aja dulu."

Suara ibu Elara langsung meninggi. "Masalah apa?! Bulan kemarin masih bisa! Itu pacar kaya raya kamu kemana? Yang tiap bulan kasih kamu uang lebih banyak dari gaji kamu itu!"

Elara mengepalkan tangan, rahangnya mengencang. Ia berdiri, berjalan mondar-mandir. "Aku habis dipecat, Ma. Dan Mas Zavier ... dia ... dia masuk penjara."

Hening beberapa detik. Sebelum suara ibu Elara terdengar lagi, syok. "Dipecat?! Kok bisa?! Terus kenapa bos kamu itu sampai masuk penjara?! Apakah perselingkuhan kalian terbongkar?"

"Iya, Ma. Istri dan seluruh keluarga Mas Zavier sudah tahu kalau kami berselingkuh. Makanya aku dipecat. Dan alasan Mas Zavier masuk penjara karena dia ... dia udah mendorong Papanya sampai meninggal dunia ..."

"Astagaaa!" Ibu Elara memekik makin syok dari seberang sana. "Tapi kamu tidak terseret kasus kriminal itu kan?!"

"Nggak, Ma." Elara menjawab cepat. "Aku tidak tahu menahu. Hanya saja, karena dia dipenjara ... sumber uangku jadi hilang," kesahnya gusar.

Ibu Elara mendengus. "Ya sudah ... syukur deh kalau kamu tidak terlibat. Tapi sekarang bagaimana Mama membayar cicilan mobil dan arisan? Uang pensiunan mendiang Papamu tidak akan cukup, Ela!"

Elara menggigit bibir sampai hampir berdarah. Ia menahan emosi, sebab dari dulu ... ibunya tidak terlalu peduli dengan dirinya. Yang wanita itu pedulikan hanya uang, uang, dan uang.

"Aku juga nggak tahu, Ma! Aku juga bingung!" Kata-kata itu keluar begitu saja, penuh frustrasi.

"Kalau begitu ... jual saja mobil barumu yang sebulan lalu dibelikan oleh si Zavier!"

"Nggak bisa gitu dong, Ma! Itu mobil impianku!" jerit Elara tak terima.

Ibunya malah membalas dengan jeritan membahana sampai membuat Elara menjauhkan ponselnya. "Pokoknya Mama nggak mau tahu! Kamu harus mengirimkan uang bulanan seperti biasanya! Kalau tidak ... Mama akan mencoretmu dari kartu keluarga!"

Belum sempat Elara menanggapi, panggilan itu sudah lebih dulu diakhiri oleh ibunya.

"Aargh! Setan!" Elara murka hingga menendang meja, vas bunga dan gelas pun terjun bebas, pecah berserakan di lantai. "Tuhan ... kenapa hidupku jadi rumit seperti ini?!" jeritnya putus asa.

_____

Malam turun dengan lembut di rumah keluarga Zhea.

Ruang keluarga dipenuhi cahaya lampu kuning temaram yang membuat suasana terasa hangat meski hati Zhea sedang retak.

Zhea duduk di sofa sambil memangku Zheza yang baru terlelap. 

Di sebelahnya, sang ibu duduk menunggu dengan hati tak menentu.

Rafly, duduk di seberang, memegang mug teh hangat yang sudah mulai dingin. Ia menatap Zhea penuh perhatian.

Zahrani menyentuh tangan Zhea lembut. "Zhea ... apa yang ingin kamu sampaikan kepada kami? Apakah ada masalah lagi dengan Zavier dan keluarganya? Pulang dari sana, wajahmu langsung muram. Kamu bikin Mama khawatir."

Rafly mengangguk setuju. "Kak, ngomong sama kita. Jangan dipendam sendiri."

Zhea menarik napas panjang, bergetar. Ia akhirnya membuka suara. "Zavier ... dia ... masuk penjara, Ma, Dek." Suara Zhea lirih, hampir tak terdengar.

Zahrani menegang. Matanya melotot. Sementara Rafly langsung mendekat, pindah duduk.

"A-Apa? Masuk penjara? Memangnya dia kenapa, Nak?"

Zhea pun membeberkan semuanya kepada ibu dan adiknya. Ketika cerita itu usai, keadaan menjadi hening. Sunyi. Dan waktu seolah berhenti.

Zahrani menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya membesar. "Innalillahi ... ya Allah ... besan ..." Zahrani menggelengkan kepala pelan. "Zavier ... apa yang kamu lakukan?" Air mata pun jatuh tanpa bisa ditahan.

Rafly langsung berdiri, marah, sekaligus tidak percaya. "Gila! Dia udah keterlaluan! Dia bener-bener udah jadi monster! Dia bukan cuma nyakitin Kakak, tapi menghancurkan rumah tangga kalian juga, ditambah kini ... ia menghilangkan nyawa Papanya sendiri. Sungguh kejam!" Rafly memutar wajah ke kiri dan kanan, menahan emosi dan ketidakpercayaan.

Zhea mengangguk pelan, air matanya mulai turun. "Aku juga nggak nyangka kalau dari perselingkuhan ... dia tega berbuat keji seperti itu. Meski dia mengaku tak bermaksud membunuh Papa, tapi ..."

"Tetap saja, Kak. Coba kalau dia bicara jujur dari awal ... itu beda lagi ceritanya. Tapi ini kan, enggak. Dia malah menyembunyikan segalanya," timpal Rafly menambahkan.

Zhea mengangguk lesu sambil memandang wajah putri kecilnya.

"Kasihan besan Rindu dan juga Arin. Mereka pasti terpukul sekali." Zahrani menanggapi. "Mereka bukan hanya kehilangan besan Soni, tapi ..." Zahrani tak melanjutkan ucapannya. Dia menutup wajahnya, lalu menangis tergugu.

Suasana kembali hening.

Beberapa menit kemudian, suara Rafly memecah keheningan itu. "Bukannya aku tak punya empati. Tapi jujur, ya Kak, Ma ... aku puas sekali si Zavier akhirnya kena batunya dan mendapatkan balasan atas apa yang ia lakukan pada Kakak. Pengkhianatannya dibayar kontan oleh Allah. Ditinggalkan Kakak, keluarga dan pastinya si Elara juga tak akan mau mendampinginya. Saat ini ... dia pasti sedang meraung sendirian di dalam sel, menyesali semua perbuatannya."

"Allah Maha Adil, Nak." Zahrani mengusap puncak kepala Zhea. "Maka dari itu, janganlah sekali-sekali melakukan perbuatan yang dilarang dan dibenci Allah. Karena setiap perbuatan ... baik atau pun buruk, besar atau kecil ... pasti akan mendapatkan balasan. Mama tak akan bosan mengingatkan kalian berdua ... jangan pernah menyimpang dari ajaran agama. Ingat selalu kepada Allah. Karena hukum tabur tuai itu nyata."

Rafly dan Zhea mengangguk. Menyetujui nasihat yang baru saja diucapkan Zahrani.

"Oh, ya, Kak ... bagaimana dengan niat Kakak untuk melaporkan perselingkuhan si Zavier dan si pelakor itu ... apakah tetap akan Kakak lakukan atau tidak? Si Zavier 'kan sudah dipenjara ..." Rafly mengganti topik pembicaraan.

Zhea melemparkan tatapan ke arah Rafly. "Kakak akan tetap melaporkan mereka. Biar keduanya jera ... terutama si Elara. Wanita itu sungguh tak punya malu dan tidak merasa bersalah sedikit pun. Kakak ingin dia mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bahwa merebut suami orang itu melanggar hukum dan juga dosa yang amat sangat besar." Ucapan Zhea terdengar berapi-api.

"Bagus, Kak. Aku setuju sekali. Maju terus pantang mundur! Jangan kasih kendor! Hidup istri sah! Hidup Kak Zhea!"

1
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
sukurin, jangan ad yg menolong, itu balasan unt elara yg sdh merusak smua kebahagiaan anak kecil yg msh butuh kasih sayang ayahnya, siksa lebih lagi van, bikin cerita yg lbh psiko lg thor unt perempuan licik, jahat, bengis dan tak tau dr spt elara it thor, hrsnya ibuknya jg dijadikan placur
Eka Novariani
setuju
nunik rahyuni
mudah mudahan lekas taubat dan ada yg menolong entahnorg afrika itu kah yg mau membeli dan memelihara untuk pribadi..itu lebih baik dr pd di tangan revan
Eka Novariani
sedih banget masa lalu Revan... sekarang terima lah nasibmu Elara hanya Tuhan yang bisa menolongmu..
Lee Mbaa Young
elara blm nyadar ya pdhl karma nya smp adiknya jd korban.
Les Tary
Revan bener" kejam sakit hatinya sama elara...elena ga tahu apa" ikut dijual
Lisna Saris
mending elena di matikan saja deh Thor bukan benci tapa nda tega anak gadis baik baik yg berjuang menyelamatkan hidupnya dari kerakusan orang tuanya malah menderita menerima Karama yg bukan dari dosa yg dia lakukan,dan maga Revan dapat karma yg lebih pedih karena telah menghancurkan banyak anak gadis orang,
Dwi Haznay: Iya, kasihan Elena, ngga ngerti apa2 ikut nanggung kesalahan kakaknya
total 2 replies
Queenfans Angelfans
malas baca kalo soal ttg elara sama si revan ini
Queenfans Angelfans: bacanya ada rasa gk teganya aku Thor meski sejahat apapun org itu
total 2 replies
Nolis Karmini
kalau sampe titik ini kamu belum sadar juga...maka selama nya kemalangan akan menimpamu...sadarlah meskipun terlambat
Ama Apr: betul kk
total 1 replies
Lisna Saris
sayangnya adiknya yg ngga salah apa apa juga jadi korban
Ama Apr: begitulah hukum alam
total 1 replies
Lisna Saris
plot twist nya wow sekali Thor, padahal yg kukira elena jadi wanitanya Revan eh taunya......
Ama Apr: Hhe, soalnya klo jd budak nafsu Revan. Kurang pas balasannya. Dia nggak akan menderita
total 1 replies
Jojon sanjaya1
/Smile/
nunik rahyuni
g bisa berkata kata karna karma menuju
jalanya
nunik rahyuni: betul..apa yg di tanam itu yg akan di petik..
jd ya.....nikmati ae
total 2 replies
Yuli Yulianti
kasian juga kamu elara semoga kamu bisa pergi dari sana
Ama Apr: semoga dia sadar
total 1 replies
zahrahaifa
mampooosss.... inget tuh kata2 revan... lu bakalan jd pecun ampe mati.... udeh gitu dengan pede nya mo godain nathan... cuuuiiihh😒😒
Ama Apr: bener banget. Biarlah dia menderita. Dia sudah terlalu jahat menghancurkan kehidupan wanita lain
total 1 replies
Les Tary
nasibmu tragis elara..kasihan juga
Ama Apr: biarin lah kk dia jahat
total 1 replies
Haryati Atik Atik
Harusnya kamu sadar krna sudah menyakiti hati org kamu terlalu tamak skrg lihat jgnkan mau bls dendam ke zhea dgn mengambil Nathan nasib kamu sendiri sgt miris bahkan adik kamu jg jd korban nya sadar elara ini karma yg harus dibyr
Ama Apr: iya, tp s elara blum sadar juga🥲
total 1 replies
@Mita🥰
wes lanjut thor
Ama Apr: siap besok y
total 1 replies
wita salira
nah kan ini semua karma buat kamu elara atas perbuatan kamu di masa lalu..jadi sekarang kamu nikmati saja karma mu itu..
Ama Apr: tobat2
total 1 replies
Arin
Inikah balasan untuk Elara karena perbuatan nya menyakiti hati orang. Dapat balasan begitu menyakitkan dan kejam. Sampai adiknya pun kena imbasnya
Ama Apr: iya kk🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!