" Aku telah kehilangkan kedua orang tuaku dari karna ulah keluargamu, maka bersiap lah menerima akibat dari perbuatanmu itu!" Ucap seorang pria dengan mata penuh dendam.
” Aku menerima semua kemarahan mu tuan, atas apa yang telah di perbuat oleh orang tuaku untuk menebus semua kesalahan itu. Tapi jika aku lelah aku pamit pergi tuan." Balas seorang wanita dengan wajah sendiri penuh kepasrahan apa yang akan ia terima dengan ikhlas untuk menebus semua kesalahannya pada pria yang membenci dirinya itu.
Bagaimana kelanjutannya ikuti terus cerita ini sampai selesai ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tigabelas
Sore hari sekitar jam 4 naura sudah berganti baju dengan pakaian miliknya serta selang infus yang sudah terlepas daei pergelangan tangannya di bantu oleh suster yang sejak siang mengantarkan makanan untuk dirinya.
" Suster makasih ya sudah membantu saya sejak tadi di sini." Ucap naura sesat setelah selesai berganti baju dan sebagainya pada suster tersebut yang membantu dirinya.
" Sama sama dek, setelah ini jangan sampai kelelahan lagi ya yang membuat nafas kamu sesak. apa lagi saat kamu menangis." Pesan suster tersebut dengan senyum ramah pada gadis cantik di hadapannya, apa lagi usianya tidak jauh berbeda dengan adiknya di rumah.
" Iya kak." Ucap naura membalas senyuman dari suster tersebut.
Lalu setelah itu suster tersebut pergi dari ruangan tersebut meninggalkan naura yang saat ini bingung bagaimana ia harus pulang kerumah pria itu sekarang.
Pasalnya sejak siang hingga sore hari hingga saat ini pria itu tidak tidak lagi menampakan batang hidungnya di hadapan naura yang sudah di perbolehkan pulang oleh dokter karna keadaan nya naura sudah jauh lebih baik jadi tidak sampai di rawat inap.
Memang tadi sewaktu di bawa ke rumah sakit keadaan naura sangat buruk. tapi setelah di berikan perawatan yang terbaik oleh dokter atas perintah shaka saat itu.
Lalu naura pun turun sari atas ranjang lalu mengambil tas sekolah miliknya yang entah kapan sudah sudah ada di sana. baju yang naura pakai pun baju baru tapi ia tidak tau siapa yang membelikan, udah gitu ukurannya pas di tubuhnya.
Apa mungkin pria itu yang membelikan dirinya baju? namun kalau dipikir-pikir lagi tidak mungkin pria itu mau membelikan dirinya baju yang bagus seperti yang ia pakai saat ini. pria itu saja sangat membenci dirinya mana mungkin mau mengeluarkan uangnya.
Dan seingat naura saat pria itu datang ke dalam kelasnya dan langsung membawa dirinya naura tidak sempat mengambil tas sekolah miliknya yang ada di laci meja belajar di sekolahnya.
Lalu naura pun keluar dari dalam kamar tersebut untuk berjalan keluar dengan langkah pelan ia menyusuri lorong rumah sakit yang sore itu tampak begitu ramai.
Sampai di depan rumah sakit naura berhenti sejenak di tempat duduk yang berada di dekat parkiran sambil memperhatikan sebuah keluarga yang baru saja turun dari dalam mobil dengan raut wajah bahagia.
Dari ketiga orang tersebut terlihat ayah ibu dan seorang anak yang kira kira usianya 10 tahun berjalan masuk kedalam rumah sakit itu untuk menjenguk seseorang yang sakit tentunya.
Naura terus mengikuti arah pandang keluarga itu masuk ke dalam sampai tempat sadar air matanya menetes membasuhi wajahnya tampa ia sadari.
Kenangan demi kenangan bersama orang tuanya seakan melintas di kepala Naura saat ia teringat masa-masa dulu pergi jalan-jalan saat hari weekend bersama keluarganya masih tentu sangat ia ingat hal tersebut. Namun ini hal itu hanya menjadi kenangan yang cukup ya rasakan di hati tanpa bisa merasakan momen itu kembali.
Lalu dengan cepat Naura pun menyeka air mata yang terjatuh di pipinya sambil mengangkat wajahnya agar air mata tersebut tidak kembali tumpah sambil menghela nafas panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan.
" Naura jangan ingat-ingat lagi Ibu sama Bapak sudah tenang di sana semoga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Biarlah yang telah berlalu kita simpan menjadi kenangan dan yang saat ini cukup jalan hidup ini sesuai dengan yang tuhan berikan." Gumam Naura dalam hati Walaupun saat melihat orang lain masih memiliki kedua orang tua yang utuh tidak membuat Naura iri dan menjadi wanita yang lemah walaupun rasa Kehilangan itu masih terus iya rasakan sampai saat ini.
Saat ini Naura bingung bagaimana dirinya harus pulang karena ia tidak memiliki ongkos untuk menaiki angkot ataupun kendaraan umum lainnya. Apalagi waktu sudah semakin sore dan bentar lagi langit yang terang akan berganti menjadi malam.
Kendaraan terus keluar masuk dari depan rumah sakit itu membuat Naura bosan sampai akhirnya Ia memutuskan untuk berjalan kaki pulang ke rumah walaupun tubuhnya dirasa belum cukup kuat, namun tidak ada pilihan lain. Naura terpaksa melakukan itu daripada dirinya akan mendapatkan kemarahan dari lebih besar dari hari ini.
Namun Baru beberapa langkah kaki Naura berjalan dari arah belakang terlihat Sebuah mobil mewah berhenti di samping Naura berjalan yang membuat dirinya terkejut.
Tak lama setelah itu pemilik mobil tersebut pun turun lalu menghampiri Naura yang terdiam sesaat saat melihat orang tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Shaka yang baru saja datang dan kini sudah berganti pakaian menggunakan kemeja hitam serta celana bahan coklat tua makin membuat shaka terlihat dewasa di usianya menginjak 18 tahun.
Tubuhnya yang tegap serta sorot matanya yang tajam dan wajahnya yang dingin membuat semua mata yang berjalan di sekitar rumah sakit tersebut tidak mengalihkan pandangannya saat melihat shaka.
" Masuk ke mobil sekarang." Perintah shaka dengan cepat pada gadis itu untuk masuk kedalam mobil dengan wajah datar tampa ekspresi.
Tetapi naura hanya terdiam sambil menunduk dengan tangan yang meremas kuat baju yang ia kenakan.
" Ya ampun cowok itu ganteng banget kaya orang luar negeri."
" Udah ganteng, kaya, badannya tinggi mau dong kenalan." Terdengar suara cewek cewek yang pada ngomongin ketampanan shaka yang masih berdiri di samping mobil dengan tegap sambil menatap tajam naura.
" kamu nggak denger apa yang saya bilang masuk sekarang atau kamu akan saya hukum kalo gak nurut sama perintah saya!" Tekan shaka dengan wajah mulai kehabisan kesabaran terhadap gadis itu.
Apalagi Saka mulai risih saat banyak orang terus menatap dirinya yang masih berdiri di sana gara-gara Gadis itu yang tidak mau masuk ke dalam mobil hingga mereka jadi bahan tontonan orang lain.
Karna naura merasa semua orang terus memperhatikan mereka akhirnya ia pun berjalan masuk kedalam mobil pria itu dengan wajah menunduk.
" Duduk depan...!"
Naura tersentak kaget saat dirinya hendak membuka pintu mobil bagian belakang pria itu menegaskan dan menyuruh Naura untuk duduk di kursi depan sebelah pria itu menyetir mobilnya.
Akhirnya Naura pun tidak jadi membuka pintu belakang tapi membuka pintu depan lalu perlahan masuk kedalam dan duduk di kursi tersebut, sampai tak lama setelah Naura masuk shaka pun masuk ke dalam mobil dan langsung menjalankan mobil tersebut meninggalkan rumah sakit itu dan juga orang-orang yang sejak tadi terus memperhatikan mereka.
Dalam perjalanan menuju pulang kerumah naura hanya terdiam dalam keheningan di dalam mobil itu. tidak ada suara musik atau hal lain yang ada hanya suara klakson mobil dan juga suara mobil yang melaju di sisi kanan dan kiri jalan.
Wajah shaka sejak masuk mobil hingga saat ini sangat dingin dengan pandangan lurus kedepan tampa ada menoleh ke samping di mana naura duduk sambil mendekap tubuhnya sendiri.
.....