NovelToon NovelToon
Gelang Giok Pembawa Rezeki

Gelang Giok Pembawa Rezeki

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Romantis / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir / CEO / Ruang Ajaib
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

"Lin Suyin mewarisi gelang giok dari neneknya—sebuah portal menuju dimensi ajaib tempat waktu berjalan 10x lebih cepat dan semua tanaman tumbuh sempurna. Tapi keajaiban ini membawa bahaya: ada yang memburu gelang tersebut. Bersama Xiao Zhen, CEO misterius dengan rahasia masa lalu, Suyin harus melindungi ruang ajaibnya sambil mengungkap konspirasi kuno yang menghubungkan keluarganya dengan dunia kultivator."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Rahasia Xiao Zhen

Rabu siang, Suyin berdiri di depan gedung pencakar langit berlabel "Xiao Corporation" di kawasan Sudirman. Gedung kaca megah itu menjulang tinggi, memancarkan aura kekuasaan dan kemewahan.

Suyin menarik napas dalam, merapikan blazer hitamnya, lalu melangkah masuk ke lobby.

Interior lobby sangat mewah—lantai marmer mengkilap, lampu kristal besar di langit-langit, dan resepsionis cantik yang duduk di meja panjang berbahan kayu mahoni.

"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" sapa salah satu resepsionis dengan senyum profesional.

"Saya Lin Suyin, ada janji meeting dengan Pak Xiao Zhen jam dua siang."

Resepsionis mengecek komputer. "Baik, Nona Lin. Mohon tunggu sebentar, saya akan hubungi sekretaris Pak Xiao."

Beberapa menit kemudian, seorang wanita muda berseragam rapi turun dari lift.

"Nona Lin? Saya Siska, asisten Pak Xiao. Silakan ikut saya."

Mereka naik lift ke lantai dua puluh lima—lantai teratas. Suyin merasakan perutnya sedikit melayang saat lift meluncur cepat ke atas.

Pintu lift terbuka, menampilkan koridor luas dengan dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan Jakarta dari ketinggian. Suyin hampir terpesona kalau tidak ingat dia sedang gugup.

Siska mengantarnya ke ruangan besar di ujung koridor—ruang direktur utama.

"Silakan masuk, Nona. Pak Xiao sudah menunggu."

Siska mengetuk pintu, lalu membukanya.

Ruangan direktur utama sangat luas—hampir seluas apartemen Suyin. Ada meja kerja besar di tengah, rak buku tinggi di dinding, sofa set mewah di sudut, bahkan ada area kecil dengan tanaman hias.

Dan di belakang meja kerja, berdiri Xiao Zhen.

Pria itu mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung sampai siku, celana hitam formal. Rambutnya sedikit berantakan—seperti habis menyisir dengan tangan. Tatapannya tetap tajam seperti terakhir kali mereka bertemu.

"Nona Lin, silakan masuk." Suaranya dalam, tenang.

Suyin melangkah masuk dengan kaki sedikit gemetar. Siska menutup pintu dari luar, meninggalkan mereka berdua.

"Silakan duduk." Xiao Zhen menunjuk sofa di area meeting.

Mereka duduk berhadapan—Suyin di satu sofa, Xiao Zhen di sofa seberang dengan meja kopi di tengah.

"Terima kasih sudah bersedia datang ke sini," ucap Xiao Zhen sambil menuang teh dari teko porselen ke dua cangkir. "Teh hijau. Silakan."

Suyin mengambil cangkir dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Pak."

"Panggil Xiao Zhen saja. Tidak perlu formal." Pria itu menyeruput tehnya, matanya tidak lepas dari Suyin.

Hening sejenak. Suyin minum tehnya sedikit—rasanya enak, tapi dia terlalu gugup untuk menikmati.

"Sebenarnya..." Xiao Zhen meletakkan cangkirnya. "...saya tidak memanggil Anda ke sini hanya untuk diskusi proyek desain."

Jantung Suyin langsung berdegup kencang. "Maksud Anda?"

Xiao Zhen bersandar di sofa, tatapannya makin intens. "Gelang di tangan Anda. Saya sudah curiga sejak pertama kali melihatnya. Dan sekarang saya yakin—itu bukan gelang biasa."

Suyin reflek menarik tangan kanannya, menyembunyikan gelang di balik tubuh. "Saya tidak mengerti—"

"Nona Lin." Xiao Zhen memotong dengan nada yang lebih serius. "Saya berasal dari keluarga kultivator. Kami bisa merasakan energi spiritual dari artefak kuno. Gelang Anda... memancarkan energi yang sangat kuat. Energi ruang dimensi."

Suyin membeku. Dia tahu. Xiao Zhen benar-benar tahu!

"Saya..." Suyin tidak tahu harus bilang apa. Bohong? Mengaku? Lari?

Xiao Zhen mengangkat tangan, gesture menenangkan. "Saya tidak akan mengambilnya dari Anda. Tenang saja."

"Lalu kenapa Anda bicara tentang ini?"

"Karena saya tahu Anda dalam bahaya." Xiao Zhen berdiri, berjalan ke jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota. "Artefak sekuat itu pasti sudah menarik perhatian orang-orang yang salah. Dan saya benar, kan? Sudah ada yang mencoba mengambilnya?"

Suyin teringat Meifeng kemarin. Ancamannya. Usahanya merebut gelang dengan paksa.

"Bagaimana Anda tahu?" tanya Suyin pelan.

"Karena ini sudah terjadi berkali-kali sepanjang sejarah kultivator. Artefak dimensi sangat langka dan sangat berharga. Banyak orang yang rela membunuh untuk mendapatkannya." Xiao Zhen berbalik menatap Suyin. "Anda butuh perlindungan."

"Perlindungan dari Anda?" Suyin berdiri, waspada. "Kenapa saya harus percaya Anda tidak sama seperti mereka?"

Xiao Zhen tersenyum tipis—untuk pertama kalinya Suyin melihat dia tersenyum. "Pertanyaan bagus. Saya tidak bisa membuktikan dengan kata-kata. Tapi saya bisa membuktikan dengan tindakan."

Dia berjalan ke mejanya, membuka laci, dan mengeluarkan sebuah buku tua berbalut kulit.

"Ini adalah buku catatan keluarga Xiao. Di dalamnya ada sejarah tentang artefak-artefak dimensi yang pernah ada." Dia membuka halaman tertentu, menunjukkan pada Suyin.

Suyin mendekat, membaca tulisan kuno dalam bahasa Mandarin—untungnya dia belajar sedikit dari nenek dulu.

Di halaman itu ada gambar gelang giok—persis seperti gelang yang dipakainya. Dan ada keterangan:

"Gelang Giok Taman Abadi. Milik Keluarga Lin. Terhubung dengan Ruang Dimensi tingkat tinggi. Pemilik sah harus memiliki darah Lin atau dipilih langsung oleh pemilik sebelumnya. Gelang ini hilang 200 tahun lalu setelah Keluarga Lin jatuh."

Suyin menatap tulisan itu lama. "Jadi... gelang ini memang artefak legendaris?"

"Ya. Dan kenyataan bahwa Anda memilikinya berarti Anda adalah pewaris sah Keluarga Lin—atau setidaknya, dipilih oleh pewaris sebelumnya." Xiao Zhen menutup buku itu. "Nenek Anda, kan? Yang memberikan gelang ini?"

Suyin mengangguk pelan. "Dia... meninggal dua minggu lalu."

"Turut berdukacita." Xiao Zhen terdengar tulus. "Dan sejak itu, Anda mulai menggunakan ruang dimensi?"

Suyin ragu-ragu, tapi akhirnya mengangguk lagi. Sudah terlanjur ketahuan, tidak ada gunanya bohong.

"Untuk menanam sayuran?" tebak Xiao Zhen, sedikit terheran.

"Iya. Kenapa? Ada yang salah?" Suyin sedikit defensif.

Xiao Zhen tertawa kecil—suara yang hangat dan mengejutkan. "Tidak salah. Justru... unik. Kebanyakan orang dengan artefak dimensi menggunakannya untuk menyimpan senjata atau harta karun. Anda menggunakannya untuk berkebun. Menarik."

Suyin merasa pipinya sedikit panas. "Saya tidak tahu harus pakai untuk apa lagi. Dan sayuran organik laku keras, jadi..."

"Keputusan yang sangat praktis." Xiao Zhen kembali duduk. "Dan Anda cukup pintar untuk menutupinya dengan cover story bisnis supplier sayuran."

"Anda... mengawasi saya?" Suyin terkejut.

"Hanya sedikit riset setelah meeting pertama. Saya penasaran." Xiao Zhen meneguk tehnya lagi. "Dan yang saya temukan cukup mengesankan. Dalam dua minggu, Anda membangun bisnis kecil yang berkembang pesat. Sudah punya pelanggan tetap, bahkan masuk ke restoran. Tidak buruk untuk pemula."

Suyin tidak tahu harus senang atau khawatir dipuji seperti itu.

"Lalu... apa maunya Anda?" tanya Suyin hati-hati. "Anda bilang saya butuh perlindungan. Perlindungan seperti apa?"

Xiao Zhen menatapnya serius. "Saya tahu ada orang yang mencoba mengambil gelang Anda. Mungkin keluarga, mungkin orang luar. Cepat atau lambat, mereka akan bertindak lebih agresif. Dan Anda—tanpa pelatihan kultivasi atau kemampuan pertarungan—tidak akan bisa melawan sendiri."

"Lalu?"

"Saya tawarkan perlindungan dari Klan Xiao. Artinya, siapapun yang mencoba menyakiti Anda atau mengambil gelang itu akan berurusan dengan saya dan keluarga saya." Xiao Zhen berhenti sejenak. "Sebagai gantinya..."

"Anda mau gelangnya?" Suyin langsung waspada.

"Tidak." Xiao Zhen menggeleng. "Saya tidak tertarik dengan gelang Anda. Itu terikat dengan darah Anda—tidak berguna untuk orang lain. Yang saya inginkan adalah... kerja sama."

"Kerja sama apa?"

"Saya memiliki perusahaan pertanian terbesar di negara ini. Produk organik berkualitas tinggi selalu dicari pasar—tapi sulit didapat karena proses pertanian organik yang lama dan tidak konsisten." Xiao Zhen bersandar. "Dengan ruang dimensi Anda yang bisa mempercepat pertumbuhan tanaman, kita bisa menciptakan pasokan sayuran dan buah organik premium yang konsisten. Kualitas terjamin, harga kompetitif."

Suyin mencerna kata-kata itu. Jadi Xiao Zhen mau... bermitra bisnis?

"Saya dapat perlindungan, Anda dapat pasokan sayuran organik. Itu intinya?" tanya Suyin.

"Pada dasarnya, ya. Tapi lebih dari itu." Xiao Zhen mengeluarkan dokumen dari laci. "Saya akan memberikan Anda akses ke semua fasilitas perusahaan saya—gudang penyimpanan profesional, sistem distribusi ke seluruh negara, bahkan ekspor internasional kalau Anda mau. Brand, marketing, legal—semua akan saya urus. Anda hanya perlu fokus produksi."

"Dan pembagian keuntungannya?" Suyin mulai bicara seperti pengusaha.

"Lima puluh lima untuk Anda, empat puluh lima untuk saya. Saya yang tanggung semua biaya operasional—packaging, distribusi, marketing. Anda hanya supplai produk."

Suyin terdiam. Tawaran ini... sangat menggiurkan. Tapi apa ada jebakan?

"Kenapa Anda mau bantu saya sebegini banyaknya? Kita bahkan baru kenal dua kali." Suyin menatap Xiao Zhen curiga.

Pria itu diam sebentar, seperti mempertimbangkan jawaban.

"Sejujurnya..." Xiao Zhen menghela napas. "...keluarga saya punya hutang budi pada Keluarga Lin. Dulu, ratusan tahun lalu, nenek moyang Lin pernah menyelamatkan nyawa nenek moyang Xiao. Sejak itu, Klan Xiao bersumpah akan melindungi keturunan Lin jika suatu hari mereka membutuhkan bantuan."

Suyin ternganga. "Jadi ini... hutang keluarga?"

"Ya. Dan ketika saya merasakan energi gelang Anda, saya tahu Anda adalah keturunan Lin yang kami cari selama ini." Xiao Zhen menatap Suyin dengan serius. "Saya tidak akan memaksa Anda menerima tawaran ini. Tapi saya harap Anda pertimbangkan dengan matang. Bahaya yang Anda hadapi... lebih besar dari yang Anda kira."

Suyin menelan ludah. Pikirannya berputar cepat.

Di satu sisi, ini kesempatan emas. Bisnis sayurannya bisa berkembang pesat dengan backing perusahaan sebesar Xiao Corporation. Dia juga dapat perlindungan dari ancaman Meifeng atau siapapun.

Di sisi lain... apa dia bisa percaya Xiao Zhen sepenuhnya? Bagaimana kalau ini jebakan? Bagaimana kalau nanti dia dimanfaatkan?

"Boleh saya minta waktu untuk berpikir?" tanya Suyin akhirnya.

"Tentu. Tapi jangan terlalu lama. Saya merasakan ada energi gelap yang sedang mencari Anda. Mereka akan bertindak segera." Xiao Zhen berdiri, mengulurkan tangan. "Apapun keputusan Anda, saya tetap akan melindungi Anda. Karena itu kewajiban keluarga saya."

Suyin berdiri, menjabat tangan Xiao Zhen. Lagi-lagi dia merasakan sensasi aneh saat kulit mereka bersentuhan—hangat, seperti aliran listrik kecil.

Xiao Zhen juga merasakan hal yang sama. Matanya melebar sedikit.

"Energi spiritual Anda... mulai terbangun," ucapnya pelan. "Ruang dimensi tidak hanya memberikan kemampuan bertani. Dia perlahan membangkitkan potensi kultivasi dalam diri Anda."

"Maksudnya?" Suyin bingung.

"Artinya, Anda bisa belajar kultivasi. Menjadi lebih kuat. Melindungi diri sendiri." Xiao Zhen melepas jabatan tangan. "Kalau Anda mau, saya bisa mengajari Anda dasar-dasarnya."

Kultivasi? Seperti di novel-novel yang sering dibaca Suyin? Dia bisa jadi... kultivator?

"Saya... saya perlu waktu mencerna semua ini," ucap Suyin jujur. Kepalanya sudah pusing dengan informasi berlebihan.

"Saya mengerti. Ini nomor pribadi saya." Xiao Zhen memberikan kartu nama. "Hubungi kapanpun—siang atau malam. Kalau ada bahaya, langsung telepon. Saya akan datang."

Suyin menerima kartu itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih."

"Dan Nona Lin..." Xiao Zhen berhenti di depan pintu. "...jagalah gelang itu baik-baik. Jangan pernah melepaskannya. Bahkan saat tidur."

"Saya tahu." Suyin menyentuh gelang di pergelangan tangannya.

Xiao Zhen mengantar Suyin sampai ke lobby. Sebelum berpisah, pria itu berkata, "Saya tunggu kabar Anda. Dan hati-hati dalam perjalanan pulang."

Di dalam taksi menuju apartemen, Suyin duduk diam menatap keluar jendela. Pikirannya kacau.

Xiao Zhen ternyata kultivator.

Gelang gioknya adalah artefak legendaris yang dicari banyak orang.

Ada energi gelap yang sedang mencarinya.

Dan dia... bisa belajar kultivasi?

Semua ini terasa seperti mimpi. Atau lebih tepatnya, seperti plot novel fantasi.

Suyin menyentuh gelang giok—hangat seperti biasa. Dia ingin masuk ke ruang dimensi, bicara dengan Pohon Kehidupan, minta saran.

Tapi dia harus tunggu sampai di apartemen.

Taksi berhenti di depan gedung apartemen. Suyin turun, membayar, lalu berjalan ke lobby—

Dan membeku.

Di lobby, duduk di sofa tunggu, ada tiga orang pria berpakaian hitam. Mereka langsung berdiri saat melihat Suyin.

Salah satunya tersenyum—senyum yang tidak ramah.

"Nona Lin Suyin?" tanya pria itu dengan nada yang terlalu sopan untuk jadi tulus.

Suyin mundur selangkah. "Siapa kalian?"

"Kami diutus oleh seseorang yang sangat tertarik dengan... gelang Anda." Pria itu melangkah mendekat. "Beliau ingin bertemu. Sekarang."

Jantung Suyin berdebar keras. Ini pasti orang-orang yang dimaksud Xiao Zhen!

Tanpa berpikir panjang, Suyin berbalik dan berlari keluar gedung.

"KEJAR DIA!" teriak salah satu pria.

Suyin berlari sekencang mungkin ke arah jalan raya, berharap bisa dapat taksi atau—

Tangannya meraih ponsel, mencari kartu nama Xiao Zhen, menekan tombol panggil dengan jari gemetar sambil terus berlari.

Nada sambung... dua kali... tiga kali...

"Angkat... kumohon angkat..." bisik Suyin putus asa.

Di belakangnya, langkah kaki ketiga pria makin mendekat.

1
Andira Rahmawati
nemu cerita bagus nihhh paling suka baca novel yg fantasi apalagi yg ada ruang ajaibnya👍👍👍
Diah Susanti
diatas dibilang 'putri adik nenek' yang menurutku maknanya 'bibinya suyin'. tapi disini dia menyebutkan dirinya 'cucunya juga'🤔🤔🤔🤔
Wahyu🐊: Anda Terlalu Teliti😅🙏 Nanti Aku Revisi Kalau Udah Tamat Masih Panjang Perjalanan nya
total 1 replies
Wahyu🐊
Nanti aku Revisi Oke
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!