NovelToon NovelToon
Kesucian Istri Tuan Arrogant

Kesucian Istri Tuan Arrogant

Status: tamat
Genre:Angst / Pernikahan Kilat / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: ainuncepenis

Kembali Ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan s2-nya. Anindya harus dihadapkan masalah yang selama ini disembunyikan Abinya yang ternyata memiliki hutang yang sangat besar dan belum lagi jumlah bunga yang sangat tidak masuk akal.
Kavindra, Pria tampan berusia 34 tahun yang telah memberikan hutang dan disebut sebagai rentenir yang sangat dingin dan tegas yang tidak memberikan toleransi kepada orang yang membuatnya sulit. Kavindra begitu sangat penasaran dengan Anindya yang datang kepadanya meminta toleransi atas hutang Abinya.
Dengan penampilan Anindya yang tertutup dan bahkan wajahnya juga memakai cadar yang membuat jiwa rasa penasaran seorang pemain itu menggebu-gebu.
Situasi yang sulit yang dihadapi gadis lemah itu membuat Kavindra memanfaatkan situasi yang menginginkan Anindya.
Tetapi Anindya meminta syarat untuk dinikahi. Karena walau berkorban demi Abinya dia juga tidak ingin melakukan zina tanpa pernikahan.
Bagaimana hubungan pernikahan Anindya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 Harus LDR.

Kavindra sekarang hanya melampiaskan hasratnya di bawah shower yang butuh kedinginan atas suhu tubuhnya yang begitu sangat panas akibat tidak jadi menyentuh istrinya. Salah sendiri yang tiba-tiba saja ingin berhenti di tengah jalan yang padahal Anindya saja tidak menolak sama sekali. Jadi Kavindra yang mencari penyakit sendiri.

Setelah tubuhnya sudah fresh dan kondisinya sudah cukup membaik yang akhirnya Kavindra keluar dari kamar mandi yang menggunakan kaos putih dan celana panjang berwarna hitam.

Anindya yang sudah kembali memakai piyama bagian luarnya yang ternyata dia belum tidur dan masih patuh saja berada di kamar itu dengan bersandar di kepala ranjang dan melihat ke arah Kavindra.

"Aku sudah begitu lama di kamar mandi dan kenapa kau belum tidur juga?" tanya Kavindra.

"Aku takut nanti jika sudah mengantuk dan bahkan tidur sebentar dan tuan menginginkan hal lain," jawabnya.

"Maksudmu?" tanya Kavindra dengan satu alis terangkat.

"Seperti apa yang terjadi tadi," ucap Anindya.

"Jangan terlalu percaya diri, tubuhmu tidak terlalu membuatku bernafsu," jawabnya dengan tersenyum miring yang padahal dia saja baru bisa keluar kamar mandi setelah melakukan pelampiasan pada diri sendiri.

Anindya tidak mengatakan apa-apa lagi dan Kavindra yang menyusul menaiki ranjang dan berada di samping istrinya dengan posisi yang sama bersandar di kepala ranjang.

Kavindra yang mengambil iPad dari atas meja di sebelahnya dan kepalanya menoleh ke arah Anindya yang ternyata sejak tadi memperhatikannya dan Anindya dengan cepat mengalihkan pandangannya.

"Ada apa? kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Kavindra yang membuat Anindya menggelengkan kepala. Dia entah mengapa malam-malam seperti ini bawaannya emosi.

"Lalu kenapa mencuri-curi perhatian seperti itu kepadaku. Tidurlah aku benar-benar sangat tidak punya waktu untuk bicara denganmu," ucap Kavindra dengan kesal.

"Aku akan kembali ke kamarku," ucap Anindya.

"Aku menyuruhmu untuk tidur di sini dan bukan ke kamarmu. Jadi tetaplah disini!" tegas Kavindra.

"Baiklah," jawab Anindya menurut saja dan dia sudah mulai membaringkan diri menarik selimut yang akhirnya perlahan dia tertidur yang sejak tadi menahan rasa mengantuk.

Kavindra menghela nafas dan melihat tablet tersebut yang ternyata melihat beberapa foto-foto gedung yang terbakar.

"Kenapa mereka tidak bisa mengatasi semua ini dan apa aku juga harus bergerak untuk menyelesaikan masalah ini," ucapnya dengan pelan yang terdengar begitu sangat kesal dan entah apa maksud foto-foto yang baru saja dia lihat.

"Ada-ada saja yang terjadi dan apa gunanya memiliki anak buah yang banyak jika mengatasi semua ini dia tidak berse," sekarang Kavindra mengoceh di dalam hati mengumpat sendiri, karena jika suaranya keras-keras maka sang istri bisa bangun.

****

Anindya yang seperti biasa pagi-pagi seperti ini yang sedang menyiapkan sarapan. Kavindra tidak bisa melarang Anindya karena itu keinginan dia. Kavindra yang sudah tampak rapi yang menuruni anak tangga. Kavindra yang langsung menduduki meja makan dengan nasi goreng yang sudah dihidangkan oleh sang istri.

Kavindra yang tidak mengatakan apa-apa yang langsung memakan nasi goreng tersebut. Dia sepertinya sangat menyukainya hanya saja pujian itu belum keluar dari mulutnya. Tetapi cara Kavindra menikmati makanan itu terlihat tidak ada masalah sama sekali.

"Kau hanya menonton ku sarapan dan kau sendiri tidak makan? Apa kau pikir aku anak kecil yang harus dipantau sarapan?" ucapnya dengan kesal saat Anindya hanya duduk saja di depannya.

"Iya-iya. Aku akan sarapan," ucapnya dengan santai yang juga mengambil nasi goreng tersebut.

Kavindra menghela nafas dan hendak mengambil telur mata sapi yang memang Anindya menyediakan dua telur mata sapi dan telur dadar. Tetapi saat ingin mengambil telur tersebut ternyata bersamaan dengan Anindya dengan tangan mereka berdua yang bertemu di atas telor itu dan mereka berdua saling melihat satu sama lain.

Saling menatap begitu dalam dan tak apa yang mereka pikirkan? yang mungkin saja beriringan dengan jantung berdebar dengan kencang dengan begitu saja.

Sampai beberapa detik yang akhirnya Anindya mengambil terlebih dahulu telur tersebut dan ternyata bukan ke piringnya yang melainkan ke piring Kavindra.

Kavindra yang tiba-tiba saja menelan salivanya. Entah kenapa dia tiba-tiba saja mendadak begitu sangat gugup dan terlihat membuang nafas perlahan ke depan.

Sementara Anindya hanya bersikap santai saja yang justru suaminya tampak salah tingkah.

"Nyonya tuan masih sarapan!" fokus mereka berdua teralih ketika mendengar suara salah satu pelayan dan ternyata terlihat seorang wanita yang memakai setelan berjas berwarna hitam dengan rambutnya yang dikucir satu.

Wanita tinggi tersebut yang berjalan dengan sangat elegan dan dari wajahnya terlihat begitu sangat tegas dan dingin.

"Aku sudah berada di sini dan kamu tidak perlu mengikutiku lagi. Aku juga sudah tahu kalau dia sedang sarapan," ucap wanita itu.

Pelayan tersebut menundukkan kepala dan langsung berlalu. Anindya perhatikan wanita tersebut yang dia tidak tahu siapa itu.

"Ada apa?" tanya Kavindra.

"Ada hal penting yang harus aku bicarakan padamu," jawab wanita itu.

"Apa kau tidak melihat jika aku masih makan," sahut Kavindra.

"Tapi ini penting dan ini bersangkutan dengan email yang aku perlihatkan tadi malam," ucapnya dengan wajah yang tampak serius.

Mata Kavindra melihat ke arah Anindya yang ternyata tidak terlalu peduli dengan pembicaraan mereka berdua dan dia bahkan melanjutkan sarapannya.

"Aku akan menemuimu di ruang kerjaku," ucap Kavindra.

Wanita itu menundukkan kepala dan langsung berlalu.

Kavindra terlihat buru-buru menyiapkan sarapannya dan dia juga sedikit gelisah dan entah apa yang membuat dia tiba-tiba saja tidak tenang.

"Kamu tidak mempertanyakan siapa dia?" tanya Kavindra.

Anindya menggeleng dengan mudah, "kenapa juga harus mempertanyakan siapa dia dan bukankah itu urusan kalian berdua," jawab Anindya yang selalu saja tenang.

"Baguslah! memang kau tidak perlu mencampuri urusanku dan tidak perlu tahu apa-apa," ucap Kavindra yang tidak direspon sama sekali oleh Anindya.

Setelah Kavindra menyelesaikan sarapan itu yang akhirnya Kavindra terdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi yang membuat Anindya melihat kepergian suaminya itu.

"Bukankah dia sering mengatakan banyak berhubungan dengan wanita dan mungkin saja itu salah satu wanitanya. Lalu untuk apa juga aku bertanya?" ucap Anindya dengan menghela nafas yang merasa tidak peduli.

***

Anindya yang berada di dalam kamarnya yang bersandar di kepala ranjang yang terlihat membaca buku dan tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka yang ternyata suaminya memasuki kamarnya.

"Kamu tidak berangkat kerja?" tanya Anindya

"Aku akan ke Milan untuk beberapa hari. Kamu tetap berada di rumah dan bukan berarti jika aku tidak ada di rumah dan kamu boleh pulang seenaknya," ucap Kavindra.

"Apa aku perlu menyiapkan pakaian tuan?" tanya Anindya.

"Kamu sepertinya begitu sangat senang sekali ketika aku ingin ke Luar Negeri. Apa kamu akan merasa bebas jika tidak ada aku?" tanya Kavindra dengan cepat sensitif.

"Apa ekspresiku memperlihatkan bahwa aku begitu sangat senang?" Anindya yang kembali mempertanyakan hal itu.

"Ada saja jawabannya," sahut Kavindra yang sangat kesal menghadapi istrinya.

"Ingat selama aku berada di Luar Negri. Kau tidak boleh kemana-mana dan ketika melakukan apapun harus meminta izin padaku. Talitha akan mengawasimu dan jika kau menginginkan sesuatu maka tanyalah padanya," ucap Kavindra yang memberikan banyak saran kepada istrinya itu.

Bersambung.....

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kan sudah di ultimatum sama Kavindra di awal untuk ga urusin privasi dia Anindya tapi kamunya saja yang tetap ngelanggar, meskipun kamu istrinya harusnya kamu sudah tau batasan yang Kavindra berikan apalagi kamu perempuan yang ngerti ag4ma s2 lagi dan pakai cadar jadi kamu tetap salah.

Kavindra sudah mengatakan kalau status pernikahan kalian jelasnya bagaimana jadi kamu ga ada hak buat dia.
Marina Tarigan
kalau celia tdk menerima ya sakit sendiri lah tdk diperdulikan Andra kalau celia terus menyakiti Thalita Arlan sendiri yg bertindak
Marina Tarigan
kavindra sembuh karena doa seorang istri yg soleha dan kedekatan karvin dan doa nya kpd sang pencipta
Marina Tarigan
tak apa thalita biarkan dia berak darah pak Indra mendukung kalian dan Anin Karvin ya sdh lalu kalian pindah kr rmh dinas atau ke rumah sendiri kedua anaknya sakit hati pd Celin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkkk Gengsinya Kavindra segede gunung Anin makanya dia nyari infonya lewat bibi.😆😆
Marina Tarigan
nikahi saja Arlan Thalita karena ayahmu tdk masallah dan tinggalkan rmh orang tuamu kamu perwira polisi celia terlampau banyak menghina orang
Marina Tarigan
nikah saja sm Arlan thalia supaya mama arlan stres
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lebih baik kamu ijin buat kerja saja Anin biar ada kegiatan dan ga di anggap hanya benalu memanfaatkan harta Kavindra.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor mending kata BELIAU nya di ganti pake kata DIA saja biar cocok dan harus lebih di koreksi lagi penempatan/pemakaian kalimat yang pas... maaf hanya sekedar masukan.🙏
Marina Tarigan
bulfoser dulu mulut ibumu itu kerjanya hanya nyakiti perasaan orang lai n Arlan tak ada wanita selembut anindya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kavindra ternyata sifatnya redflag, numpuk semua sifat buruknya ada di dia.😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Maaf Thor kalau bisa, kalimat yang b8lanf MAU SHOLAT ISYA DULU ga usah di tambahin kalimat WALAUPUN WAKTUNYA BANYAK TAPI HARUS DI UTAMAKAN ga harus di jabarkan seperti itu jadi kesannya kayak kurang pas kedengerannya lebih baik kalau MAU SHOLAT DULU.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Diihhh Kavindra pengen di getok kepalanya dari awal sombong dan angkuh banget.... awas tar ngomong tinggi² terus kalau jatuh sakit dan malu kalau suatu saat kamu bucin sama Anindya.😄😄
Marina Tarigan
aduhai ibu celia anakmu laki2 duanya batinmu kok serakaj kali sekarang reaksimu menyakito orang terus sih anak laki2 pasti membela istrimya kzrena istri adalah kebutuhan laki2 bukan ibunya kamu pasti kalah
Marina Tarigan
ibu celin kasihan juga ya punya 2 orang pria tampan 1 mantan magia kelas kelas kaksp untung sekarang berubah total dan dekat sm Tuhan dan. 1 lagi pria tampan gagah perkada lebay banget mencintai istri. orang
Marina Tarigan
wajar Anin sangat takut Kavin kenapa baru merasakan keindahan bersuami awal2 dulu dipenuhi ketakutan juga 8 thn kehilangan karena di penjara sekarang kena tumor lagi doa khusuk Anim semoga Tuhan memberi kesemnihan suamimu
Marina Tarigan
aku tdk pernah meminta cucuku ke rmhku kalau tdk mantuku ngantar anaknya ke rmh ku buat apa bikin repot. haha aa cari penyakit saja orang tua egois sumber malapetaka
Marina Tarigan
mertua pihak laki2 memangnya ada selalu perasaan kurang nyaman sm istri anaknya mknya selalu saja ada ketidak nyamanan ya anak laki menikah keluar dr rmh orantuanya berarti anak laki2 mu sdh punya wilayah sendiri yg tdk perlu dicampuri apapun itu
Marina Tarigan
lanjut semoga tumor Karvin cepat teratasi
Marina Tarigan
ada apa Thalita kok aneh petarung hebat kok bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!