Aera, seorang anak perempuan yang kehilangan ibunya karena meninggal. Setelah ibu tirinya datang, hidup Aera berubah total. Ayahnya yang dulunya sangat mencintainya, kini tidak peduli lagi. Aera merasa sendirian dan terkucil, seperti bawang yang terlupakan. Aera hanya ingin satu hal: mengembalikan kasih sayang ayahnya. Tapi, dia menemukan kebenaran yang mengerikan: ibu tirinya lah yang membunuh ibu kandungnya. Aera merasa marah dan sedih, tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Suatu hari, datanglah Leonar, seorang laki-laki muda. Dia ramah dan baik, serta peduli pada Aera. Aera merasa bahagia, tapi kebahagiaan itu tidak akan bertahan lama. Leonar membantu Aera untuk membongkar kasus meninggalnya ibu kandungnya, tapi mereka tidak tahu bahwa ibu tirinya akan melakukan apa saja untuk menyembunyikan kebenaran. Bagaimana Aera dan Leonar akan menghadapi bahaya yang mengancam mereka? Apakah mereka akan berhasil membongkar kebenaran dan mengembalikan kasih sayang ayah Aera? Ataukah mereka akan gagal, dan Aera akan tetap menjadi bawang yang terlupakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SellaAf., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil Anak siapa?
Dua buah motor balap sudah berbaris rapi di jalanan dan di kerubungi orang-orang baik dari mekanik geng motor masing-masing yang sedang mengecek kendaraan motor, maupun gadis-gadis seksi yang berdiri di samping motor balap.
Leo sudah duduk di atas kendaraannya dan helm full facenya. Sedangkan Alex dan Wain mengecek kembali motor Leo agar tidak ada kesalahan apapun yang bakal membuat leo kalah atau bahkan membuat Leo celaka.
"Zayyan mana? "tanya Leo.
"Tuh sama Davin, mereka lagi ngambek habis gue cekik." Wain mengedikkan bahunya tidak peduli.
Alex menoleh dari kejauhan, "Bisa ngambek juga mereka ternyata."
Wain langsung memasang ekspresi terkejut,
"Lo kaya nggak tau mereka aja selain bego, mereka juga suka ngambekkan, kaya cewek aja baru di cekik ngambek." ucap Wain sambil memutar bola matanya.
"Alex udah belum? " tanya Leo yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan mereka, walaupun ada dua gadis seksi yang cantik di sebelahnya, namun tidak ia hiraukan.
"Aman bos!" Alex dan wain berdiri.
Tidak lama kemudian panitia balap liar mulai menstruasi kan jalanan, mengusir orang-orang yang ada di jalan karena sebentar lagi balapan akan di mulai.
Balapan ini sangat di tunggu-tunggu karena yang balapan adalah pemimpin geng motor ALAXTAR melawan pemimpin geng motor BLACK TIGGER yang sama-sama terkenal di kota ini, makannya penontonnya membeludak.
Balapan sebentar lagi di mulai. Leo sudah menyalakan motornya dan memainkan gasnya, ia menoleh kesamping melihat Alfino pemimpin geng Black tigger.
Alfino memberikan jempolnya ke arah Leo lalu membaliknya. Leo hanya menampilkan smirknya di balik helm full facenya.
"BERSEDIA SEMUAAAAAAA..."
"Tiga... Dua... Satu... GO..."
Dalam hitungan mundur akhirnya merekapun langsung menancapkan gasnya, para penonton langsung bersorak turun ke jalan meneriakkan nama jagoan mereka masing-masing.
Leo memimpin pertandingan dengan Alfino di belakangnya mereka saling salip menyalip.
Disisi lain Wain menoleh kesana kemari mencari Davin, ternyata Davin sedang merokok bersama teman-teman geng Black Tigger.
"Sialan, si Davin beraninya dia malah gabung sama musuh sendiri." Batin Wain geram, Wain yang melihat Davin dengan geng tigger ia langsung menghampirinya.
"DAVIN!" teriak Wain.
Davin yang sedang mengisap rokoknya langsung terkejut kaget.
"A-anjir sialan lo, bikin jantungan aja! " kaget Davin.
"Sini lo!!!" Ucap Wain sambil menarik kerah jaket Davin.
"Maksud lo apaan Hah! Lo mau jadi benalu." marah Wain, davin hanya mengerutkan dahinya bingung.
"Apa sih." ucap Davin sambil melepaskan cengkeraman tangan wain.
"Gue cuman minta rokok doang sama mereka, jangan mikir aneh-aneh lo." sambungnya.
"Minta berapa bungkus? Minta dong, " ucap wain. Davin yang mendengar ucapan temannya itu langsung membulatkan matanya.
"Miskin banget sih! " ucap Davin, "Nihhh..."ucapnya lagi sambil memberi satu batang rokok kepada wain.
"Lo juga sama miskin, buktinya lo malah malak ke geng sebelah." balas wain sambil menerima rokoknya.
"Koreknya pinjem aja ke Zayyan, " ucap Davin, Wain langsung menoleh ke arah Zayyan dan menghampiri nya.
"Zayyan minta korek lo dong?" ucap wain menadahkan tangannya.
Zayyn hanya menatap wain dengan bombastis side eye. "Siapa lo?"
"Dihhh, ngambekan kek cewek!" ucap wain tersenyum meremehkan, "Pakai rok aja besok, sekalian nonton barbie sana."
Zayyan yang mendengar ucapannya langsung bangkit Dan—
BUGHHH!!!
Zayyan langsung memukulnya, wain yang belum siap ia langsung tersungkur, Zayyan yang melihat wain tersungkur ia langsung pergi meninggalkannya.
...----------------...
Sedangkan disisi lain ...
Ada dua gadis perempuan yang sedang berada di sebuah Kafe, mereka adalah Moana dan Aiz.
"Mau ngomong apa na? " tanya Aiz kepada Moana.
Moana hanya diam saja sambil memikirkan bagaimana ia mulai obrolan nya terlebih dulu.
"H-mmm, itu iz gue cuman mau minta saran dari lo," ucap Moana sambil menatap mata Aiz serius.
"Saran apaan na? lo aja belum cerita. " jawab aiz.
Moana menarik nafas berat, "G–gue, Hamil."
Deggg...
Aiz yang sedang meneguk minuman nya itu seketika langsung tersedak kaget.
"A–apaaa..." Ucap Aiz dengan terkejut.