NovelToon NovelToon
Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Ibu Yang Tak Pernah Dipanggil Mama

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Ibu Mertua Kejam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Helena kira setelah ia memilih menikah dengan seorang duda beranak 3 dan juga menjadi seorang mualaf kehidupannya akan membaik, namun ia salah, karena setelah menikah pun keluarga dan saudaranya tidak pernah berhenti mengusik kehidupannya belum lagi kedua anak tirinya tidak pernah menyukai keberadaannya bahkan Helena tidak pernah mendengar kata 'mama' keluar dari bibir mereka.

Dan suatu ketika, ia mengetahui niat Farhan menikahi dirinya, bahkan alasan mengapa tidak ada satupun keluarga besar Farhan menyukak dirinya. Hatinya benar-benar terluka, cinta yang tulus ia berikan kepada Farhan ternyata hanya dianggap sampah yang menjijikan olehnya.

Helena bertekad, ia akan membalas semua orang yang melukai hatinya agar mendapatkan hal yang setimpal dengan dirinya, karena mulai saat itu, ia akan berpura-pura menjadi lemah dan memaklumi banyak hal demi bisa membalas semua rasa sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan mertua ke rumah

Helena yang sedang menyuapi Nael makan terkejut begitu mendengar suara bel berbunyi, Helena ingin berdiri untuk membukakan pintu, tapi salah satu pekerjaan di rumah sudah lebih dulu berlari dan membukakan pintu di depan.

"Omaa, Opaaa," Tiba-tiba Nael berteriak ruang sembari merentangkan tangannya meminta di gendong oleh seseorang yang baru saja menekan bel di depan rumah.

Helena menoleh dan mendapati dua orang wanita dan pria paruh baya yang berjalan cepat ke arah dirinya juga Nael dengan banyaknya barang bawaan di tangan mereka.

"Arumiii," balas wanita paruh baya itu menaruh barangnya di atas meja dan berlari memeluk Nael dengan semangat.

Helena mengerutkan dahinya bingung, karena selama hampir lima bulan ia menikah dengan Farhan, satu kali pun ia belum pernah melihat kedua orang paruh baya ini bertamu ke rumahnya. Mungkinkah itu orang tua dari Elnara, mantan istri suaminya, karena Nael yang memanggilnya Oma dan Opa, seperti panggilan untuk nenek dan kakek.

"Ya ampun cucu oma makin gembul aja makannya, arumi sedang makan apa memangnya, kok mulutnya sampai penuh begitu" tanya sang oma mengecup pipi Nael berkali-kali.

"Makan macakan mama, oma," jawab Nael ruang, karena ia juga baru saja mendapatkan kecupan sayang dari sang opa.

Oma dan Opa langsung menoleh secara bersamaan ke arah Helena yang sejak awal hanya diam saja tidak bersuara.

"Oh, jadi kamu istri baru anak saya?" tanya Oma yang wajahnya berubah menjadi datar juga sinis.

Helena tersenyum kaku, ia langsung memperkenalkan diri tapi tidak di tanggapi oleh keduanya, membuat Helena tersenyum semakin canggung.

"Sini, biar saya saja yang menyuapi Arumi," Oma langsung merebut mangkuk makan Nael yang masih tersisa setengah.

Helena diam, ia tidak tahu jika Farhan masih memiliki orang tua, karena sejak awal mereka perkenalan, Farhan sama sekali tidak pernah bercerita jika ia masih memiliki orang tua ataupun sanak saudara, apalagi di pernikahan mereka yang sudah hampir enam bulan itu, Helena sama sekali belum pernah melihat orang tua Farhan juga sanak saudaranya.

Apakah hubungan Farhan dan orang tuanya tidak baik-baik saja, mengingat mereka juga tidak datang ke acara pernikahan anaknya dan dirinya.

"Kenapa kamu memberikan sayur-sayuran ini kepada Arumi, dia tidak suka sayuran yang seperti ini, " sang oma mulai mengomentari masakan yang di buat Helena dan langsung memilah sayuran-sayuran tersebut dan membuangnya ke atas meja.

"Tapi Nael suka kok," balas Helena sopan.

"Jangan sok tau kamu, saya yang sering bersama Arumi sejak ia masih bayi, jelas saya yang lebih tau makanan yang tidak Arumi suka dan yang Arumi suka," balasnya dengan nada yang tidak santai sama sekali.

Helena diam, ia tidak mau menjawab apapun yang di katakan mertuanya, pasti itu akan menjadi masalah ke depannya dan membuat dirinya tidak di sukai oleh mertuanya.

Helena juga baru tahu jika Nael di panggil Arumi oleh nenek dan kakeknya, apa mungkin karena nama Nael terdengar seperti nama untuk anak laki-laki, itulah mengapa mereka memanggilnya Arumi, yang bahkan jika dalam hal arti, nama Arumi sangat bagus. Keturunan yang baik, canti juga keharuman.

"Oma, Naey cuka cama cayulnya, tenapa di buang?" tanya Nael polos menatap omanya.

(Oma, Nael suka sama sayurnya, kenapa di buang?)

"Sejak kapan Arumi suka sayur wortel dan kentang?" tanya omanya lembut dan mengusap pelan dahi cucunya yang tampak berkeringat.

"Kenapa kamu tidak menyalakan AC, kamu tidak lihat cucu saya kepanasan sampai mengeluarkan keringat?" omel Oma menatap tajam Helena yang hanya duduk menunduk di bawah sofa.

"Ah, maaf, aku lupa," ucap Helena, ia langsung berdiri dan meraih remot AC dan menyalakan AC di ruang tengah.

"Lain kali, apa-apa jangan sampai lupa, bagaimana mau menjadi istri dan seorang ibu yang baik, jika apa-apa kamu lupa,"

lagi. omelan itu memenuhi indra pendengaran Helena. Padahal ia baru saja melupakan satu hal, tapi seakan ia melupakan banyak hal.

"Loh, Oma, opa,"

Freya yang baru saja pulang sekolah langsung berhambur memeluk omanya dan opanya, sedangkan Kenzo hanya sekedar menyalimi tangan oma dan opanya itu.

"Kalian hari ini sedang pulang cepat?" tanya opa karena biasanya keduanya pulang jam empat sore atau paling cepat jam setengah dua siang. ini masih jam satu dan mereka sudah pulang dari sekolah.

"Hari ini sedang ujian opa, makanya aku dan Ke zo pulang lebih cepat dari hati biasa,"

"Ya ampun sebentar lagi kalian akan naik kelas, oma tidak menyangka jika kalian begitu cepat sekali besarnya, karena dulu kalian masih sekecil ini saat mama kalian menitipkan kalian ke opa dan ima," cerita oma menunjukkan ibu jarinya dan juga jari telunjuknya, mendekatkan keduanya sehingga ada ruang kecil diantara jari telunjuk dan ibu jarinya.

Freya tertawa, karena saat ia dan Kenzo kecil, mamanya sering kali menitipkan dirinya dan Ke zo ke rumah oma dan opanya.

Freya dengan hebohnya bercerita bagaimana ia mendapatkan nilai tinggi di kelas, sedangkan Nael masih sibuk mengunyah makanan yang masih disuapi oleh omanya, Nael tidak berkomentar apa-apa lagi setelah sayuran kesukaannya di buang oleh sang oma, dan hanya tersisa daging ayamnya saja.

Sedangkan Helena yang duduk diam menyaksikan bagaimana bahagianya mereka tertawa-tawa, sepertinya Helena paham jika dirinya bukan lagi harus menaklukan Kenzo dan Freya saja, tapi kini bertambah, ia harus menaklukan hati mertuanya.

Helena menghela napas kecil, kenapa Farhan tidak dari awal bercerita kepadanya jika ia masih memiliki orang tua, jika sudah begini kan, Helena sendiri yang terkejut dan bingung bagaimana harusnya ia bersikap layaknya menantu yang sangat baik. Helena sama sekali belum ada persiapan menyambut mereka.

Freya baru sadar jika di ruangan tengah itu ada Helena, ia langsung berdelik marah kepada Helena, bersiap mengusir istri dari papanya itu.

"Kamu ngapain di sini, mau mendengar cerita aku dan oma?" tanya Freya membuat Kenzo dan Opa yang sedang berbincang langsung menoleh ke arah Helena.

"Ah maaf, sepertinya mama harus kembali ke dapur, mama lupa membereskan peralatan masak tadi," ucap Helena langsung bangkit dan hendak pergi dari ruang tengah sebelum suara Nael membuatnya menghentikan langkah.

"Mama, mau kemana?" tanya Nael yang sudah selesai makannya dan sudah di turunkan dari baby chairnya.

Helena berbalik dan menatap Nael dengan senyum lebarnya.

"Mama mau cuci piring dulu, Nael di sini dulu ya sama Oma, Opa dan juga kakak,"

Nael menggeleng, "Nael mengantuk, mau bobo cama mama,"

"Baiklah, mati kita bobo," Helena hendak menggendong Nael tapi langsung di cegah oleh oma.

"Tidak perlu, biar Arumi tidur sama saya,"

Helena mengangguk, lalu cepat-cepat berjalan menjauhi Nael yang matanya sudah berkaca-kaca, barulah Helena mendengar suara Nael yang menangis kencang ingin tidur dengan Helena.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!