NovelToon NovelToon
Warisan Dari Sang Kultivator

Warisan Dari Sang Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Balas Dendam
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sarif Hidayat

Seorang pemuda berusia 25 tahun, harus turun gunung setelah kepergian sang guru. Dia adalah adi saputra.. sosok oemuda yang memiliki masa lalu yang kelam, di tinggalkan oleh kedua orang tuanya ketika dirinya masih berusia lima tahun.

20 tahun yang lalu terjadi pembantaian oleh sekelompok orang tak di kenal yang menewaskan kedua orang tuanya berikut seluruh keluarga dari mendiang sang ibu menjadi korban.

Untung saja, adi yang saat itu masih berusia lima tahun di selamatkan okeh sosok misterius merawatnya dengan baik dari kecil hingga ia berusia 25 tahun. sosok misterius itu adalah guru sekaligus kakek bagi Adi saputra mengajarkan banyak hal termasuk keahliah medis dan menjadi kultivator dari jaman kuno.

lalu apa tujuan adi saputra turun gunung?

Jelasnya sebelum gurunya meninggal dunia, dia berpesan padanya untuk mencari jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarif Hidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 membunuh biaya predator

"Wah... dia-dia ternyata ingin menyelamatkan gadis itu "

Seru seseorang membuat perhatian maudy dan hana langsung mengarah ke arah danau itu kembali, dan secara bersmaan mereka berseru,

"Rayan...."?

 ----;;;;;;----;;;;;;-----

Setelah berhasil mengangkat tubuh gadis itu, rayan langsung mengecek nadi gadis tersebut dan mendapati gadis itu masih hidup meski denyut nadinya sudah sangat lemah dan mungkin akan segera mati jika rayan terlambat sedikit saja.

Dengan tanpa ragu rayan langung menekan bagian dada gadis itu untuk mengelurkan air yang telah terminum oleh gadis tersebut.

"Cepat,,,! anak muda.. apa yang kamu lakukan? cepat bawa gadis itu kemari "

Ucap para penyelamat yang sudah datang menyusul menggunakan perahunya.

Namun rayan tidak menghiraukannya, ia terus menekan dada gadis itu hingga setelah beberapa kali menekannya, akhirnya gadis itu mengeluarkan banyak air dari mulutnya,

"Uhuk"

"Uhuk"

Gadis itu perlahan mulai sadar, dan ia samar-samar melihat sisik pemuda dengan tangan masih berada di dadanya,

"Kamu.... Si-siapa kamu"?

Ucap gadis itu Dengan kesadaran yang belum pulih.

Rayan mengangkat tangannya dari gadis itu, ia kemudian beralih pada orang-orang di atas perahu itu.

"Apa kalian membawa sebuah senjata "

Orang-orang di atas perahu itu tampak saling pandang, namun sebuah suara air memercik terdengar di tak jauh dari mereka,

Ekor buaya tampak besar mengangkat ke atas, kemudian kepalanya sedikit mengambul dengan tubuh pemuda di mulutnya,

Byuarr

"Be-besar sekali...."

"Bagai mana bisa ada buaya di danau ini ?"

 

"Cepat...cepat tangkap buaya itu "

Seru salah seorang pengawa pada para rekannya,

"Tangkap bagai mana, buaya itu begitu besar dan lagi buaya itu berada di dalam air, bagai mana kita bisa menangkap nya"

Kata rekannya menimpali.jika menangkap seorang pencuri atau penjahat lainnya, ia mungkin masih bisa melakukan nya, tetapi untuk menangkap se-ekor buaya di dalam air seperti itu, bagai mana mereka melakukannya.

"Pakai saja benda tajam atau apa saja yang kalian punya"

Ucap pria itu kembali.

"Tunggu... Sepertinya buaya itu adalah buaya terbesar yang berada di penangkaran milik tuan sanca...."

Seru seseorang dari atas perahu lainnya, ia pernah berkunjung ke penangkaran itu, dan semua buaya di sana akan terdapat pita merah pada ekornya, dan ia melihat sekilas pita itu pada buaya tersebut,

"Leon... Apa kamu yakin ?"

Pekik seorang pria berusia 40 tahunan ia merupakan kepercayaan dari pemerintah setempat untuk mengawasi sekaligus memperkerjakan para pengawas untuk ke amanan di danau tempat wisata itu. Sekaligus orang yang sebelumnya berbicara dengan Rayan.

"Saya yakin tuan ferdi, karena di ekor buaya itu terdapat sebuah pita berwarna merah "

Jawab Leon membuat tuan ferdi langsung sedikit lega, dengan begitu masalah ini tinggal ia lemparkan saja pada pemilik penangkaran buaya itu.

"Kalau begitu tangkap buaya itu hidup-hidup"

Perintah tuan ferdi pada para pengawas itu, yang mana membuat mereka semua langsung menatap pria paruh baya itu bodoh.

Apakah pria itu pikir menangkap buaya adalah yang mudah, bahkan jika mereka berhasil membunuhnya saja, itu sudah menjadi keberhasilan yang luar biasa,

"Tuan.. bagai mana mungkin kita bisa menangkap predator air itu hidup-hidup.. membunuh nya saja itu belum cukup untuk menebus nyawa seorang pemuda itu ''

Ujar Jon tidak habis pikir dengan jalan pikiran pria itu,

"Lakukan saja sesuai apa yang aku katakan terlebih dahulu, terkecuali tidak ada jalan lain kecuali membunuhnya, baru kalian boleh menggunakan senjata api untuk menembaknya "

Ucap ferdi, namun tepat ketika ucapannya itu terlontar, suara air seperti orang terjun mengejutkan mereka,

Byuarr..

"Ap-apa yang dia lakukan....?"

 

"Astaga... Apakah dia sudah bosan hidup ?"

 

"Hei... Bocah apa yang kamu lakukan.. cepat naik kembali "

Seru Ferdi, sebelumnya ia merasa menyesal karena sebelumnya tidak mendengarkan bocah itu,

Sedangkan di tepian danau itu, semua orang juga tampak terkejut melihat pemuda terjun kembali ke dalam danau.

"Apa yang dia lakukan."

Pekik Hana, meski ia tau kalau pemuda itu sedikit kuat dalam bertarung, tetapi bahkan seorang ahli beladiri saja akan berpikir ulang jika harus melawan seekor buaya di dalam air.

Hana sudah bisa menebak pastilah pemuda itu ingin membunuh buaya itu, bertingkah seperti pahlawan yang nantinya Kana di kagumi oleh semua orang.

"Dia-dia... Kenapa dia meloncat kembali "

Dengan ekpresi khawatir Maudy berkata lirih..

Begitupun dengan orang-orang di sana, satu persatu mereka berseru dengan penuh kejutan, pandangan mereka semua tertuju pada pertengahan danau itu, tak khayal dari mereka sampai menahan nafas mereka karena pemuda itu tak kunjung keluar dari dalam air,

Hingga

Suasana pun menjadi hening, terutama pada pengawas yang sedang mengelilingi area sekitar dengan perahu mereka, mereka semua terdiam tanpa kata melihat ke satu titik yang mana bahkan setelah pemuda itu meloncat masuk ke dalam air, pemuda itu tak kunjung keluar,

Bahkan air danau itu sendiri tampak tak ada pergerakan sama sekali, seolah tidak terjadi apa-apa yang hanya menyisakan keruhan air berwarna merah darah,

"Apakah dia telah mati ?"

Pekik salah satu pengawas karena pemuda itu tak kunjung muncul,

Blup

Blup

Blup

Tiba-tiba saja air itu bergelembung dan tak lama sosok tubuh pemuda yang sebelumnya di terkam oleh buaya itu muncul.

"I-itu...."?

Para pengawas saling memandang satu sama lain, mereka pikir pemuda itu lah yang muncul, tetapi belum sempat mereka bereaksi, sesuatu muncul kembali yang mana kali ini buaya itu lah yang muncul tak bernyawa lagi.

"Dia-dia membunuh buaya itu "?

Seru fredi.. ia merasa sedikit lega akhirnya pemuda itu tidak menjadi korban juga.

"Dia benar-benar membunuh buaya itu seorang diri ?"

 

"Hebat... Sepertinya pemuda itu bukan orang biasa"

 

"Bagai mana mungkin, bagai mana cara dia melakukannya"

 

Seruan demi seruan dari orang-orang di kapal itu saling bersahutan. Mereka tidak berharap pemuda itu akan benar-benar membunuh pemuda itu.

Namun setelah menunggu cukup lama, rayan tak kunjung juga muncul dari dalam air itu, membuat semua orang yang berada di atas kapal sampai menyapukan pandangan mereka ke segala arah.

"Kenapa pemuda itu tidak kunjung muncul"

Fredi mengerutkan kening nya melihat air itu kembali tenang.

Semua orang langsung bertanya-tanya dalam benak mereka, bagai mana mungkin pemuda itu tidak muncul sedangkan buaya itu sendiri telah di bunuhnya.

Apa yang sebenarnya terjadi, apakah pemuda itu mati di telan oleh buaya itu dan buaya tersebut mati karena terlalu kenyang.

Pikiran aneh pun muncul di kepala mereka masing-masing,

"Apa yang kalian tunggu... Cepat tubuh pemuda itu dan angkat juga buaya sialan itu"

Teriak Fredi pada mereka agar mengangkat tubuh pemuda yang tampak sudah sepotong tubuh itu,

*******

"Huh... Merepotkan saja"

Gerutu rayan, saat ini ia sudah berada di tepian danau itu ia berada cukup jauh dari keramaian dan keberadaan nya terhalangi oleh sebuah pohon beringin.

Kemudian Rayan mengalihkan pandanganya ke arah di mana Maudy dan Hana berada, ia memfokuskan jarak telepatinya dan berkata,

"Maudy... Aku menunggu kalian di pintu keluar" 

Maudy yang sedang terus memperhatikan ke arah danau, terkejut mendengar suara dewa di kepalnya untuk yang kedua kalinya,

"Ada apa Maudy?"

Tanya Hana mendapati wajah Maudy agak mengkerut.

"Aku, aku tiba mendengar suara kak ray di kepalaku"

Jawab Maudy membuat Hana ikut mengerutkan keningnya lalu berkata,

"Sepertinya kamu memiliki perasaan padanya"

"Apa yang kamu bicarakan, aku sungguh mendengar suara kak ray di kepalaku, dia mengatakan bahwa dia sudah menunggu kita di pintu keluar "

Ujar Maudy memasang wajah serius, yang mana membuat Hana semakin menatapnya,

"Aku sungguh tidak berbohong, sebelumnya aku juga mendengar suara Kak rayan saat kita masih berada di tengah danau, saat itu kak ray mengatakan, padaku menyuruhmu untuk segera menepi "

Dengan wajah serius Maudy mencoba untuk membuat Hana percaya padanya,

"Maudy... Jika kamu tidak segera menyusul, mungkin aku sudah pulang terlebih dahulu"

Kembali suara rayan bergema di kapal Maudy,

"Kak... Apa-apakah itu benar suara kamu"?

Maudy tampak bingung, ia bahkan segera melihat ke sekeliling kerumunan orang mencari keberadaan pemuda itu,

"Oh ayolah Maudy, jelas-jelas kita semua melihat pemuda itu menceburkan dirinya ke dalam air"

Hana tidak mempercayai ucapan sahabatnya itu, ia berpikir... Mungkinkan sebenarnya Maudy sudah terkena penyakit asmara dari pemuda itu. Hingga di saat ke adaan mengkhawatirkan pemuda itu.. Maudy jadi berhalusinasi mendengar suaranya,

"Kak.. kamu di mana ?"

Maudy terus melihat-lihat ke sana kemari, namun ia tidak mendapati keberadaan kakak angkatnya itu.

Hingga tak berselang lama, beberapa perahu menepi di pelabuhan dan para pengawas turun dari kapal mengtong tubuh pemuda menjadi korban, sekaligus tubuh buaya yang sudah mati... Namun yang membuat aneh adalah ke empat kaki buaya itu rupanya tidak ada.

"Menyingkir.... Harap semua memberi jalan"

Ucap mereka yang membawa tubuh korban,

"Tuan... Kemana pemuda itu... Kenapa kami tidak melihat dia keluar dari dalam air"

"Benar... Apakah pemuda itu yang telah membunuh buaya itu ?"

"Tuan... Apakah pemuda itu selamat "?

"Tuan... Kemana pemuda itu sebenarnya "?

Satu persatu pertanyaan di lontarkan oleh orang-orang dari tepian, mereka jelas tidak melihat pemuda itu keluar dari air, sedangkan tubuh korban dan buaya yang berhasil di bunuh itu sudah di bawa...

"Menyingkir.... Jika kalian bertanya pada kami kemana pemuda itu. Lantas kami harus bertanya pada siapa "

Jawab salah satu pengawas, mereka bahkan lebih kebingungan dari orang-orang di tepian.

1
slametskc
dancok ki..sadewa itu siapa lagi lho cok ???
Akamcad949: maaf kak, suka salah ketik MC cerita buku yang lama
total 1 replies
ZAHRANI
thor mcnya kurang tegas,jangan sampai diremehin 😏
Akamcad949: Nanti semakin tegas ko kak tunggu aja
total 2 replies
slametskc
kultivator itu kalau hidup di jaman modern jadi orang dungo goblok tolol dan anjing banget...percumah sakti kalau idiot..dan keterbelakangan mental...ASU TENAN
slametskc
Sadewa itu siapa cookk..
Rizky Fadillah
karyamu kan,bukan hasil AI klo ini karya mu asli,mohon hilangkan tanda pemberitahuan awal misal nya dendam di desa lama,jngn di bilang dr awal biarkan sejalan sama alur,bila kmu kek gitu jatuh nya kek karya AI
Purwanto Gening
lanjut
ラマSkuy
👍
Casudin Udin
Luar biasa
ラマSkuy
👍
ラマSkuy
mana thor epic battlenya aku udah penasaran ini 👍😁
ラマSkuy
aya ya yay gigantung pula disitu aku penasaran thor 😄
ラマSkuy
nice thor belum ada lawan yang sepadan nih dengan MCnya

ditunggu kelanjutannya thor💪
ラマSkuy
ayo Rayan tunjukan kekuatanmu sebagai kultivator 💪
ditunggu kelanjutannya thor
ラマSkuy
bumbu komedinya pas bangat kamu thor ngeraciknya hahaha ngakak aku "Geng Pisau Dapur"😂😂
ラマSkuy
menurut saya untuk keseluruhan dari rangka cerita dan alur disetiap bab udah bagus dari tata bahasanya mudah dipahami dan tentunya menarik untuk diikuti, hanya saja kekurangannya sampai bab 15 yang saya baca kadang penamaan MC berubah-ubah itu saya dari saya.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH
ラマSkuy: oke kak thor aku menanti kelanjutannya
total 2 replies
ラマSkuy
maaf kakak author sebenarnya nama MC dan ibunya siapa sih dibab ini disebutkan nama ibunya MC itu Danira, atau Lestari aku jadi bingung bacanya

Disini juga di sebut nama MCnya Rayan tapi di sinopsis di sebut Adi agak membingungkan thor apakah ada kesalahan di penamaan karakternya?

Itu saja kritik yang mau aku sampaikan kepadamu thor, Terima kasih
Akamcad949: Terimakasih udah di ingatkan, maaf atas ketidaknyamannya🙏
total 1 replies
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
kopi ☕ biar semain 👁 dan 💪💪💪
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
cerotanya bagus tetap semangat
Phaul Fukaba
namanya sadewa apa rayan ?
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!