NovelToon NovelToon
My Possessive Mafia

My Possessive Mafia

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Enemy to Lovers / Psikopat itu cintaku / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Bagaimana jika ginjal yang ada di tubuhmu ternyata milik adik seorang mafia, dan sejak saat itu hidupmu berada dalam ancamannya?

Bahkan setelah berhasil lolos dari kematian, kamu masih harus menghadapi bayang-bayang maut dari mafia kejam yang tak pernah berhenti memburumu.

Itulah yang dirasakan Quinn ketika ia mengetahui bahwa keberhasilan operasi transplantasi ginjalnya telah merenggut nyawa orang lain demi kelangsungan hidupnya.

Apakah Quinn mampu bertahan hidup?

Ataukah nyawanya harus menjadi harga yang dibayar atas kehidupan yang pernah ia ambil?

୨ৎ MARUNDA SEASON III ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

III. Makam Mama

Saat keluar dari Mercedes, mataku langsung tertuju ke buket bunga Lili, lalu ke area pemakaman.

Sambil menunggu Papa memutar mobil, sebuah Bentley dengan kaca gelap melaju pelan di dekat kami.

Sambil tersenyum ke Papa, aku merangkul lengannya waktu kami berjalan menuju ke makam Mama. Aku melihat rumput yang dipangkas rapi, makam-makam yang terawat, hamparan bunga, dan pepohonan tua. Alam dan batu nisan menyatu dengan tenang.

"Tempat ini indah dan damai."

“Aku enggak bakal bilang kuburan itu indah,” sahut Papa.

Aku menengok ke kanan dan melihat seorang cowok sedang berjongkok di depan sebuah batu nisan, kepalanya sedikit tertunduk. Sebelum aku sempat melirik lebih lama, dia menengok ke arahku.

Karena jarak kami, aku enggak bisa melihat wajahnya dengan jelas, dan aku langsung buang muka biar dia enggak berpikir kalau aku lagi memperhatikan dia.

Saat kami sampai di makam Mama, aku mengambil bunga-bunga layu dari vas batu nisan dan taruh buket bunga segar di sana.

“Kami bawain bunga Lili buat Mama,” kataku sambil baca tulisan yang terukir di batu granit.

“Hai, Rinjani,” bisik Papa sambil merangkul batu nisan itu.

“Aku bawa Quinn, biar kamu lihat betapa baiknya dia.” Suaranya bergetar saat dia menambahkan,“Tapi dia sama keras kepalanya kayak kamu, pingin ngelakuin banyak hal.”

Aku tertawa kecil. “Enggak, Papa aja yang terlalu lebay ... Kayak biasa.”

Keheningan menyelimuti kami saat berdiri di sana. Beberapa detik kemudian, aku merasa sensasi aneh di belakang leherku.

Saat aku menengok ke kanan, cowok itu masih berdiri di dekat makam yang dia kunjungi, tapi kepalanya mengarah ke kami.

Dia cuma memandang, tapi tubuhku langsung tegang.

Ada rasa bahaya.

“Ayo pulang, Papa,” kataku sambil mulai menjauh dari makam Mama.

Saat kami kembali ke mobil, Papa bertanya, “Ada tempat lain yang mau disinggahin, atau langsung pulang?”

“Pulang. Aku pingin makan malam.”

Kami masuk ke Mercedes, aku pasang sabuk pengaman. Waktu Papa menyetir keluar dari gerbang pemakaman, aku bilang, “Sejak transplantasi, aku sering ngerasa kayak lagi diawasin.”

Mata Papa langsung ke aku. “Tapi kamu hampir enggak pernah keluar rumah.”

“Aku tahu ... Aneh ... Entah lagi masak atau nonton TV, perasaan itu muncul di waktu yang enggak ketebak.”

“Kamu bukan tipe orang yang paranoid, Sayang. Mungkin kamu perlu konsultasi sama terapis. Kamu udah lewatin banyak hal tiga tahun terakhir. Mungkin ide bagus buat kamu.”

Aku tertawa kecil. “Enggak, makasih. Aku enggak mau ceritain semuanya ke orang asing. Ngobrol sama Papa aja sudah cukup buat jadi terapi aku.”

“Mungkin kamu harus ngundang Sannie dan Awin. Udah lama banget sejak ...” Papa berhenti sebentar, “... kamu enggak ketemu mereka.”

Ada alasan kenapa aku enggak bertemu mereka. Mereka berhenti datang ke rumah sakit saat tahu keadaanku menjadi lebih parah.

Aku belum siap memikirkan bagaimana teman-temanku bisa meninggalkanku di masa-masa tergelap dalam hidupku.

“Kayaknya enggak,” gumamku.

Mata Papa kembali ke aku.

“Ada apa antara kamu sama mereka?”

Aku geleng-geleng kepala dan memandang ke luar jendela.

“Enggak apa-apa, Pa.”

Dia diam sebentar sebelum bilang, “Maafin Papa, Sayang.”

Aku condong ke depan, menyalakan radio, dan mengatur volumenya biar enggak terlalu kencang.

Begitu Papa jalan dari lampu merah, aku bersandar di kursi dan memandang ke luar jendela.

Ada mobil hitam di sebelah kanan kami, kacanya terbuka. Aku melihat seorang cowok di kursi belakang.

Perasaan itu menyerangku, tapi sedetik kemudian mobil, itu belok ke jalan samping dan aku enggak bisa lihat cowok itu lagi.

Aku yakin, itu cowok yang sama yang muncul di mimpi aku, di malam setelah transplantasi. Karena aku akan mengenali mata cokelat itu di mana pun.

Saat mobil itu menjauh, aku sadar itu Bentley.

Apa itu orang yang sama yang aku lihat di pemakaman tadi?

Bahkan belum semenit berlalu, aku mulai meragukan diri sendiri.

Atau ini cuma deja vu?

1
safaana
ceritanya bagus,mudah di pahami,ringan dan ada tawanya yang pasti ada kebaikannya,,,,sukses selalu
DityaR 🌾: maaciii kak 🙏
total 1 replies
Rainn Ziella
✨ Terimakasih kak, karyanya bagus banget 🥹 rasanya campur aduk, kadang sedih, tegang, senang, lucu, romantis, kadang ngabisin tisu pas part sedihnya 😭

Disini, aku dapat banyak pelajaran hidup tentang kehilangan seseorang 💔 karena kesabaran dan keikhlasannya akhirnya mereka bahagia✨

Bakalan kangen banget sma Braun dan quin, semoga kedepannya masih bisa ketemu mereka thor 🫶🏼😭💙✨✨
DityaR 🌾: Maaci, kak🙏
total 1 replies
Rainn Ziella
Di undang ga yaa
Rainn Ziella
Geli nyaa 😭🗿
Rainn Ziella
Braun : aku suka nya kamu
Adellia❤
awalnya sih sedih ya karna tokoh utama hampir meninggal lalu di tengah" menegangkan karna tokoh utama pria yg seorang mavia beraksi tapi di ahir maniiss bangett karna cinta melimpah di mana"😍😍
DityaR 🌾: Maaci ,kak🙏
total 1 replies
Adellia❤
keluarga cemara😂😂
Adellia❤
sekali lagi selamat quinn🥰🥰
Adellia❤
yeeyyy akhirnya... selamat quinn🥰
Adellia❤
q cewek tapi lebih suka manggil Ra in kayak nama di drakor..
Adellia❤
definisi musibah membawa berkah😂😂
Adellia❤
serius ini gak di mutilasi??? itu biangnya loh😂😂
Rainn Ziella: Udah capek kak bang Braun pngn cepet balik 😭
total 1 replies
Adellia❤
ini pertama x nya pisah pasti berat mana lagi anget" nya lagi😂😂
Adellia❤
whaaattt ke 7 ???? gila sepagi ini😂😂😂
Adellia❤
Quin bener dy gak punya banyak pilihan jadi ya terima dengan ihlas enak kok🤣🤣
Rainn Ziella
Wkwkwk lucu bgt sii
Adellia❤: huum gak sabar nich..
total 5 replies
Rainn Ziella
Gasss quin 😭
Adellia❤
lagi dunk🙈🙈🙈
Rainn Ziella
Kebalik ihh 😭😹
Rainn Ziella
Astagaaaa tenangin diri kalian guys 🥵🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!