NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Aku tidak peduli! Aku hamil anakmu, Mas! Kau harus bertanggung jawab!" teriak Riana, emosinya meluap-luap. Ia mondar-mandir di ruang tengah apartemen dengan wajah merah padam.

Farhan duduk di sofa dengan wajah frustrasi. Tangannya memijat pelipisnya, berusaha meredakan sakit kepala yang mendera. "Aku tahu, Riana! Aku akan bertanggung jawab! Tapi beri aku waktu. Semua ini tidak semudah yang kau bayangkan!" jawab Farhan dengan nada lelah.

"Waktu? Kau bilang beri waktu? Sampai kapan? Sampai perut ini membuncit? Atau Samapi kamu kembali padamu, begitu? Kau masih mengharapkannya, wanita kampungan itu kan? Aku tahu itu!" tuduh Riana dengan nada sinis, menusuk tepat di jantung Farhan.

Farhan terdiam, tak mampu membantah tuduhan Riana. Ia memang sangat mengharapkan Nafiza, meski ia tahu itu adalah hal yang mustahil.

Amarah Farhan tersulut. Ia berdiri dari sofa dan menatap Riana dengan tajam. "Jaga ucapanmu, Riana! Jangan menghina Nafiza!" bentak Farhan, suaranya menggelegar.

"Kenapa? Kau marah? Kau berubah pikiran setelah tahu ternya di balik cadarnya ia cantik hah!? Lalu bagaimana denganku? Bagaimana dengan anak ini?" Riana menunjuk perutnya yang masih rata, air matanya mulai mengalir.

Farhan menghela napas panjang, berusaha menenangkan diri. Ia mendekati Riana dan menggenggam tangannya dengan lembut. Mencoba menenangkan Riana.

"Aku akan bertanggung jawab, Riana. Aku akan menikahi mu. Tapi tolong, jangan paksa aku untuk tidak mencintai mencintai Nafiza," ujar Farhan lirih, kejujurannya justru semakin membuat Riana murka.

Riana menarik tangannya dari genggaman Farhan, air matanya semakin deras mengalir. "Jadi, kau menikahiku hanya karena terpaksa? Karena aku hamil anakmu? Kau tidak mencintaiku lagi?" tanyanya dengan nada pilu.

Farhan terdiam, tak mampu menjawab pertanyaan Riana. Ia tidak bisa berbohong, rasa kagum dan cinta yang selama ini rasakan terhadap Riana sekarang terasa hambar. Ia hanya merasa bertanggung jawab atas kehamilan wanita itu.

Riana tertawa sinis, air matanya masih mengalir deras. "Tidak Mas kau hanya boleh mencintai aku! Ini semua pasti gara-gara wanita sialan iitu! desis Riana dalam hati.

"Aku bodoh karena telah merusak rumah tangga orang lain demi pria yang tidak mencintaiku!" teriak Riana histeris.

"Riana, tenanglah. Jangan bicara seperti itu. Aku akan berusaha mencintaimu. Aku janji," ucap Farhan berusaha menenangkan Riana, meskipun ia tahu itu adalah janji kosong.

"Berusaha? Kau hanya akan berusaha? Kau pikir cinta itu bisa diusahakan? Kau pikir aku akan bahagia dengan pria yang hanya berusaha mencintaiku?" balas Riana dengan nada sinis.

Riana kemudian berlari ke arah kamar, membanting pintu dengan keras. Farhan menghela napas panjang, wajahnya semakin frustrasi. Ia merasa terjebak dalam situasi yang sangat rumit.

_______&&______

Di rumah sakit, dalam ruangan, Nafiza terdiam, mencerna ucapan Zayn. "Kamu serius, Zayn? Aku ini janda!" lirih Nafiza, merasa tak pantas bersanding dengan pria sesempurna Zayn. Hatinya masih terluka, dan ia ragu untuk memulai hubungan baru, meski ketulusan terpancar dari mata pria itu.

Zayn mendekat, menjaga jarak yang sopan di sisi ranjang Nafiza. Ia menatap Nafiza dengan lembut dan penuh keyakinan. "Nafiza, janda itu bukan aib. Itu adalah bagian dari masa lalumu, dan itu tidak mendefinisikan dirimu. Yang terpenting bagiku adalah hatimu, akhlakmu. Aku melihatmu sebagai seorang wanita muslimah yang shalihah, yang kuat imannya. Aku menghargai dirimu apa adanya, dengan semua luka dan pengalamanmu. Bahkan, luka-luka itulah yang membuatmu menjadi wanita yang tegar dan menginspirasi," ucap Zayn tulus, berusaha menyampaikan isi hatinya tanpa melanggar batasan yang ada.

Umi Maryam mengangguk pelan, menatap putrinya dengan lembut. Ia berharap Nafiza bisa membuka hatinya dan menerima lamaran Zayn, meskipun ia tahu putrinya masih ragu. "Nak, Umi tahu kamu masih bimbang. Tapi Umi melihat Zayn adalah pria yang memiliki adab dan akhlak yang baik. Dia menghormatimu. Jika kamu merasa dia adalah pilihan yang tepat, Umi akan mendukungmu," ujar Umi Maryam dengan nada penuh kasih sayang, memberikan kepercayaan pada putrinya untuk membuat keputusan yang terbaik.

Zayn menundukkan pandangannya, menjaga kesopanannya di hadapan Umi Maryam. "Aku tidak akan memaksamu, Nafiza. Aku akan sabar menunggumu hingga masa iddahmu selesai. Aku hanya ingin kau tahu, niatku tulus karena Allah. Aku ingin membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah bersamamu," ucap Zayn tulus, menunjukkan keseriusan niatnya.

Nafiza menatap Zayn dengan mata berkaca-kaca. Ia merasa terharu dengan ketulusan pria itu. Ia merasa sedikit lebih yakin, sedikit lebih berani. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu tersenyum tipis. "Aku akan mempertimbangkan lamaranmu, Zayn. Aku akan meminta petunjuk pada Allah dan memohon agar diberikan yang terbaik," ucap Nafiza lirih, tetapi penuh dengan harapan.

Zayn tersenyum lega mendengar jawaban Nafiza. Ia tahu, Nafiza adalah wanita yang taat pada Allah, dan ia yakin, Allah akan memberikan petunjuk yang terbaik untuknya. "Aku akan berdoa untukmu, Nafiza. Semoga Allah memudahkan segala urusanmu," ucap Zayn.

Maya tersenyum lebar melihat interaksi sang putra. Ia merasa bahagia karena putranya telah menemukan calon istri yang sholeha.

"Kalau gitu aku pamit dan mommy pamit dulu ya? Istirahat moga cepat pulih!" lanjut Zayn.

"Terima kasih doanya , hati-hati di jalan ya." balas Nafiza lembut.

"Kami pamit dulu ya, Mar," pamit maya, lalu mengikuti Zayn menuju lift.

Umi Maryam melambaikan tangan sampai lift tertutup, lalu kembali masuk ke dalam ruangan. Ia mendekati ranjang Nafiza dan duduk di samping putrinya. "Bagaimana perasaanmu, Nak?" tanya Umi Maryam lembut.

"Naf masih bimbang, Umi. Naf takut salah mengambil keputusan. Naf takut akan mengulangi kesalahan yang sama," ucap Nafiza jujur, mencurahkan isi hatinya pada sang Umi.

Bersambung ....

1
Dinar Almeera
Kakakkk terimakasih banyak dikasih bonus terus 😍😍😍😍
riniandara: sama-sama kak, terimakasih juga udah meluangkan waktunya, semoga menghibur ya kak/Kiss//Applaud/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut bulan madu zayn nafiza
riniandara
terima kasih supportnya kak. pasti kak/Smile//Kiss/
we
tetap semangat Kakak
azela
cerita yang menyentuh dan menghibur ayo kakak semua mampir di karya ini di jamin gak akan nyesel deh. semangat buat author juga./Heart//Heart//Pooh-pooh/
azela
lanjut kakaku ceritanya makin kesini makin seru /Heart//Heart/
irma hidayat
pasang alarm nafiza
irma hidayat
ternyata baju kurang bahan hadiah momynya ya nafiza
irma hidayat
dasar perempuan dengki riana gada bersyukurnya
ari sachio
semoga mjd pasangan yg samawa d cepet dpt momongn biar mantan gigit jari ampe kukunya habis😁😁😁
irma hidayat
turut bahagia buat nafiza zayn, lanjut upnya thor
riniandara: besok lagi ya kakakku/Kiss/
total 1 replies
irma hidayat
lanjut up nya thor
riniandara: Siap kak/Applaud/
total 1 replies
ari sachio
sami mawon intine bambang.....😅😅😅
irma hidayat
ayo semangat zayn buat sahkan nafiza
riniandara: pasti semangat 45 Zayn/Applaud//Applaud/
total 2 replies
irma hidayat
enak ya farahan rasa sakit diselingkuhi tak harus nunggu lama karma ya
irma hidayat
jalang riana suatu saat buah yg kamu tuai akan lebih pahit dari kejahatanmu
ari sachio
inalillahi...ternya kuntilanak kalah serem.....kirain riana mo insaf... g taunya malah makin jadi....ampunnn dahhh wes angel tenan jiannnn......
mami syila
dasar Riana /Panic//Panic//Panic//Panic/
mami syila
janda terhoy ini mah
mami syila
lanjut kak seru abis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!