NovelToon NovelToon
Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan

Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Romansa Fantasi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cintamanis / Idola sekolah / Gadis nakal / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Ratu Maharani Alatas (Ratu) gadis 17 tahun yang terkenal Bar-bar di SMA Garuda, dengan ketiga sahabatnya ia menghabiskan waktu bolos sekolah dengan bermain permainan "Truth or Dare" di sebuah cafe. Saat giliran Ratu, ia memilih Dare sebuah ide jahil muncul dari salah satu sahabatnya membuat Ratu mau tidak mau harus melakukan tantangan tersebut.

Mau tahu tantangan apa yang harus di lakukan Ratu? dan bagaimana kisah Ratu selanjutnya? langsung baca aja ya kak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Angkasa, Mika!?" Seru Ratu dengan ekspresi terkejut ia sama sekali tak menyangka, kekasih yang selama ini mencintainya ugal-ugalan malah datang bersama Mika, sahabat yang selama ini selalu mendukungnya dalam keadaan apapun.

Tapi ternyata seorang pengkhianat, Ratu langsung paham pada kejadian beberapa hari ini.

"Jadi semua ini rencana lo?" tanya Ratu dengan nada sinis.

"Ra ... Ratu," ujarnya terbata yang sama terkejutnya ia tak menyangka ia akan ketahuan secepat ini, padahal sebelumnya ia merasa sangat puas dengan permainan yang ia ciptakan sendiri.

"Sial, kenapa Ratu ada di sini sih?" batin Mika kesal.

Angkasa masih bersikap dingin sama seperti saat di sekolah tadi, tanpa sepatah katapun ia melangkah masuk sambil menarik pelan tangan Mika yang menunduk malu sekaligus gugup.

Sedangkan Daddy Anggara hanya memperhatikan gerak gerik keduanya dengan tatapan penuh selidik.

"Angkasa? Apa-apaan ini? Siapa wanita ini, apa ini kekasihmu?" todong Bramantyo dengan nada sedikit membentak, kekecewaan jelas terlihat dari sorot matanya.

Isyana ibunya Angkasa hanya menggeleng pelan sambil menatap kecewa pada putra kesayangannya itu.

Angkasa tak menjawab ia langsung duduk di kursi kosong di sebelah Ibunya, Mika ikut duduk di sebelahnya.

Suasana di dalam ruangan langsung diselimuti keheningan sesaat.

Melihat situasi menegangkan Daddy Anggara angkat suara.

"Hm, karena semua sudah datang, ayo kita mulai makan malamnya, nanti makanannya keburu dingin," ujar Daddy Anggara mencoba mengalihkan suasana canggung yang sedang berlangsung di meja makan itu.

Semua saling pandang lalu mengangguk setuju, mereka melanjutkan makan malam dengan suasana hening tanpa suara hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar di udara.

Sesekali Mika melirik Ratu yang terlihat tenang menikmati makan malam seolah tanpa terjadi apapun.

Ratu yang menyadari seseorang memperhatikannya bersikap masa bodoh.

15 menit kemudian mereka menyelesaikan makan malamnya.

"Dad ayo kita pulang aku, sedikit gerah disini?" ujar Ratu dengan nada menyindir halus.

"Apa kau mengenal mereka sayang?" tanya Daddy Anggara memastikan.

"Sebelumnya ia tapi, sekarang sudah tidak penting Dad," jawab ratu tegas, Angkasa dan Mika saling pandang dengan ekspresi tak terbaca.

"Ratu! Kita perlu bicara," cetus Angkasa cepat.

"Mau bicara apa? Oh, gue tahu! kau pasti mau bilang, Ratu kita putus, itu kan! Kalau itu tidak usah repot-repot gue sudah ikhlasin kalian berdua, jadi selamat ya, Angkasa, Mika, semoga langgeng," ujar ratu tenang dengan tersenyum manisnya.

Angkasa menggertakkan rahangnya, mengepalkan tangannya dengan erat. “Ya, dan maaf, aku tak bisa bersama seorang pengkhianat!” suaranya bergetar karena amarah yang ditekan rapat.

Ratu menatap tajam ke arah Angkasa, lalu matanya melirik sekilas ke Mika yang terus menunduk. “Terserah kau mau percaya siapa,” jawab Ratu dengan nada ketus. “Saat nanti kau tahu siapa pengkhianat sebenarnya, jangan sampai kau menyesal," tegas Ratu dengan tatapan tajamnya.

Tanpa menunggu jawaban, Ratu langsung bangkit dari kursinya dengan langkah cepat dan yakin. “Dad, aku duluan,” katanya sambil menatap Daddy Anggara, meminta izin dengan sekejap.

Daddy Anggara mengangguk, matanya penuh pengertian. Ratu mengangkat dagunya, lalu melangkah keluar dari ruangan VVIP itu, meninggalkan ketegangan yang masih menggantung berat di udara.

Langkah Ratu meninggalkan ruangan VVIP bergaung di koridor mewah itu. Suasana hening seketika, seolah ruang dan waktu turut menahan napas. Para tamu dan keluarga yang tinggal di balik pintu saling bertukar pandang, memproses pertarungan diam yang baru saja terjadi.

Di dalam ruangan, Angkasa menunduk, kepalan tangannya perlahan mengendur, tapi matanya tetap membara dengan kemarahan yang belum padam. Mika masih duduk dengan kepala tertunduk, dadanya berdebar tak menentu, ia menyadari bahwa ini pilihan yang telah ia pilih.

Bramantyo dan Isyana saling berpandangan, kesedihan dan kecewa menghiasi wajah mereka. Rencana perjodohan yang sudah disusun dengan cermat dan penuh harapan ternyata terpatahkan oleh putra mereka sendiri.

Daddy Anggara tetap tenang, tatapannya mengikuti setiap gerak-gerik mereka. Dalam sepi, ia menghela napas pelan dan berbisik pada dirinya sendiri, “Syukurlah semua terbongkar pada waktunya."

Lalu bangkit dari kursinya dan berkata.

"Bram, Isyana, aku permisi dulu ya?" pamitnya sopan dengan senyum hangat tersungging di bibirnya.

"Hm, baiklah, maaf ya semua jadi berantakan begini," jawab Bramantyo dengan nada tak enak hati tapi, sorot matanya terlihat jelas kekecewaan yang sulit di sembunyikan.

"Santai aja, aku paham kok," lanjut Daddy Arga bijak lalu langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Sementara itu, di luar restoran, berlari kecil dan berhenti tepat di sebuah taman kecil yang tak jauh dari sana. Ia menarik napas dalam-dalam, menatap langit malam yang dipenuhi bintang gemerlap. Angin malam menyapu lembut wajahnya, membelai rambut hitamnya yang terurai bebas. Sebuah senyum dingin terukir di bibirnya, penuh tekad.

“Biarkan mereka bermain di kotak mereka sendiri,” gumamnya pelan, suaranya nyaris seperti bisikan. “Aku yang akan menentukan aturan mainku.”

Ratu duduk di bangku taman, matanya kosong menatap ke atas langit. Ia tenggelam dalam pikirannya, seolah dunia di sekitarnya berhenti berputar.

Tanpa disadarinya, ada sosok yang memperhatikannya dari kejauhan. Nathan, yang baru keluar dari restoran, melihat wanita yang beberapa hari ini mengusik pikirannya itu berlari. Membuat Nathan penasaran dan memutuskan untuk mengikuti langkah ratu.

“Kenapa Ratu? Sepertinya ada yang mengganjal,” gumam Nathan pelan, matanya tak lepas mengamati sosok Ratu yang masih menatap langit.

Dorongan entah dari mana membuat Nathan melangkah mantap mendekati Ratu. Ia duduk di sampingnya dengan tenang.

“Bintangnya indah, ya?” ucap Nathan ringan, mencoba memecah keheningan.

Ratu tersentak, menoleh cepat ke arah suara itu.

“Nathan? Sejak kapan kau di sini?” tanyanya, nada suaranya penuh kejutan.

"Aku tak sengaja melihat kamu berlari kerah sini, jadi aku ikutin, apa kamu lagi ada masalah? Atau kamu sedang bertengkar dengan pasanganmu" tanya Nathan lembut.

Ratu menghela nafas pelan. "Bukankah masalah memang selalu ada selama kita masih hidup?" tanya ratu ketus tapi tenang.

"Kau benar," jawab Nathan lalu terkekeh pelan. Ia tahu ratu bukanlah gadis yang lemah yang akan menangis tersedu-sedu ketika ada masalah. Nathan tersenyum tipis menatap ratu yang duduk disampingnya.

"Lo, ngapain masih disini? tanya ratu tanpa mengalihkan pandangannya.

"Menemani Nona Cantik yang lagi patah hati," jawab Nathan dengan nada menggoda.

1
EembuL
aaaiisshhhh 😠😠😠kpd sang thooorrr bikin karakterx Nathan tegas dong jgn terlalu baik sama para ulat bulu atas menamakan *tdk mau menyakiti para perempuan* pengen ku benturkan kepalax si Nathan biar semua virus2x keluar 👊👊👊👊👊
C a l l i s t o ®
Di sini beberapa kali didefinisikan Ratu itu barbar. Tapi gue lebih ngeliat dia sbg cewek lembut deh. Barbarnya cuma karna anak motor. Selebihnya lembut lembut aja. Pengambilan sikapnya dlm menghadapi masalah blum masuk kategori sifat barbar menurutku
C a l l i s t o ®
AI tu Ratu.. jaman skrg bisa dimanipulasi
C a l l i s t o ®
Lisa manoban kah
Eka Mulyani
awalnya bukannya makassar ya
Bravzz
Cil
Rubi Yanti
di bab ini kenapa Nathan jadi bodoh g sebanding sm pengalaman ny dan pensidikan ny g seruh jadi g semangat lagi baca ny lihat peran laki ny g ad insting ny dan lemah
Aryanti endah
Luar biasa
Rubi Yanti
bodoh kmu Nathan jadi lelaki klau g suka y udh g usa riber usir aj tu perempuan g tegas sih jadi laki nanti
C a l l i s t o ®
Kalo real life ada yg begini pasti akan dicap tidak profesional. Untungnya ini fiksi 🤪
LIXX
gemes ceritanya
C a l l i s t o ®
Sudah bertekuk lutut dr awal dia mah
C a l l i s t o ®
Tiap kali liat nama Ica bayangan gue babi coba ,🤪
C a l l i s t o ®
Bahas dong nasib cewek yg di ruangan vip gmn.. katanya abis bahas perjodohan Nathan, kan aneh tiba tiba keluarga Nathan plin plan iyain usulan oma Rita.
C a l l i s t o ®
Erland ama Ica aja wkwakakak
C a l l i s t o ®
Jadi Nathan lu pergi ga pamitan ma Ratu dulu gitu... katanya spesial tapi pergi ga pamitan -_-
C a l l i s t o ®
Author tentukan kota nya yg pasti. Jadi Makassar atau Bandung ini?
LIXX
lah, jadi nikmat🤣
LIXX
gawat gawat 🤣
LIXX
gak sopan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!