Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Kira Suami istri
“Kamu! kamu ngapain ada di sini!?Oh jadi kamu yang nabrak aku!?Kamu pasti sengaja kan nabrak aku!? kenapa sih kamu gak berhenti berhenti nya ganggu aku terus bahkan aku di pecat gara-gara kamu! Sekarang kamu mau apa! apa kamu belum puas udah pecat aku! gangguin aku kerja clubb! dan sekarang..”
Aluza terus menerus mengomel menghujami segala pertanyaan nya pada Bara dan membuat kepala Bara berdenyut karena Omelan Aluza yang seakan tak ada batasnya.
“Hey Kamu bisa diam tidak!”Bentak Bara sehingga membuat Aluza berhenti mengomel. Bara menatap Aluza dengan mata yang mulai memancarkan kemarahan.
Seorang pasien lain membuka tirai yang ada di samping tempat tidurnya nya, tirai pasien itu terhubung langsung dengan tirai Aluza yang saat ini masih di rawat.
“Mas,mbak bisa diem gak. ini anak saya masih kecil ke ganggu gara-gara kalian berdua!"Sahut ibu-ibu itu sambil menutup kembali tirai itu.
Bara dan Aluza langsung terdiam, malu karena kena tegur ibu pasien."Maaf...," ucap Aluza lirih.
Aluza menarik nafas berat baginya hanya membuang waktu saja jika terus berdebat dengan pria songong seperti Bara.seketika Aluza menurunkan kakinya turun dari ranjang pasien. sambil mencari sesuatu dan akhirnya ia mendapatkannya.
Aluza menemukan tasnya ada di atas lemari kecil dan langsung mengambilnya.Aluza berjalan melewati Bara dengan langkah nya yang masih terlihat lemas. Namun kali ini Bara menahan lengannya.
“Kamu mau kemana!?"Ujarnya dingin.
Aluza berhenti, menoleh ke Bara dengan mata yang menyala, "Lepas! Aku mau pulang!" Bara masih menahan lengannya, "Kamu itu tidak tau terimakasih yah padahal saya yang biayai pengobatan kamu! setidaknya minimal bilang terimakasih kek!”
“Berterimakasih sama orang yang udah bikin aku celaka!? untuk apa..!?"Aluza bertanya bercampur sindiran. Suasana menjadi lebih tegang lagi.
Aluza berhenti, menoleh ke Bara dengan mata yang menyala, "Lepas! Aku mau pulang!"
Bara masih menahan lengannya, "Kamu itu tidak tau terimakasih yah padahal saya yang biayai pengobatan kamu! setidaknya minimal bilang terimakasih kek!”
Berterimakasih sama orang yang udah bikin aku celaka!? untuk apa..!?"Aluza bertanya bercampur sindiran dan membuat suasana jadi tegang lagi.
Bara tersentak, "Dari awal saya tidak sengaja nabrak kamu, tapi aku sudah bertanggung jawab?!
Aluza menarik lengannya kuat, "Oh yah kalau begitu aku ucapkan terimakasih pilot Bara yang terhormat!"
"Kamu emang gak bisa diajak serius!”
Aluza tersenyum sinis, "Sama seperti kamu yang gak bisa terima kenyataan."
Bara mendesis frustrasi, "Kenyataan apaan? saya yang nabrak kamu, saya yang bayar biaya rumah sakit, dan kamu masih bisa ngomong gak jelas kayak gitu!"
“Yaudah kalau begitu aku akan ganti uang kamu!!” Tegas Aluza sambil membuka tasnya.Tapi Aluza langsung terdiam sambil memandangi isi yang ada di tasnya yang hanya menyisakan uang 7 ribu rupiah.
Bara tertawa pahit sambil menumpukan tangannya di pinggang.“Uang 7 ribu cukup apa untuk menggantikan uang yang saya keluarkan sebanyak 3 juta untuk membayar pengobatan mu di sini”
Aluza tercengang.“Ha padahal aku tidak terlalu parah kok mahal sekali”Bisik nya pada diri sendiri.Aluza merasakan wajahnya memanas.
Kemudian Bara mendekatinya lalu berbisik di telinganya.“Atau mau pinjam uang saya untuk membantu mu membayar biaya rumah sakit ini?"
Aluza mundur beberapa langkah menjauhi bara.“setelah aku mendapatkan pekerjaan lain aku berjanji akan membayar hutang ku!"
Di tengah pertikaian ini tiba-tiba seorang perawat masuk.“Dengan Mbak Aluza, ini obat untuk mbak yah, ini ada antibiotik, Paracetamol,sama juga ada obat lambung.”Perawat itu tersenyum sambil menyerahkan obat untuk Aluza pada Bara.“Pak nanti suruh istri nya makan yang teratur yah, kalau bisa kurangi makan pedas..
“Dia bukan suami saya
“Dia bukan istri saya
Ucap Bara dan Aluza secara bersamaan.
Perawat itu tersenyum lebar, "Oh, maaf ya..." Lalu dia keluar dari ruangan, meninggalkan Bara dan Aluza yang sama-sama membuang muka.