NovelToon NovelToon
Dan Akhirnya Aku Pergi

Dan Akhirnya Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Cinta Lansia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yulianti Azis

Sofia Amara, wanita dewasa berusia 48 tahun yang hanya dipandang sebelah mata oleh suami dan anak-anaknya hanya karena dirinya seorang ibu rumah tangga.

Tepat di hari pernikahan dirinya dan Robin sang suami yang ke-22 tahun. Sofia menemukan fakta jika sang suami telah mendua selama puluhan tahun, bahkan anak-anaknya juga lebih memilih wanita selingkuhan sang ayah.

Tanpa berbalik lagi, Sofia akhirnya pergi dan membuktikan jika dirinya bisa sukses di usianya yang sudah senja.

Di saat Sofia mencoba bangkit, dirinya bertemu Riven Vex, CEO terkemuka. Seorang pria paruh baya yang merupakan masa lalu Sofia dan pertemuan itu membuka sebuah rahasia masa lalu.

Yuk silahkan baca! Yang tidak suka, tidak perlu memberikan rating buruk

INGAT! DOSA DITANGGUNG MASING-MASING JIKA MEMBERIKAN RATING BURUK TANPA ALASAN.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DAAP 9

Namun, gadis itu tiba-tiba tersadar dan segera melepaskan pelukannya. "Maaf … aku … aku tidak tahu kenapa aku melakukan itu."

Sofia menghela napas, mencoba mengabaikan kegelisahan dalam hatinya. "Tidak apa-apa. Kamu baik-baik saja?"

Gadis itu mengangguk, meski matanya masih berkaca-kaca.

Sofia lalu melirik ke arah mobil gadis itu yang terparkir tidak jauh dari sana. Ban mobilnya kempes.

"Itu ulah mereka, kan?" Sofia menebak.

Gadis itu mengangguk. "Iya … sepertinya begitu."

Sofia menghela napas. "Aku antar kamu pulang."

Gadis itu tersenyum kecil. "Boleh, tante? Aku nggak mau jalan kaki sendirian setelah ini."

Sofia mengangguk, dan keduanya masuk ke dalam mobil.

Saat mobil melaju, Sofia diam-diam bertanya dalam hati. Kenapa gadis ini terasa begitu familiar?

****

Di dalam mobil, gadis itu duduk di kursi penumpang dengan diam, tetapi matanya tak henti-hentinya menatap Sofia.

Ada sesuatu dalam tatapan gadis itu—bukan sekadar rasa hormat atau kagum, melainkan seolah-olah ia sedang melihat seseorang yang sangat disayanginya.

Sofia melirik sekilas dan tersenyum tipis. "Jangan menatap seperti itu. Kenapa?"

Gadis itu tersentak dari lamunannya, wajahnya sedikit memerah. "Ah, maaf … aku tidak bermaksud lancang."

Sofia menggeleng pelan. "Tempat itu memang rawan begal, apalagi kalau sudah malam. Seharusnya kamu lebih berhati-hati."

Gadis itu mengangguk. "Aku tidak tahu … aku baru seminggu di negara ini."

Sofia menoleh sekilas, sedikit terkejut. "Baru seminggu? Kamu datang dari mana?"

"Aku dari luar negeri, dari Amrik. Aku baru saja menyelesaikan pendaftaranku di universitas ternama di sini," jawabnya dengan senyum kecil.

Sofia mengangguk. "Oh, jadi kamu mahasiswa baru. Tapi bahasa Indonesiamu sangat fasih."

Gadis itu tertawa kecil. "Iya, bisa dibilang begitu. Daddy ku orang dari negara ini, di rumah kami sering berbahasa Indonesia jadi aku cukup fasih."

Sejenak, suasana di dalam mobil terasa lebih hangat.

Lalu, gadis itu menunduk, suaranya melemah. "Maaf … tentang tadi, aku tahu aku lancang memeluk Tante. Tapi … aku benar-benar merindukan ibuku."

Seketika hati Sofia terasa terenyuh. Ada perasaan aneh yang menyeruak dalam dadanya, seolah ada bagian dalam dirinya yang tersentuh.

Sofia menoleh dan menatap gadis itu lebih dalam. "Siapa namamu?"

Gadis itu tersenyum. "Namaku Elleanor."

Sofia mengulang nama itu dalam benaknya. Elleanor…

"Aku Sofia," ujar Sofia akhirnya.

Elleanor tersenyum lebih lebar. "Senang bertemu denganmu, Tante Sofia."

Dalam waktu singkat, keduanya merasa akrab. Itu adalah hal yang jarang terjadi bagi Sofia, yang biasanya sulit membuka diri terhadap orang baru. Namun, dengan Elleanor, entah kenapa ada rasa nyaman yang tidak bisa ia jelaskan.

Mereka terus berbincang sepanjang perjalanan, membicarakan berbagai hal ringan. Seolah mereka bukan dua orang asing yang baru saja bertemu, melainkan dua orang yang sudah lama saling mengenal.

Hingga akhirnya, mereka sampai di sebuah kawasan perumahan elit.

Ketika Sofia hendak memasuki gerbang, seorang satpam langsung menghentikan mobilnya. "Maaf, Bu, hanya penghuni dan tamu yang sudah terdaftar yang boleh masuk."

Sofia hendak menjelaskan, tetapi sebelum sempat berkata apa-apa, Elleanor menurunkan kaca jendela dan tersenyum. "Aku tinggal di sini."

Satpam itu langsung mengenali wajah Elleanor dan segera mengangguk. "Maaf, Nona. Silakan masuk."

Sofia melajukan mobilnya perlahan, melewati rumah-rumah besar dengan desain arsitektur yang mewah. Dan saat tiba di depan salah satu rumah yang lebih megah dari yang lain, Elleanor berkata, "Ini rumahku."

Sofia menepikan mobilnya dan memandang rumah itu sejenak. "Tempat yang bagus."

Elleanor tersenyum. "Tante tidak mau masuk dulu? Aku bisa buatkan teh."

Sofia menggeleng. "Lain kali saja. Aku sedang malas bersosialisasi."

Elleanor tertawa kecil. "Baiklah, aku tidak akan memaksa."

Elleanor turun dari mobil, tetapi sebelum menutup pintu, ia menatap Sofia dalam-dalam. "Tante Sofia… terima kasih. Aku benar-benar senang bisa bertemu denganmu."

Sofia hanya tersenyum kecil. "Hati-hati, jangan sampai keluar malam-malam sendirian lagi."

Elleanor mengangguk. "Aku janji."

Sofia melajukan mobilnya, tetapi dari kaca spion, ia bisa melihat Elleanor masih berdiri di sana, menatap kepergiannya.

Namun, momen itu terputus ketika sebuah suara berat memanggil, "Elleanor?"

Elleanor tersentak dan menoleh.

Di depan pintu rumah, seorang pria paruh baya berdiri dengan tubuh tegap. Wajahnya masih tampan meski usianya sudah tidak muda lagi. Dengan setelan jas yang rapi, auranya sangat berwibawa.

"Siapa yang baru saja mengantarmu?" tanyanya dengan suara yang dalam dan tajam.

Elleanor menelan ludah. "Aku … hanya bertemu seseorang yang baik hati, Daddy."

Pria itu menatap ke arah jalan, tetapi mobil Sofia sudah menghilang dari pandangan.

Sementara itu, di dalam mobilnya, Sofia entah kenapa masih merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Elleanor … perasaan ini… kenapa aku merasa begitu dekat dengannya?

🍃🍃🍃🍃

Sofia akhirnya tiba di rumah setelah hari yang begitu panjang dan melelahkan. Begitu ia masuk ke dalam, tatapan tajam dari suami, mertua, dan kedua anaknya langsung menyambutnya.

Robin, dengan wajah dingin seperti biasanya, segera membuka suara. “Dari mana saja kamu keluyuran sampai malam begini?”

Sofia tidak menjawab. Ia terlalu lelah untuk berdebat. Dengan langkah tenang, ia melewati mereka semua, berniat langsung masuk ke kamarnya.

Namun, Robin tidak membiarkannya begitu saja. Dengan gerakan kasar, ia menarik lengan Sofia, mencoba menghentikannya.

“Jangan mengabaikanku, Sofia! Kau pikir kau siapa?!” bentaknya.

Tanpa pikir panjang, Sofia dengan gesit melepaskan diri dan langsung menghantam pergelangan tangan Robin dengan pukulan cepat. Lelaki itu terkejut dan refleks melepaskan cengkramannya.

Bug!

Semua orang membelalakkan mata. Robin memegang tangannya yang nyeri, sementara Saskia, ibu mertuanya, langsung berdiri dan menunjuk Sofia dengan wajah merah padam.

“Kurang ajar! Kau sudah berani memukul suamimu sendiri?! Kau ini istri, menantu, tapi tidak punya etika! Apa yang kau pikirkan, hah?!” bentaknya.

Mikaila dan Reno yang melihat kejadian itu pun ikut berbicara dengan nada sinis.

“Mama makin parah saja sekarang! Apa Mama pikir Mama siapa sampai bisa seenaknya memukul Papa?!” kata Reno dengan nada merendahkan.

Mikaila menambahkan, “Sudahlah, Ren. Mama cuma cari perhatian karena kami semua lebih dekat dengan Tante Vanessa.”

Mereka tertawa kecil, menganggapnya sebagai lelucon.

Sofia merasakan sesuatu menghantam hatinya. Ada nyeri yang begitu dalam. Ini bukan pertama kalinya mereka bersikap seperti ini padanya, tapi tetap saja… rasanya menyakitkan.

Namun, Sofia menahan perasaannya. Ia tidak akan menangis di depan mereka. Ia sudah terlalu lelah untuk membela diri, terlalu lelah untuk peduli.

Sebelum masuk ke kamarnya, ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, selembar kertas hasil pemeriksaan medis. Dengan ekspresi datar, ia melemparkannya ke meja di hadapan mereka semua.

“Kalian ingin tahu kenapa aku berubah? Lihat saja sendiri,” katanya dengan suara tenang, tapi mengandung sesuatu yang dingin.

Setelah berkata begitu, Sofia langsung berjalan menuju kamarnya tanpa melihat reaksi mereka lagi.

Robin mengambil surat itu dengan kening berkerut, membacanya dengan saksama.

Diagnosis, Mioma Uteri. Operasi disarankan.

Mata Robin membesar. Saskia yang ikut membaca juga terkejut. Mikaila dan Reno yang awalnya ingin mengejek kini terdiam.

Keheningan memenuhi ruangan, mereka semua benar-benar kehilangan kata-kata.

1
LarasatiAtiqahGunawan
hm... kluar kamar trus ke meja mkn ga sikat gigi dulu? minimal kumur2 pk mouthwash lah. plus raub/cuci muka
Siti Iatifah
itu semua adalah ajab
Siti Iatifah
buktikan bawah kamu bisa hidup tanpanya
Siti Iatifah
bagus sofia buat pelajaran
Anisah SH
lanjutannya bagaimana ?
Anisah SH
suka banget ceritanya, ke lu harga yg betul2 harmonis
Anisah SH
mendengar berita dan kenyataan yg di ulit diterima seseorang pasti kaget, bingung dan hancur rasanya
mahira
terima kasih atas ceritanya kk
Sorah aku
novel ke 2 yg aku baca sedah bikin aku penasaran baru baca bab awal selama semingguan ini, semoga kelanjutannya ga boring lagi🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Athe indra
/Rose//Rose//Rose/
Srihandayani
maaf Thor...
terlalu sering menggunakan kata elegan
Nor Azlin
thor ada tidak season dua nya bagai mana kisah Elleanor sama si xander yah penasaran ni pasti ada kan😂😂sukses selalu thor
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya tamat juga aku baca nya sangat Keren ...thor cerita mu banyak pengajaran buat kita semua yah ...semoga dengan membaca cerita ini kita bisa memperbaiki & belajar banyak pengajaran dari cerita mu 👍👍👍semoga ketemu di lain novel mu yang lain yah thor😂😂😂lanjutkan thor
Yeni Yeni: dapat pelajaran berharga dari novel ini, seperti menasehati anak remaja.. dan lain-lain
total 1 replies
Nur Janah
aku kasih kopi Thor semangat 💪💪
Nor Azlin
bisa lagi hamil tu yah mereka ada peluang buat hamil lagi jangan risau deh pasti ada adik kecil buat Elleanor juga Edward nya yah ...semoga mereka di kurniakan anak lagi kerana umur seperti kalian masa h bisa menimang anak kecil lagi tu😂😂...setelah pulang bulan madu nya sudah ada adik bayi yah thor ... lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu kira si Elleanor itu orang miskin dasar bodoh & kamu kira Elleanor itu seperti Mikaila juga Rani yang bisa2 nya merebut pacar teman nya sendiri gitu kamu itu salah bahkan Elleanor itu lebih mampan dari keluarga mu yah ...pria kayak kamu tidak pantas seujung kuku pun buat Elleanor tau😂😂😂 semoga kalian pergi jauh2 yah kalau kakak nyasi Edward itutau mampus kamu belum lagi papa nya yah ...semoga kamu selamat dari amukan keduanya yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
jalang yang takut miskin sudah habis uwang bagian nya sudah tentu lah mau mengambil kesempatan yah mama tau hasil nya dapat kali ini yah😂😂😂 kenapa juga tidak di hapuskan dari muka bumi ini yah para pelakor nya😂😂😆😆semoga tidak terjadi apa-apa pada Sofia lagi yah ...jalang satu lagi sufldah pergi datang lagi jalang tidak Sadar diri lagi yah CK CK CK semoga si Riven menempatkan orang-orang nya untuk melindungi Sofia sama Elleanor deh ...lanjutkan thor
Nor Azlin
bukan nya sama proses seperti dia lakukan oleh Riven pada Sofia mereka juga membuat proses seperti itu juga deh itu satu nya yah & satu nya yang aku tau juga yah mereka senyawakan dulu di dalam tabung persenyawaan lepas itu mereka masukan benih2 yang sudah jadi 😂😂😂bagi orang kayak Robin kan gampang bagi nya kerana waktu banyak uwang bisa buat apa ada nya yah ...butuh uwangkan jual aja anak mu itu kan bisa 😏😏mau menefaatkan Sofia lagi dasar gila ni
Nor Azlin
Reno pasti menghamili anak orang ni kelihatan nya dia panik amat ni pasti berkaitan dengan perempuan juga tu ...kedua anak mu sudah hancur total di tangan ibu sambung Alias ibu kandung nya 😂😂😂kalian sudah hancur sehancurnya deh ...lihat hasil dari didikan mu vanessa kedua anak mu yang Sofia tatang bagai minyak yang penuh kamu cemari dengan trik jalang mu jadi lah mereka bermasalah sungguh miris sekali kamu menanam kan kebencian pada mereka untuk membenci Sofia namun kamu lebih menjerumuskan mereka pada lembah yang paling hina mengikuti lah kalian berdua yah ...lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!