NovelToon NovelToon
Ketika Restu Jadi Penghalang

Ketika Restu Jadi Penghalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta setelah menikah
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Muliana95

Bagas, seorang petani yang hidup di desa. Walaupun seorang pertani, dia mempunyai keuangan yang stabil. Bahkan bisa di katakan dia dan keluarga termasuk orang berada.

Namun, uang bukan segalanya. Buktinya, walaupun banyak uang dia tidak bisa menikah dengan pacar yang sudah menemaninya sejak delapan tahun terakhir.

Kenapa begitu?
Dan alasan apa yang membuat mereka tidak menyatu ...
Yuk, ikuti kisah Bagas ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegusaran Seorang Ibu

Sebulan telah berlalu. Safira masih saja tinggal di rumahnya. Begitu juga dengan Bagas.

Suaminya itu, memilih untuk pulang pergi. Paginya pulang ke kampungnya untuk kesawah, atau sekedar mengurus ternak-ternaknya.

Malamnya, Bagas kembali ke pelukan Safira.

Dan Safira sendiri, tak mempermasalahkan tentang hal itu.

Dan sesuai permintaan suaminya. Safira tak lagi membuka loudry. Dan sekarang, Bagas malah memberikan modal untuk Malik, membuka kios kecil-kecilan.

Dan siapa yang belanja untuk memenuhi kios? Tentu saja si bungsu.

Sedangkan Juliana. Perempuan itu masih sama. Dia masih jadi tukang masak. Di suruh berhenti, malah merepet sepanjang kereta.

Dia beralasan, tubuhnya masih kuat. Masih bisa bekerja, dan yang jelas dia gak mau berpangku tangan, hanya menerima uang bulanan dari menantunya.

"Bu ... Bang Bagas, minta di bikinin pepes ikan," seraya meletakkan ikan, yang baru saja di belinya dari pasar.

"Pepes ikan? Baiklah, ibu bersihkan ikan-ikannya. Kamu siapin bumbu ya ... Jangan lupa, bersihin sayur-mayur juga, sekalian kita buat sayur bening," perintah Juliana.

"Baik bu," balas Safira, seraya mengambil bawang-bawang dan bumbu-bumbu lainnya.

Bagas sendiri, dia masih berada di kampungnya. Karena hari ini dia mempunyai janji dengan pembeli kambing.

"Kamu bahagia nak?" tanya Juliana tanpa melihat ke arah Safira.

Dia masih fokus, membersihkan ikan-ikan.

"Kenapa ibu bertanya begitu?" Safira bertanya balik.

"Ibu hanya ingin memastikan. Jika permintaan ibu untuk menikah dengan Bagas salah, maka ibu akan minta maaf padamu, nak!" seru Juliana.

"Bu, aku bahagia. Dan adapun, jika aku gak bahagia, itu bukan salah ibu ... Melainkan itu takdir," balas Safira mendekati ibunya. "Bahkan, aku merasa keputusan ibu merupakan sesuatu hal yang harus aku syukuri. Karena ibu, aku mau menikah dengan bang Bagas. Lelaki, yang aku cinta," lanjut Safira.

"Syukur lah ... Ibu hanya takut," gumam Juliana.

Sebenarnya, minggu lalu Juliana sempat jadi tukang masak di kampung Bagas. Dan tanpa sengaja, dia mendengar orang-orang yang sedang membicarakan Bagas.

Dan pembicaraan yang di tangkapnya ialah, tentang Bagas yang mempunyai kekasih di kampung. Dan yang mengejutkan, mereka beranggapan jika Bagas mengganggap Safira sebagai pelarian.

Dan sebelum pembicaraan itu berlanjut, seseorang menghentikannya. Seolah, teringat tentang keberadaan Juliana disana. Yang mana, dia mertua dari Bagas.

✨✨✨

Sejak sebulan terakhir, setelah tatapan di pesta. Nadia tak pernah lagi, bertemu dengan Bagas.

Lelaki itu tak lagi pernah muncul. Bahkan, di sawah sekalipun.

Karena kali ini, sawah yang biasanya di kerjain sendiri, malah di kerjai orang lain, dengan sistem upah saja.

Jika orang-orang berpikir Nadia telah melupakan Bagas, itu salah besar. Cinta untuk lelaki itu semakin tumbuh. Padahal berulang kali, Nadia menekan pada dirinya sendiri, jika Bagas bukan lagi miliknya.

Hari ini, jadwal untuk posyandu di desa mereka. Dan karena Nadia, salah satu kader posyandu, dia sudah berada disana sejak jam delapan pagi tadi.

Dan yang membuat Nadia bergetar, ini pertama kalinya dia menatap Bagas, setelah sebulan terakhir.

Ya, gedung posyandu dengan rumah Bagas, berdekatan.

"Jangan di lihatin terus Nadia. Ingat, dia udah jadi suami orang," kader lainnya yang umurnya lebih tua dari Nadia memberi nasehat.

"Gak kok kak," Nadia terkekeh. Menyadari, jika ia terlalu lama menatap lelaki yang sedang memberi makan lembunya.

"Tapi, aura Bagas setelah menikah, berbeda ya. Dia kayak lebih segar gitu," celetuk kader lain.

"Namanya juga pengantin baru, ya tentu segar lah ... Kan mandi tiap pagi," sahut kader yang pertama tadi.

Nadia sendiri hanya menunduk, meremas bajunya. Ucapan mereka merupakan impiannya yang tak pernah terwujud.

"Mana gak pernah kesawah, kulitnya juga udah kelihatan lebih cerah,"

Pembahasan tentang Bagas terus berlanjut. Sampai akhirnya, anak-anak mulai berdatangan. Dan pembahasan otomatis terhenti.

Akhirnya, PMT (pemberi makanan tambahan) habis di bagi. Pertanda, semua balita dan ibu hamil telah di data semuanya.

Dan sudah saatnya ke enam kader yang sudah termasuk Nadia untuk pulang.

"Kalo kalian jodoh kan enak, pulangnya lebih dekat," ketua kader menepuk bahu Nadia.

Nadia tahu, sejak tadi mereka hanya berniat untuk bercanda. Tapi entah kenapa setiap candaan mereka keluar, dia ingin memarahi mereka semua.

"Duluan ya kakak— dan adik semua," pamit Nadia, memilih untuk mengindar. Padahal biasanya, dia lebih senang berada disana lama-lama.

"Langsung pulang Nad, gak ngerujak dulu? Kak Mona bawa jambu loh,"

"Gak usah kak, makasih ... Dua hari ini, perutku lagi gak bersahabat," tolak Nadia, dengan alasan perut sakit.

Akhirnya, kelima kader lainnya mengangguk, membiarkan Nadia untuk pulang lebih dulu.

Lagipula, selama posyandu tadi, Nadia terlihat kurang fokus. Dan sekarang mereka paham, mungkin itu semua efek dari perutnya.

Begitu tiba di rumah. Nadia menghempaskan tubuhnya ke kasur. Lagi-lagi dia terisak disana.

Benci tentu saja. Nadia sangat membenci hatinya, yang bahkan tidak bisa melupakan Bagas.

Padahal, dia telah berusaha. Bahkan, dia mulai mendekati siapa saja, berharap ada yang bisa menggeserkan posisi Bagas di hatinya.

Namun, semua itu percuma. Tak ada yang benar-benar pas di hatinya.

"Tuhan, aku memang bukan ditakdirkan untuknya. Tolong, hapus dia dalam ingatan serta hatiku," mohon Nadia, dengan isakan pelan.

✨✨✨

Sore harinya, seperti biasa Bagas pulang ke rumah istrinya.

Dan yang membuat Bagas selalu bahagia ialah, Safira menyambutnya dalam keadaan tersenyum.

Safira mengambil tangan Bagas, mengecupnya pelan.

"Abang lelah? Sudah mandi?" tanya Safira lembut.

"Lelah iya, tapi tadi ... Sebelum abang melihat senyuman mu," sahut Bagas, mengelus kepala Safira. "Abang udah mandi, di rumah ibu," lanjutnya tersenyum hangat.

Safira tersipu, "Alhamdulillah, jika senyuman adik, bisa menjadi obat untuk abang," balas Safira menunduk malu.

Malik yang kebetulan ada disana, hanya bisa mendengus.

"Safira, Bagas ... Aku ini abang kalian, bukan jin yang gak terlihat, yang ada di antara kalian," celetuk Malik, menyadarkan Bagas dan Safira.

"Eh, bang ... Maaf, ya," kekeh Bagas.

Sebelumnya Malik selalu memanggil Bagas dengan sebutan abang. Sebab umur Bagas tiga tahun di atas Malik.

Dan sekarang, Bagas malah menyuruh Malik untuk memanggilnya tanpa embel-embel abang di depannya. Karena bagaimana pun, dia menikahi adik dari Malik.

"Kita jalan-jalan yuk ... Hari ini, abang dapar rejeki," ajak Bagas.

"Kemana?" tanya Safira, yang selalu menatap lembut kearah suaminya.

"Kemana aja, yang adik mau," balas Bagas.

"Ke bukit di kampung batu, mau? Karena disetiap sore, pasti banyak jajanan disana. Lagipula, aku udah lama gak kesana,"

"Boleh, siap-siap lah ..."

Dan lagi-lagi Malik mendengus. Karena peringatannya yang tadi, dianggap angin lalu oleh pasangan yang ada di depannya.

1
Zenun
sesuai kok😁
Zenun
jangan lupa di rekam mak, kasih unjuk ke Bagas biar dia ilfil
Wanita Aries
ihh gak ad adabnya si nadia, gk tau malu main nyelonong masuk.
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: dan berharap, di terima jadi mantu /Facepalm/
total 1 replies
sjulerjn29
iya bagas betapa hancurnya hati shafira kalo km masih menyimpan rasa untuk orang lain coba bayangkan..
Nadinta
amiiinnn
Nadinta
Nadia plis deh, let Safira dan Bagas hidup bahagia.
@Resh@
aneh perempuan ini, giliran bagas dah nikah nikah niat banget nguber2 , duluaja si bagas ngemiss2 kerumahnya gak ada tu perjuangannya minimal bunuh diri kek brontak kek biar orang tuanya restui, 🤣🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: Hehh, kok bisa bunuh diri pula /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Xlyzy
ah si ibu sebenarnya niat ga sih mintak maaf ke anak nya
Xlyzy
ya begitulah cinta kalok ga membahagiakan ya merepotkan
☕︎⃝❥Ƴ𝐀Ў𝔞 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪 🩷
/Facepalm/ bagas udah nyaman sama kamu makanya mulai keliatann tuh bandel²nya si Bagas 🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
baru nikaah perasaan dah ditanya kapan hamil
kebiasaan ih
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
krn dia kan bisa kerja masa iya laki msh dibiayain ortuu
🦋⃞⃟𝓬🧸Jemiiima__
yaa duitnya banyak berarti 🤣🤣
Zenun
walah, ganteng tenan petaninya😄
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰: hehe, baru pertama kalinya, aku up visual 🤭
total 1 replies
Zenun
Nadia, kalau kau nekat maju, Bagas malah jadi ilfil
Zenun
so sweeet
checangel_
Di dunia ini tak ada yang sempurna Nad, harap jangan terlalu percaya diri🤧
checangel_
No Nad, cinta lama belum tentu menang mencapai garis finish 'Karena, jika dia sudah mencintainya lebih dalam, cintamu tak akan sanggup menyelam, yang ada nanti kamu tenggelam' /Facepalm/
Wanita Aries
ihh dasar nadia kok nekat bgt sih
L̲̅I̲̅L̲̅Y̲̅V̲̅E̲̅Y̲̅
ini kan orang tuanya nadia. belagu banget sumpah. ada intan malah nyari tembaga. kapan ya karmanya datang 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!