NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Ibu susu / Pengkhianatan
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Hidup Aulia Maheswari berubah dalam sekejap. Sebuah pengkhianatan merenggut kepercayaan, dan luka yang datang setelahnya memaksanya belajar bertahan.
Saat ia mengira hidupnya hanya akan diisi trauma dan penyesalan, takdir mempertemukannya dengan sebuah ikatan tak terduga. Sebuah kesepakatan, sebuah tanggung jawab, dan perasaan yang tumbuh di luar rencana.
Namun, bisakah hati yang pernah hancur berani percaya pada cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Berubah?

Di kamar mewah itu, Arumi terbangun karena perutnya terasa perih menahan lapar. Ia melenguh pelan, membuka kelopak mata sedikit demi sedikit. Tatapannya jatuh pada sosok suaminya di sisi ranjang yang masih tertidur nyaman.

Wanita itu mendengus pelan. Sudah beberapa hari ini Adrian terasa berbeda. Tak ada lagi pria yang bangun pagi dan memasak di dapur. Kini, jika ia lapar, Adrian hanya menyuruhnya membeli makanan cepat saji atau sekadar menyeduh mi instan. Sangat jauh dari kebiasaan sebelumnya—pria yang selalu lebih dulu terjaga, menyiapkan sarapan sebelum berangkat ke kantor.

"Mas… bangun…" Arumi menggoyangkan bahu kokoh Adrian. Pria yang tidur tanpa mengenakan atasan itu menggeliat pelan, merasa terusik. Setelah beberapa kali diguncang, akhirnya ia membuka mata.

"Ada apa, Arumi?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur, matanya menyipit menatap istrinya.

"Mas, bangun. Aku lapar banget…" ujarnya, bibirnya mencebik manja.

"Kalau lapar ya makan. Kenapa harus bangunin aku, Arumi? Ayolah, aku capek," dengus Adrian, lalu membalikkan tubuhnya, membelakangi wanita itu. Ia bersiap kembali tidur sebelum Arumi mengguncangnya lagi, kali ini dengan suara yang lebih keras.

"Iya memang mau makan, Mas. Tapi tidak ada makanan. Ayolah… kenapa beberapa hari ini Mas Adrian tidak pernah masak lagi? Kalau begini terus, bisa mati kita, Mas."

Kali ini Adrian benar-benar terbangun. Ia bangkit dan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Tatapannya mengeras saat menatap Arumi—tak ada lagi sorot memuja seperti biasanya.

"Kamu pikir tugas aku memasak, iya?" suaranya meninggi. "Kamu itu istri. Seharusnya kamu yang memasak, Arumi, bukan aku!"

Ucapan itu membuat Arumi terpaku. Selama ini Adrian tak pernah berbicara sekasar itu padanya. Tidak pernah membentak. Dan pagi ini menjadi yang pertama. Matanya langsung berkaca-kaca.

"Mas… kamu membentakku?" tanyanya lirih, nyaris tak terdengar.

Adrian tersadar. Wajahnya berubah, rahangnya mengendur. "Maaf, Arumi," ucapnya cepat, menurunkan nada suara.

"Aku cuma lagi capek banyak pikiran. Kalau mau makan, buat saja sendiri," lanjutnya lebih pelan, meski tetap terdengar dingin.

Arumi menarik napas dalam, menahan kesal sekaligus lapar yang semakin terasa. Tanpa berkata lagi, ia bangkit dari ranjang dan melangkah keluar kamar menuju dapur.

.

.

Arumi membuka lemari pendingin. Isinya cukup banyak, ada sayur, telur, beberapa bahan yang sebenarnya bisa dimasak jadi menu yang layak. Tapi karena pada dasarnya ia memang tidak bisa memasak sama sekali, pilihannya tetap sama seperti kemarin dan kemarin lagi, mi instan.

Sejak dulu Arumi tidak pernah menyentuh dapur. Di rumah orang tuanya, semua sudah tersedia dari tangan ibunya dan ART. Sekarang berbeda. Mau tidak mau dia harus turun tangan sendiri, meski pada akhirnya yang bisa dia buat tetap itu lagi, itu lagi.

Ia hanya membuat satu porsi untuk dirinya. Tidak peduli nanti Adrian lapar atau tidak saat bangun.

Selesai berkutat dengan bumbu, Arumi membawa mangkuknya ke meja makan dan mulai menyuap. Baru beberapa suap, Adrian keluar kamar dengan wajah acak-acakan, rambutnya kusut, langkahnya malas. Arumi langsung mengerutkan kening.

"Kamu makan apa?" tanya Adrian mendekat.

Alih-alih menjawab, Arumi justru menatapnya dari ujung kepala sampai kaki.

"Mas, jam segini masih begitu? Tidak mandi?"

"Mandinya nanti. Kamu cuma buat satu, mienya?" Adrian duduk di sampingnya. Tatapannya jatuh ke mangkuk yang hampir setengah kosong. Perutnya yang sejak tadi kosong seolah ikut protes.

"Iya, cuma satu. Mas kalau mau, bikin sendiri saja ya," jawab Arumi santai, lalu kembali menyuap tanpa merasa bersalah.

Adrian tidak langsung membalas. Ia menatap Arumi cukup lama, sampai akhirnya membuka suara dengan nada yang berbeda.

"Arumi, kamu tidak mau cari kerja? Kamu kan sudah tidak kuliah lagi. Daripada menganggur, mending cari kesibukan di luar. Kerja. Kamu tidak bosan di rumah terus?"

Suapan Arumi terhenti. Ujung garpunya masih menggantung di bibir. Ia menoleh pelan, wajahnya jelas tidak suka.

"Mas sedang menyuruh aku kerja, kan?" tanyanya memastikan.

Adrian mengangguk. "Iya. Kerja. Kenapa? Kamu tidak mau?"

Arumi terkekeh kecil, tapi terdengar miring. Ia menggeser mangkuk yang kini hanya tersisa kuah, lalu melipat tangannya di atas meja.

"Mas sebenarnya kenapa sih? Lima hari ini terasa sekali bedanya. Tidak pernah sebelumnya Mas mempermasalahkan aku yang tidak bekerja. Dari dulu Mas tahu aku memang tidak terbiasa kerja. Mas juga pernah bilang aku cukup jadi istri yang baik di rumah. Tapi sekarang kenapa malah mengungkit soal pekerjaan?"

Adrian menghela napas panjang.

Sejak hari ia dipecat dari pekerjaannya, pria itu memang tidak pernah bercerita apa pun kepada Arumi. Namun perubahannya terlalu jelas untuk tidak terlihat. Emosinya sering naik turun tanpa sebab yang jelas. Ia lebih banyak murung di kamar, tidak lagi sibuk dengan dokumen seperti biasanya. Pagi hari yang dulu selalu ia isi dengan memasak kini berganti dengan tidur lebih lama, bahkan sering bangun lebih siang dari Arumi.

Meski begitu, setiap hari Adrian tetap mengenakan pakaian kantor dan keluar rumah seperti biasa, seolah benar-benar berangkat kerja. Padahal kenyataannya, ia hanya berusaha menghindari pertanyaan dari Arumi. Ia berkeliling membawa lamaran ke berbagai perusahaan lain, tetapi sampai sekarang belum satu pun panggilan wawancara yang datang.

...****************...

"Daripada Mas menyuruh Arumi kerja, bukankah sekarang Mas harusnya sudah di kantor?" lanjut Arumi, menatapnya tajam. "Seharusnya dari tadi, kan? Kenapa beberapa hari ini Mas perginya tidak seperti jam kantor biasanya? Atau Mas sudah diberi waktu spesial oleh atasan?"

Adrian menghela napas kasar. "Arumi, aku mau bicara sebentar. Serius," ujarnya.

Pria itu sebenarnya sudah berniat jujur. Mau seberapa lama pun ia mencoba menyembunyikannya, pada akhirnya Arumi tetap akan tahu. Terlebih setelah ancaman Archio beberapa hari lalu yang mengatakan akan menyita semua asetnya. Adrian ingin istrinya siap sebelum semua itu benar-benar terjadi.

"Mas mau bicara apa? Tinggal ngomong saja, kenapa kelihatannya serius banget? Mas ada masalah?" tanya Arumi. Ia menggeser duduknya lebih dekat, menatap Adrian dengan wajah polos tanpa curiga sedikit pun.

Tatapan itu justru membuat Adrian menelan ludah. Kalimat yang tadi sudah tersusun rapi mendadak terasa berat di tenggorokan. Ia belum siap melihat kekecewaan, atau mungkin kemarahan, di wajah wanita itu.

"Aku sebenarnya..."

Ting tong.

Suara bel memotong ucapannya. Adrian terdiam sesaat, lalu berdiri. Niatnya untuk bicara seketika buyar.

"Mungkin makanannya sudah datang," gumamnya pelan sebelum melangkah menuju pintu, meninggalkan Arumi yang masih menatapnya dengan tanda tanya besar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
heh matakau/Curse//Curse//Curse/ sama bunganya badji**n/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
Gila banget... pengen ku lempar dia ke jurang rasanya. Tapi, Archio tidak akan semudah itu melepaskan apa yang sudah mereka lakukan. Archio pasti akan menghancurkan mereka/Determined/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: iya, harus extra sabar... tapi buat ngehadapin Paman dan bibi nya gracia gak perlu bersabar🤣
total 2 replies
Sunaryati
Jangan sampai Ratih si gila Harty bisa menyentuh rumah Archio
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
jadi semangat Gracia/Determined/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
nah betul apa kata Kenzo... Paman dan Bibi mu lah yang selama ini parasit pada dirimu. Mereka tidak mau melepaskanmu, karena bagi mereka, kamu seperti ATM berjalannya
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: iya juga ya, ada bagusnya juga🤣🤣
total 4 replies
Samsiah Yuliana
lanjut lagi cerita Thor 🙏🙏🙏
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: siyappp kak
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
semangat ciaa semua org pasti pernah melakukan kesalahan.... selama km mau untuk memperbaikinya semua akan baik baik saja
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: nulis part Gracia, bawaannya pengen nangis terus🥺
total 1 replies
Sunaryati
Ngganggu momen aja Bim, tak perlu minta izin dekat
Tuh malah sudah berpelukan bukan dekat lagi tapi nempel
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
bim km merusak suasana😐
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
Bimo nih ngerusak suasana aja 😖 Archio masih pengen lama-lama loh itu🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Bimo: ingat kerjaaaa🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
Bimo merusak moment romantis Archio dan Aulia nih
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Bimo: lagian, apa2an romantis kagak ada hubungan🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤔 satu bab ini dek?
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: lumayan kak🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Bim ayo kita mojok kamu gangguin orang yang lagi Anu
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: padahal sedikit lagi yak🤣😭
total 1 replies
Mey Abimanyu
Oalah bim²🤣🤣 merusak suasana ajaa 🤣🤣 sana cari gebetan juga biar engga ngenes² amat hidupmu 🤣🤣
Mey Abimanyu: bisa poligami, tenang aja 🤣🤣🤣
total 4 replies
Ariany Sudjana
benar pak Haidar, supaya Archio bisa jujur sama Aulia
Samsiah Yuliana
adahal udah di sayangin sama bapak sambung nya ya, tapi dikasi hati minta nya jantung 😌 dasar ga tau diri itu Arumi 😌
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Haus kasih sayang kak, jadi dia maunya 'hanya dia' fokus dia saja.
total 1 replies
Evi Lusiana
hadeuuuh pak duda mulai posesif nih
Sunaryati
Nah benar Papa Haidar Ma, biarkan Archio menceritakan masa lalunya dengan Gracia serta alasa bercerai.
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Iyaa... betul mak
total 1 replies
Sunaryati
Tidak perlu repot-repot mendekatkan Ma, sepertinya sudah ada ketertarikan keduanya,cuma Aulia merasa kecil
Mundri Astuti
saranmu ga bermutu archio 😄
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣bisa2nya mau balik ke kantor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!