NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Kecemburuan Anjani

"Bukannya, kamu sekretaris Keandra." ucap Felicia, menatap curiga Anjani. "Apa yang sedang kamu lakukan di sini? "

Anjani seketika kebingungan. Mencoba mencari kata-kata yang tepat, supaya Felicia tidak curiga.

"Aku yang menyuruhnya ke sini."

Felicia dan Anjani melihat ke arah suara. Keandra datang, dengan memakai baju formal begitu rapih. Berjalan menghampiri Felicia dan juga Anjani. "Dia bekerja sebagai pelayan juga di sini. Apa ada masalah?"

Felicia terdiam. Mencari kebohongan pada mata Keandra. "Oke aku percaya. Tapi bukannya di rumah ini, sudah ada banyak pelayan. Kenapa harus menyuruh dia juga? Menjadi sekretaris, bagi ku cukup untuknya. Sekarang juga suruh dia berhenti menjadi pelayan di rumah ini!"

Anjani menundukkan kepala. Hatinya menggerutu. Seenaknya, Felicia menyuruh Keandra mengusirnya dari sana. Memangnya siapa dia? Istri juga bukan. Sok, ngatur.

"Aku tidak ingin ada keributan di sini. Sebaiknya kamu pergi dari sini. Sebab sebentar lagi aku mau berangkat ke kantor." balas Keandra mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya hatinya kesal, karena tiba-tiba melihat keberadaan Felicia di rumahnya.

Felicia tersenyum penuh arti. "Kalau begitu, aku ikut. Aku mau menemani kamu bekerja. Boleh, kan?"

Belum juga Keandra menjawab, Felicia langsung memeluknya. Tidak mau memberikan kesempatan pada Keandra, yang terlihat tidak setuju dengan keinginannya. "Terima kasih, honey."

Keandra hanya terdiam, saat Felicia memeluknya. Tangannya terkepal. Felicia begitu memaksa. Bahkan menurutnya tidak tahu malu.

Di sisi lain, Anjani lagi-lagi harus menahan perasaannya yang sedikit tidak terima saat melihat Keandra, di peluk wanita lain. Tapi apa boleh buat, Keandra sendiri menerimanya tanpa penolakan.

"Kalau begitu saya permisi." ucap Anjani, berlalu dari hadapan Keandra dan Felicia. Tidak mungkin dirinya tetap di sana. Menyaksikan kemesraan suaminya dan wanita lain.

Keandra menatap kepergian Anjani. Hatinya lagi-lagi merasa bersalah, karena sudah melukai perasaan Anjani. Tapi, menurutnya ini kesempatan baginya. Kesempatan untuk menghukum atas kesalahan Anjani, di masa lalu.

...----------------...

"Aku suapi, ya." tawar Felicia lembut. Menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Keandra. "Aaaa...." titahnya, meminta Keandra untuk membuka mulutnya.

"Aku bisa makan sendiri. Sebaiknya cepat habiskan sarapannya. Karena sebentar lagi aku mau berangkat." Alih-alih menuruti perintah Felicia. Keandra malah menyuruhnya, untuk segera menghabiskan sarapannya. Hatinya kesal. Karena masih pagi harus menghadapi sikap Felicia.

Anjani hanya bisa melihat mereka berdua dari kejauhan. Menghindar adalah pilihan tepat, untuk saat ini. Dirinya harus menjaga kewarasan, supaya tidak mengundang kecurigaan Felicia.

Acara sarapan pun selesai. Keandra terlihat mencari keberadaan Anjani.

"Kamu cari siapa?" tanya Felicia. "Jangan bilang, kamu mau berangkat sama wanita itu! Tidak boleh! Sekarang kamu berangkat sama aku. Suruh dia naik ojek saja!" lanjutnya, tidak ingin di bantah.

Keandra yang kesal pun menatap tajam Felicia. Berani-beraninya, dia mengatur hidupnya. Siapa dia?

"Ayo honey! Tunggu apalagi. Kita berangkat sekarang." Felicia menarik tangan Keandra, keluar dari rumah. Meninggalkan Anjani, yang sebenarnya melihat semuanya.

Mata Anjani seketika berkaca-kaca. Hatinya sakit, melihat Keandra yang tidak mampu menolak keinginan Felicia. Sekarang siapa sebenarnya istri Keandra. Anjani atau Felicia.

"Aku tidak boleh sedih. Aku percaya pada Keandra." gumam Anjani, dengan bibir bergetar. "Tapi tetap saja, aku merasa tidak rela melihat dia bersama wanita lain." Mulai terisak. Menahan rasa sesak di dada. "Apakah ini bagian hukuman mu untuk ku, Kean?"

Anjani yang sedih pun, memutuskan untuk pergi ke kantor menggunakan ojek online. Di saat keadaannya seperti ini. Dirinya tidak boleh lemah. Yang harus dia lakukan adalah, membuktikan pada Keandra jika dirinya tidak bersalah.

...----------------...

Kantor

Keandra berjalan berdampingan dengan Felicia, yang setia menemaninya. Raut wajah Keandra terlihat kesal, sebab dari tadi Felicia tetap saja mengikutinya. Bahkan saat ini Keandra merasa khawatir, karena Anjani belum juga datang ke kantor.

"Selamat pagi pak." sapa Shella mengangguk sopan.

"Pagi Shella." balas Keandra dingin. Melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.

Shella mengernyitkan dahi, saat melihat keberadaan Felicia. Memperhatikan seksama wanita yang berpenampilan sexy itu. "Bukannya dia nona Felicia. Tumben datang ke kantor." gumamnya pelan. "Wah... pasti seru nih! Aku harus bilang pada nona Felicia, kalau pak Keandra sedang dekat dengan wanita lain. Pasti seru, nih!"

Senyuman licik terlihat dari bibir Shella. Dirinya mempunyai rencana, supaya Anjani bisa hengkang dari kantor itu. "Lihat saja Anjani. Aku pastikan, tidak lama lagi kamu akan di pecat dari kantor ini."

Shella melakukan hal itu, karena merasa iri pada Anjani yang selalu mendapatkan perhatian lebih, dari Keandra. Apalagi semenjak Anjani jadi sekretaris, Shella semakin membencinya. Dengan kehadiran Felicia, membuat dirinya akan perlahan-lahan menyingkirkan Anjani dari kantor itu.

Di saat sedang membayangkan kehancuran Anjani. Shella tiba-tiba di kejutkan, oleh kehadiran orang yang sedang ia pikirkan. Anjani yang baru saja masuk ke dalam kantor, langsung di hadang oleh Shella.

"Eitsss...! Kok buru-buru amat." Shella berdiri menghalangi jalan. Membuat Anjani menatapnya heran.

"Apa yang kamu lakukan Shella? Maaf, aku harus segera keruangan pak Keandra. Ada hal penting yang harus aku sampaikan." Anjani berusaha pergi dari sana. Namun dengan sengaja Shella menghalangi jalannya.

"Sepertinya itu tidak perlu." Shella tersenyum penuh arti.

"Maksudnya?"

"Pak Keandra tidak bisa di ganggu. Soalnya tadi, aku lihat ada calon istrinya datang bersamanya. Mungkin sekarang, mereka sedang romantis-romantisan. Seperti ini." ucap Shella, dengan tangan memperagakan gerakan, seolah sedang ciuman. Hal itu membuat Anjani diam seribu bahasa.

"Apa benar Keandra dengan wanita itu sedang...? Tidak mungkin. Aku tahu bagaimana Keandra. Dia tidak mungkin melakukan hal itu." ucap Anjani dalam hati.

Shella tersenyum puas, melihat Anjani yang terdiam. Dugaannya selama ini benar. Jika Anjani, menyimpan perasaan suka pada atasannya itu.

"Aku tidak peduli, mereka sedang melakukan hal apapun. Yang aku tahu, sekarang waktunya bekerja. Jadi biarkan aku lewat." Anjani mendorong tubuh Shella. Melewatinya begitu saja.

Shella mengepalkan tangan. Hatinya benar-benar kesal pada Anjani, yang sama sekali tidak terpengaruh ucapannya. Dia pun bersumpah cepat atau lambat, Anjani akan segera di pecat dari pekerjaannya. Sebab kini ia mempunyai alat tanpa harus mengotori tangannya. Felicia. Satu-satunya orang yang bisa menyingkirkan Anjani.

"Sekarang kamu boleh senang, Anjani. Tapi aku pastikan, sebentar lagi kamu akan segera di tendang dari perusahaan ini." gumam Shella, menatap punggung Anjani yang semakin menjauh. Bertekad menyingkirkan Anjani. Meskipun harus menghalalkan segala cara.

Ruangan Keandra

Anjani terdiam di depan pintu ruangan Keandra. Ingin masuk, namun takut mengganggu Keandra dan Felicia yang entah sedang melakukan apa di dalam sana.

"Mungkin mereka sedang romantis-romantisan."

Anjani membulatkan mata. Menutup bibirnya dengan kedua tangannya, saat perkataan Shella terngiang di kepalanya. Ia mencoba tenang. Tak ingin termakan ucapan Shella yang belum tentu benar.

"Honey. Pelan-pelan. Sakiiiit...."

"Tahan sedikit. Sakitnya juga tidak akan lama."

Anjani seketika mematung, saat mendengar suara aneh dari dalam. "Apa mereka sedang melakukan...? Tidak-tidak. Aku percaya Keandra. Dia tidak mungkin melakukan hal itu. Apalagi ini di kantor." ucap Anjani dalam hati. Terlihat tidak tenang. Bahkan kini hatinya merasa kesal, marah saat mendengar suara tersebut.

Anjani menghela nafas. Mengepalkan tangan. Ini tidak bisa di biarkan. Dengan keadaan hati yang marah. Anjani pun membuka pintu itu dengan sedikit kasar.

"BRAAAKK!!!"

Anjani berdiri di ambang pintu. Menatap Keandra sedang mengurut kaki Felicia yang terkilir. Kedatangan Anjani yang tiba-tiba, membuat Keandra dan Felicia sedikit terkejut.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!