Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara Tujuh Bulanan
Rebeca sangat kecewa ternyata, Jefry tidak menghadiri undagan kumpul - kumpul yang di perkasai olehnya. Semua teman - teman sekolah Jefry dan Rebeca merasa sifat Rebeca berubah seratus delapan puluh derajat. Menjadi orang yang egois.
"Sadar Becha, Jefry sudah punya istri."
"TIDAK DIA AKAN MENJADI JEFF MILIK KU."
"Kamu yang pertama meninggalkan dia. Ingat itu, jangan egois."
"Pulang, kamu hancur sekali Becha." Rebeca Christin sudah mabuk parah, sehingga harus di antar oleh kedua sahabatnya. Orangtua Rebeca sangat besedih atas apa yang dialami oleh anaknya.
"Perbuatan kalian, ini perbuatan kalian. Egois!!" Rebeca memarahi kedua orangtuanya kemudian dia menangis lagi. Mamanya hanya bisa menangis. Sedangkan kedua adik laki - laki Rebeca yang menolong kakaknya ke kamar dia. Sedari tadi Josep anak mba Rebeca mau berbicara dengan maminya namun tidak bisa dihubungi.
Sementara itu disebuah hotel besar di Surabaya, keluarga besar Wibowo mengadakan acara selamatan tujuh bulanan kandungan Kapten dokter Agatha Anastasya menantu mereka istri dari Mayor Jefry Xaverius Wibowo. Kedua orangtua Agatha tidak bisa hadir karena opanya Agatha sedang sakit. Namun mereka turut mendoakan Agatha bisa lahiran dengan selamat. Banyak kenalan dan kerabat hadir.
"Bisa kita berbicara Agatha??"
"Jangan ganggu menantu saya." Suara tegas milik ayah mertua Agatha bergema di ruangan yang mulai sepi tamu yang datang karena satu persatu tamu mulai meninggalkan tempat acara. Dengan cepat Letkol Robert menarik anak perempuannya menjauh. Terjadi pertengkaran kecil antara Rebeca dan papanya.
Sementara Jefry sudah memeluk istrinya.
"Are you oke sayang??"
"Ya mas."
"Puji Tuhan." Mereka berlima langsung memeluk Agatha. Dan dia merasa bahagia karena ada yang melindunginya.
Sementara dirumah keluarga Letkol Robert, mereka mulai menasehati Rebeca anak perempuan satu - satunya.
"Beca begini karena ke egoisan papi. Papi yang membuat hancurnya kebahagiaan Beca. Kalau tidak bukan dokter itu, melainkan Beca yang mejadi istrinya Jefry, ibu dari anak - anaknya Jefry. Semua inj hancur karena papi." Mamanya Rebeca sudah menangis. Melihat anak perempuannya.
"Maafkan papi Beca. Tetapi untuk bersatu dengan Jefry tidak mungkin sayang."
"Beca akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan cinta Beca. Walaupun lewat jalan kotor atau mempermalukan diriku sekali pun." Tamparan keras mendarat di pipi Rebeca.
"Papi...." Rebeca hanya melihat papinya dengan mata melotot dan pergi meninggalkan kedua orangtua serta adik - adiknya.
"Adek kuatir mas disini?"
"Mas kan pendidikan. Weekend mas ke Jakarta biar bisa setor ke istri tercinta. Dan mengisi cinta kembali."
"Sungguh !!!" Jefry mengangguk.
"Mas akan mengantar adek, trus mas kembali masuk pendidikan."
"Papi mau nengok ade. Boleh ya??"
"Nengok ade atau mami."
"Dua - duanya. Boleh ya sayang, mas mau baget." Muka memelas Jefry membuat Agatha tak berdaya. Mereka pun memadu cinta, penyatuan dua insan pun terjadi. Jefry bermain sangat lembut namun bisa membangkitkan sisi - sisi sensitif Agatha. Sampai beberapa kali Agatha melakukan pelepasan. Dan diakhiri dengan Jefry dan Agatha sama - sama melakukan pelepasan di puncak kenikmatan mereka.
"Terima kasih istriku sayang."
Kondisi kesehatan kandungan Agatha sangat sehat. Karena dia setiap hari berolahraga. Mengkonsumsi makanan sehat. Masa - masa rawan kehamilan hanya pada awal - awal saja. Ketika melewati trimester pertama, Agatha melakukan olehraga, agar tubuhnya tetap terjaga Jadi meskipun dia hamil, Agatha masih terlihat cantik dan seksi.
Agatha sudah di Jakarta dan Jefry di Surabaya sedang pendidikan kejuruan. Meskipun perutnya besar, sudah mau sembilan bulan, namun dia masih olahraga voli bersama timnya. Agatha absen kali ini, karena surat permohonan untuk menyelesaikan pendidikannya strata dua atau spesialis bedah saraf.
Agatha yang tidak tahu kedatangan Jefry, sampai ketempat latihan voli. Untungnya Agatha sudah menggunakan kaos, tidak legging dan baju senam ketat. Kalau tidak suaminya akan marah.
"Bapak mayor, kami tidak menyuruh ya?"
"Saya tahu, istri saya sedikit bandel."
Karena sudah selesai latihan Agatha langsung pulang bersama suaminya. Jefry memeluk istrinya.
"Kunci mobil sayang??" Agatha memberikan kepada Jefry.
"Mas adek bisa jelasin."
"Di kamar aja nanti."
Sampai di rumah Jefry langsung meniduri Agatha diatas tempat tidur. Dia sudah melepaskan semua kain yang menutup tubuhnya. Dia mendekat tubuh istrinya.
"Sudah tahu suaminya cemburuan, masih aja membangkitkan perasaan itu."
Tombak Jefry sudah masuk, terdengar teriakan kecil Agatha, karena keget.
"Aaaaaahhhhkkkkk mas." Jefry tersenyum. Dia tetap melakukan penyatuan dari belakang. Sampai Agatha lemas.
"Lain kali, tidak pake baju begitu ke tempat latihan. Mau rasa, adek ngak jalan."
"Maaf mas, ade kan maunya olahraga."
"Mas tahu, tetapi kamu itu bisa menarik hati orang lain untuk mempunyai perasaan cinta. Mas cemburu!!! Sudah ngerti!!!" Agatah langsung mencium suaminya, dan dia tahu bahwa ciuman ini akan membuat satu ronde lagi.
Jefry sudah selesai pendidikannya dan puji Tuhan diberdinas di Jakarta sebagai komandan tim markas. Dan dua hari lagi akan ada serah terima jabatan. Agatha harus hadir. Dengan baju seragam ibu - ibu persekutuan. Dengan perut besarnya yang hanya menunggu hari lahiran, Agatha tampil cantik dan menawan. Karena tubuhnya tetap terjaga walaupun sedang hamil.
"Cantik sekali ibu Wibowo."
"Iya, padahal lagi hamil besar, katanya sudah sembilan bulan."
"Sepupuku yang seorang ners dirumah sakit angkatan laut, ngomong ibu dokter tetap olahraga nge gym. Atau ngak joging."
Pembicaraan ibu - ibu ini di dengar oleh Agatha, namun dia tetap tenang hatinya hanya bersyukur, dia bisa menjaga kesehatannya dengan baik.
"Mas dengar loh, ibu - ibu ngomongin kamu."
"Biarin aja."
"Bukan hanya ibu - ibu bahkan pak komandan mau kamu kasih ceramah tentang cara menjaga tubuh semenjak hamil."
"Ada - ada aja pak komandan mas, ngak lah, ngak usah."
"Kenapa ngak usah, itukan ilmu dek."
"Emang adek pantas ngomong didepan ibu - ibu dan bapak - bapak."
"Kenapa ngak sayang. Terus terang waktu mas mendengar pujian dari ibu - ibu mas tidak terpengaruh, tetapi dari bapak - bapak mas bersyukur dan sekaligus cemburu."
Agatha tertawa, sebelum balik ke rumah dinas di jakarta pusat, mereka menyempatkan diri melihat rumah dinas mereka yang sementara di renovasi ringan dan mengatur ruang kerja baru suaminya . Agatha dan Jefry mengawali dengan berdoa, agar dijauhan dari cobaan. Agatha yang memimpin doa memohon berkat Tuhan.
Agatha juga sempat membersihkan diri dan menganti baju dengan baju casual namin nyaman bagi ibu hamil. Jefry masih melihat - lihat pekerjaannya. Sedangkan Agatha sudah tertidur disofa dengan handuk di kepala. Jefry tersenyum mendekati istrinya menciumnya.
"Terima kasih Tuhan, diberi pendamping yang sempurna."
"Mas, sori ade ketiduran."
"Mas yang minta maaf karena adek kelelahan." Agatha dalam posisi duduk, merangkul leher suaminya dan mencium.
"I love you mas." Jefry tersenyum menyentuh hidung istrinya dan mengucapkan kata cinta.