Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.
Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.
"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.
"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.
Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DAMIAN ALEXANDER
Hah....
Damian menarik napasnya panjang, lalu melajukan mobilnya membelah kegelapan malam.
Di dalam kamarnya, Ziva menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur tanpa melepas gaunnya terlebih dahulu, dia berbaring, menatap langit-langit kamar dengan perasaan campur aduk.
"Menikah satu minggu lagi? Dengan pria itu?" gumam Ziva tak percaya.
Dia mengambil ponselnya dan melihat pesan dari grup sahabatnya yang masih ramai membahas rencana besok.
Ziva menghela napas nya kasar, dia butuh Viola dan Tiara, dia butuh meledakkan semua kekesalannya besok.
Ziva kemudian membuka akun sosial Damian Alexander yang baru saja dicarinya.
Tidak ada foto pribadi, hanya foto-foto kegiatan bisnis, peresmian gedung, dan artikel majalah ekonomi, bahkan wajahnya selalu sama, tanpa ekspresi.
Sangat menyebalkan!
"Sedingin apa pun kamu, Damian, aku tidak akan membiarkanmu mengendalikan hidupku begitu saja," batin Ziva dengan tekad bulat sebelum akhirnya dia terlelap karena kelelahan emosional.
Ziva tertidur dengan gaun yang masih melekat di tubuh nya, dia terlalu lelah untuk sekedar mengganti pakaian nya, kepulangan nya ke negara J benar-benar membuat hidup tenang nya kacau balau.
Dini hari dikediaman Alexander....
Saat ini Damian sedang berdiri di balkon kamarnya, menyesap kopi hitam tanpa gula, menatap lurus pada kegelapan malam.
Pikirannya kembali pada kejadian di bandara tadi siang saat gadis itu menabraknya.
Sebenarnya, Damian mengenali Ziva saat itu, dia tahu siapa putri Justin Willson, yang merupakan desainer ternama yang rancangan nya sudah mendunia, namun dia tidak menyangka bahwa gadis yang menabraknya dengan wajah penuh emosi itu adalah calon pengantinnya.
Bagi Damian yang selama 30 tahun hidupnya hanya fokus pada angka dan ekspansi perusahaan, kehadiran Ziva terasa seperti sesuatu tak terduga yang masuk ke dalam sistemnya yang teratur.
"Ziva Putri Willson," gumam Damian pelan. Suaranya hilang ditelan angin malam.
"Kita lihat seberapa lama kamu bisa bertahan denganku," gumam Damian, menyesap kopi hitam nya.
Keesokan harinya, matahari Negara J bersinar terang, namun tidak secerah suasana hati Ziva, dia terbangun dengan perasaan berat, mengingat bahwa statusnya akan berubah menjadi Istri hanya dalam hitungan hari.
Tok
Tok
Tok
"Non, Tuan dan Nyonya sudah menunggu Anda untuk sarapan!" ucap Bi Nunik, mengetuk pintu kamar Ziva.
"Tolong bilang sama Mommy dan Daddy Bi, untuk sarapan duluan, nanti Ziva nyusul," jawab Ziva, tanpa membuka pintu kamar nya.
"Apa mau Bibi bawakan sarapan ke kamar Non Ziva?" tanya Bi Nunik.
"Boleh Bi, maaf ngerepotin," jawab Ziva, setelah berpikir beberapa saat.
Setelah itu tidak ada lagi suara dari balik pintu nya, mungkin Bu Nunik sudah turun ke bawah.
Hah....
Ziva menghela nafas nya panjang, turun dari tempat tidur nya, lalu masuk ke kamar mandi nya.
Sementara di ruang makam, Nyonya Mauren dan Tuan Justin sedang menunggu Putri mereka untuk sarapan bersama.
"Bagiamana Bi, Ziva udah bangun?" tanya Nyonya Mauren.
"Sudah Nyonya, tapi Non Ziva mau sarapan di kamar nya," jawab Bi Nunik sopan.
"Bagitu? Baiklah siapkan sarapan Ziva, biar Saya nanti yang antar ke kamar nya," ucap Nyonya Mauren, mengangguk kan kepala nya.
"Baik Nyonya," jawab Bi Nunik, pergi dari ruang makan.
"Seperti nya Putri mu itu masih ngambek Justin," ucap Nyonya Mauren, terkekeh.
"Biarkan saja, dia hanya masih shock dengan perjodohan ini," ucap Tuan Justin, yang sudah paham dengan sifat Putri nya.
"Apa menurutmu Damian akan tahan dengan sifat keras kepala Ziva?" tanya Nyonya Mauren, sambil mengolesi selesai stroberi.
"Yakin," jawab Tuan Justin, mengangguk kan kepala nya.
Sekeras apapun sifat Putri nya, Tuan Justin sangat tahu seperti apa Ziva itu, Ziva terlihat keras pada Damian karena mereka baru kenal dan langsung di ikat dengan sebuah hubungan, makanya Putri nya itu yang keras kepala itu, semakin menjadi-jadi.
Di dalam kamar nya, Ziva sudah selesai mandi dan berganti pakaian menggunakan pakaian santai, dia duduk di kursi dekat jendela kamar nya sambil memangku laptop nya, memeriksa email yang di kirim Rika.
Ziva begitu fokus, memeriksa semua laporan butik nya yang ada di negara K, dan juga beberapa proyek peluncuran item baru nya nanti di bulan depan.
Bulan depan Ziva akan launching beberapa pakaian musim semi untuk tahun ini, dan proses nya sudah berjalan, tapi karena Ziva tiba-tiba harus pulang ke negara J, terpaksa Ziva serahkan sementara pada asisten pribadi nya.
Karena terlalu fokus pada layar laptop nya, Ziva sampai tidak sadar bahwa Mommy nya masuk ke dalam kamar nya.
"Berhenti dulu Zi, kamu belum sarapan," ucap Nyonya Mauren, meletakkan nampan di meja depan Ziva.
Tak
"Mom!"
Ucap Ziva mendongakkan kepalanya, melihat Mommy.
"Taro dulu laptop kamu, makan dulu sarapan nya," ucap Nyonya Mauren, duduk di samping Ziva.
"Sebentar Mom, Ziva belum selesai," jawab Ziva, kembali melihat ke layar laptop nya.
Nyonya Mauren menghela nafas nya panjang, entah kenapa semua anak-anaknya sama-sama gila kerja, dan keras kepala, sifat suaminya di turunkan pada anak-anak mereka.
"Ziva sarapan dulu Sayang, nanti di lanjut lagi," ucap Nyonya Mauren, sabar.
"Sebentar Mom," jawab Ziva, tanpa mengalihkan pandangan.
"Ziva Putri Willson berhenti, atau mau Mommy adukan kamu ke abang-abang mu hah!" ucap Nyonya Mauren, sudah hilang kesabaran nya.
"Kamu tahu kan, kalau sampai abang-abang mu tahu, mereka bisa membakar salah satu butik mu Sayang," lanjut Nyonya Mauren.
Mendengar ancaman dari Mommy nya, akhir nya Ziva menutup laptop nya, dengan wajah cemberut.
"Kamu masih marah soal yang semalam?" tanya Nyonya Mauren, mengelus rambut Ziva.
"Gak, aku cuma kesel, kenapa harus Damian, pria kaku itu," jawab Ziva, sebal.
"Nanti juga kamu kecintaan sama pria yang kamu bilang kaku itu," goda Nyonya Mauren.
"Gak kan, itu gak akan pernah terjadi!" jawab Ziva, menggeleng kan kepala nya tegas.
"Damian itu ganteng banget loh, udah ganteng, kaya raya, aset nya dimana-mana, Mommy aja suka sama dia," ucap Nyonya Mauren, tersenyum lebar.
"Ziva juga cantik dan kaya raya," ucap Ziva, gak mau kalah.
"Nah itu dia, kalian berdua perpaduan yang pas, aduh jadi gak sabar pengen gendong cucu!" seru Nyonya Mauren, semangat.
Ziva semakin kesal dengan Mommy nya, yang justru malah semakin menjadi-jadi.
Dengan wajah cemberut nya, Ziva memakan sarapan yang di bawa mommy nya tadi.
"Makan yang banyak, biar gak kurus begini," ucap Nyonya Mauren, penuh perhatian.
"Ziva gak kurus Mom, ini namanya body goals," jawab Ziva, sambil ngunyah.
"Iya iya terserah kamu saja," ucap Nyonya Mauren, ngalah.
"Mua tambah lagi gak, masih ada di dapur, biar mommy ambilin," tawar Nyonya Mauren.
abang posesif vs clon suami kutub....🤣🤣🤣
crazy up dpng thorrrrr
koreksi ya semangat
bru brbgi air mnum aja udh baper...
kbyang nnti kl udh nkah,trs tnggal srumah....atw sekamar pula.....🤭🤭🤭