NovelToon NovelToon
Mereka Mengira Aku Buta

Mereka Mengira Aku Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Khanza

Elena adalah seorang tunangan dari pria bernama Marcus Leonhardt, dia adalah asisten di perusahaan pria itu. Suatu ketika Marcus membawa seorang perempuan bernama Selena Vaughn yang seorang konsultan komunikasi. Di suatu malam mobil yang di kendarai Elena ada yang mengikuti dan terjadilah BRUUKKK , kecelakaan…dimana Elena akhirnya sadar dan dia membuat keputusan berpura - pura buta. Apakah semua akan terungkap? Siapakah yang mengikuti Elena? Dan bagaimanakah kisah Elena selanjutnya?

On going || Tayang setiap senin, rabu & jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Khanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Saat Mereka Merasa Aman

Hujan turun pelan di luar jendela rumah utama keluarga Valen. Bunyi rintiknya lembut, nyaris menenangkan. Elena duduk di kursi dekat jendela, mengenakan gaun abu-abu sederhana. Rambutnya dibiarkan tergerai, wajahnya pucat, mata tertutup kain tipis—topeng yang masih ia pertahankan dengan sempurna.

Marcus mengira ia aman malam ini.

Itulah kesalahan pertamanya.

“Aku akan pulang agak malam,” ujar Marcus sambil merapikan manset jasnya. Nadanya ringan, hampir ramah. “Ada rapat mendadak.”

Elena mengangguk kecil, jari-jarinya meremas ujung gaun. Gerakannya tampak rapuh bagi siapa pun yang melihat. “Hati-hati di jalan,” ucapnya pelan.

Marcus tersenyum. Senyum puas seseorang yang yakin telah menguasai segalanya.

Pintu tertutup. Suara langkahnya menghilang. Rumah kembali sunyi.

Namun Elena tidak bergerak.

Ia menghitung dalam hati. Sepuluh detik. Dua puluh. Tiga puluh.

Barulah ia berdiri, melepas kain penutup matanya, dan menatap lurus ke arah pintu dengan pandangan jernih—tajam—sadar sepenuhnya.

Tidak ada keraguan di sana. Tidak ada kebingungan. Hanya ketenangan seorang pemburu yang tahu mangsanya sudah mulai lengah.

Elena melangkah ke ruang kerja kecil yang selama ini dianggap Marcus tak penting. Di balik rak buku tua, ia membuka panel rahasia yang baru beberapa hari lalu ia temukan—hasil mendengar percakapan Marcus dan Selene yang mengira ia tak mungkin memahami apa pun.

Flashdisk hitam itu masih ada di sana.

“Bodoh,” gumam Elena lirih.

Ia menyimpannya ke dalam saku, lalu menyalakan laptop. Layar menyala, memantulkan wajahnya sendiri—dingin, dewasa, tak lagi wanita yang sama seperti sebelum kecelakaan.

Satu per satu file terbuka. Transfer dana. Kontrak gelap. Nama-nama perusahaan cangkang. Dan di sana—tanda tangan Marcus. Juga Selene.

Elena menarik napas perlahan. Bukan marah. Bukan terkejut.

Leganya seperti menemukan peta yang selama ini dicari.

*******

Di tempat lain, Adrian Lucien berdiri di balkon apartemennya, menatap lampu kota. Ponselnya bergetar satu kali. Pesan masuk.

Elena: Aku sudah punya bukti.

Adrian tak langsung membalas. Sudut bibirnya terangkat tipis. Ia tahu hari ini akan datang. Hanya saja, kecepatan Elena melampaui perkiraannya.

Adrian: Jangan bergerak terlalu cepat.

Balasan datang hampir seketika.

Elena: Aku tidak bergerak. Aku menunggu.

Adrian menatap layar cukup lama. Ia mengenal banyak wanita kuat. Namun Elena berbeda. Ia tidak terburu-buru. Tidak emosional. Ia memilih waktu seperti seorang algojo memilih detik jatuhnya kapak.

*******

Keesokan paginya, Selene datang berkunjung. Senyumnya manis, suaranya lembut.

“Elena, aku bawakan sup. Kamu kelihatan pucat kemarin.”

Elena tersenyum samar. “Terima kasih. Kamu selalu perhatian.”

Selene duduk di seberangnya. Matanya berkilat—menilai, mengukur. Ia yakin Elena masih buta. Masih lemah. Masih mudah dipermainkan.

“Elena,” Selene mencondongkan tubuh, “Marcus sangat mencemaskanmu. Kamu beruntung punya tunangan sebaik dia.”

Elena menunduk, seolah malu. Namun di balik bulu matanya, ia melihat jelas setiap ekspresi Selene. Setiap kedipan gugup yang tersembunyi.

“Benarkah?” tanya Elena pelan.

Selene mengangguk cepat.

Elena tersenyum lebih lebar kali ini. Senyum yang tidak disadari Selene… adalah awal dari kehancuran.

Karena saat mereka merasa aman—

Elena mulai menutup semua jalan keluar.

Dan kali ini, ia tidak akan berhenti.

Elena menatap cangkir sup di depannya tanpa menyentuhnya. Uap hangat naik perlahan, seperti rahasia yang sebentar lagi akan terungkap. Dalam hatinya, ia tersenyum dingin. Bukan karena rencana telah sempurna—melainkan karena tidak ada satu pun dari mereka yang menyadari, permainan sudah berbalik arah sejak lama.

Jika mereka mengira Elena hanya menunggu… tunggulah bab selanjutnya.

********

Terima kasih sudah menunggu. Bab selanjutnya segera tayang..

...BERSAMBUNG...

1
Kaka's
pembohong kamu marcus horison...
Serena Khanza: kiper indo 😭
total 1 replies
Sean Sensei
asli sedikit kah? kok aku bacanya kurang puas ya /Sob/
Serena Khanza: maklum kak awal awal masih dikit 🤭🤣

baru belajar nulis 🤭🤭
total 1 replies
Hunk
Ya aku juga menunggu hasil nya elena🤣
Serena Khanza: perlahan lahan meledak kak 🤭
total 1 replies
Hunk
Mantap bukti nya banyak banget ples kuat.
cimownim
cara Elena menghadapi laki-laki udah keren cerdas banget ya
Serena Khanza: Elena menghadapi laki-laki dengan diam dan tenang 🤭
total 2 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Tiara Bella
skrng ngurigain Selena ya Marcus....
Tiara Bella: hooh ...
total 2 replies
Hunk
Alasan umum untuk semua orang yg telat "Jalanan macet"
Sean Sensei
/Sweat/ : belum di update mungkin google map nya
Kaka's
saya suka narasi seperti ini. karna langsung sy praktekkan sesuai instruksinya.. terangkat tipis 🤭🤭
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Khusnul Khotimah
sampek sini q blom paham yg jd masalah itu pa?kok sampek segitunya ...ni masalah harta/warisan kah?perselingkuhan?.ato penghianatan?
Khusnul Khotimah: oooooohhhh.... gtu ditunggu kelanjutanya thor.
total 2 replies
Panda
mau pindahin aset kayanya marcus
Jing_Jing22
nggk sabar buka bab selanjutnya. pengen tau nasib tuh dua orang
Jing_Jing22
target mulai masuk kedalam rencana elena
CACASTAR
dialognya kenapa masih kaku Thor.. harusnya semakin lama di antara mereka tentunya semakin dekat. bahkan atasan dan bawahan sekalipun makin tahun pasti makin akrab. Kata sapaannya pun akan menggunakan kata sapaan yg lebih akrab walaupun sopan.
Serena Khanza: iya kak makasih masukannya 👍🏻😊

next aku perbaiki lagi di penulisan supaya bisa lebih natural lagi 😊😊
total 1 replies
APRILAH
Otewe gofood aja deh, ngeri kalo pesen gitu 😄
Kaka's
sudah terlambat marcus horison... su terlambat...
Serena Khanza: wkwkwk 🤭🤭
total 3 replies
Hunk
Elena menurut ku keren banget. Dokumen aj bisa sampai dia ingat isi nya. Padahal mungkin halaman nya banyak banget.👍
Serena Khanza: soalnya dia asisten marcus
total 1 replies
Hunk
Dia sendiri ga nyaman udah berbohong./Shame/
Murdoc H Guydons
Obat buat apa? Mata kabur segitu mah ga ngefek di kasi obat.. 🤭
Murdoc H Guydons: oh iy ya.. haha..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!