terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 13
Di balik suasana ruang kerja yang biasanya nyaman berubah menjadi seperti ruang interogasi yang mencekam, karena dua orang yang tampak sedang bersitegang. begitulah cara pasangan suami istri baru yang baru saling mengenal dan memahami dalam menyelesaikan masalahnya.
"sebenarnya kau tahu konsep orang menikah tidak Bila? Memangnya ada orang yang baru menikah memutuskan untuk langsung bercerai? cara pandang mu dalam melihat pernikahan kita itu seperti settingan saja, kau kira ini dunia novel yang sering kau baca itu! Bangunlah Bila, kau kira kira main main". Tanpa sadar Gama sudah mengoceh kesana kemari tidak seperti dirinya biasanya, hanya untuk meyakinkan istrinya. " maaf tuan, saya hanya merasa kita tidak sedekat itu, saya fikir tuan akan mencampakkan saya ketika tuan bertemu seseorang yang tuan cintai", Bila masih berusaha untuk lepas dari Gama, dan Gama tidak menerima itu terlihat dari sorot matanya yang kian menajam. "haruskah kau ku terbitkan dengan karyamu yang luar biasa ini Bila! Sepertinya tidak pantas untukmu menjadi seorang desainer", Bila kaget dengan pernyataan Gama " maaf tuan, saya tidak bermaksud, tolong wujudkan impian saya satu satunya itu, saya akan melakukan apa saja tuan asal tuan mengizinkan saya melanjutkan pendidikan saya, saya tidak akan menuntut apa pun itu dari tuan, saya yakin bisa bekerja dan kuliah dengan baik". kemarahan Gama tampak mereda terlihat dari gesturnya yang sudah terlihat nyaman, dengan senyum liciknya walau tidak terlihat oleh Bila karena dari tadi dia merunduk dan meremas roknya takut. "aku akan mengurusnya jika itu yang kau inginkan, tapi ingat! Harus dengan caraku, aku akan membiayai semua yang kau butuhkan, kau fikir aku semiskin itu untuk membiarkanmu pergi bekerja dengan statusmu sebagai istriku, aku hanya ingin kau menjadi istriku seutuhnya dan tetap aku prioritas utamamu, jangan pernah berfikir untuk berpisah karena itu tidak akan terjadi, ingat itu". Bila tampak bernafas lega, " iya tuan, saya akan melakukan tugas saya dengan sebaik mungkin", "kemarilah Bila" Bila langsung menggeser duduknya mendekati Gama, cup Gama mencium pipi Bila yang membuat Bila reflek melihat ke arah Gama, Gama langsung menyambar bibir Bila yang membuat candu Gama, " buka mulutmu bila!" Bila membuka sedikit mulutnya dan Gama langsung melumatnya, yang tadinya hanya sebatas ciuman ringan entah sejak kapan membuat keduanya bergairah tangan Bila sudah merangkul erat kepala Gama untuk memperdalam ciumannya, tangan Gama sudah masuk ke area favoritnya. Dan terjadi lagi pergulatan panas keduanya di ruang berbeda.
Keduanya tampak berbaring nyaman di sofa yang cukup lebar dengan selimut tebal yang Gama ambil di lemari ruang kerja di pojok ruangan guna menutupi tubuh polos mereka.
Bila tampak terlelap nyaman bersandar di tangan kokoh suaminya, Gama masih terjaga dengan merapikan rambut yang menutupi wajah Bila pelan takut membangunkan Bila padahal yang di perlakukan dengan hati hati tampak tidak akan bangun jika terjatuhpun karena terlalu nyenyaknya tidur. andai saja kau tahu Bila bahwa aku sangat mencintaimu, dan kaulah alasanku untuk tetap kuat dan sampai di titik ini. Gama bermonolog dalam hati, hingga dia sadar bahwa ada satu laporan lagi yang perlu dia kerjakan, Gama menggeser tubuh Bila pelan meraih celananya dan dengan bertelanjang dada mulai mengerjakan pekerjaan terakhirnya semua pekerjaan harus selesai hari ini karena jika ada satu yang terlewat bisa mengubah semua jadwal yang sudah sekretaris Seth susun rapi untuk ke esokan harinya.