NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Konflik etika
Popularitas:69.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuan Elgard yang sebenarnya

Bianca hanya bisa melongo menatap Elgard yang kini sedang memasukkan begitu banyak bahkan makanan ke dalam lemari pendingin miliknya. Pria itu memang tampaknya sudah merencanakan semuanya itu karena dengan cepat Elgard sudah membawa dua kantung besar bahan makanan.

"Sudah, sekarang kau memasak untukku! Setiap aku memintamu untuk memasak, hutangmu akan berkurang. Dengan begitu, kau tidak akan menganggap bantuanku hanyalah cuma-cuma untukmu. Kau juga tidak perlu bersusah payah mengganti uangku bukan?"

"Kau sengaja menjadikan aku pembantumu?"

"Bukan, kita hanya sedang memulai kesepakatan yang saling menguntungkan!" Elgard tersenyum penuh kemenangan karena sekarang Bianca sudah tidak begitu formal kepadanya.

"Bagaimana?"

"Sebenarnya apa tujuanmu melakukan ini? Kau jelas bisa membeli makanan di luar dengan begitu mudah. Kau bisa pulang ke rumahmu dan meminta dibuatkan makanan oleh asisten rumah tanggamu atau Ibumu. Kenapa harus menyusahkanku?!" Bianca masih tidak mengerti apa maksud Elgard.

"Bee apa kau belum paham juga? Aku melakukan ini justru karena aku tulus ingin membantumu. Bukannya waktu itu kau bilang tidak ingin menerima yang secara cuma-cuma. Sedangkan kalau menunggumu mengembalikan uang itu rasanya tidak mungkin. Jadi aku memilih cara ini agar kau lebih mudah mengembalikan uang itu. Anggap saja kau bekerja memasak untukku, lalu yang itu sebagai gaji untukmu yang sudah aku bayar di muka!"

Penjelasan Elgard memang masuk ke dalam otak Bianca, tapi rasanya masih tak masuk akal baginya.

"Apa lagi yang kau pikirkan?" Tanya Elgard karena Bianca hanya diam.

"Asal kau harus segera pergi dari sini!"

"Tentu saja, kalau aku sudah selesai makan, pasti aku akan langsung pergi!" Elgard bersorak di dalam hatinya karena Bianca menyetujui permintaannya.

Bianca setengah hati melakukannya, bukan dengan suka rela dia melakukannya, namun tawaran yang Elgard berikan menurutnya cukup meringankan dirinya karena biaya rumah sakit dan kremasi Ibunya tidak sedikit. Kalau dicicil dengan pendapatan Bianca yang tak seberapa seperti kemarin, bisa sampai sepuluh tahun mendatang baru bisa lunas. Sedangkan Bianca tidak hanya punya hutang itu saja. Dia masih ada pinjaman lainnya yang dulu ia gunakan untuk biaya Ibunya di rumah sakit jiwa.

Bianca mencoba tak menganggap Elgard ada di sana, meski rasanya saat ini Bianca terus diperhatikan dari belakang.

Dulu Bianca tak bisa memasak, tapi hidupnya yang berubah bak bumi terbalik, dia harus bisa melakukan segalanya. Dia yang tak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga, harus mulai belajar terbiasa.

Sementara Elgard, sejak tadi terus memperhatikan Bianca. Dia merasa melihat Bianca yang sibuk dengan masakannya lebih menarik dari pada ponselnya yang terus mendapatkan pesan dari seseorang.

Dua kali Elgard datang ke apartemen kecil itu, dia mulai merasa jika tempat itu cukup nyaman. Meski kecil, namun tempat Bianca bersih dan harum karena banyaknya parfum milik Bianca.

Bicara soal parfum, Elgard kini beralih menuju meja yang sepertinya menjadi tempat Bianca meracik parfum. Dia duduk di kursi kecil yang ada di sana kemudian melihat satu persatu parfum yang menurut Elgard memiliki aroma yang khas dan tidak pernah ia temui di luar sana.

"Bee, kenapa kau tidak mencoba untuk mencari sponsor untuk semua parfummu ini? Aku rasa ini akan laku keras kalau kau mau mengembangkannya!"

Bianca yang mendengarnya tak berniat menjawab sama sekali. Menurutnya Elgard dengan mudahnya bicara seperti itu tanpa melihat dari sisi dirinya yang tak punya apa-apa dan dengan latar belakang yang sudah sangat buruk. Siapa juga yang mau menjadi sponsornya. Kadang orang dengan banyak uang memang terlalu dangkal saat berpikir.

"Bee?" Elgard menoleh pada Bianca yang tak menyahutnya sama sekali.

"Silahkan dimakan Tuan, jangan lupa tutup pintunya kalau anda keluar!" Bianca sudah menyajikan beberapa menu makan malam di atas meja makan kemudian meninggalkan Elgard masuk ke dalam kamar.

"Huhhh!" Elgard hanya menatap makanan yang sebenarnya cukup menggiurkan itu.

Tapi sekarang Bianca malah meninggalkannya ke kamar, bahkan menutup pintunya dengan keras. Ucapan Bianca tadi pun jelas mengusirnya untuk cepat pergi dari sana.

Elgard duduk untuk menikmati makanan yang telah susah payah Bianca buat untuknya. Sebenarnya Elgard tau kalau Bianca juga sudah kenyang karena baru saja makan bersama Kevin, tapi tujuannya datang ke apartemen Bianca dengan membawa begitu banyak makanan dibarengi dengan alibi masalah hutang, tujuan sebenarnya dari Elgard hanyalah agar Bianca bisa makan dengan enak dan layak.

Elgard menatap kamar Bianca yang lampunya terlihat masih menyala. Dia tau kalau Bianca pasti belum tidur, tapi wanita itu memang menghindarinya.

Kini Elgard menikmati makan malamnya itu sendirian. Dia tak menyangka kalau Bianca ternyata bisa memasak seenak itu padahal dulu Bianca hanyalah gadis yang manja dan tidak pernah masuk ke dapur sama sekali.

Pagi harinya Bianca tak langsung keluar dari kamar setelah bangun tidur. Dia masih berdiam diri di ranjangnya untuk beberapa saat karena mungkin saja saat ini Elgard masih di luar sana.

Namun cukup lama Bianca menunggu, rasanya juga sudah tak tahan lagi ingin ke kamar mandi, Bianca akhrinya memilih untuk keluar tak peduli Elgard masih ada di sana atau tidak.

Kosong, apartemennya sudah kosong begitupun meja makan yang tadi malam penuh dengan makanan yang ia buat.

Bianca juga tidak melihat mangkuk dan piring kotor yang tersisa di wastafel. Tadi malam Elgard tampaknya mencuci semua piring bekas makannya sendiri.

Bianca melihat kertas kecil di atas meja yang sengaja ditindih oleh gelas kosong.

"Terima kasih untuk makan malamnya. Ternyata makananmu enak sekali. Tapi aku tidak habis kalau memakan semua itu sendiri, jadi aku menyimpannya ke dalam lemari pendingin. Kau bisa menghangatkannya kalau mau makan"

"Semua bahan makanan yang aku bawa ke rumahmu itu terlalu banyak dan pastinya sudah tidak segar kalau menungguku datang beberapa hari lagi. Jadi kau bisa mengolahnya dulu dan aku akan menggantinya yang baru. Tenang saja, semakin banyak kau menghabiskannya semakin banyak pula hutangmu berkurang"

Bianca mendengus karena isi pesan Elgard itu. Dia bukan wanita bodoh yang tidak tau apa maksud Elgard sebenrnya.

Bianca membuka lemari pendingin miliknya. Melihat berbagai macam sayur, buah dan juga daging begitu lengkap di sana.

"Kau sengaja membelikan semua ini untukku, tapi dengan alasan hutang yang harus ku bayar!"

"Kau benar-benar ikut campur terlalu jauh El!"

1
rinny
nggak apa apa Bianca, terima bantuan dari eigard . mungkin itu akan menjadi jalanmu menuju kesuksesan
Cahaya
lanjut
Tyara Inasti
wah Thor dari awal baca smpe sini udh keren dan udh seseru ni mantap
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bagus thor, bianca berkata jujur buar el tau
Hanima
👍👍
Nureliya Yajid
semangat thor
Ari Atik
ok...
lanjut....
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut thor
Agnezz
wah visi Elgard jauh ke depan ya, agar Bee parfum Bee punya nama sendiri. Tapi apakah Roy mau tersaingin Bee. Dengan mengajari Bee, bukan tidak mungkin kelak parfum Bee lebih terkenal.
Esther Lestari
semangat Bee.
baguslah kamu sudah menceritakan kelakuan Meriana ke Elgard dengan jujur
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
🌷Vnyjkb🌷
ell benar, klu berkolaborasi , bee hya dompleng nama meski itu racikan bee, tp klu bee bljar lg dan siapin smua dr awal d atas kaki sendiri dan d mentorin, maka bee pya hak paten sendiri👍👍💪💪💪💪😍😍
🌷Vnyjkb🌷
yesssss💪💪💪💪langkah suksesssss,,semangatttt bee😍 jg Siapin amunisimu u menghadapi Tagihan elll🤭🤣🤣
🌷Vnyjkb🌷
👍👍ini br cerita seruuu, hrs terBuka, ngapain d sembunyiin klakuan buruk meri anak bebek tu
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semangat Bee💪💪💪
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bagus,jangan ada yang disembunyikan..
Aprisya
eeeehhh jalang teriak jalang
Agnezz
pasti si Meriana, udah acuhkan saja lebih baik Bee pergi menemui ahli peracik parfum. Gak penting meladeni si Meriana.
Ari Atik
merri kah itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!