"Di dunia para penguasa, segalanya bisa dibeli—termasuk keturunan. Namun, apa jadinya jika rahim yang disewa justru membawa cinta yang tak terduga?"
Adrian Ardilwilaga adalah definisi sempurna dari kekuasaan dan kekayaan. Sebagai CEO Miliarder dari Ardilwilaga Group, ia memiliki segalanya, kecuali satu hal yang sangat dituntut oleh dinasti keluarganya: seorang pewaris. Pernikahannya dengan Maya Zieliński, wanita sosialita kelas atas yang anggun namun menyimpan rahasia kelam tentang kesehatannya, berada di ambang kehancuran karena tekanan sang mertua yang otoriter.
Demi menjaga status dan cinta Adrian, Maya merancang sebuah rencana nekat—sebuah kontrak rahim ilegal. Pilihan jatuh kepada Sasha Vukoja, seorang mahasiswi seni berbakat asal Polandia yang sedang terdesak kesulitan ekonomi. Sasha setuju untuk menjadi ibu pengganti, tanpa pernah menyangka bahwa ia akan jatuh hati pada sang pemberi kontrak.
Ketegangan memuncak saat Arthur, sang pangeran mahkota, lahir.Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puing-puing dan Perjanjian Baru
Kericuhan di Grand Indonesia menjadi berita utama nasional yang tak terbendung. Namun, di tengah sorot lampu kamera dan bisikan tajam publik, Adrian Ardilwilaga menunjukkan mengapa ia adalah pemimpin yang lahir dari kawah candradimuka. Dengan wajah yang dingin namun berwibawa, ia memerintahkan pengawalnya untuk membentuk barikade manusia, memutus akses pandangan publik, dan membawa Maya, Sasha, Arthur, serta Lukas ke sebuah ruangan privat di lantai atas gedung tersebut.
Di dalam ruangan yang sunyi dan beraroma kayu cendana itu, udara terasa sangat tipis. Sasha masih terisak di pelukan Lukas, sementara Maya duduk di sudut ruangan dengan wajah yang hancur, mendekap Arthur seolah-olah bayi itu adalah satu-satunya pelampung di tengah badai.
"Cukup," suara Adrian memecah keheningan. "Kita tidak akan menyelesaikan ini dengan teriakan."
Adrian menatap Lukas, lalu beralih ke Sasha. "Sasha, kehadiranku di sini bukan untuk mengusirmu lagi. Dan Maya... berhentilah bersikap seolah-olah kamu adalah satu-satunya korban."
Penyelesaian 50% dari kekacauan ini dimulai saat Adrian mengeluarkan sebuah map hitam yang telah ia siapkan sebagai rencana darurat. Ia tahu bahwa dengan serangan Reza di kantor pusat, rahasia ini tidak bisa lagi ditutup-tutupi. Alih-alih menyangkal, Adrian memilih untuk mengakui kebenaran secara strategis.
"Dengarkan aku baik-baik," ujar Adrian. "Reza telah membuka borok ini ke pers. Jika kita terus saling menyerang, kita semua akan hancur. Haryo Ardilwilaga akan kehilangan perusahaannya, Maya akan kehilangan status hukumnya, dan Sasha... kau akan dideportasi dan tidak akan pernah melihat Arthur lagi seumur hidupmu karena melanggar kontrak internasional."
Mendengar kata "tidak akan pernah melihat Arthur lagi", Sasha mendongak dengan mata sembab. Ketakutan itu jauh lebih besar daripada kerinduannya.
"Aku telah menyiapkan draf Kesepakatan Pengakuan Bersama," lanjut Adrian. "Kita akan menyatakan kepada publik bahwa Arthur adalah anak biologis dariku dan seorang donor yang sah secara medis karena kondisi kesehatan Maya. Kita akan memberikan Sasha posisi sebagai 'wali pendidikan' atau kerabat dekat yang memiliki hak kunjung resmi di bawah pengawasan ketat. Dengan begitu, Sasha tetap bisa berada di hidup Arthur tanpa menghancurkan status hukum Maya sebagai ibu di mata negara."
Maya tersentak. "Mas! Kamu memberinya hak kunjung?!"
"Ini satu-satunya cara agar dia tidak menuntut hak asuh penuh di pengadilan, Maya!" potong Adrian tegas. "Jika ini masuk ke pengadilan, DNA tidak akan berbohong, dan kamu akan kehilangan Arthur selamanya karena pemalsuan dokumen kelahiran. Apakah kamu mau itu terjadi?"
Maya terdiam, menyadari bahwa suaminya sedang mencoba menyelamatkan sisa-sisa harga diri mereka.
Adrian kemudian menatap Lukas. "Tuan Lukas, Anda adalah seorang arsitek terpandang. Jika Anda benar-benar mencintai Sasha, bantu dia untuk bersikap rasional. Berada di sisi Arthur sebagai 'bibi' atau 'wali' jauh lebih baik daripada menjadi musuh keluarga Ardilwilaga yang akan dikejar seumur hidup."
Lukas menatap Sasha, mencari jawaban di mata wanita itu. Sasha menatap Arthur yang kini sudah tenang di gendongan Maya. Ia menyadari bahwa ia tidak mungkin membawa Arthur lari ke Polandia; ia tidak punya kekuatan untuk itu. Namun, tawaran Adrian memberinya oksigen. Ia bisa melihat putranya tumbuh besar.
"Aku setuju," bisik Sasha lemah. "Selama aku tidak dilarang menemuinya. Selama aku bisa menyentuhnya."
Sementara masalah internal mulai mereda dengan kesepakatan pahit itu, Adrian harus menyelesaikan 50% masalah eksternalnya: Reza Mahardika.
Adrian menelepon tim hukumnya dan memberikan instruksi untuk melakukan serangan balik. Ia tidak lagi menutupi skandal Arthur, melainkan mengubah narasinya menjadi "Perjuangan Suami Istri demi Mendapatkan Keturunan". Di saat yang sama, ia merilis bukti sabotase ilegal yang dilakukan Reza di Polandia dan penyuapan yang dilakukan Reza terhadap oknum rumah sakit di Singapura.
"Jika aku jatuh karena skandal keluarga, maka Reza akan jatuh karena tindak kriminal," gumam Adrian.
Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, api di dalam ruangan itu tidak lagi membakar, melainkan mulai menjadi bara yang terkendali. Mereka belum sepenuhnya damai, namun mereka telah berhenti berperang. Arthur, yang menjadi pusat dari segala badai, tertidur lelap, tidak tahu bahwa hidupnya baru saja diselamatkan oleh sebuah diplomasi di atas luka-luka orang dewasanya.