KARYA INI DIHENTIKAN !!
PINDAH KE ACCOUNT SEBELAH MASIH DI APLIKASI YANG SAMA.
JUDULNYA "ISTRIKU CINTA PERTAMA ADIKKU" DAN "MENIKAHI GADIS MENYEBALKAN" di account @kanjeng_galau
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nonawidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Temperatur Of Love Chapter 13
Siapa yang gak sabar Bhumi mengetahui tentang Flower dan Bhima angkat tangan tinggi tingi...
Happy reading ya.. kalem dulu hehe..
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Dengan langkah ragu, Flower menuju ruangan Alex. Beberapa saat lalu dia dipanggil untuk menghadap pemilik Club malam tersebut. Entah apa yang akan Alex bicarakan, dalam hati kecil Flower berharap jika Alex tidak akan memecatnya akibat dia bolos kerja dua hari atau karena dia yang dituduh menaruh obat perangsang pada minuman Bhima.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk!" Suara Alex terdengar dari balik pintu.
"Permisi pak.. bapak memanggil saya?" Tanya Flower sopan.
"Duduklah Flo.. dan jangan panggil saya bapak karena saya bukan bapak kamu." Kata Alex.
"Tapi kan..."
"Kita itu teman Flo, bahkan kita pernah sangat akrab saat elu pacaran sama Bhumi." Ucap Alex membuat hati Flower seperti tertusuk belati.
"Sorry.. sorry.. duduk Flo.. ada yang ingin gue obrolin sama elu." Kata Alex yang melihat wajah Flower tiba-tiba sendu saat dirinya menyebut nama Bhumi.
"Ada apa pak?"
"Jangan panggil gue bapak Flo.." Kata Alex mendengus kesal. Flower mengangguk lemah sembari memperlihatkan senyum tipis dari bibirnya.
"Gue udah tahu apa yang terjadi antara elu sama Bhima Flo." Ucap Alex yang lagi-lagi membuat Flower mengangguk lemah.
"Gue bingung harus bicara dari mana Flo."
"Untuk masalah itu, lebih baik gak usah dibicarakan pak, eh maksud saya Alex. anggap aja kejadian itu gak pernah terjadi Al, dan bukan saya yang menaruh obat itu, demi Tuhan." Kata Flower.
"Gue tahu bukan elu, kalian di jebak Flo."
"Si.. siapa yang menjebak saya dan Bhima?" Tanya Flower.
"Katanya gak usah di bicarakan?" Goda Alex.
"Emhh.." Flower nampak bingung.
"Begini, sebelumnya elu ada masalah gak sama temen elu atau siapa gitu?" Tanya Alex mencoba mengorek informasi.
"Gak ada Al.. gue berusaha untuk gak mau punya masalah sama siapapun, lagi pula gue baru hampir dua pekan ini kan pindah disini, dan temen gue cuma Shilla doang." Jawab Flower yang memang gak terlalu suka juga bersosialisasi dengan orang lain.
"Kamu mengenal orang ini gak?" Alex menyodorkan foto yang diambil dalam rekaman CCTV dimana Flower menabrak seorang lelaki dan sempat ngobrol dengan lelaki tersebut.
"Nggak kenal Al.. dia yang bantu gue bawa Bhima ke mobil, dia juga yang kasih tahu apartemen Bhima dan kode aksesnya."
"Nah itu Flo.. dugaan gue, dia yang menjebak kalian. Elu merhatiin dia gak Flo.. ciri-cirinya atau gimana?"
"Nggak. Seinget gue, Dia kan pakai masker, kaca mata hitam sama topi.. gue saat itu panik banget jadi gak bisa berpikir panjang apalagi merhatiin itu orang yang terus paksa gue buat antar Bhima ke apartemen." Jawab Flower lirih.
Alex tidak mau memberitahu dulu soal Shilla yang terlibat. Dia harus mencari bukti yang kuat dulu karena takut Flower tidak bisa mengontrol emosi dan bertengkar dengan Shilla. Hal itu akan berujung pada ketidak terungkapnya dalang semua masalah ini.
"Flo.. elu percaya kan sama gue." Flower tampak diam dan menimbang-nimbang.
"Gue yang kontrak elu dan buat elu kembali ke jakarta Flo, gue merasa bersalah atas kejadian ini. Gue yang menyuruh elu buat membawakan minuman buat Bhima, dan kejadian itu sampai terjadi. Please Flo, gue mau elu percaya sama gue.. gue akan ungkap semua ini." Kata Alex tulus, Flower menghela nafasnya.
"Udahlah Al, semua udah terjadi. Gue udah bertekad buat mengubur kejadian buruk itu karena semua itu gak akan bisa kembali juga. Gue capek Al.. rasanya capek banget. So, please jangan bahas lagi, gue gak peduli siapa yang sudah jebak gue, karena kalau membicarakan hal itu saja akan menambah luka gue Al." Flower mencoba menahan air matanya supaya tidak terjun bebas karena matanya sudah berkaca-kaca.
"Tapi Flo, entah ini musuh elu atau musuh Bhima, kita gak ada yang tahu.. gue minta elu rahasiakan ini ya.. bisa jadi pelakunya adalah orang terdekat elu atau Bhima sendiri." Kata Alex. Flower mengangguk tanda mengerti.
"Gue gak akan buka mulut gue Al, gue tahu posisi gue dimana, dan Bhima seorang artis papan atas. Gue gak akan panjat sosial dengan kejadian ini. Bagi gue ini aib yang harus gue tutup rapat."
"Maksud gue bukan begitu Flo.."
"Gue permisi dulu ya." Pamit Flower yang tidak ingin membahas masalah itu lagi.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Bhumi sudah berada disalah satu hotel Bintang 5 di Surabaya. Dia duduk termenung menatap gemerlap kota Surabaya dari lantai 10 tempat mini bar hotel tersebut.
Hatinya sungguh tak sabar membayangkan pertemuannya dengan Flower setelah hampir 8 tahun.
"Bhum.. elu belum tidur." Tanya Renata duduk disamping Bhumi dan mengambil alih kopi Bhumi kemudian menyeruputnya.
"Kalau gue tidur ya gue gak disini." Jawab Bhumi singkat.
Renata tersenyum masam mendengar jawaban Bhumi.
"Pait." Kata Renata.
"Emang gak pake gula." Jawab Bhumi.
"Tapi lebih pait ucapan dan sikap elu sih." Celetuk Renata.
"Elu masih belum bisa lupain dia Bhum?" Tanya Renata secara tiba-tiba sambil menatap Bhumi yang ada disampingnya.
"Pertanyaan yang tidak perlu jawaban Ta." Ucap Bhumi lirih.
"Bhum.. kamu tahu kan, aku sangat mencintai kamu, lupain Flower dan buka hati kamu untuk aku Bhumi." Kata Renata penuh keyakinan menggenggam tangan Bhumi.
"Ta, elu itu sahabat gue. Dan selamanya gue akan anggap elu sahabat." Jawab Bhumi menepuk pundak sahabatnya sembari melepas genggaman Renata.
"Gue cinta sama elu dari kecil Bhum.. dari SMP. Gue selalu ada buat elu. Gue terima kekurangan dan kelebihan elu Bhum."
"Elu gadis yang baik banget Ta, elu pantas dapat lelaki yang lebih baik dari gue." Ucap Bhumi berlalu meninggalkan Renata. Renata mengusap air matanya lalu dia ikut berdiri dan memeluk Bhumi dari belakang.
"Maafin gue Bhum.. maaf karena gue belum bisa menghapus perasaan gue ke elu, tolong jangan jauhi gue." Tangis Renata. Beruntung mini bar itu sangat sepi karena waktu menunjukkan hampir jam 12 malam.
Bhumi membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Renata, sahabatnya.
"Elu akan tetep jadi sahabat gue. Pelan-pelan saja, gue yakin perasaan itu akan hilang dengan berjalannya waktu. Sekarang elu istirahat ya.. besok pagi-pagi kita harus ke lokasi proyek." Ucap Bhumi mengusap rambut Renata yang sudah ia anggap sebagai adiknya karena sifat Renata itu 11 12 dengan Bianca.
"Iya, perasaan akan hilang dengan berjalannya waktu, tapi tidak dengan perasaanku pada Flower, karena Flower adalah ketidak mungkinan yang selalu aku semogakan." Batin Bhumi.
"Bagaimana aku bisa melupakan perasaanku padamu Bhumi.. jika setiap hari saja kita selalu bersama seperti ini dan aku satu-satunya wanita yang beruntung bisa mengenalmu sedekat ini." Batin Renata.
"Thank ya.." Kata Renata lirih. Bhumi hanya mengangguk.
"Gue balik kamar dulu ya." Pamit Bhumi.
Bersambung...
Hayo tebak-tebakan.. menurut kalian siapa dalang dibalik kejadian buruk yang menimpa Flower dan Bhima?
👍👏
SALAM DARI HEART OF IMMORTAL [ JHONTEN ]
di tunggu feedback nya tor
judul kisah bumi share dsni aj biar bs nyari🤭
Semangat untukmu. 😊
salam hangat dari The Gangster Boy🎊