NovelToon NovelToon
Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action / Fantasi Isekai / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Arc 1 : Bab 1 — 41 (Dunia Melalui Mata Bayi Ajaib)
Arc 2 : Bab 42 — ... (On-going)

Aku terlahir kembali di dunia kultivasi dengan ingatan utuh dan selera yang sama.

Di sini, kekuatan diukur lewat tingkat kultivasi.

Sedangkan aku? Aku memulainya dari no namun dengan mata yang bisa membaca Qi, meridian, dan potensi wanita sebelum mereka menyadarinya sendiri.

Aku akan membangun kekuatanku, tingkat demi tingkat bersama para wanita yang tak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Simpul Gelap di Bunga Kembang Bulan.

"Yu Yan, nak. Kau baik-baik saja?"

Ibu mendekatinya dengan langkah lembut. Gadis itu mengangkat wajahnya. Matanya merah, tapi tidak ada air mata. Hanya kosong. Lelah.

"Ibu Shen," bisiknya. "Mereka ... ayahku ..."

"Sudah, sudah," Ibu meletakkanku sebentar di bangku teras, lalu merangkul Yu Yan. "Kau bisa tinggal di sini sebentar."

Dari bangku, aku memperhatikan Yu Yan dengan mata spiritualku yang masih terbuka.

Saat Ibu memeluknya, sesuatu terjadi.

Cahaya keemasan Ibu yang hangat, kuat dan penuh kasih, menyentuh cahaya perak pucat Yu Yan. Dan lapisan abu-abu ketakutan di sekitar Yu Yan mulai menipis.

Tapi simpul gelap di meridian Ren Mai-nya tetap ada. Bahkan, aku bisa melihatnya berdenyut lebih kuat. Seperti marah diganggu.

Itu bukan hanya emosi. Itu cedera. Cedera energi.

Yu Yan mengangkat kepalanya dari bahu Ibu, dan untuk pertama kalinya, matanya bertemu dengan mataku.

Dia terkejut. Mungkin karena aku, bayi, menatapnya dengan terlalu serius.

Lalu, terjadi sesuatu yang aneh.

Mata spiritualku—tanpa kukendalikan—terfokus lebih tajam.

Seperti kamera yang zoom in.

Aku tidak hanya melihat meridiannya sekarang.

Aku melihat potensi.

Dari simpul gelap di Ren Mai-nya, merembes cahaya perak murni, sangat murni, sangat kuat. Cahaya itu berusaha keluar, tapi terhambat oleh simpul gelap itu.

Dan cahaya perak itu ... membentuk pola.

Pola seperti bunga. Seperti kembang bulan yang mekar di malam hari.

Cantik, pikirku lagi. Tapi kali ini dengan perasaan berbeda. Bukan kecantikan fisik seperti yang biasa dinilai Ma'Ling Sheng. Ini kecantikan esensi. Kecantikan jiwa.

Yu Yan berkedip, seperti merasakan sesuatu. Matanya yang masih basi menatapku dengan bingung.

"Bayi Ibu Shen ..." bisiknya. "Dia ... menatapku aneh."

Ibu menoleh ke arahku, lalu tersenyum kecil. "Shen Yu punya mata yang tajam. Dia bisa melihat hal-hal yang tidak bisa kita lihat."

Yu Yan tidak mengerti. Tapi dia mengangguk perlahan.

"Ibu Shen," katanya tiba-tiba, suaranya bergetar. "Bisakah saya ... membantu di sini? Ayah saya sakit. Tidak bisa bekerja. Saya butuh ..."

Ibu menghela napas. Matanya penuh belas kasihan. "Tentu, nak. Kau bisa membantu Ibu merawat kebun. Dan ..." dia menatapku. "Mungkin menjaga Shen Yu kadang-kadang."

Yu Yan mengangguk, wajahnya sedikit cerah. "Terima kasih, Ibu Shen."

Saat mereka berbicara, aku masih memperhatikan Yu Yan. Simpul gelap di meridiannya. Cahaya perak terpendam. Potensi yang terhambat.

Aku ingin membantunya, pikirku tiba-tiba. Tapi bagaimana? Aku hanya bayi.

Lalu, ingatanku kembali ke donghua yang pernah kuikuti—donghua tentang kultivasi, tentang meridian, tentang Qi.

Ren Mai: garis depan tubuh, mengatur energi Yin.

Kondisi tersumbat. Qi tidak dapat mengalir lancar, menghambat kesehatan.

Yu Yan sakit. Bukan sakit fisik biasa, tapi sakit energi. Dan itu menghambat potensinya.

Malam itu, setelah Yu Yan pulang dengan janji kembali besok, Ibu menggendongku kembali ke dalam rumah.

"Nak," bisiknya saat meletakkanku di boks. "Apa yang kau lihat pada Yu Yan?"

Aku mengoceh tak jelas, mencoba menjelaskan. Tapi tentu saja tidak bisa.

Ibu tersenyum, mengerti.

"Kau melihat sakitnya, bukan? Dan potensinya."

Dia duduk di tepi boks, wajahnya serius. "Yu Yan... dia spesial. Seperti kau. Tapi dunia belum baik padanya. Ayahnya seorang kultivator kecil yang cedera parah dalam pertempuran. Meridiannya hancur. Sekarang mereka miskin. Dan Yu Yan ... dia mewarisi bakat ayahnya, tapi juga mewarisi kutukannya."

Kutukan? pikirku.

"Ada teknik jahat," lanjut Ibu, suaranya rendah. "Saat seorang kultivator cedera parah, kadang cedera itu bisa ... menular. Ke darahnya. Ke anaknya. Yu Yan lahir dengan simpul gelap di meridiannya. Itu menghambat kultivasinya. Menghambat hidupnya."

Aku terdiam. Tapi dalam hati, kemarahan Ma'Ling Sheng bangkit. Tidak adil.

Ibu.

Ingin kukatakan.

Aku ingin membantu.

Tapi yang keluar hanya rengekan.

"Tidurlah, Shen Yu. Besok adalah hari baru. Dan Yu Yan akan datang. Mungkin ... mungkin kau bisa membantunya dengan caramu sendiri." Ibu membelai kepalaku.

Mata Ibu berbinar. Dia tahu. Dia selalu tahu.

1
^_^
tampar balik aja wajahnya (๑˃ᴗ˂)ﻭ
Aku Suka Plagi, Kamu Diam
aku nunggu adegan insectnya kk
Auzora Taraka Vesta
yang komentar Ironside semua /Sweat//Sweat//Sweat/
Auzora Taraka Vesta: Tapi bagus tuh...bang yoga jadi ada reader setia /Proud//Smile/
total 5 replies
Ironside
/Doge/
Ironside
owalah, kukira timeskip
Ironside
Gak sadar, udah lima tahun aja 🗿
Lin Mei: kecepatan kalo timeskip lima tahun, Pace slow-burn ini bg Leo 🗿
total 1 replies
Ironside
Tidak bisa dipungkiri, memakai antithesis itu enak /Chuckle/
Ironside: bentuk keren dari penolakan
total 2 replies
Ironside
👀
Ironside
Dongjua /Tongue/
Lin Mei: ahh iya typo njrr
total 1 replies
Ironside
Pengungkapannya kurang bagus menurutku, sebenarnya bisa tunjukkan lewat deduksi Malingseng aja 👀
Lin Mei: iyasih seharusnya MC yg ambil kesimpulan soal mata saktinya, tapi yg tahu soal seluk beluk dunia itu cmn si ibu 😭
total 1 replies
Ironside
Mana mesumnya? 🥀💔
Lin Mei: belum 🗿
total 1 replies
Ironside
Mirip-mirip nih novel Fantim Ucok, gak pakai dinkus.
Lin Mei: fantim emang aku ambil referensi dari Ucok, termasuk pecah bab juga
total 1 replies
Ironside
kyknya ini lupa tanda petik
Lin Mei: jirr iyaa 🗿
total 1 replies
Ironside
Chapter ini mengingatkanku dengan satu karakter wanita berambut pink itu /Chuckle/
Lin Mei: hentikaaaan bg Leo /Curse/
total 1 replies
Ironside
Kebiasaan malingseng dengan elipsisnya
Lin Mei: aowkaowkaok hampir setiap dialog, bahkan narasi pun /Facepalm/
total 1 replies
Ironside
Yey ... susu itu kembali
@Xiao Han (GG) ୧⍤⃝🍌 : SUSU!!
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!