NovelToon NovelToon
BENIH KEKUATAN ABADI

BENIH KEKUATAN ABADI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Seribu tahun setelah Era Kegelapan yang hampir menghancurkan tatanan alam semesta, Yun Tianxing—kultivator tertinggi dan penjaga keseimbangan antara Dunia Bawah dan Dunia Dewa—menemukan dua artefak legendaris: Darah Phoenix Abadi dan Jantung Naga Suci. Dalam upaya untuk memperkuat diri agar bisa mengantisipasi ancaman tersembunyi, ia memakan jantung naga dan meminum darah phoenix. Namun, kombinasi kekuatan kedua makhluk mistik tersebut terlalu besar untuk tubuhnya, menyebabkan guncangan hebat yang mengancam nyawanya. Sebelum meninggal, ia menciptakan sebuah benih ajaib, memasukkan seluruh energi Qi dan pengetahuan kultivasinya ke dalamnya.

Benih itu jatuh ke Dunia Fana dan memasuki tubuh Haouyu, putra mahkota Kekaisaran Lian yang baru lahir. Tak lama kemudian, kekaisaran keluarga Lian runtuh akibat peperangan besar dengan klan musuh. Untuk menyelamatkannya, ibunya menyerahkan dia kepada seseorang untuk membawanya meninggalkan istana.

(Update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 OBAT UNTUK RAKYAT, JALAN UNTUK RAJA

Master Bai Caotian tidak hanya mendukung gagasan Haouyu dengan kata-kata.

Pada suatu pagi yang sejuk, saat embun masih menggantung di dedaunan, ia datang sendiri ke Paviliun Obat Lian Xiang dengan beberapa ember batu giok hijau yang memancarkan aura lembut. Di dalamnya tumbuh tanaman-tanaman obat yang jelas bukan tanaman biasa—daunnya tebal, urat-uratnya bercahaya samar, dan aromanya membawa ketenangan alami.

“Ini berasal dari kebun alkimia sekolah,” ujar Master Bai sambil meletakkan ember-ember itu dengan hati-hati. “Bukan yang paling langka, tapi stabil, bersih, dan cocok untuk obat rakyat.”

Haouyu sedikit terkejut. “Master… ini terlalu berharga.”

Master Bai tersenyum tipis, matanya penuh makna.

“Ilmu alkimia tidak diciptakan untuk disembunyikan di balik tembok emas,” katanya. “Gunakan seperlunya. Yang penting bukan tanamannya, tapi niat orang yang mengolahnya.”

Kata-kata itu tertanam dalam hati Haouyu lebih dalam daripada pelajaran teknik apa pun.

Hari Pembukaan

Hari pembukaan Toko Obat Lian Xiang tiba tanpa kemewahan.

Tidak ada kembang api, tidak ada tetua besar, tidak ada kultivator kuat yang datang memberi selamat. Hanya papan kayu sederhana dengan ukiran rapi:

Toko Obat Lian Xiang

Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Semua Rakyat

Namun justru kesederhanaan itulah yang menarik perhatian.

Beberapa tetangga telah berkumpul sejak pagi. Wajah-wajah penuh rasa ingin tahu, sebagian ragu, sebagian berharap. Mereka terbiasa dengan apotek kultivator yang dingin, mahal, dan memandang rakyat jelata seperti beban.

Haouyu berdiri di depan pintu, mengenakan jubah sederhana tanpa lambang sekolah.

“Selamat pagi,” ucapnya dengan suara jernih dan hangat. “Mulai hari ini, tempat ini terbuka untuk siapa saja.”

Ia menundukkan badan sedikit—sebuah gestur yang membuat beberapa orang terdiam kaget.

“Kami menyediakan obat-obatan dan ramuan dengan harga terjangkau. Bagi yang benar-benar tidak mampu… kami akan membantu tanpa meminta imbalan.”

Bisik-bisik langsung menyebar.

Yu Zhu melangkah maju dan menambahkan dengan senyum lembut, “Kami juga akan mengajarkan cara menjaga kesehatan, mengenali tanaman obat liar yang aman, dan merawat tubuh tanpa harus menjadi kultivator.”

Sebagai tanda pembukaan, Haouyu membagikan sepuluh botol ramuan penyegar secara cuma-cuma.

Efeknya cepat.

Seorang petani tua yang punggungnya membungkuk menarik napas panjang setelah meminumnya.

“Hangat… tapi ringan,” gumamnya. “Seperti tidur nyenyak setelah bertahun-tahun kelelahan.”

Seorang ibu muda memeluk anaknya erat.

“Anakku biasanya mudah demam… tapi tubuhnya terasa hangat dan stabil.”

Hari itu, kepercayaan mulai tumbuh—perlahan, namun nyata.

Obat, Nasihat, dan Kepercayaan

Hari-hari berikutnya, Paviliun Obat Lian Xiang tidak pernah sepi.

Haouyu tidak hanya berdiri sebagai penjual. Ia duduk bersama rakyat, mendengarkan keluhan mereka, memperhatikan pola hidup mereka.

“Kamu bekerja terlalu lama di bawah matahari,” katanya pada seorang buruh angkut.

“Air ini diminum sebelum tidur. Jangan langsung minum air dingin setelah kerja berat.”

Kepada seorang ibu rumah tangga ia berkata,

“Anakmu bukan lemah. Tubuhnya hanya kelelahan. Biarkan ia tidur lebih awal, dan berikan ramuan ini tiga hari.”

Ia menjelaskan segalanya—tanpa bahasa rumit, tanpa sikap merendahkan.

“Obat terbaik,” katanya suatu sore, “adalah yang menyembuhkan tanpa membuat tubuh bergantung. Alam tidak pernah berniat memperbudak manusia.”

Kata-kata itu menyebar lebih cepat daripada ramuan.

Ramuan Ketenangan Jiwa

Di sore hari yang tenang, saat toko mulai sepi, Haouyu menutup pintu dan menyalakan tungku kecil alkimia di sudut ruangan.

Ia tidak ingin hanya menyembuhkan tubuh.

Ia ingin menyentuh kelelahan jiwa—sesuatu yang sering diabaikan oleh dunia kultivasi.

Akar Qi Xiang—penenang alami.

Daun Pohon Hujan—pelancar sirkulasi energi.

Sedikit ekstrak tumbuhan dari lereng Gunung Xuanwu—penyeimbang.

Ia mengatur panas dengan Qi murni, tanpa elemen tambahan.

Api kecil, stabil, sabar.

Berjam-jam kemudian, ramuan itu selesai.

Cairannya bening, berkilau keemasan samar. Aromanya lembut, seperti pagi setelah hujan.

Saat Haouyu mencobanya, ia merasakan sesuatu yang berbeda—bukan ledakan energi, melainkan ketenangan mendalam, seolah beban pikiran perlahan dilepaskan.

“Ini…” bisiknya. “Inilah yang mereka butuhkan.”

Yu Zhu menatapnya dengan mata berbinar.

“Orang-orang mulai bertanya tentangmu,” katanya pelan. “Mereka bilang… kamu seperti kisah lama. Putra mahkota Kekaisaran Lian yang kembali untuk rakyat.”

Haouyu tersenyum tipis.

“Legenda tidak perlu dibenarkan,” jawabnya. “Yang penting, rakyat merasakan manfaatnya.”

Namun di dalam hatinya, sumpah itu semakin mengeras.

Latihan di Bawah Bintang

Malam harinya, Haouyu kembali ke Sekolah Xuanwu.

Di Tempat Meditasi Bintang, angin gunung berhembus lembut. Master Huo menunggu dengan tangan di belakang punggung.

Haouyu memusatkan Qi murni.

Energi transparan membentuk tangan… lalu kaki… semakin padat, semakin stabil.

Ia menyerang target kayu—tepat, terkendali, tanpa kehancuran.

“Bagus,” ujar Master Huo. “Kekuatanmu tidak liar. Itu tanda fondasi yang benar.”

Haouyu mengangguk.

“Aku tidak ingin menjadi yang terkuat,” katanya pelan. “Aku ingin menjadi yang paling bertanggung jawab atas kekuatanku.”

Master Huo tersenyum—jarang, tapi tulus.

Menuju Pemahaman yang Lebih Dalam

Keesokan paginya, Haouyu sudah berada di ruang alkimia pribadinya.

Buku-buku kuno terbuka di hadapannya—tentang Qi murni sebagai akar semua elemen.

Ia menatap Master Bai dengan kesungguhan.

“Aku ingin memperdalam fondasiku,” katanya. “Aku memiliki banyak elemen… tapi tanpa Qi yang seimbang, semua itu akan runtuh.”

Master Bai mengangguk pelan.

“Kamu akhirnya sampai di titik itu,” katanya. “Ingatlah, Haouyu—langit diuji dengan kekuatan,tapi rakyat diuji dengan hati.”

Dan di luar sana, tanpa disadari Haouyu…

nama Lian Xiang mulai bergerak,

menyentuh telinga yang seharusnya tidak mendengarnya.

...****************...

Master Bai Caotian mengangguk pelan, senyum tipis menghiasi wajahnya yang dipenuhi garis pengalaman panjang.

“Sangat bijak,” ucapnya dengan suara tenang namun dalam. “Banyak kultivator muda terjebak dalam kebanggaan palsu. Mereka mengejar elemen, mengejar teknik megah, namun melupakan satu hal paling mendasar—bahwa semua elemen, tanpa kecuali, lahir dari Qi murni.”

Ia menatap Haouyu dengan tatapan penuh penilaian, bukan sebagai guru kepada murid biasa, melainkan seolah menilai seorang pewaris jalan besar.

“Jika Qi-mu tidak seimbang,” lanjutnya, “maka api akan membakar tuan sendiri, air akan menenggelamkan kehendak, cahaya akan menyilaukan hati, dan kegelapan akan menelan pikiran.”

Kata-kata itu membuat Haouyu terdiam. Ia tahu, selama ini ia memang diberkahi bakat luar biasa—namun justru karena itulah, kesalahan kecil bisa berujung pada kehancuran besar.

Meditasi Pusat Alam

Hari itu, mereka tidak masuk ke ruang alkimia.

Master Bai membawa Haouyu ke kebun tanaman obat inti Sekolah Xuanwu, tempat yang biasanya hanya digunakan oleh tetua dan alkemis tingkat tinggi. Udara di sana terasa berbeda—lebih lembut, lebih hidup, seolah setiap helai daun memiliki napasnya sendiri.

“Kita akan mulai dari sini,” kata Master Bai.

Haouyu duduk bersila di tengah kebun, di atas tanah yang lembap dan hangat. Tidak ada formasi rumit, tidak ada lingkaran sihir. Hanya dirinya, bumi, dan alam.

“Ini disebut Meditasi Pusat Alam,” ujar Master Bai pelan. “Bukan untuk menarik energi… melainkan untuk mengingat bahwa kamu adalah bagian dari alam itu sendiri.”

~BERSAMBUNG~

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
oh iya ya Haoyu punya heilong
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sapa nih yg mau bantuin Haoyu? permaisuri atau kaisar nya. gak mungkin bertarung sendirian kan?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Raja Han Xiong ini bukan yg nyerang kerajaan Lian lgi Haoyu kecil?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Permaisurinya juga bukan orang biasa
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: nanti ada kisah nya tentang permaisuri
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
brarti haoyu skrng umur 30 THN?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰ : oh gitu
total 4 replies
Fatur Fatur
cepat bantai keluarganya kaisar hanxiaong thor
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sapa nih cewek? baru dimunculkan ya? apa udah sebelumnya. aku lupa yang temen haoyu lagi kecil itu lupa namanya.
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: cewek yg akan mengubah takdir Lian Haoyu
total 1 replies
yos helmi
cerita busuk.. ng mencerminkan seorg koltivator.. ng ada sekte luar biasa.. thor nya goblok.. tolol..
Fatur Fatur
cepat bantai hanxiong dengan cara paling kejam thor bikin mcnya bantai semua keturunannya hanxiong thor bikin hanxiong memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli thor
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Akhirnya ketemu ayahnya lagi.
Fatur Fatur
cepat bantal houno utara dengan cara paling kejam thor bikin alur ceritanya ibu mcnya belum di sentuh musuhnya thor
Nanik S
Ceritanya cukup bagus
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: 🙏 terima kasih dan selalu ikuti perjalanan Haouyu akan ada perang besar dan intrik dan tragedi romansa di bab-bab selanjutnya 😊
total 1 replies
Nanik S
NEXT
Nanik S
💪💪💪💪💪
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Kemana Kakek Chen akan membawa Haoyu
Nanik S
Haoyu jadilah kuat
Nanik S
Cepatlah mengungsi sebelum kegelapan menerobos masuk Istana
Nanik S
Sang Iblis sudah mengincar Haoyu yang masih bayi merah
Nanik S
Awal yang menarik... semoga benih itu juga cocok dengan Karakter Putra Mahkota kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!