NovelToon NovelToon
BENIH KEKUATAN ABADI

BENIH KEKUATAN ABADI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan / Perperangan / Raja Tentara/Dewa Perang / Ahli Bela Diri Kuno
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Seribu tahun setelah Era Kegelapan yang hampir menghancurkan tatanan alam semesta, Yun Tianxing—kultivator tertinggi dan penjaga keseimbangan antara Dunia Bawah dan Dunia Dewa—menemukan dua artefak legendaris: Darah Phoenix Abadi dan Jantung Naga Suci. Dalam upaya untuk memperkuat diri agar bisa mengantisipasi ancaman tersembunyi, ia memakan jantung naga dan meminum darah phoenix. Namun, kombinasi kekuatan kedua makhluk mistik tersebut terlalu besar untuk tubuhnya, menyebabkan guncangan hebat yang mengancam nyawanya. Sebelum meninggal, ia menciptakan sebuah benih ajaib, memasukkan seluruh energi Qi dan pengetahuan kultivasinya ke dalamnya.

Benih itu jatuh ke Dunia Fana dan memasuki tubuh Haouyu, putra mahkota Kekaisaran Lian yang baru lahir. Tak lama kemudian, kekaisaran keluarga Lian runtuh akibat peperangan besar dengan klan musuh. Untuk menyelamatkannya, ibunya menyerahkan dia kepada seseorang untuk membawanya meninggalkan istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 JEJAK KEKAISARAN YANG TERLUPAKAN

Perlahan, Haouyu merasakan energi mengalir dari telapak kaki, naik ke tulang belakang, menyebar ke bahu dan lengan, lalu kembali ke inti Qi. Sebuah sirkulasi sempurna terbentuk.

Setelah itu, latihan berlanjut ke Pukulan Qi Murni.

Setiap pukulan dilakukan perlahan. Tidak ada teriakan. Tidak ada hentakan berlebihan. Namun saat tinju menyentuh udara—

Boom.

Udara bergetar.

Target batu retak dari dalam.

“Pukulan ini,” jelas Master Zhang, “tidak menghancurkan kulit lawan. Ia mengguncang inti.”

Haouyu mengulanginya ratusan kali. Setiap pukulan menjadi lebih bersih, lebih tepat, lebih terkendali.

“Sangat baik,” puji Master Zhang akhirnya. “Jika kamu terus menempuh jalan ini, suatu hari tubuhmu sendiri akan setara dengan senjata tingkat tinggi.”

Refleksi di Senja Hari

Sore itu, Haouyu duduk sendirian di tepi tebing Gunung Xuanwu. Matahari terbenam perlahan, mewarnai langit dengan jingga keemasan.

Ia menatap telapak tangannya.

Tidak ada api.

Tidak ada cahaya.

Namun ia merasakan kekuatan yang lebih dalam dari sebelumnya.

“Esensi spiritual… Qi murni… tubuh… kehendak…” gumamnya.

Ia akhirnya mengerti.

Jika elemen adalah mahkota,

maka esensi spiritual adalah akar.

Dan seorang raja sejati…

tidak berdiri karena mahkota,

melainkan karena akar yang menancap kuat di bumi.

Angin gunung berhembus lembut.

Di kejauhan, roda takdir terus berputar—

membawa Lian Haouyu semakin dekat pada panggung besar dunia.

Di waktu senggangnya—waktu yang sebenarnya hampir tidak pernah benar-benar senggang—Lian Haouyu menggunakan hak istimewanya sebagai Murid Atas Sekolah Xuanwu untuk memasuki Perpustakaan Rahasia Tingkat Dalam, sebuah tempat yang bahkan banyak tetua tidak bisa masuk tanpa izin khusus.

Perpustakaan itu tersembunyi di bawah paviliun batu hitam, dilindungi oleh formasi pengaburan tingkat tinggi dan segel roh kuno. Dindingnya terbuat dari batu giok abu-abu yang memancarkan cahaya redup, seolah menyerap suara dan pikiran siapa pun yang berada di dalamnya. Rak-rak kayu kuno berjajar rapi, masing-masing berisi gulungan, kitab kulit binatang, dan lempengan giok yang telah berusia ratusan hingga ribuan tahun.

Hari itu, Haouyu tidak sendirian.

Di sampingnya berdiri Master Wei Qingyang, seorang tetua yang dikenal tidak hanya karena kekuatannya, tetapi juga karena wawasannya tentang sejarah dunia kultivasi. Janggutnya yang memutih menjuntai hingga dada, dan matanya yang tajam seolah mampu menembus masa lalu hanya dengan sekali pandang.

“Kita akan mulai dari sini,” ujar Master Wei sambil menarik sebuah gulungan bersegel lambang naga bermata satu. “Catatan militer Kekaisaran Lian sebelum kejatuhannya.”

Haouyu menerima gulungan itu dengan kedua tangan. Saat segelnya dibuka, aura kuno langsung menyebar, membawa aroma tinta tua dan darah yang telah lama mengering—jejak sejarah yang tidak bisa dipalsukan.

Matanya menyusuri baris demi baris tulisan kuno.

Teknik beladiri yang tercatat di dalamnya bukanlah teknik kultivasi tingkat tinggi yang mengandalkan hukum langit atau kekuatan elemen. Justru sebaliknya—teknik-teknik itu berfokus pada Qi murni, esensi spiritual, dan keselarasan tubuh, jiwa, serta kehendak.

“Ini…” gumam Haouyu pelan, napasnya sedikit tertahan. “Teknik ini tidak dibuat untuk para kultivator elit. Ini dibuat untuk prajurit… untuk manusia biasa.”

“Benar,” jawab Master Wei dengan nada tenang namun berat. “Prajurit Kekaisaran Lian bukan sekadar pasukan. Mereka adalah fondasi kekaisaran. Teknik mereka dirancang agar seseorang bisa tumbuh kuat perlahan, memperkuat tubuh, memperpanjang umur, dan menjaga kestabilan jiwa—bahkan tanpa bakat kultivasi yang luar biasa.”

Haouyu mengepalkan jemarinya.

Di benaknya, potongan-potongan kenangan samar seolah bergetar. Bukan ingatan langsung, melainkan gema darah leluhur—jejak kejayaan yang mengalir di nadinya.

“Mereka memandang beladiri sebagai bagian dari kehidupan,” lanjut Master Wei. “Bukan alat pembunuhan semata. Bagi Kekaisaran Lian, kekuatan tanpa kendali adalah bencana. Seorang pemimpin sejati harus memahami kapan menggunakan kekuatan, dan kapan menahannya.”

Haouyu mengangguk perlahan.

“Itulah sebabnya kekaisaran ini ditakuti sekaligus dicintai,” katanya lirih. “Bukan karena mereka paling kuat… tapi karena mereka paling seimbang.”

Master Wei menatapnya dalam-dalam, seolah menilai sesuatu yang lebih dari sekadar kata-kata.

“Jika suatu hari kamu benar-benar berdiri sebagai pemimpin,” ujarnya, “pemahaman ini akan menjadi pedang sekaligus perisaimu.”

Kabar dari Bayangan

Seminggu kemudian, di sebuah kedai teh sederhana di pinggiran Sekolah Xuanwu, Haouyu duduk di sudut paling belakang. Kedai itu tampak biasa, namun Haouyu tahu—tempat seperti inilah yang paling aman untuk bertukar rahasia.

Aroma teh pahit bercampur uap hangat memenuhi udara.

Di hadapannya duduk Ye Chen.

Wajah pria itu tampak lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu, pakaiannya berdebu, dan matanya menyimpan kelelahan yang tidak bisa disembunyikan. Namun di balik itu semua, ada kilatan tekad yang tajam.

“Tuan Haouyu,” ucap Ye Chen dengan suara rendah namun penuh hormat. “Saya membawa kabar… tentang keluarga Anda.”

Tangan Haouyu berhenti sesaat di atas cangkir teh.

“Bicara.”

Ye Chen menarik napas dalam-dalam. “Ada laporan dari bekas pejabat istana lama. Mereka yakin… Kaisar Lian Chengyu belum wafat. Ia diduga bersembunyi di wilayah pedalaman dekat perbatasan utara, dilindungi oleh formasi kuno dan sisa pengikut setia.”

Untuk sesaat, dunia seolah membeku.

Ayahnya… masih hidup?

Lalu Ye Chen melanjutkan, lebih hati-hati. “Sedangkan Permaisuri Lin Meiying… kemungkinan berada di sebuah klan kultivator besar. Klan itu pernah berutang nyawa pada Kekaisaran Lian di masa lalu.”

Haouyu menutup matanya sejenak.

Ada kehangatan… dan rasa sakit yang menyertainya.

Namun saat ia membuka mata kembali, ketenangan dingin telah kembali menguasai wajahnya.

“Terima kasih, Ye Chen,” katanya pelan namun tegas. “Namun untuk saat ini, aku belum bisa bergerak.”

Ye Chen terkejut. “Tuan?”

“Aku belum cukup kuat,” lanjut Haouyu. “Jika aku bertindak sekarang, aku bukan menyelamatkan mereka—aku justru menyeret mereka ke dalam bahaya yang lebih besar.”

Ia menatap Ye Chen lurus-lurus.

“Lanjutkan pencarianmu. Tapi berhati-hatilah. Jangan sampai bayangan musuh mencium jejakmu.”

Ye Chen berdiri dan membungkuk dalam. “Saya mengerti. Banyak orang masih menunggu… menunggu hari kembalinya Putra Mahkota Lian.”

Pil untuk Rakyat Jelata

Setelah pertemuan itu, Haouyu berjalan sendirian melewati jalan-jalan kota.

Ia melihat wajah-wajah rakyat jelata—tangan kasar, tubuh lelah, mata penuh harapan yang perlahan memudar oleh kerasnya hidup. Banyak dari mereka tidak pernah bermimpi menjadi kultivator. Mereka hanya ingin hidup sehat… dan bertahan satu hari lagi.

Di sanalah sebuah tekad baru tumbuh.

(“Kekuatan… bukan hanya untuk menghancurkan,” bisiknya. “Tapi untuk melindungi.”)

Keesokan harinya, Haouyu menemui Yu Zhu.

Dan bersama-sama, mereka memulai sesuatu yang kecil—namun akan mengguncang fondasi dunia kultivasi di masa depan.

Toko Obat Lian

Bangunan kecil di pemukiman rakyat jelata itu tidak mencolok. Namun dari situlah, perubahan dimulai.

Dengan bantuan Master Bai Caotian, Haouyu merancang pil-pil sederhana—tanpa aura menekan, tanpa bahan langka yang mustahil dijangkau.

Pil untuk menyembuhkan penyakit biasa.

Ramuan untuk mengurangi rasa sakit.

Obat stamina yang aman bahkan bagi manusia tanpa Qi.

“Ini bukan alkimia tingkat rendah,” kata Master Bai sambil tersenyum penuh arti. “Ini alkimia… dengan hati.”

Haouyu hanya menjawab dengan anggukan.

Di malam hari, saat toko itu akhirnya berdiri siap dibuka, Haouyu menatap papan kayu sederhana di atas pintu.

“Paviliun Obat Lian.”

Sebuah nama yang hampir terlupakan.

Namun suatu hari nanti… seluruh langit akan kembali mengingatnya.

...~BERSAMBUNG~...

1
Alex Kawun
cerita nya ber tele2 banget .... boseeen
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: Jika ingin cerita yg lebih keras dan psikopat IMMORTALTY ABSOLUTE (Darah kutukan) mungkin cocok dengan selera anda nantikan peluncuran nya 🙏😊
total 2 replies
花より
⭐⭐⭐⭐⭐⭐ it's cool
Anonymous
penasaran dengan Yun Tianxing 🤔
橘ゆい
cool...❤️
林丹
keep up the spirit 👊🏻
さくらゆい
nice 👍🏻
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
next
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
Bagaimana ceritanya usia Haoyu sepuluh tahun? bukannya lagi meninggalkan istana itu usianya baru empat tahun?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ahhh...saya lupa buat bab pengumuman jika bab 1-5 ada revisinya (biar tidak bingung silahkan lihat kembali bab 1) 🙏
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
Yuzu jodohnya Haoyu sepertinya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
keren kakek Chen mengetahui kalau itu kekuatannya Tianxing
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
knp Haoyu gak dibiarkan melawan klan musuh itu? ada kekuatannya Tian ini.
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: karena usia Haouyu masih 4 tahun dan kekuatan Yun tianxing dalam tubuh Haouyu lah yg jadi target utama klan musuh
total 1 replies
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️
ya, semua ingatan dan kekuatan Tian masuk ke dalam tubuh Haouyu.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ❀ ⃟⃟ˢᵏ
Iki hoyu titisan Tian ?
Vanillastrawberry
selalu ada sesuatu yang harus di korbankan demi sebuah tujuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!