Dalam pernikahan yang terlihat indah dan romantis, Aisha Khalisa, seorang dokter muda yang cerdas dan cantik, merasa hidupnya hancur ketika mengetahui suaminya, Fajri Nadhir, seorang dosen tampan dan sukses, memiliki istri rahasia.
Di tengah kebohongan dan perselingkuhan, Aisha harus menghadapi kenyataan pahit dan memecahkan teka-teki yang menyelimuti kehidupan pernikahannya. Dengan kekuatan dan keberanian, Aisha berjuang untuk mengungkapkan kebenaran dan mempertahankan cintanya.
Namun, apakah Aisha dapat memaafkan Fajri dan menyelamatkan pernikahannya, ataukah dia harus memilih jalan yang berbeda? "Istri Kedua Suamiku" adalah kisah tentang cinta, kepercayaan, dan kekuatan seorang wanita dalam menghadapi kesulitan dan kekecewaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Nuraenii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
"Ya Allah, bisa kebetulan begini yah hahahaha" keduanya tertawa bersama ,namun Aisha tampak nya sedang memikirkan sesuatu dibenak nya.
"tapi suami mu Dosen ,suamiku hanya seorang Security" ucap Resa.
"apapun pekerjaan suami kita, yang penting mereka setia, semoga dugaan ku kepada mas Fajri ada titik terang nya ,aku gak menyangka suami ku berbuat sejauh itu ,semoga ada alasan yang masih bisa aku maafkan" ucap Aisha , Resa memberi nya semangat dengan merangkul Aisha.
Resa pamit untuk pulang setelah ia memesan taksi online ,Aisha kini diam di dalam mobil nya dengan kedua tangan nya yang sudah berada di kendali mobil.
Aisha sebenarnya merasa ada sesuatu yang mengganggu, pertama nama suami Resa adalah Fajri dan Aisha belum pernah melihat nya ,ia bahkan lupa menanyakan nama lengkap suami Resa.
Yang kedua , usia kandungan Resa sangat tepat dengan foto USG yang di temukan di tas Fajri, pikiran nya kini di penuhi kecurigaan.
Taksi online yang di tumpangi Resa pun mulai bergerak ,dirasa masih ada waktu ,Aisha segera tancap gas membuntuti mobil itu.
Aisha menunggu Resa menjemput Adinda di sekolah nya , setelah itu ia kembali membuntuti Resa, sampai akhir nya Aisha melihat seorang laki-laki yang melambaikan tangan nya.
Orang itu tak ia kenal ,namun Resa berhenti disana , Adinda tampak memeluk laki - laki itu.
"papa " ucap Adinda , terdengar oleh Aisha.
"Astaghfirullah maafkan aku Resa ,aku Suudzon sama kamu" ucap Aisha lalu memutar balik mobil nya, ia merasa sangat bersalah karena telah berprasangka buruk kepada sahabat nya sendiri.
Aisha kembali pada pekerjaan nya, Walau dirinya tak bisa berhenti memikirkan Fajri yang mencurigakan.
..
Aisha pulang lebih dulu dari pada Fajri , dirinya menyiapkan makan malam untuk Fajri, setelah Fajri datang ,Aisha melayani nya seperti biasa , bukti yang Aisha punya belum lengkap untuk melabrak Fajri.
Aisha masih pada rencana awal nya ,ia akan menangkap basah Fajri dengan tangan nya sendiri.
Fajri yang terlihat kecapean langsung tidur begitu saja tanpa menyentuh Aisha , Aisha pun segera melancarkan aksi nya.
Ia perlahan mengendap - endap keluar untuk memeriksa mobil Fajri.
"benar - benar keterlaluan kamu mas !" Aisha geram saat di temukan nya sebuah susu ibu hamil dan juga beberapa camilan sehat khusus untuk ibu hamil di dalam sebuah kotak .
Aisha menangis dalam mobil Fajri ,ia yang terlalu emosi tak sengaja memukul - mukul camilan itu hingga menjadi bubuk.
Aisha menenangkan diri nya , perlahan Aisha merapikan kembali kotak yang di sembunyikan oleh Fajri di mobil nya.
Aisha mengintip ke dalam kamar nya ,dilihat nya Fajri yang masih terlelap, Aisha perlahan mengambil tas Fajri dan membawa nya ke ruang tamu setelah menutup rapat pintu kamar mereka.
"Ya Allah ! Pantas saja kamu tak menyentuh ku sebelum tidur mas" Aisha menghitung alat kontrasepsi yang ada di tas Fajri yang kini kembali berkurang dua yang berarti Fajri sudah memakai nya lagi.
"Ok jadi sekarang mas Fajri selingkuh dan selingkuhan nya sedang hamil" ujar Aisha berbicara sendiri setelah menenangkan diri nya ,Aisha mengambil kesimpulan nya sendiri.
Aisha mulai berpikir , apa ada cara untuk meminta cuti di Rumah Sakit, ia hanya butuh waktu beberapa hari untuk fokus mengikuti Fajri.
Aisha perlahan berjalan menuju kamar nya, di simpan lah tas itu di tempat semula lalu Aisha mulai sibuk dengan ponsel nya.
Ia mencoba meminta izin kepada pihak Rumah Sakit selama beberapa hari.
Aisha tak bisa tertidur dengan pulas malam ini ,ia yang gelisah terus saja terbangun dari tidur nya , dilirik nya Fajri yang masih pulas.
Aisha melirik Jam dinding di kamar nya ,sudah sepertiga malam ,Aisha memutuskan untuk tak melanjutkan tidur nya ,ia bangun lalu beranjak ke kamar mandi untuk bersuci.
"Ya Allah , hanya engkau yang maha pemberi petunjuk, tolong Ya Allah jika suami ku memang berkhianat, tunjukkan lah ,jika suami ku tidak berkhianat maka terangkan lah apa yang sedang terjadi , sungguh hamba ini sangat lemah tanpa bantuan mu Ya Allah" Aisha mengadu kepada sang maha penentu, menyampaikan perih nya ke atas langit , menadahkan tangan nya meminta petunjuk dari sang maha pencipta.
"loh sayang? Kok gak bangunin aku " Fajri melirik Aisha yang tengah berdzikir di atas sajadah nya menunggu waktu Shubuh tiba.
"kamu kayak nya capek mas ,jadi aku gak tega " jawab Aisha dengan sedikit senyuman yang ia paksakan lalu meneruskan Dzikir nya.
Fajri meregangkan tubuh nya yang baru saja terbangun dari tidur lelap ,tak mau mengganggu Aisha yang sedang berdzikir Fajri segera bangkit menuju kamar mandi untuk bersuci.
Keduanya salat Shubuh berjamaah seperti biasanya , lalu Aisha menyiapkan sarapan seperti biasanya.
Pihak Rumah Sakit memberi Aisha izin untuk mengambil cuti nya ,karena selama ini Aisha tak pernah cuti bahkan selalu datang saat ada pasien darurat bahkan di hari libur.
Aisha tak memberi tahu Fajri tentang hal ini , Fajri berpamitan untuk pergi ke Kampus , Aisha mengantar nya hingga mobil.
Aisha melambaikan tangan nya, ia tersenyum sinis kala melihat Fajri yang terlihat kebingungan dengan beberapa camilan nya yang remuk itu.
Namun Fajri segera melaju , Aisha sudah memesan taksi online dan ia bersiap untuk membuntuti Fajri.
Namun hari ini Aisha belum menemukan petunjuk yang lain ,ia hanya melihat Fajri pergi ke Kampus dan mengajar seperti biasanya ,tak ada yang mencurigakan.
Aisha segera kembali ke rumah nya setelah begitu lama menunggu Fajri , Aisha ingin menunggu Fajri hingga pulang mengajar sesungguh nya.
Namun Aisha takut Fajri pulang ke rumah lebih dulu dari nya ,sudah pasti Fajri akan curiga dan rencana Aisha akan gagal jika Fajri mengetahui Aisha telah mencurigai Fajri.
"Astaga ! mas Fajri kan tak tahu jika aku mengambil cuti, bodoh sekali " ucap Aisha saat dirinya sedang membuka kunci pintu rumah nya.
Pikiran Aisha terlalu terfokus kepada Fajri ,hingga ia lupa dengan cuti nya ,padahal ia bisa saja mengikuti Fajri tadi ,pikirnya.
"ah tidak Aisha , kamu tidak bodoh ,mobil mu kan masih di rumah" Aisha kembali menyemangati diri nya ,ia tak melakukan kesalahan karena Fajri akan lebih curiga jika ia melihat mobil Aisha masih terparkir di garasi rumah mereka, rasanya Aisha di buat ling lung dengan sikap Fajri.
Aisha dengan terburu - buru mengendarai mobil nya.
"Oalah baik Terimakasih pak ,tadi nya mau di ajak bareng sih cuman saya belum mengabari mas Fajri, mari pak " ucap Aisha saat Security memberitahu Aisha bahwa Fajri sudah pulang, tentu saja Fajri tak langsung pulang ke Rumah karena Aisha tak berpapasan dengan nya di jalan.
Jalan menuju rumah mereka hanya satu ,dan Aisha sangat fokus di jalanan sudah pasti ia akan melihat Fajri jika mobil Fajri berpapasan dengan nya.