kehidupan malang seorang gadis bernama Aria,awalnya ia mengira dia diselamatkan oleh lelaki yg Ramah dan perhatian tanpa tau di balik itu ,pria tersebut memiliki sifat obsesif yg mengerikan.
saat Aria melakukan satu kesalahan fatal sifat asli pria tersebut akhirnya keluar.
apakah Aria dapat bertahan atau memilih pergi meninggalkan pria yg menurut nya ramah dan perhatian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zippo:(, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
panggil adrian
Adrian kembali dengan membawa sarapan untuk Aria .
kemudian membangunkan Aria yg sedang tidur untuk segera memakan makanannya.
"bangunlah dan sarapan"
Aria yg terusik pun terbangun dan berusaha bangkit di bantu oleh Adrian.
Adrian yg sigap pun , berusaha menyuapi Aria.
Aria yg terkejut dengan sikap Adrian ,merasa malu bagaimana tidak bosnya dulu, melakukan ini terhadapnya.
"saya bisa sendiri tuan,saya tidak ingin merepotkan anda"aria menolak dengan lembut
"aku tidak merasa di repotkan,buka saja mulutmu agar cepat selesai ".
"tapi tuan..."
"kau masih lemah tenaga mu pun masih lemah ,makan saja jika aku menyuapi mu ".
"baiklah tuan,terima kasih..."
"....".
Adrian hanya diam ,dan menyuapi Aria pun dengan diam , suasana yg canggung. ya Aria merasa tersiksa,lelaki tampan di hadapannya tidak memiliki sifat yg friendly.
Tetapi kali ini Aria merasakan kelembutan lelaki tampan tersebut, walaupun memiliki sifat dingin,ia tidak menyangka bahwa bosnya bisa melakukan hal ini terhadapnya.
Setelah selesai menyuapi Aria dan memberinya vitamin Adrian tetap menemani Aria dikamarnya,
"istirahat lahh...."
Aria menatap Adrian dengan heran
"ada apa?".
"tuan tidak pergi?".
"kau menyuruhku untuk pergi?".
"bukan begitu, maksudnya saya akan beristirahat dan baiknya anda juga bisa istirahat kan".
"aku akan menemani mu".
"iya?".
Adrian tidak menjawab kebingungan Aria melainkan hanya menatap gadis cantik itu .
Aria yg salting dengan tatapan Adrian pun ,memalingkan wajahnya dan langsung berbaring membelakangi Adrian yg masih menatap ke arahnya
(astaga dia kenapa ,bukanya dia terkenal dingin tapi kenapa dia sangat perhatian)
Aria yg terlalu banyak tanda tanyak di kepalanya tanpa sadar mulai memasuki alam tidurnya
Kemudian adrian yg menyadari Aria sudah tertidur mengambil buku untuk menghabiskan waktunya sambil menjaga Aria yg sakit .
_
Andrea yg baru saja mendatangi kantor Adrian merasa aneh karena ia tidak menemui Adrian di kantornya.
"Adrian ke mana sih ,dia mulai sering tidak di kantor padahal aku ingin melihatnya sehari saja wajah tampannya , tapi sudahlah aku pulang saja".
_
Aria terbangun dari tidur,saat membuka matanya ia tidak menemukan lelaki tampan tersebut.
dia merasa tubuhnya sudah terasa nyaman dan tidak merasa sakit lagi,Tiba tiba Adrian datang dari arah ruang ganti baju dan melihat Aria yg sudah bangun dari tidurnya.
"kau sudah bangun".
Aria terkejut ternyata pria itu masih di kamarnya dan dia baru saja keluar dari ruang ganti.
"apa yg tuan lakukan dari sana?".
"kau bertanya seperti itu pada pemilik rumah?".
"bukan tuan maksud saya ".
Aria terheran heran melihat sikap Adrian cara menjawab cara membalikan pertanyaan membuat Aria sulit untuk menjawab nya.
"apa?".
Kembali Adrian melontarkan pertanyaan.
"saya hanya penasaran maapkan saya tuan".
"aku hanya mengecek pakaian mu ,apa pakaian musim dingin mu nanti sudah lengkap supaya kau tidak kedinginan ".
"iya?".
Aria terkejut sangat terkejut,tanpa sadar Adrian mengeluarkan perhatian lagi pada Aria Astaga...
Pikiran Aria yg masih syok ,ada apa dengan bos nya apa kah bosnya benar benar akan menikahinya
"sepertinya pelayan menyiapkan baju mu dengan baik,apakah kau merasa masih tidak enak badan?".
"saya sudah merasa cukup baik tuan, terimakasih atas perhatiannya".
"kau bukan pelayan ku,ubah caramu memanggil ku".
"saya harus memanggil dengan apa?".
"nama ku ,itu lebih baik".
"tuan Adrian?".
"aku sudah bilang kau bukan pelayan ku jangan memanggilku seperti itu paham" .
"baik a-adrian".Aria memanggil dengan senyum yg di paksakan olehnya.
"begitu lebih baik,aku ada urusan jangan lupa untuk makan malam nanti".
"apa tuan tidak akan makan malam disini"
Adrian yg mendengar penuturannya,kembali memperhatikan aria yg masih memanggilnya dengan tuan.
"ah maksud saya apa Adrian tidak akan makan malam disini?".
"akan aku usahakan makan dirumah ,setelah mengurus beberapa berkas ".
"baiklah".
Kemudian Adrian berjalan meninggalkan Aria yg masih terasa tidak nyaman dengan panggilan barunya.
Setelah Adrian benar benar telah menghilang dari balik pintu Aria menggerutu sendiri.
"astaga ....aku memanggil bos ku dengan namanya,tetapi dia baik juga ya dan... perhatian".
Aria bangkit untuk meregangkan tubuhnya yg terlalu banyak berbaring,dia berencana besok akan olahraga saja , untuk menghabiskan waktu selain berkebun.