NovelToon NovelToon
Good Bad Princess

Good Bad Princess

Status: tamat
Genre:Menjadi bayi / Chicklit / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Keluarga / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

Qianlu adalah putri dari sebuah keluarga jenderal terpandang. Namun sayangnya hidupnya tidak bahagia, akibat dia sendiri, datangnya seorang selir dan juga anak nya membuat ibu nya tersingkir dan mengakibatkan sikapnya menjadi arogan.

"Jika seandainya aku bisa memutar waktu kembali, maka aku tidak mau menjadi seperti ini...." ujarnya ditengah ambang kematian.

"Dimana aku...."

"Qian! Lihatlah ayahmu sudah kembali!"

"Aku menjadi kecil?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan Hangat

Setelah selesai minum obat yang memang pahit. Qian berpikir dengan tubuh kecilnya, tetapi otaknya tidaklah memiliki pemikiran seperti anak kecil.

Dia seperti orang dewasa yang terjebak di dalam anak kecil, yang meksipun itu adalah tubuhnya sendiri. "Huft...... Ditubuh kecil ini aku kesulitan untuk bergerak, atau mungkin karena aku sedang sakit?"

Qian kecil menggoyang-goyangkan kakinya di ranjang nya. Meksipun kepalanya masih terasa pusing, tapi dia begitu penasaran dengan keadaan. "Apakah semuanya masih sama?"

Kaki kecil itu turun dari ranjang, dia meminum air kembali sebelum melanjutkan langkahnya. Dia membuka pintu kamarnya dengan perlahan.

Terlihat semuanya sepi, lanjut beberapa langkah Qian melihat penjaga yang sedang bertugas. Kaki kecilnya melangkah, semilir angin menerpa wajahnya, membuat rambut yang tergerai itu mengikuti alunan angin yang membawanya.

"Apa ibu di kamar? Atau di tempat....." Sayup-sayup terdengar suara perdebatan di sana.

"Astaga Yong Zheng! Kenapa di buang?" Ujarnya.

"Aku tidak mau! Kenapa nenek terus memberikan makanan ini? Aku tidak mau nek!"

"Yong Zheng..... Cucuku, kau harus makan ini, supaya sembuh."

"Tapi buktinya apa nek? Tidak ada kan? Aku tetap seperti ini juga. Kakiku tidak bisa bergerak!"

"Lebih baik Nenek pergi! Aku mau sendiri! Pergilah nek!" Wanita tua itu menghela napas nya, dia harus ekstra bersabar menghadapi kemarahan cucunya.

"Baiklah, nanti nenek datang lagi." Yong Zheng tampak tidak peduli dengan ucapan itu, dia memilih diam sembari telinganya mendengar derap langkah kaki itu menghilang.

Qian melihat itu, mata bulatnya melihat sang kakak disela-sela lubang jendela yang membatasinya. Terlihat sang kakak, hanya duduk di kursi kayu yang dibantu dengan roda seperti kereta kuda.

Ketika kakinya ingin melangkah. "Keluarlah! Aku tau kau disana!" Ucapan itu membuat langkah kaki Qian terhenti. Tidak diragukan lagi, bahwa kakaknya memiliki pendengaran yang baik dan kepekaan yang luar biasa. Hanya saja, karena kecacatan nya, kemampuan nya dipandang sebelah mata. "Kau belum keluar juga?" Qian menampakkan dirinya dengan pelan.

"Kali ini apa yang kau lakukan?" Tatapan mata Yong Zheng bak menghunus seperti pedang.

Sedangkan Qian tentunya membalas dengan tatapan lugu dan juga mata yang polos. "Kakak...." Sapa nya dengan lembut.

"Aku tanya, apa yang kau lakukan?"

"Aku ingin melihat kakak." Balas Qian.

"Untuk apa? Apa ingin mengolok olok ku? Atau ingin menyalahkan ku karena kau jatuh ke kolam di musim gugur." Ujar Yong Zheng dengan tatapan tajam.

"Tidak, aku kan jatuh sendiri karena mau mengambil hiasan rambut ku.... Kakak tidak salah." Jelas Qian.

"Benarkah? Kita lihat apa setelah ayah datang itu yang kau katakan atau tidak. Aku tau kau ini...." Ucapan Yong Zheng terhenti ketika sebuah sapuan kecil nan lembut mendarat di wajahnya. Menyapu bagian dahi hingga hidung nya. Ketika dia menoleh, terlihat wajah cantik dan senyuman seperti buah persik.

"Ada sisa makanan di wajah kakak. Nanti jadi lengket." Ucao Qian dengan manis tak lupa menunjukkan jari telunjuk nya.

"Aku bersihkan....." Qian mengeluarkan sapu tangan yang selalu berada di pakaian nya. Yong Zheng menjadi diam sembari memperhatikan adiknya yang membersihkan wajahnya.

"Sudah bersih." Ucap Qian dengan riang.

"Emmmm......" Yong Zheng mengamati adiknya yang mencoba lebih dekat dengan nya dengan mata yang memandangi wajahnya seolah ada yang dia cari.

"Kakak, masih ada di kening kakak." Tubuh kecil Qian tidak sampai menjangkau nya, usia Yong Zheng yang berumur sepuluh tahun membuat perbedaan besar pada tinggi badan mereka.

Karena tidak bisa menjangkaunya, Qian mencari sesuatu. Dia beranjak dari pandangan Yong Zheng dan tak lama kembali lagi dengan membawa bangku bulat kecil. Kaki mungil Qian menaiki bangku itu dan tersenyum kecil setelah dia bisa menjangkaunya. "Apa yang kau....." Qian kehilangan keseimbangannya dan langsung terduduk di pangkuan kakaknya.

Seketika tawa Qian pecah sedangkan Yong Zheng terkejut karena adiknya berada di pangkuan nya. "Kakak!"

"Kau....." Qian langsung memeluk tubuh kakaknya, meksipun semuanya tidak terjangkau penuh oleh sepasang tangan nya.

"Kakak, aku sayang kakak!"

'Aku akan membantu kakak sembuh dan itu dimulai dengan ini... Agar aku bisa dekat dengan mu.'

Bersambung.......

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiah nya ya terimakasih banyak 🥰🙏🙏

1
Hanaby 💕
RECOMMENDED Novel nya 5 🌟 4U dik author and Thank U Nice story Good Job 🤝💖🌺
Hanaby 💕: Sama2 dik 😊🤝
total 2 replies
Hanaby 💕
Sama pendek 😅😅😅
Dede Bleher
sangaaat baguus Story mu Thor.
trimakasih bangeet sudah di izinkan membaca karyamu.
god Bless you Thor.
Tinta Emas: terimakasih banyak ya kak
total 1 replies
Dede Bleher
ini ma mulaaaan
Dede Bleher
alaaah cari alasaan.
hajaar non!
Dede Bleher
lawan Dia!
dia mu nguji kekuatan mu nona!
jatuhkan Dia!
Dede Bleher
pasti kakek ajaib 🤣🤣🤣
Dede Bleher
pingsan deh 🤣🤣
Dede Bleher
minum air jahe campur madu
Thor
Dede Bleher
duuh semangat bacaaa ooy.
Dede Bleher
sungguh menariiik.
novel baguus 👍👍
Dede Bleher
🤣🤣🤣🤣.
bikin semangat nonaaa
Dede Bleher
ayoo nonaaa 👍👍
Dede Bleher
keep going thor
Dede Bleher
pasti di bunuh!
Dede Bleher
makanya aku selalu bilang kalau aku punya mertua lokal,kalau semisal tk suka sama aku,sebelum nya aku batalkan hubungan.
aku bukan orang yg gampang di tindas!
krna ibuku dulu di tindas oleh kluarga ayahku!
hanya ibuku dr kota tangerang.
pdhl ibuku dr kluarga kaya!
tp ibuku tk pernah cerita krna demi ayahku yg emng tk pernah dpt kasih sayang dr orang tuanya
Dede Bleher
na gitu bu!
hrs tegaas demi rumah tangga
Dede Bleher
🤣🤣🤣.
reinkarnasi 👍👍👍 jd hrs lebih pinter
Dede Bleher
pinter untuk bela ibu 👍
Anisa Muliana
seru banget ceritanya thor..dan dpt wawasan baru terkait pengobatan.. Terimakasih suguhan ceritanya thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!