Tidak mudah hamil di usia muda, apalagi jika itu kembar lima. itu lah yang dirasakan oleh Alya, setelah orang tua nya meninggal, mahkota Alya di ambil oleh orang yang tidak ia kenal sehingga ia hamil.
Bagaimana Alya menjalani kehidupan nya itu?
Silahkan pada mampir siapa tau suka kan,
jangan lupa like komen dan vote nya yaa makasih
Follow Instagram author
@mawarjk_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar Jk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10
Hi semua nya
Jangan lupa like, Vote dan komen nya ya
...Happy reading...
.......
.......
.......
Sesampainya di tempat tersebut atau tempat latihan beladiri yang menampung berbagai macam beladiri
Gara Argan Afkan Arsan Arkan dan Alfan turung dari mobil
Gara turun dari mobil dan disambut dengan hangat oleh anak-anak yang ada disana atau orang-orang yang ada di sana
"Selamat datang Pak" ucap mereka menyambut kedatangan Gara dan anak-anak
Gara tersenyum dan berkata "Ini ada kue, ayo masuk dan bagi makan bersama ya" ujar Gara memberikan tersebut kepada ketua atau pemegang dalam kelas beladiri tersebut yang di percayai oleh gara
"Sudah lama bapak tidak berkunjung di tempat ini" Liam salah satu senior yang ada di sana
"Ya sudah lama sekali mungkin ada beberapa tahun" "Dan karena kemarin ada pertemuan di di Makassar jadi saya berkunjung di sini" ujar Gara kepada mereka
"Ah baiklah saya kangen sama suasana tempat ini jadi sekarang saya yang akan melatih kalian" ujar Gara yang dapat membuat mereka bersorak ringan
Mereka pun mengganti pakaian mereka dan pergi ke ruang latihan begitupun dengan
Gara.
Gara pun mengajarkan mereka tentang teknik-teknik yang gara kuasai begitupun dengan lima 'A', mereka dengan mudahnya menerima atau menguasai tehnik tersebut membuat gara sangat senang apalagi berada di dekat lima 'A' membuatnya begitu senang entah mengapa seperti itu
Mereka latihan hingga sore tapi gara pamit pulang taat sebelum mereka pulang sehingga Gara menyuruh orang kepercayaannya untuk mengantar pulang lima 'A' atau Argan, Alfan, Arsan, Arkan, dan Alfan.
****
"Ma kita pulang" teriak Arkan saat mereka sampai di rumah
"Aduh sayang Mama kan udah bilang jangan teriak-teriak" ujar Alya menengur halus anaknya
"Hehehe iya mah" ucap Arkan
"Kalian pulang sama siapa" tanya Alya kepada anak-anaknya
"Kami pulang diantar sama kak bagus mah" ujar Argan
"Baiklah kalian masuk mandi Mama akan siapa kan makan malam buat kalian" ucap alya dan berjalan menuju dapur
"Assalamualaikum Aira pulang membawa sejuta cogan" ujar Aira yang baru pulang dari kerja
"Astaga Ira jangan teriak-teriak" ujar Alya yang sedikit teriak menegur Aira dari arah dapur
"Hehehe iya kak maaf" ujar Aira cengengesan dan berjalan menuju kamarnya
****
Setelah beberapa menit Alya berkutat di dapur masakan nya pun sudah beres semua, Alya juga sudah menata nya di meja makan dan memanggil Aira dan anak-anak nya untuk makan
"Wahh makan malam nya spesial nih" ujar Aira dan segera duduk di kursi nya
"Iya dong kan hari ini hari pertama masuk lima 'A' ke sekolah baru nya jadi Mama masak yang spesial" ucap Alya dan mengambil makanan untuk anak-anak nya
"Makasih Mah" ujar mereka bersamaan setelah menerima makanan yang Alya ambil untuk mereka
"Sama-sama sayang, ayo sebelum kita makan kita baca doa dulu" "Siapa yang mau pimpin?" Tanya Alya
"Aku Mah" ujar Argan
"Baiklah"
Mereka pun makan dengan hikmat setelah berdoa yang dipimpin oleh Argan
***
Saat ini Alya berada di toko kue nya iya tampak tengah sibuk melayani para pembeli nya
"Terima kasih atas kunjungan nya" ucap Alya ramah kepada pembeli nya
"Hi Al" sama seorang pria
"Loh pak Gara" sahut Alya melihat kedatangan Gara
"Saya mau kue yang seperti biasa ya" ujar Gara, Alya pun mengangguk dan segera mengambil kan kue yang di maksud gara
"Ini pak" ucap Alya memberikan kue yang sudah ia bungkus
"Makasih" sahut gara dan memberikan kartu ATM nya untuk membayar kue yang di beli nya, tapi tiba-tiba hp Alya berdering
Dan segera Alya mengangkat nya karena melihat username dari pihak sekolah anaknya berada
"Iya halo Bu" ujar Alya
"...."
"Baik saya akan segera kesana"
"...."
"Iya Bu"
Tut
Alya mematikan telpon dengan wajah yang khawatir "Ada apa?" tanya Gara
"Pihak sekolah tadi telpon kalian anak-anak aku bermasalah pak" ujar Alya ia segera pamit dengan Tina dan berjalan tergesa-gesa keluar menunggu kendaraan datang
"Ayo saya akan mengantarkan kamu" sahut gara dari belakang Alya melihat Alya yang khawatir
"Tidak usah pak" tolak Alya
"Gak, saya tidak terlalu penolakan ayo" ujar gara dan menarik tangan Alya dan menuntut nya masuk ke mobilnya
Dengan pasrah Alya ikut karena tidak ada ojek ataupun angkot yang lewat
Selamat perjalanan sangat khawatir sehingga ia bergerak gelisah memikirkan anak-anak nya
Skip sampai di sekolah
Sesampai di sekolah Alya langsung turun dan berjalan tergesa-gesa menuju ruang kepala sekolah diikuti dengan Gara di belakang nya tapi arah nya tidak sama, Gara pergi ke arah yang berbeda entak kemana
"Permisi Bu maaf telat" ujar Alya
"Mama" panggil Argan, ia mendekat ke arah Alya yang tampak khawatir di ikuti oleh adik-adik nya
"Sayang kalian gak papa kan" tanya Alya ia memeriksa anak nya satu-satu
"Iya iyalah gak Papa lowong anak saya yang jadi korban nya" sahut ibu dari siswa lain nya yang ada di sana
"Maaf tapi anak saya nggak mungkin memukul anak Ibu kalau bukan anak Ibu yang mulai" ucap Alya membelah anak nya
"Heh enak aja ini lihat anak saya babak-belur seperti ini" sahut ibu itu sewot
"Coba ceritakan bagaimana bisa kalian bertengkar" ujar pak kepala sekolah bertanya kepada anak yang tampak terluka
"Begini pak kami hanya jalan-jalan tiba-tiba Afkan dan Arsan langsung memukul kami" sahut anak itu
"BOHONG" teriak Alfan lantang membuat mereka sedikit kaget
"Hei Diam kau" bentak ibu itu
"Anak haram gak usah banyak tingkah ya" sindir ibu lain nya membuat Alya naik pitam
"Bu anak saya bukan anak haram ya" bentak Alya dengan muka merah karena menahan marahnya
"Kalau bukan anak haram trus apa dong, kalau yang gak punya Ayah" sahut Ibu lain yang ada di sampingnya
"Dasar ****** pantas anak nya seperti itu Ibu nya saja ******" sahut Ibu lainnya menimpali
Mendengar Mama nya di hina membuat Argan tak tahan lagi
"Ibu kalau enggak tahu apa-apa mending diam daripada jadi fitnah" ujar Argan dingin mengeluarkan aura hitam membuat mereka merinding dan langsung diam
"A-apa kau kau membentak Mama ku" sahut anak yang tampak babak-belur sewot dengan sedikit takut karena aura Argan tapi ia tetap membela Ibu nya
"Saya tidak akan tinggal diam bila Mama saya di hina" ujar Arsan dingin menimpali dengan aura yang lebih mengerikan dari aura yang di keluarkan oleh Argan dan membuat orang yang ada di ruangan itu lagi-lagi merinding
Setelah beberapa menit diam Ibu itu langsung angkat bicara
"Saya tidak mau tau pak anak-anak ini harus mendapatkan hukuman" ujar nya
"Iya pak"
"Iya pak"
"Iya pak, kalau tidak saya akan berhenti menjadi donatur sekolah ini" ujar ibu lainnya menimpali dan mengancam membuat kepala sekolah itu gelalapan
"B-baik saya ak-" ucap Kepada sekolah terpotong "Gak bisa gitu dong pak kan anak saya belum terbukti salah mana bisa langsung di hukum" ujar Alya tak terima anak nya akan di hukum
"Ini sudah keputusan saya Bu saya ak-" ucapan kepala sekolah terpotong lagi uleh suara yang Alya kenali
"Permisi" sahut nya membuat orang yang ada di dalam sana memalingkan wajahnya dan melihat nya
" P-pak Gara" ujar kepala sekolah yang masih kaget melihat Gara, pasalnya Gara kan tinggal di Jakarta kenapa bisa ada disini tampa ada yang memberitahu kan nya
"Ada masalah dengan anak saya pak?" tanya Gara dengan senyum tapi senyum itu terlihat menyeramkan bagi pak kepala sekolah itu
Bersambung~
Sampai jumpa di chap selanjutnya 💙
Jangan lupa
Like
Vote
Komen
See u
Selamat Menunaikan ibadah puasa 😊🤗
kata ada bodyguard bayang
tapi tolong tulis San yg byk typo secara sadar dan tdk di bagusin, apalagi yg salah tulisan tolong byk cari recommend buku2 utk nambah Ilham.....mu GKI. sekedar hiburan tp jgn bikin salah penulisan nya... Villa bukan Fila, itu sangat berbeda..dll lahh..ttp smgt utk berkarya 👍🏻💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹