Hidup memang sulit tapi aku tak pernah membayangkan hidupku hancur di tangan duda tak berhati
aku telah kehilangan kebahagiaanku setelah terjerumus ke dalam neraka milik duda beranak dua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GEMBLUNG
Aku harus kesetiap ketoko bungga dijakarta hanya untuk mencari bungga mawar lalu aku harus menghitung satu-persatu kelopak dalam satu tangkai mawar katanya jika aku mendapatkan bunga tersebut segala kesialan dan jin iblis dan setan-setan terkutuk akan menjauhi rumah kami.
huh sinting saat itu sungguh ketika mendengar perintah gilanya itu aku dengan brutal merusak meja kerja dan menghancurkan laptop juga gadget serta tablenya kebanggannya dengan membabi buta tidak peduli siapa orang yang kuamuki saat ini.
Seharian penuh dirinya membuat darah tinggih mendidih aku seperti panasnya lahar gunung berapi tidak sadarkah dirinya satunya-satunya iblis setan dan dedemitnya dirumah kami itu adalah dirinya sendiri jadi jika aku ingin menggusir sumber kekacauan dari muka bumi ini yaaa tentu saja aku harus menyingkirkan Dimas ke Mars biar meleleh atau di kutup utara saja ya biar jadi mainan para pingguin.
Katanya lulusan terbaik oxford dan menempuh waktu pendidikan dengan waktu singkat tapi nyata angin kentut tuh yang bunyi dan berbau sama–sama mengganggu seperti generasi micin zaman sekarang, baju dan fisiknya saja yang modern tapi tingkahnya katrok kuatrat besar.
Aku benar-benar tak sanggup menjalani dua peran sekaligus, akhirnya aku memilih resign, tapi sebagai gantinya aku meminta Dimas memberiku kompensasi yang banyak dan meminta dirinya memberiku gaji yang cukup besar selama bekerja sebagai babu duren dan baby sitter di rumahnya (budubynsitter).
pekerjaan dirumah masih aku yang menggerjakan semuanya, entah kemana kedua asistent rumah tangga yang dulu bekerja dengan dimas.
tubuhku rasanya sudah tidak sanggup jadi aku memilih menyerah bekerja dikantor, ya hanya itu pilhan terbaik karena untuk menyerah dengan twins sepertinya tidak mungkin.
keputusan itu sudah setengah bulat tapi hari ini waktu dan emosiku terbuang dengan sangat-sangat tidak menyenangkan, pukul lima sore aku akhirnya meninggalkan kantor dan ketika sampai dirumah.
kudapati twins terlelap dengan damainya kuangkat Daniel dari boksnya dan kudekap dengan penuh kasih begitupun dengan Danisa, kuciumpi wajahnya satu persatu cara ini paling ampuh meluapkan amarahku.
jika menggingat wajah dua malaikut sama persis dengan setan terkutuk itu, walaupun begitu pernah sekali aku mendapatinya memperhatikan twins ketika tidur, walaupun dimas tidak mencoba menyentuh twins namun aku yakin ada sedikit cela bagi twins bisa mendapatkan kasih sayang ayahnya.
harapanku seketika sirna karena ketika ku tanya dirinya hanya menjawab "sedang menunggu pencabut nyawa mampir dan hingga bisa menyaksikan detik - detik kematian twins di depan matanya sendiri" gila kan?.
aiessss tak perlu pedulikan dimas percuma hanya melukai hati namun tak berarti, hingga sampai saat ini aku tak pernah menanggapi lagi ucapan dimas, toh walaupun mulutnya tajam dimas tak pernah menyentuh twins dan tetap membiarkanku menghabiskan uangnya untuk semua kebutuhan twins selama ini.
hingga usia twins memasuki bulan ke lima dimas tak pernah menyentuh kedua anaknya dirinya hanya mulai terbiasa mendengar suara meraung anak- anaknya ditengah malam, dan terbiasa makan saat larut malam bersamaku setelah aku berhasil menidurkan twins tanpa bantuannya sedikit pun, maka terpujilah dimas.
di bab bab tertentu ak sampe nangis baca nya ini ak bingung ak yg menjiwai buku ya atau terlalu drama wkww
pokok nya karya ini punya keunikan tersendiri semangat Thor:)
eh pas aku buka novelnya ... ternyata judul setiap bab nya bikin ngakak.
padahal belum baca, bisa aja Akak authornya