NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

"Apa? Harus menempel begitu? Kau pikir kami ini sedang iklan parfum atau bagaimana?!" maki menggema di ruang studio kecil milik biro jasa legalitas di pusat kota Milan.

Pria itu berdiri kaku di depan latar belakang layar putih, sementara seorang fotografer pria paruh baya dengan syal nyentrik menatapnya dengan pandangan tidak puas.

"Tuan Sebastian, ini untuk dokumen pernikahan. Kalau kalian berdiri berjauhan seperti orang sedang mengantre di bank, petugas imigrasi dan catatan sipil tidak akan percaya kalian ini pasangan," keluh sang fotografer. "Ayo, Nona... siapa namamu? Nona Cahaya? Tolong mendekat pada calon suamimu."

Cahaya, yang sudah mengenakan kemeja putih rapi, melirik Jeremy yang wajahnya sudah terlipat seperti kertas ujian gagal.

"Om, dengar kan? Jangan kaku begitu, dong. Badan Om itu keras banget kayak papan penggilasan, saya jadi susah mau nempel!"

"Papan penggilasan?! Ini otot, tau! Otot hasil gym mahal!" protes Jeremy tak terima.

"Ya sudah, kalau memang otot, pakai buat merangkul dong! Masa saya harus narik-narik tangan Om sendiri?" Cahaya langsung menarik lengan Jeremy dan melingkarkannya ke pinggangnya. "Begini kan, Pak Fotografer?"

"Nah, sedikit lebih baik. Tapi ekspresinya, Tuan! Jangan seperti mau mengeksekusi tahanan mati. Senyum! Love is in the air!" seru si fotografer penuh semangat, lalu mengerling kan mata.

Jeremy mencoba menarik sudut bibirnya, tapi yang tercipta justru seringai menyeramkan.

"Om, jangan begitu! Om malah kelihatan seperti Joker yang mau makan orang!" bisik Cahaya sambil mencubit kecil perut Jeremy.

"Aduh! Sakit! Kau ini calon istri atau penyiksa?" desis Jeremy pelan, namun ia tetap menahan posisinya karena Elio sedang menonton mereka dari kursi pojok sambil mengunyah biskuit.

Si fotografer menggeleng-gelengkan kepala.

"Masih belum dapat nyawa-nya. Begini saja, untuk foto profil utama, Tuan Sebastian... tolong cium pipi Nona Cahaya. Itu akan memberikan kesan bahwa kalian benar-benar dimabuk cinta."

Hening seketika.

Cahaya mematung. Jeremy membeku. Mereka berdua saling pandang dengan mata membelalak.

"C—cium pipi? Di kontrak tidak ada poin soal kontak fisik berlebihan seperti itu!" ujar Jeremy, suaranya mendadak naik satu oktav karena salting.

"Benar, Pak! Nanti kalau kulit saya melepuh kena hawa dingin monster es ini bagaimana?" Cahaya menimpali, meski sebenarnya jantungnya sudah mulai berdisko tak karuan.

"Nona, ini demi keabsahan dokumen. Tanpa foto yang meyakinkan, permohonan kalian bisa ditolak karena dianggap pernikahan palsu. Kalian mau itu terjadi?" si fotografer memberikan argumen pamungkas yang membuat Jeremy dan Cahaya bungkam.

Cahaya menghela napas pasrah. Ia menoleh pada Jeremy yang tampak sangat menderita.

"Ya sudah, Om. Lakukan saja. Cuma di pipi, kan? Anggap saja Om sedang mencium... mencium Elio saat sedang tidur!"

"Kau tidak sama dengan Elio!" gumam Jeremy frustrasi.

"Cepatlah, Om! Keburu malam!" paksa Cahaya.

Jeremy menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang sangat tidak kooperatif. Ia perlahan merunduk, mendekatkan wajahnya ke arah pipi Cahaya.

Aroma stroberi dan sabun bayi yang khas dari tubuh Cahaya mulai memenuhi indra penciumannya, membuat fokus Jeremy buyar seketika.

Cahaya memejamkan matanya rapat-rapat, tangannya meremas ujung kemeja Jeremy.

Cup.

Bibir Jeremy mendarat di pipi Cahaya. Bukan hanya sekadar menempel, tapi Jeremy secara tidak sadar membiarkannya bertahan selama beberapa detik.

Ada sensasi hangat yang menjalar dari pipi Cahaya ke seluruh tubuh Jeremy. Pipinya sendiri mendadak terasa panas.

"BAGUS! Tahan di situ! Satu... dua... tiga! Cheese!"

CEKREK!

Begitu suara kamera berbunyi, Jeremy langsung menjauh seolah baru saja terkena setrum listrik tegangan tinggi. Ia berdehem keras, memalingkan wajah ke arah lain sambil merapikan jasnya yang sebenarnya sudah rapi.

"Oke, sudah kan? Selesai?" tanya Jeremy.

Cahaya masih berdiri mematung, tangannya memegang pipi yang baru saja dicium Jeremy.

"O—om... tadi itu... kenapa lama sekali?"

"Kamera itu lambat! Jangan berpikir yang macam-macam!" bantah Jeremy dengan nada ketus yang dibuat-buat untuk menutupi rasa malunya yang luar biasa.

"Halah, alasan! Bilang saja Om modus!" Cahaya mencoba membalas meski wajahnya sudah semerah kepiting rebus.

"Siapa yang modus? Kau yang tadi menarik tanganku duluan!"

"Itu kan supaya fotonya bagus, Om!"

Elio yang menonton dari pojok studio bertepuk tangan riang. "Wah, Daddy keren! Kak Aya juga cantik kalau malu-malu begitu!"

Jeremy dan Cahaya kompak menoleh pada Elio, lalu kembali saling buang muka. Fotografer itu tersenyum puas melihat hasil fotonya di layar monitor.

"Lihat ini, kalian berdua tampak sangat serasi. Foto ini akan membuat siapapun percaya kalian adalah pasangan paling romantis di Milan."

Jeremy melirik layar itu sekilas. Di sana, ia tertangkap kamera sedang mencium pipi Cahaya dengan mata terpejam, dan Cahaya tersenyum tipis dengan wajah yang merona.

Sial, kenapa aku terlihat seperti benar-benar mencintainya di foto itu? batin Jeremy gelisah.

"Sudah, ayo pergi!" ajak Jeremy sambil menarik tangan Elio, menghindari tatapan Cahaya yang masih menuntut penjelasan.

Cahaya mengikuti dari belakang dengan langkah lemas. Ia menyentuh jarinya yang kini dihiasi cincin berlian, lalu menyentuh pipinya lagi.

"Kontrak ini... sepertinya akan membuatku sering jantungan setiap hari," gumamnya pelan.

Ia lalu merogoh ponselnya. Melihat apakah ada notifikasi pesan atau panggilan dari Alvino. Dan nyatanya, tidak ada sama sekali.

"Kamu kemana Vin? Maaf, saking sibuknya dengan kontrak pura-pura ini aku jadi mengabaikanmu," ucapnya pada diri sendiri.

1
Inonk_ordinary
tp kasian alvin🥲
Dika Pm
thooorrr AQ bilang Kya gak sanggup baca ya cerita Jeremy buat patah hati. tp apalah data q rasa penasaranku lbih kuat dri PD patah hati sedihku 🤣🤣🤣🤣
Senja: hehehe😁
total 1 replies
Ani Basiati
kok tamat thor
falea sezi
bner ya cwek skg milih yg mapan kaya hmm matre
falea sezi
baru paham ini yg Stella anak darah biru itu kah oalah baru mudeng saya
Wulan Sari
mbokan mau di kasih tambahan masih mau Thor semangat 💪❤️ salam
Wulan Sari
Trimakasih Thor ceritanya sudah tamat dan akhirnya hidup bahagia..
semangat 💪 untuk cerita yg lain Thor 👍 salam sukses selalu ya ❤️🙂 trimakasih 🙏
+62 boker
❤️❤️❤️❤️❤️
EembuL
astaagaaaa 😲😲😲 lgsg the end doong ?!!!
Senja: wkwk🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
Dew666
💃💃💃💃💃
Mita Paramita
singkat bgt tamatnya🫡 berharap masih panjang episode ny.
Kinara Widya
yaaa selesai aja...Bonchap kak
Senja: hheeee🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
udah selese aja Thorr...kan Cahaya blm melahirkan, apakah anaknya pr seperti keinginan Elio punya adik pr....ada bonchap nya kah 💖💖💖😘😘😘
Senja: heheh🤭🤭
total 1 replies
Lucy
wah dah tamat aja ya Thor,👍👍👍
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja.....happy ending ya
Senja: Iya kakak🙏
total 1 replies
Nice1808
wah tamat padahal elio blom lihat adiknya😃😃
Nice1808: 🤣🤣🤣👍👍
total 2 replies
Keysha Aurelie
demi apa udah selesai aja😭😭😭
aku masih berharap 🤭
pantas kemarin aku merasakan detik detik ending dan ternyata memang selesai
terimakasih kak sudah membuat cerita ini dengan sangat baik ,sudah menghibur pembaca sepertiku🙏
Senja: Oalah yg komenan sama si Al kayaknya itu. salah satu pembaca.. udah kuhapus padahal🤭
total 6 replies
Tiara Bella
so sweet nya Jeremy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!