NovelToon NovelToon
Will You Marry Me, Dewi ?

Will You Marry Me, Dewi ?

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:567.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi Ws

I Bagus Manuaba, seorang duda yang memiliki 2 orang anak, laki-laki dan perempuan. Ia juga salah satu seorang pembisnis terkenal di Bali.

Bagus seorang Papa yang sangat menyayangi kedua anak nya.

Suatu hari ia ingin membeli ponsel di Counter milik temannya, disana ia bertemu dengan gadis cantik yang bernama Dewi. Ya, Dewi ialah pegawai di Counter itu.

Sikap polos dan rasa tanggung jawab Dewi, membuat Bagus jatuh cinta, dan perlahan cinta itu tumbuh semakin besar. Ia pun bertekad untuk bisa menikahinya meski usia mereka terpaut jauh.

Berbagai cara ia lakukan sampai akhirnya Dewi berhasil ia nikahi.

Rasa trauma atas kegagalan nya di masa lalu, membuat Bagus bersikap sangat posesif dan pencemburu berat. Ia bahkan membatasi pertemanan Dewi, dan ia juga melarang Dewi pergi kemanapun.


Apakah Dewi bisa bertahan dengan sikap Bagus yang over posesif? penasaran bagaimana kisah mereka? Yuk langsung simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Ws, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saya bukan wanita penggoda

"Terimakasih nasehatnya ya Dewi, jadi kebalik ya," Canda Nani, mereka pun tertawa terbahak-bahak.

"Kalian lagi pada ngobrolin apa sih, sampai ketawa ngakak begitu ?" Tanya Sri yang tiba-tiba datang. Dewi dan Nani seketika menoleh kearah Sri.

"Ini lho mbak Sri, habis berguru sama Dewi," tutur Nani.Dewi terkikik geli mendengar candaan Nani.

"Jangan bilang habis cerita masalah percintaanmu ya?" Tanya Sri. Nani menganggukkan kepalanya.

"Salah tempat kamu Nan, Dewi saja baru putus cinta itu," ucap Sri kembali.

Hahaha...Mereka bertiga tertawa lebar.Tanpa terasa mereka sudah menghabiskan waktu cukup lama untuk bercerita masalahnya masing-masing.

"Astaga sudah hampir jam 12 mbak, aku belum mandi, belum makan juga," Dewi menepuk kening nya sendiri. Nani dan juga Sri hanya tertawa melihatnya.

"Tadi disuruh mandi dulu, bilangnya nanti, sekarang baru sadar kan kalau sudah tengah malam begini!" ucap Nani.

"Ya ampun Wi, sana mandi!" perintah Sri.

"Iyaa... Tunggu disini ya mbak, nanti temenin aku makan, takut aku kalau kedapur sendirian tengah malam begini," ucap Dewi.

"Iyaa.." jawab Sri dan Nani bersama.Dewi langsung mengambil handuknya dan segera berlari kekamar mandi.

Byur... "Astaga dingin sekali airnya, baru juga siraman pertama." Dewi segera mempercepat ritual mandinya,kira - kira 5 menit ia sudah selesai mandi,ia berlari ke kamar dan segera berganti pakaian.

"Ayo mbak kedapur," ajak Dewi kepada 2 mbak-mbak itu.

"Cepat sekali mandinya Wi, bersih apa tidak itu?" goda Sri.

"Bersih lah mbak, dingin tau mbak airnya!" Dewi mengerucutkan bibirnya.Para mbak - mbak itu hanya tertawa.Mereka akhirnya menemani Dewi makan didapur, setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar masing-masing.

Dewi yang sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya, ia memainkan ponsel sejenak, ia hendak mengirim pesan kepada Ferdi, namun ia urungkan.Ia melihat history chat dari Bagus,tanpa sadar ia tersenyum sendiri.

"Kenapa hari ini dia tidak datang ya, ia juga hanya mengirimiku 2 pesan saja, eh kenapa aku jadi memikirkannya, sejujurnya aku merasa nyaman dengannya." Gumam Dewi. Sebelum tidur, ia mengisi daya ponselnya dan membiarkannya hingga pagi.

***

Keesokannya, cahaya matahari menyusup ke celah-celah jendela kamarnya, kedua mata Dewi mengerjap akan silaunya, Dewi membuka lebar kelopak matanya, hingga kedua matanya kini terbuka sempurna, ia segera bangun dari kasurnya, ia meliukkan badannya, melenturkan otot-otot nya yang terasa kaku. Ia mencabut ponselnya yang semalam ia cas, ia sejenak melihat ponselnya ada 2 pesan dari Ferdi, ia mengklik untuk membukanya.

Selamat pagi. ~ Ferdi.

Semalam aku tunggu lho, kamu lupa ya ? ~ Ferdi.

Dewi membalas pesannya.

Pagi, bukan lupa, semalam sudah mau mengirimimu pesan, tapi tidak jadi karena sudah terlalu malam. ~ Dewi.

Setelah membalas pesannya, Dewi bergegas ke depan hendak melakukan pekerjaan rutinnya.Ia mengerjakan pekerjaan hingga selesai. "Sekarang waktunya mandi, " ia pergi kekamarnya, ia mengambil handuknya dan segera menuju kamar mandi.

***

Leondy Phone

Dewi dan Ivan terlihat sibuk melayani pengunjung, ada salah satu pengunjung yang menurutnya sedikit menyebalkan.

"Pulsa 50 ribu disini harganya berapa mbak?" tanya Ibu-ibu pengunjung.

"52 ribu Bu," jawab Dewi sopan.

"Kenapa mahal sekali, didepan sana beli pulsa 50 ribu hanya bayar 50 ribu, kenapa disini dilebihkan 2 ribu ?" Jawab Ibu itu. Dewi berusaha menahan tawanya agar tidak terlihat. Ia bahkan sulit untuk berbicara.

Ivan yang melihat Dewi sulit bicara, ia menjawab Ibu-ibu tadi.." Maaf Bu, disini harganya memang segitu."

"Ya sudah, saya tidak jadi beli disini," Ibu-ibu itu pun langsung pergi. Tawa Dewi pecah seketika, ia merasa heran, hanya karena uang 2 ribu, Ibu itu tidak jadi belanja disini.

"Puas ketawanya Wi?" goda Ivan. Ia pun ikut tertawa.

"Kalian ini menertawakan apa sih?" David menyela.

"Tadi ada Ibu-ibu bawa mobil Honda Jazz Ko, dia mau beli pulsa 50 ribu, tapi maunya hanya bayar 50 ribu saja." Jawab Ivan.

"Astaga.." David menggelengkan kepalanya, sementara Dewi mukanya terlihat merah karena tertawa.

"Wi, kunci motormu aku letakkan di tempat kunci biasa, nanti kamu ambil ya!"

"Iya Ko."

"Van, tolong kamu bawa motorku kebengkel depan, suruh mereka menambal ban nya!" perintah David, Ivan menganggukkan kepalanya dan segera pergi kebelakang untuk mengambil motor Bosnya.

Drtt. Drtt..

Suara ponsel David.

"Hallo Ko, ada apa?" David bertanya.

"......................."

"Berapa?"

"..................."

"Iya, nanti pegawaiku yang mengantar kesana." Panggilan berakhir.

"Wi, tolong kamu antarkan uang ini kepada Ko Jerry ya, dia ada diruang kerjanya."

"Ruang kerjanya berada di lantai 2, ruangan pertama dari arah tangga." Jelas David.

"Iya Ko."Dewi mengambil uangnya, ia segera mengantarkan uangnya.

Dewi sudah berada di depan pintu ruang kerja Jerry, di lantai 2.

Tok..tok.. "Permisi Tuan."

"Masuk saja!"

Ceklek.. Dewi membuka pintu, perlahan ia masuk kedalam ruangan itu. Jerry tersenyum kearah Dewi. "Ehh kenapa dia tersenyum," batin Dewi.

"Ini Tuan," Dewi meletakkan uangnya diatas meja. Ia sedikit melirik ke arah kakak ipar Bosnya itu, ia melihat kepalanya masih terbalut perban.

"Saya permisi Tuan," Dewi hendak keluar, namun Jerry memanggilnya.

"Tunggu, jangan panggil saya Tuan, panggil saja sama seperti kamu memanggil David!"

"Baik Tu,- eh maksut saya, baik Ko, saya permisi."

"Iya." Jerry menepiskan senyumannya, Dewi berjalan keluar, saat ia menuruni tangga, ia berpapasan dengan Nyonya besar lagi. "Aduh ada Nyonya besar."

"Kenapa kamu disisni ? Bukannya kerja didepan malah klayapan disini ," ucap ketus Nyonya besar.

"Kau mau menggoda anak saya ya?" Tuduh Nyonya besar.

"Ti-tidak Nyonya, saya disuruh Ko David mengantarkan uang keruang kerjanya Tuan Jerry." Jawab Dewi, ia terlihat takut.

"Saya bukan wanita penggoda, Nyonya salah paham."

"Saya permisi Nyonya." Dewi secepat mungkin pergi dari sana, ia tidak mau semakin di tuduh oleh Nyonya besar nya itu.

"Apakah wajahku ini terlihat seperti wanita penggoda ? bisa-bisanya Nyonya besar berfikiran seperti itu," Batin Dewi sembari ia berjalan. Hingga ia tiba di Counter.

"Saya sudah memberikan kepada Tuan Jerry, Ko," Ucap Dewi. David mengangguk.

"Terimakasih ya Wi."

"Iya Ko."

Waktu terus berlalu, hari berganti hari, dan kini tak terasa sudah hari minggu saja, hari libur bagi Dewi dan Ivan. Selama satu minggu ini Bagus sudah tidak pernah berkunjung ke Counter lagi, ia juga tidak pernah mengirim pesan kepada Dewi. Bahkan sudah satu minggu ini Dewi masih di diamkan, dan selalu disindir oleh Nyonya besar dan anak perempuannya. Ia bahkan sudah mencoba meminta maaf kepada istri Bosnya itu, tetapi tetap saja ia masih terus dianggap salah.

Bahkan Nani juga ikut memusuhinya, Nani pernah melihat Jerry (pria pujaan hatinya itu) menyapa Dewi dengan ramah. Ia berfikir Dewi telah menggoda Jerry. Hingga akhirnya Dewi memutuskan untuk mencari Kost- kost an, ia merasa tidak nyaman berada disini, ia ingin segera pindah dari tempat ini.

"Salahku dimana sebenarnya ? aku tidak pernah meminta disapa oleh Tuan Jerry, Tuan Jerry sendiri yang menyapaku, aku juga tidak meminta Bli Gus menyukaiku, Tetapi kenapa orang-orang disini menganggapku sebagai wanita penggoda," Dewi membatin, hatinya terasa sakit.

**Bersambung.....

Haii ..jangan lupa tinggalkan jejak ya..

Saya minta dukungannya ya kakak2 baik..

beri Like dan Vote ...

Terimakasihh** .

1
Maura
visualnya thor penasaran
Maura
visual thor biar tambah semangat bacanya
SyaSyi
mampir aku thor
mampir juga di karyaku
kisah Aluna
my Kids My Hero
Mogu
ivan emes bgt
Dhina ♑
What?? Begitu ya, hubungan mereka?
Kox pada ngawur 🤦🤦
OcTa Via CaMosir
suka deh punya bos kaya ko David👍👍
OcTa Via CaMosir
lanjut
OcTa Via CaMosir
nama anaknya bli bagus kaya anakku Aska😍😍
🎶🎶💞🎶🎶
ok
ѕєιηdαн sєηjα
oke
Emy Zaf
riko keren bingitz thoor
Tina Chu
like
Kanjeng Netizzen
Gw jg pernah ngalamin begitu
Kanjeng Netizzen
Gw jg pernah krj ditoko apa yg dimakan bos kmi para kariawan jg ikut makan terkdg bos mlh tanya pgn mkn apa?sebenernya gw udh betah ditoko cm perkara keirian tmn krj sm gw ,gw keluar permasalahan cm krn cwo pdhal cm kesalahpahaman
Olivia
like
Tina Chu
:)
Leni Ani
ya apun tu si yenny perek udah di masuki tiga orang pria.cewek apaan tu hiii jijik🤮🤮🤮🤮
Leni Ani
ini ada apa lg .apa bafus selingkuh ya..
Leni Ani
mami papi hahhah😆😆😆😁
Azifah Elha
lanjut season 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!