NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 : Obrolan Penting

...Happy Reading^^...

...💮...

Azalea sendiri, yang mana adalah aku saat ini sedang sendirian di kamar. Asher pergi karena dipanggil oleh asistennya untuk beberapa urusan terkait pekerjannya, lalu dua pelayan yang tadi sibuk membersihkan kamar Azalea sudah selesai dan akan melanjutkan tugas mereka yang lainnya.

Kini tinggal aku sendiri yang masih terbaring di kasurnya sambil menatap langit-langit kamarnya.

"Memang ya, kamar Azalea cantik banget bahkan langit-langit kamarnya juga diukir dengan ukiran yang cantik. Kalau aku bisa kembali maka aku akan merenovasi kamarku dan diubah seperti kamar Azalea ini..."

"Ya itu bisa terjadi jika kau berhasil melaksanakan tugasmu ada di sini,"

Aku terkejut mendengar suara itu lagi.

"Astaga anda masih ada di sini?" tanyaku sambil berusaha menetralkan detak jantungku akibat terkejut tadi.

"Ya, tentu saja aku masih ada di sini. Tidak mungkin kan aku meninggalkanmu?"

Mendengar hal itu membuat aku Azalea Lorienfield aka Alea cukup lega, karena ada orang yang menemaniku di dunia yang asing ini walaupun hanya ada suara tanpa wujud.

"Baiklah. Tapi apa tugas yang anda maksudkan tadi?" tanyaku dengan kening mengeryit cukup penasaran.

"Tugas yang akan kau laksanakan setelah menjadi Azalea Lorienfield, coba kau ingat-ingat lagi...apa saja pertanyaan yang kuberikan padamu dan apa jawabanmu."

Aku pun mencoba mengingat kembali apa pilihanku sesaat diriku terakhir masih menjadi Alea. Aku menutup mataku mengingat percakapan itu.

"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Tapi yang pasti, aku diperintahkan yang maha kuasa untuk menolong orang-orang sepertimu. Dan aku memilihmu karena memang kamu terpilih, ini adalah permintaan orang yang akan digantikan olehmu."

"Apa?! Orang yang akan saya gantikan? Lalu bagaimana dengan dirinya bila saya menggantikan dirinya?"

"Orang itu akan melebur dengan dirimu, dia dan kau akan menjadi satu. Rohnya akan menyatu dengan dirimu, karena dia dan dirimu adalah satu orang. Yang pasti, orang ini hanya ingin dirinya dan keluarganya bahagia. Kau harus melakukan itu jika memilih pilihan 'ingin hidup',"

"Satu lagi pertanyaan saya, orang mana yang akan saya gantikan kehidupannya?"

"Kau pernah membaca sedikit kisah hidupnya,"

"Kapan?"

"Kau akan menggantikan satu karakter tokoh sampingan dari salah satu novel yang kamu baca,"

"YANG MANA!"

"Kau akan tahu sendiri setelah memilih,"

"Berarti saya dan karakter ini sebenarnya adalah satu orang beda dimensi?"

"Itu benar. Kau hanya perlu menggantikannya karena sudah melihat kisah hidupnya,"

"Jika saya memilih 'ingin hidup' bagaimana bisa aku kembali membuka mata dari koma kalau aku jadi orang lain?"

"Banyak sekali pertanyaanmu, ya!"

"Harap makhlum hehehe."

"Setelah kau memilih 'ingin hidup' dan menjalani kehidupan karakter ini dengan baik. Kamu akan kembali bangun dari komamu itu, setelah mati dengan tenang, tapi kamu dilarang bunuh diri!"

"Ya siapa tahu kau di sana jatuh cinta dengan seorang pria, lalu pria itu berselingkuh dan kau bunuh diri."

"Ih! Amit-amit! Sepertinya saya akan memilih hidup melajang selamanya bersama dengan keluarga orang ini,"

"Yakin? Zaman orang itu bukan zaman modern, loh. Di mana perempuan hanya diberi pilihan untuk menikah, ya kecuali perempuan yang terlahir dengan gelar bangsawan tinggi. Udah pasti hidupnya terjamin,"

"Lalu apa yang harus saya lakukan untuk mengubah kehidupan orang itu?" tanyaku lagi.

"Jika mau mengubah kehidupan gadis itu lebih baik, maka kau harus bekerja keras membuat keluarganya sukses agar dapat melindungimu. Jika kau ingin ya kau bisa temukan seorang pria, punya anak bahkan cucu. Lalu mati dengan tenang tanpa penyesalan apalagi bunuh diri. Begitu bangun, kau akan kembali menjadi sosok dirimu ini dan bangun dari koma."

"Ck, menikah maksudnya? Tapi saya kan masih perawan!" seruku tidak terima.

"Kau pikir aku peduli? Jadi, pilihanmu apa?"

"Apakah saya yang pertama memilih?"

"Bukan hanya kau, ada banyak orang yang berikan kesempatan sepertimu ini." aku menganggukkan kepalaku lagi.

"Pilihanmu?"

"Saya memilih ingin hidup!"

"Kalau begitu tutup matamu lalu buka matamu."

Aku membuka matanya setelah mengingat percakapan itu.

"Jadi, saya harus membuat hidup Azalea lebih lama dan juga harus membuat dia bahagia?"

"Bukankah hidup gak harus selalu bahagia?"

"Ya, aku tahu hidup gak selalu bahagia dan mulu. Pasti selalu ada batu penghalang dan masalah, tapi setidaknya kau harus tetap hidup dan kuat."

Aku terdiam mendengar mendengar motivasi dari suara itu. Yap, dia benar! Hidup terus jalan walaupun banyak masalah yang bertubi-tubi menerjang dan ada batu halangan di setiap rencana manusia, tapi kita tidak boleh menyerah bukan?

Aku secara tiba-tiba juga teringat pesan Mama untuk baik-baik saja, terus kuat, terus bersabar terhadap semua ujian yang datang menghampiriku dan terus bersyukur atas apa yang di atas berikan padaku.

Air mata seketika meleleh membasahi pipiku.

"Eh? Kenapa kau menangis?" suara itu bertanya dengan nada panik membuatku tersenyum kecil.

"Saya tidak apa-apa," jawabku dan dengan susah payah mengusap air mataku dengan tanganku yang masih sakit untuk digerakkan.

"Seperti mendapatkan teman mengobrol saja," batinku sambil tertawa kecil.

"Ya, anggap aja aku teman mengobrolmu."

Aku mengerjapkan mataku. "Astaga! Aku lupa kalau dia bisa membaca isi hati juga,"

"Ya, tampaknya kau melupakan itu."

Aku memutar bola mataku jengah mendengar ketengilannya.

"Jadi, kita mulai dari hal-hal yang pertama kali menghancurkan hidup Azalea Lorienfield di novel?" tanyaku sambil berpikir keras.

"Iyap! Benar! Coba diingat-ingat, hal apa yang membuat Azalea hancur pertama kali saat novelnya dimulai?"

Pertanyaan itu memaksa otakku untuk mengingat-ingat detail sekecil apapun tentang Azalea dari dua novel yang sudah kubaca berkali-kali itu.

Seketika sosok pemuda tampan dengan rambut merah muda lembut dan tatapannya yang hangat.

"Kak Asher..."

"Apa?"

"Asher Lorienfield adalah orang pertama yang membuat hidup Azalea hancur. Karena setelah kepergian Asher, menyusul pula Daisy Lorienfield karena tidak kuat menghadapi tekanan hidup di wilayah Lorienfield yang ingin hancur ditambah putranya yang telah tiada. Semuanya bermula dari Asher!" ucapku tegas dan sangat amat yakin bahwa semua ini berawal dari Asher.

"Kau bilang dia jatuh sakit karena bekerja tanpa henti?"

"Iya! Benar! Tapi dilihat dari kondisinya, dia tampak bugar dan sehat seperti pemuda pada umumnya? Kalau dia bekerja tanpa henti membuat dia meninggal?" aku mengingat-ingat apa yang terlewatkan dari ingatanku.

"Hmmm? Apa mungkin kesehatannya diganggu oleh sesuatu atau seseorang sehingga dia bisa sakit parah dan berujung meninggal?"

Mendengar hal itu, membuatku jadi teringat dialog curhatan Azalea pada Persefone.

"Semua kemalanganku ini berawal dari Kakakku yang sakit tapi memaksakan diri untuk membantu mengurus wilayah yang sedang kesulitan. Hal itu berujung kesehatannya semakin memburuk dan membuat dia meninggal, Mama pun menyusul seminggu kemudian karena tidak kuat menghadapi tekanan dari segala sisi ditambah wilayah yang semakin sulit." tangisan Azalea pecah dipelukan Persefone yang mengusap punggunnya dengan lembut.

"Aku tidak tahu Persy, dia awalnya baik-baik saja. Tapi ketika dia kembali dari pemeriksaan pelabuhan yang rutin itu tiba-tiba dia jadi sering sakit-sakitan."

Ingatan dialog itu seketika masuk ke otakku.

"Pelabuhan!"

"Apa?"

"Semua ini berawal dari Pelabuhan yang akan diperiksa oleh Asher nanti!"

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 24 Januari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!